Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Power of Love



Selasa , 01 Juli 2025



Telah dibaca :  465

Ada sebuah drama korea (drakor) tentang kisah seorang pemuda bernama Mike. Sejak SMA ia sangat mencintai Ruth. Keduanya sama-sama saling mencintai. Ruth merupakan cinta pertama Mike. Anda pasti sudah mahfum, cinta pertama sangat sulit dilupakan. Benarkah demikian?

Hubungan mereka akhirnya kandas. Ruth menikah dengan seorang pemuda desa yang bernama Arya. Dalam sebuah ulang tahun Ruth, Mike hadir. Teman-teman sekelasnya selalu memprovokasi kenangan mereka berdua saat masa-masa indah di bangku sekolah. Mike  melirik Arya sambil berkata: “Benar saat ini Ruth sudah milik orang lain, tapi saya harap Arya bisa memahami bahwa mencintai tidak harus memiliki”. Kalimat yang sangat radikal dan provakatif sekali. Tapi Arya pun menyadari, hati Ruth hanya untuk Mike.

Saat masih Media Massa mencapai puncak kejayaan pada tahun 80-an dan 90-an, saya cukup sering membaca beragam koran. Kadang beli kiloan -koran bekas. Terutama pada halaman hiburan. Berisi berita-berita para bintang film dan penyanyi top nusantara dan dunia. Salah satu yang booming saat itu penyanyi legendari: John Lenon.

John Lennon, anggota band The Beatles yang terkenal, meninggal dunia karena dibunuh pada tanggal 8 Desember 1980. Ia ditembak oleh Mark David Chapman di depan gedung apartemennya, The Dakota, di New York City, setelah kembali dari studio rekaman bersama istrinya, Yoko Ono.

Siapakah Mark David. Dia tidak lain adalah penggemar beratnya. Kecintaan yang mendalam terhadap penyanyi berambut gondrong tersebut tidak terkendali. Ia berani mengahiri sang idola dengan kematian yang mengenaskan.

Pada era 1980 hingga 1990-an, Indonesia menjadi pangsa pasar music-musik dari dunia barat. ada grup U2, The Scorpion, New Kids On The Blok dan lain-lain. tema-tema nya terkait tentang perdamaian, kemanusiaan dan mengutuk peperangan yang pada tahun tersebut sedang terjadi Perang Dingin antara Uni Soviet -Rusia dan Amerika Serikat.

Salah satu lagu yang terkenal John Lenon yaitu imagine. Berikut lirik lagu tersebut:

Imagine there’s no heaven, it’s easyi if you try, no hell below us, above us only sky, imagine all the people, living for today.

Imagine there’s no countries, it isn’t hard to do, nothing to kill or die for, and no religion too, imagine all the people, living life in peace.

Bayangkan tidak ada surga, ini mudah jika kau mencoba, tidak ada neraka di bawah kita, di atas kita hanya langit, bayangkan semua orang hidup untuk hari ini.

Bayangkan tidak ada negara, tidak sulit untuk melakukannya, tidak ada yang perlu dibunuh atau berkorban, dan tidak ada agama juga, bayangkan semua orang

Menjalani hidup dengan damai.

Pada tahun 1980-an hingga 1990-an, anak-anak muda sunni Indonesia juga lagi demam iwan fals. Anak-anak muda mulai merindukan kebebasan politik. Di pusat perbelanjaan, toko buku terpampang gambar iwan fals -rambut panjang diikat dan hanya pakai celana panjang. Sangat maskulin banget.

Pada era tahun yang sama di rumah-rumah, di pesantren dan aktivis-aktivis agama di kamar-kamar mereka terpampang gambar presiden iran saat itu: ayatollah Khomeini. Pada tahun 1990-an, marak gambar-gambar presiden irak: Sadam husein. Saking cintanya dengan Sadam Husein, saya sebagai kepala regu mahasiswa memberi nama kelompoknya dengan Partai Ba’th. Gara-gara nama partai tersebut, saya berkelahi dengan pemateri dari koramil. Untuk menyelesaikan perseteruan tersebut, jalan tengahnya lomba adu panco. Kami berdua pun melepaskan baju masing-masing.

Anda bisa membayangkan saya yang dulu sangat kurus -tidak pakai baju -harus melawan seorang tentara yang bentuk badannya seperti Mike Tyson. Tapi saya harus bertarung panco. Persoalan kalah urusan belakang. Yang penting tarung dulu. Dan anda pasti sudah tahu hasil pertarungan tersebut. Saya kalah. Dan lebih heboh lagi, wartawan Jawa Pos Cabang Kabupaten Banyuwangi mengabadikan foto kami dalam berita seputar kampus. Heboh. Saya menjadi terkenal. Bukan karena hebatnya, tapi karena kurus dan tidak pakai baju.

Kenapa anak-anak remaja dan para pemuda sangat mengidolakan Ayatollah Khomaini. Karena keberaniannya melawan AS dan memperjuangkan Palestina. Anak-anak muda saat itu sungguh sangat haus merindukan sosok seorang pemimpin Islam yang berani tegar melawan hegemoni barat yang sangat semena-mena di wilayah Timur Tengah. Mereka rindu pada sosok pemimpin gagah berani.

Kenapa anak-anak remaja dan para pemuda saat itu juga mengidolakan Sadam Husein. Karena dia seorang presiden Sunni yang secara terang-terangan melawan secara terbuka di forum internasional di Gedung PBB dan perang fisik di medan pertempuran. Meskipun akhirnya Sadam Husein gugur sangat mengenaskan.

Kita mencintai dan mengagumi bangsa Cina bukan karena pro komunis. Kita telah melihat ketangguhannya dan keberaniannya melawan kebijakan politik dan ekonomi AS. Kita kagum pada iran juga bukan karena Syi’ah. Iran lah satu-satunya negara yang terpuruk akibat perang dan embargo ekonomi cukup panjang 1980-2019 bisa bangkit dan menjadi negara Islam pertama yang menguasai teknologi sebanding dengan negara-negara barat.

Kita mencintai bukan berarti harus memiliki. Kita mencintai seorang tokoh karena pada dirinya ada kebaikan-kebaikan yang terpancar pada dirinya. Dan dunia ini hakikatnya hanya milik para pemberani sejati, bukan pengecut yang mendapatkan kenikmatan di atas penderitaan orang lain.

Kita juga tidak boleh mencintai seseorang seperti Mark David yang membunuh John Lenon. Kita mencintai kehebatannya seseorang tokoh, tapi disisi lain kita juga mencoba membunuh nya. Kehebatannya kadang dijadikan hanya sebatas menutupi kelemahan diri sendiri karena tidak bisa bersaing dan melawan musuh. Lalu meminjam tangan orang lain untuk melawan musuh. Saat lawan dan musuh nya mati, kita terkadang bersorak-sorai. Seolah-olah kita menang dengan gemilang bak seorang pahlawan. Padahal tidak ada setetes keringat pun yang keluar dari tubuhnya.

Kita pun tidak boleh mencintai seseorang model Mike dan Ruth yang mencintai negara lain tapi pada sisi lain bilang pada musuh nya juga mencintainya. Cinta segitiga. Kita sering bilang benci kepada negara ini-itu, tapi pada saat yang sama juga sedang minum bersama berpesta pora dengan negara tersebut.

Ideal nya memang mencintai juga memiliki. Jadi, apa yang diperjuangkan juga apa yang dicita-citakan dari lubuk hati yang paling dalam. Ada satu tarikan nafas perjuangan antara dhohir dan batin antara suara langit dan bumi.

Perjuangan seperti ini yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan kesederhanaan ia tampil mencintai umat nya secara tulus. Begitu juga umatnya, menangis tersedu-sedu merindukan kehadiran nya dan syafa’at nya besok di hari setelah kehidupan di dunia.

Sungguh pada hari ini saya sungguh terharu -hampir meneteskan air mata. ada puluhan remaja di ruangan majelis ta’lim. Sayyid Ali Khaimeni melihat ada seorang anak berumur belasan tahun menundukkan kepala nya menangis tersedu-sedu.

Kenapa dia menangis” tanya sayyid.

Saya rindu ingin menatap sayyid” jawab anak tersebut.

Hari ini kita telah melihat para pemimpin dari berbagai negara. kita bisa melihat wajah dan aura nya. Anda bisa merasakan aura kekuatan spiritual mereka. Ada yang mungkin hati anda menolaknya sebagai pemimpin, terkesan biasa-biasa saja, ada yang terlihat wibawa dan ada yang terlihat auranya menghujam ke dalam hati anda.

Semua keberagaman aura dari pemimpin tidak lain karena aura rasa cinta dan kasih sayang kepada Sang Pencipta dan kepada rakyatnya. Semakin tinggi rasa cinta, maka semakin besar aura pemimpin tersebut. itulah yang saya pahami dari dalam nya rasa cinta Nabi Muhammad SAW kepada umat nya. wallahu a’lam.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   113

Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146

Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   214

Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291

Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875