
Ada sebuah drama korea (drakor) tentang
kisah seorang pemuda bernama Mike. Sejak SMA ia sangat mencintai Ruth. Keduanya sama-sama saling mencintai. Ruth merupakan cinta pertama Mike. Anda pasti
sudah mahfum, cinta pertama sangat sulit dilupakan. Benarkah demikian?
Hubungan mereka akhirnya kandas. Ruth menikah dengan
seorang pemuda desa yang bernama Arya. Dalam sebuah ulang tahun Ruth, Mike hadir.
Teman-teman sekelasnya selalu memprovokasi kenangan mereka berdua saat
masa-masa indah di bangku sekolah. Mike melirik Arya sambil berkata: “Benar saat ini Ruth
sudah milik orang lain, tapi saya harap Arya bisa memahami bahwa mencintai
tidak harus memiliki”. Kalimat yang sangat radikal dan provakatif sekali. Tapi Arya
pun menyadari, hati Ruth hanya untuk Mike.
Saat masih Media Massa mencapai puncak
kejayaan pada tahun 80-an dan 90-an, saya cukup sering membaca beragam koran. Kadang beli kiloan -koran bekas. Terutama
pada halaman hiburan. Berisi berita-berita para bintang film dan penyanyi
top nusantara dan dunia. Salah satu yang booming saat itu penyanyi legendari: John Lenon.
John Lennon, anggota band The Beatles yang terkenal, meninggal
dunia karena dibunuh pada tanggal 8 Desember 1980. Ia ditembak oleh Mark David
Chapman di depan gedung apartemennya, The Dakota, di New York City, setelah
kembali dari studio rekaman bersama istrinya, Yoko Ono.
Siapakah Mark David. Dia tidak lain adalah penggemar beratnya. Kecintaan
yang mendalam terhadap penyanyi berambut gondrong tersebut tidak terkendali. Ia
berani mengahiri sang idola dengan kematian yang mengenaskan.
Pada era 1980 hingga 1990-an, Indonesia menjadi pangsa pasar music-musik
dari dunia barat. ada grup U2, The Scorpion, New Kids On The Blok dan
lain-lain. tema-tema nya terkait tentang perdamaian, kemanusiaan dan mengutuk
peperangan yang pada tahun tersebut sedang terjadi Perang Dingin antara Uni
Soviet -Rusia dan Amerika Serikat.
Salah satu lagu yang terkenal John Lenon yaitu imagine. Berikut lirik
lagu tersebut:
Imagine there’s no heaven, it’s easyi if you try, no hell below us,
above us only sky, imagine all the people, living for today.
Imagine there’s no countries, it isn’t hard to do, nothing to kill
or die for, and no religion too, imagine all the people, living life in peace.
Bayangkan tidak ada surga, ini mudah jika kau mencoba, tidak ada
neraka di bawah kita, di atas kita hanya langit, bayangkan semua orang hidup
untuk hari ini.
Bayangkan tidak ada negara, tidak sulit untuk melakukannya, tidak
ada yang perlu dibunuh atau berkorban, dan tidak ada agama juga, bayangkan
semua orang
Menjalani hidup dengan damai.
Pada tahun 1980-an hingga 1990-an,
anak-anak muda sunni Indonesia juga lagi demam iwan fals. Anak-anak muda mulai
merindukan kebebasan politik. Di pusat perbelanjaan, toko buku terpampang
gambar iwan fals -rambut panjang diikat dan hanya pakai celana panjang. Sangat maskulin
banget.
Pada era tahun yang sama di rumah-rumah, di
pesantren dan aktivis-aktivis agama di kamar-kamar mereka terpampang gambar
presiden iran saat itu: ayatollah Khomeini. Pada tahun 1990-an, marak
gambar-gambar presiden irak: Sadam husein. Saking cintanya dengan Sadam Husein,
saya sebagai kepala regu mahasiswa memberi nama kelompoknya dengan Partai
Ba’th. Gara-gara nama partai tersebut, saya berkelahi dengan pemateri dari
koramil. Untuk menyelesaikan perseteruan tersebut, jalan tengahnya lomba adu panco.
Kami berdua pun melepaskan baju masing-masing.
Anda bisa membayangkan saya yang dulu
sangat kurus -tidak pakai baju -harus melawan seorang tentara yang bentuk
badannya seperti Mike Tyson. Tapi saya harus bertarung panco. Persoalan kalah
urusan belakang. Yang penting tarung dulu. Dan anda pasti sudah tahu hasil
pertarungan tersebut. Saya kalah. Dan lebih heboh lagi, wartawan Jawa Pos
Cabang Kabupaten Banyuwangi mengabadikan foto kami dalam berita seputar kampus.
Heboh. Saya menjadi terkenal. Bukan karena hebatnya, tapi karena kurus dan
tidak pakai baju.
Kenapa anak-anak remaja dan para pemuda
sangat mengidolakan Ayatollah Khomaini. Karena keberaniannya melawan AS dan
memperjuangkan Palestina. Anak-anak muda saat itu sungguh sangat haus
merindukan sosok seorang pemimpin Islam yang berani tegar melawan hegemoni
barat yang sangat semena-mena di wilayah Timur Tengah. Mereka rindu pada sosok
pemimpin gagah berani.
Kenapa anak-anak remaja dan para pemuda
saat itu juga mengidolakan Sadam Husein. Karena dia seorang presiden Sunni yang
secara terang-terangan melawan secara terbuka di forum internasional di Gedung PBB
dan perang fisik di medan pertempuran. Meskipun akhirnya Sadam Husein gugur sangat
mengenaskan.
Kita mencintai dan mengagumi bangsa Cina
bukan karena pro komunis. Kita telah melihat ketangguhannya dan keberaniannya melawan
kebijakan politik dan ekonomi AS. Kita kagum pada iran juga bukan karena Syi’ah.
Iran lah satu-satunya negara yang terpuruk akibat perang dan embargo ekonomi
cukup panjang 1980-2019 bisa bangkit dan menjadi negara Islam pertama yang
menguasai teknologi sebanding dengan negara-negara barat.
Kita mencintai bukan berarti harus
memiliki. Kita mencintai seorang tokoh karena pada dirinya ada kebaikan-kebaikan
yang terpancar pada dirinya. Dan dunia ini hakikatnya hanya milik para
pemberani sejati, bukan pengecut yang mendapatkan kenikmatan di atas
penderitaan orang lain.
Kita juga tidak boleh mencintai seseorang
seperti Mark David yang membunuh John Lenon. Kita mencintai kehebatannya
seseorang tokoh, tapi disisi lain kita juga mencoba membunuh nya. Kehebatannya kadang
dijadikan hanya sebatas menutupi kelemahan diri sendiri karena tidak bisa
bersaing dan melawan musuh. Lalu meminjam tangan orang lain untuk melawan
musuh. Saat lawan dan musuh nya mati, kita terkadang bersorak-sorai. Seolah-olah
kita menang dengan gemilang bak seorang pahlawan. Padahal tidak ada setetes
keringat pun yang keluar dari tubuhnya.
Kita pun tidak boleh mencintai seseorang
model Mike dan Ruth yang mencintai negara lain tapi pada sisi lain bilang pada
musuh nya juga mencintainya. Cinta segitiga. Kita sering bilang benci kepada negara
ini-itu, tapi pada saat yang sama juga sedang minum bersama berpesta pora
dengan negara tersebut.
Ideal nya memang mencintai juga memiliki. Jadi,
apa yang diperjuangkan juga apa yang dicita-citakan dari lubuk hati yang paling
dalam. Ada satu tarikan nafas perjuangan antara dhohir dan batin antara suara
langit dan bumi.
Perjuangan seperti ini yang telah diajarkan
oleh Nabi Muhammad SAW. Dengan kesederhanaan ia tampil mencintai umat nya
secara tulus. Begitu juga umatnya, menangis tersedu-sedu merindukan kehadiran
nya dan syafa’at nya besok di hari setelah kehidupan di dunia.
Sungguh pada hari ini saya sungguh terharu
-hampir meneteskan air mata. ada puluhan remaja di ruangan majelis ta’lim. Sayyid
Ali Khaimeni melihat ada seorang anak berumur belasan tahun menundukkan kepala
nya menangis tersedu-sedu.
“Kenapa dia menangis” tanya sayyid.
“Saya rindu ingin menatap sayyid” jawab
anak tersebut.
Hari ini kita telah melihat para pemimpin
dari berbagai negara. kita bisa melihat wajah dan aura nya. Anda bisa merasakan
aura kekuatan spiritual mereka. Ada yang mungkin hati anda menolaknya sebagai
pemimpin, terkesan biasa-biasa saja, ada yang terlihat wibawa dan ada yang terlihat
auranya menghujam ke dalam hati anda.
Semua keberagaman aura dari pemimpin tidak
lain karena aura rasa cinta dan kasih sayang kepada Sang Pencipta dan kepada
rakyatnya. Semakin tinggi rasa cinta, maka semakin besar aura pemimpin
tersebut. itulah yang saya pahami dari dalam nya rasa cinta Nabi Muhammad SAW
kepada umat nya. wallahu a’lam.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   113
Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146
Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   214
Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291
Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875