
Pada ayat sebelumnya -ayat 42 -para
mufasirin telah menjelaskan perilaku sebagian orang yahudi pada masa Nabi Muhammad
-yang mencampuradukan hak dan yang menyembunyikan kebenaran -Allah juga tetap
memerintah kepada Nabi untuk masuk Islam dan melaksanakan sholat yang berbeda
dengan sholat nya kaum yahudi yaitu ruku’. Sebab sholat kaum yahudi tidak ada
ruku’. Untuk membedakan sholat kaum yahudi dan sholat syari’at islam yang
dibawa Nabi Muhammad antara lain adalah ruku’, sebagaimana ayat 43 sebagai
berikut:
وَاَقِيْمُوا
الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ ٤٣
Artinya:
Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta
orang-orang yang rukuk.
Keturunan Kaum Yahudi -Bani Israel -sama statusnya manusia di dunia
ini yaitu terkena misi dakwah Islam. Sebab status agama Islam sebagai “rahmat
semesta alam”. Agama Islam sebagai agama Islam juga harus disampaikan kepada
siapapun tidak terkecuali, yaitu kepada kaum yahudi. Maka wajar jika dalam
sejarah, ada Kaum Yahudi yang kemudian masuk Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan
masa-masa setelah nya. wallahu a’lam.
Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa Israel [ اسرائيل] adalah Ya’qub bin Ishak bin Ibrahim Al-Khalil AS. Menurut pendapat lain ia adalah seorang pemimpin dan
pejuang
Agama Yahudi merupakan agama yang hanya untuk keturunan orang yahudi. Meskipun agama yahudi dianggap sebagai non-misioneris, tetapi antara mereka saling berkelahi. Kisah Nabi Yusuf, Bunyamin yang dikucilkan oleh saudara-saudara nya sudah cukup bukti betapa keturunan Kaum Yahudi selalu konflik berkaitan dengan persoalan cinta, ekonomi dan politik. Konflik yang berkepanjangan ini yang kemudian mereka mendapatkan kutukan dari Allah SWT sebagai kaum yang hina -menjadi kera -dalam pengertian majaz maupun bisa jadi dalam pengertian hakikat. Ada sebagian mufasirin mengartikan makna tekstual ada perubahan fisik dari manusia menjadi kera, ada menggunakan pendekatan makna majaz yaitu sifat dan perilaku nya laksana Kera. Kita bisa melihat sikap dan perilaku kaum yahudi saat sekarang ini.
Ketika Nabi Ismail berada di Mekah dan fokus sebagai Penjaga Kota
Suci Mekah -konon kata mekah berasal dari kata bakah yang artinya
menangis, karena saat pertama datang ibu hajar menangis terus -, maka Nabi
Ishak dan keturunannya terus menjadi penguasa di Palestina. Mereka telah
berhasil membangun imperium kekuasaan dan mencapai puncak kejayaan pada masa Nabi
Dawud dan Nabi Sulaiman. Namun setelah nya, mereka saling bertengkar dan berkelahi
rebutan kekuasaan dan melakukan perlawanan terhadap ketentuan-ketentuan Tuhan.
akhirnya mereka dihinakan oleh Allah menjadi kaum yang lemah dan diperbudak
oleh kaum yang kuat. Salah satunya diperbudak oleh kaum Persia.
Sebagian mereka menetap di Yasrib. Mereka merindukan juru selamat. Para
ulama-ulama atau cendekiawan Kaum Yahudi yang masih berpegang teguh terhadap isi
kitab taurat masuk Islam dan menjadi sahabat baik Nabi Muhammad SAW. Sedangkan
sebagian dari mereka tetap berpegang teguh pada egoisme keturunan yaitu tidak
mau menerima Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul.
Akibat dari permusuhan tersebut, pada akhirnya presepsi Kaum Yahudi
selalu negatif pada masa Nabi Muhammad hingga saat sekarang ini. Seolah-olah
garis keturunan Nabi Ismail -Bangsa Arab -dan Bangsa Yahudi tidak bisa
disatukan sama sekali. hingga kini akhirnya terbelah bahwa Kaum Yahudi memang
tetap sebagai kaum terkutuk hingga akhir zaman. Seolah-olah kaum yahudi akan
terus menjadi penindas sepanjang masa.
Pada pandangan yang berbeda, penulis melihat bahwa siapapun -tidak
terkecuali orang yahudi- termasuk orang arab dan lain-lain mempunyai potensi
sama yaitu suka memberontak. Hakikat manusia ingin bebas. Hanya saja mereka
bisa tunduk oleh kekuatan-kekuatan yang lebih besar. Itu naluri manusia.
Pada masa Nabi Muhammad saw, kekuatan yang yahudi sangat kecil
terdiri beberapa golongan seperti Kaum Qaynuqa, Nadhir, dan Quraizah. Mereka tidak
berani melawan dan ketika mereka melawan kemudian kalah. Akhirnya mereka tunduk
terhadap konstitusi yang disepakati bersama yaitu Piagam Madinah. Kekuasaan nabi
di Madinah ini yang mempunyai otoritas lebih kuat bagi nabi untuk melakukan Dakwah
Islamiyah dan menyampaikan pesan-pesan firman-firman Allah -termasuk ayat
tersebut di atas tentang perintah sholat dan zakat.
Belajar dari dakwah Nabi Muhammad akhirnya penulis menyadari bahwa
kekuatan dan kekuasaan mempunyai peran yang sangat efektif untuk menyampaikan
firman-firman Alah. Hanya dengan kekuatan dan kekuasaan yang tinggi, dakwah Islamiyah
bisa menjangkau dan menundukan kekuatan Kaum Yahudi. Negara-negara Islam saat
sekarang ini kalah power dengan negara-negara pendukung yahudi seperti AS,
Inggris dan Prancis. Akhirnya mereka bertindak semena-mena terhadap
negara-negara Islam, dan dianggap semua nya sebagai kaum yang lemah.
Terlepas ketidakcintaan kita terhadap Negara Islam Iran -Syi’ah – namun
realita saat sekarang ini sangat terlihat, bahwa negara-negara Islam agar
tunduk dan patuh terhadap kendali Israel sebagaimana dilakukan kaum yahudi pada
masa Nabi Muhammad SAW.
Namun Iran telah memahami sejarah yang sangat panjang. Iran terpanggil
untuk menjadi negara yang agung atas garis perjuangan dan pengorbanan sayidina
husein. Titik balik peristiwa tersebut, Iran telah bersumpah untuk menjadi
negara yang kuat, modern dan penyelamat bangsa-bangsa yang ditindas oleh penjajah -termasuk oleh Israeil.
Hari ini umat Islam membutuhkan negara-negara Islam kuat seperti Negara
Iran. Negara-negara Sunni di belahan dunia sangat besar. semua masih dipandang
sebelah mata oleh Bangsa Yahudi. Bisakah martabat dan aura kewibawan
negara-negara dan bangsa-bangsa Islam sunii terlihat agung di percaturan
politik?.
Pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang tidak sederhana
sebagaimana ketidakjelasakan kapan bangkit nya kaum sunni dari cengkaraman
penjajahan modern oleh kroni-kroni Negara Israel.
Walhasil sejarah panjang telah membuktikan di depan mata umat Islam,
bahwa bangsa yang telah dikutuk oleh Tuhan telah mampu mendirikan Negara Israel
dengan menggunakan pendekatan filosofis [وَاٰتُوا
الزَّكٰوةَ] dan [وَاَقِيْمُوا
الصَّلٰوةَ], mereka tumbuh dan bersatu dengan semangat spiritual dan
danotur dunia untuk mendirikan Negara Israel. Kini Negara Israel telah berdiri
megah di depan mata kita.
Jika bangsa yahudi dari beragam sekte -lebih dari 73 sekte -bisa
berhasil menjadi satu, masa sunni dan syi’ah tidak bisa bersatu. Sesulit itukah
egoisme umat Islam?. Wallahu a'lam.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13558
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3569
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876