Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

322 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Q.S. Al-Baqarah Ayat 43: Filosofis Sholat dan Zakat yang Tertukar



Selasa , 08 Juli 2025



Telah dibaca :  488

Pada ayat sebelumnya -ayat 42 -para mufasirin telah menjelaskan perilaku sebagian orang yahudi pada masa Nabi Muhammad -yang mencampuradukan hak dan yang menyembunyikan kebenaran -Allah juga tetap memerintah kepada Nabi untuk masuk Islam dan melaksanakan sholat yang berbeda dengan sholat nya kaum yahudi yaitu ruku’. Sebab sholat kaum yahudi tidak ada ruku’. Untuk membedakan sholat kaum yahudi dan sholat syari’at islam yang dibawa Nabi Muhammad antara lain adalah ruku’, sebagaimana ayat 43 sebagai berikut:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ ۝٤٣

Artinya:

Tegakkanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.

Keturunan Kaum Yahudi -Bani Israel -sama statusnya manusia di dunia ini yaitu terkena misi dakwah Islam. Sebab status agama Islam sebagai “rahmat semesta alam”. Agama Islam sebagai agama Islam juga harus disampaikan kepada siapapun tidak terkecuali, yaitu kepada kaum yahudi. Maka wajar jika dalam sejarah, ada Kaum Yahudi yang kemudian masuk Islam pada masa Nabi Muhammad SAW dan masa-masa setelah nya. wallahu a’lam.

Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan bahwa Israel [ اسرائيل] adalah Ya’qub bin Ishak bin Ibrahim Al-Khalil AS. Menurut pendapat lain ia adalah seorang pemimpin dan pejuang (Az-Zuhaili, 2013). Janji Allah adalah janji tentang keinginan Kaum Yahudi tentang ada Nabi Akhir Zaman yang telah Allah firman kan di dalam Kitab Taurat. Mereka merindukan nabi akhir zaman tersebut datang dan sebagai penyelamat kaum nya yang punya potensi besar terpecah belah. Namun ketika masa nya tiba, dan ketika mereka tahu Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, mereka menolaknya. Mereka mengira bahwa Nabi akhir zaman adalah Nabi yang berasal dari keturunan Ya’qub. Sebab kenyataannya, Nabi Muhammad adalah keturunan dari Nabi Ismail dari Ibu yang bernama Hajar.

Agama Yahudi merupakan agama yang hanya untuk keturunan orang yahudi. Meskipun agama yahudi dianggap sebagai non-misioneris, tetapi antara mereka saling berkelahi. Kisah Nabi Yusuf, Bunyamin yang dikucilkan oleh saudara-saudara nya sudah cukup bukti betapa keturunan Kaum Yahudi selalu konflik berkaitan dengan persoalan cinta, ekonomi dan politik. Konflik yang berkepanjangan ini yang kemudian mereka mendapatkan kutukan dari Allah SWT sebagai kaum yang hina -menjadi kera -dalam pengertian majaz maupun bisa jadi dalam pengertian hakikat. Ada sebagian mufasirin mengartikan makna tekstual ada perubahan fisik dari manusia menjadi kera, ada menggunakan pendekatan makna majaz yaitu sifat dan perilaku nya laksana Kera. Kita bisa melihat sikap dan perilaku kaum yahudi saat sekarang ini.

Ketika Nabi Ismail berada di Mekah dan fokus sebagai Penjaga Kota Suci Mekah -konon kata mekah berasal dari kata bakah yang artinya menangis, karena saat pertama datang ibu hajar menangis terus -, maka Nabi Ishak dan keturunannya terus menjadi penguasa di Palestina. Mereka telah berhasil membangun imperium kekuasaan dan mencapai puncak kejayaan pada masa Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Namun setelah nya, mereka saling bertengkar dan berkelahi rebutan kekuasaan dan melakukan perlawanan terhadap ketentuan-ketentuan Tuhan. akhirnya mereka dihinakan oleh Allah menjadi kaum yang lemah dan diperbudak oleh kaum yang kuat. Salah satunya diperbudak oleh kaum Persia.

Sebagian mereka menetap di Yasrib. Mereka merindukan juru selamat. Para ulama-ulama atau cendekiawan Kaum Yahudi yang masih berpegang teguh terhadap isi kitab taurat masuk Islam dan menjadi sahabat baik Nabi Muhammad SAW. Sedangkan sebagian dari mereka tetap berpegang teguh pada egoisme keturunan yaitu tidak mau menerima Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul.

Akibat dari permusuhan tersebut, pada akhirnya presepsi Kaum Yahudi selalu negatif pada masa Nabi Muhammad hingga saat sekarang ini. Seolah-olah garis keturunan Nabi Ismail -Bangsa Arab -dan Bangsa Yahudi tidak bisa disatukan sama sekali. hingga kini akhirnya terbelah bahwa Kaum Yahudi memang tetap sebagai kaum terkutuk hingga akhir zaman. Seolah-olah kaum yahudi akan terus menjadi penindas sepanjang masa.

Pada pandangan yang berbeda, penulis melihat bahwa siapapun -tidak terkecuali orang yahudi- termasuk orang arab dan lain-lain mempunyai potensi sama yaitu suka memberontak. Hakikat manusia ingin bebas. Hanya saja mereka bisa tunduk oleh kekuatan-kekuatan yang lebih besar. Itu naluri manusia.

Pada masa Nabi Muhammad saw, kekuatan yang yahudi sangat kecil terdiri beberapa golongan seperti Kaum Qaynuqa, Nadhir, dan Quraizah. Mereka tidak berani melawan dan ketika mereka melawan kemudian kalah. Akhirnya mereka tunduk terhadap konstitusi yang disepakati bersama yaitu Piagam Madinah. Kekuasaan nabi di Madinah ini yang mempunyai otoritas lebih kuat bagi nabi untuk melakukan Dakwah Islamiyah dan menyampaikan pesan-pesan firman-firman Allah -termasuk ayat tersebut di atas tentang perintah sholat dan zakat.

Belajar dari dakwah Nabi Muhammad akhirnya penulis menyadari bahwa kekuatan dan kekuasaan mempunyai peran yang sangat efektif untuk menyampaikan firman-firman Alah. Hanya dengan kekuatan dan kekuasaan yang tinggi, dakwah Islamiyah bisa menjangkau dan menundukan kekuatan Kaum Yahudi. Negara-negara Islam saat sekarang ini kalah power dengan negara-negara pendukung yahudi seperti AS, Inggris dan Prancis. Akhirnya mereka bertindak semena-mena terhadap negara-negara Islam, dan dianggap semua nya sebagai kaum yang lemah.

Terlepas ketidakcintaan kita terhadap Negara Islam Iran -Syi’ah – namun realita saat sekarang ini sangat terlihat, bahwa negara-negara Islam agar tunduk dan patuh terhadap kendali Israel sebagaimana dilakukan kaum yahudi pada masa Nabi Muhammad SAW.

Namun Iran telah memahami sejarah yang sangat panjang. Iran terpanggil untuk menjadi negara yang agung atas garis perjuangan dan pengorbanan sayidina husein. Titik balik peristiwa tersebut, Iran telah bersumpah untuk menjadi negara yang kuat, modern dan penyelamat bangsa-bangsa yang ditindas  oleh penjajah -termasuk oleh Israeil.

Hari ini umat Islam membutuhkan negara-negara Islam kuat seperti Negara Iran. Negara-negara Sunni di belahan dunia sangat besar. semua masih dipandang sebelah mata oleh Bangsa Yahudi. Bisakah martabat dan aura kewibawan negara-negara dan bangsa-bangsa Islam sunii terlihat agung di percaturan politik?.

Pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang tidak sederhana sebagaimana ketidakjelasakan kapan bangkit nya kaum sunni dari cengkaraman penjajahan modern oleh kroni-kroni Negara Israel.

Walhasil sejarah panjang telah membuktikan di depan mata umat Islam, bahwa bangsa yang telah dikutuk oleh Tuhan telah mampu mendirikan Negara Israel dengan menggunakan pendekatan filosofis [وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ] dan [وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ], mereka tumbuh dan bersatu dengan semangat spiritual dan danotur dunia untuk mendirikan Negara Israel. Kini Negara Israel telah berdiri megah di depan mata kita.

Jika bangsa yahudi dari beragam sekte -lebih dari 73 sekte -bisa berhasil menjadi satu, masa sunni dan syi’ah tidak bisa bersatu. Sesulit itukah egoisme umat Islam?. Wallahu a'lam.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13558


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876