
Ayat sebelum nya -ayat 44 – pada Surat
Al-Baqarah Allah telah menjelaskan watak dasar dari Bani Israel yaitu suka
berpolitik standar ganda. Ia sangat suka sekali berbicara tentang perdamaian
dan kemanusiaan, tapi pada saat yang sama perdamaian dan kemanusiaan justru
diinjak-injak atas nama yang sama juga.
Perjalanan sejarah kehidupan manusia sudah
cukup berlangsung lama. Orang-orang yang lahir pada era 1970-2000 sudah bisa
membaca, melihat, dan merasakan betapa inkonsistensi Kaum Yahudi dan
negara-negara tempat diaspora mereka di barat. Mereka berbicara
kemanusiaan dan perdamaian, tapi mereka juga melakukan genosida atas nama
kemanusiaan dan perdamaian. Warga Palestina dibantai tanpa merasa bersalah.
Saat warga mereka mati satu, berteriak-teriak memprovokasi negara lain untuk
menghancurkan Warga Palestina dengan dalih kemanusiaan. Hal yang sama juga
dilakukan kepada negara-negara lain. Kaum Yahudi terus melakukan ekspansi kekuasaan
dan mengendalikan seluruh bangsa dan negara dalam genggaman kekuasaannya.
Kesombongan kaum yahudi atas segala kelebihan
yang ada pada dirinya menyebabkan semakin jauh dari ajaran-ajaran Tuhan -millata
ibrahim – dalam kehidupan sehari-hari. Mereka terlena dalam kehebatan dan
kelebihan diri mereka. Semua bangsa seolah-olah berada di bawah kendali nya.
Kesombongan atas segala kelebihan
sebenarnya wujud dari kelemahan kaum yahudi. Mereka terlalu bersandar kepada kekuatan akal, kekayaan dan
kekuasaan. Padahal semua itu merupakan wujud ke-fana-an. Semua yang menjadi
sandaran akan hancur. Saat hancur, mereka tidak bisa berbuat apa-apa kecuali
jeritan dan rasa takut yang berkepanjangan.
Allah telah mengajarkan kepada umat Islam,
bahwa senjata terbaik dalam kehidupan sejati yaitu memohon pertolongan kepada Allah
melalui lelaku sabar dan mendirikan Sholat. Allah telah berfirman dalam Q.S.
Al-Baqarah ayat 45 sebagai berikut:
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ وَاِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ
اِلَّا عَلَى الْخٰشِعِيْنَۙ ٤٥
Artinya:
Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan
sabar dan salat. Sesungguhnya (salat) itu benar-benar berat, kecuali bagi
orang-orang yang khusyuk,
Kanjeng Nabi Muhammad telah bersabda: “Sabar
sebenarnya pada saat menghadapi cobaan yang bertama”(HR. Bukhari, Tirmidzi
dan Nasa’i). Al-Junaidi mengatakan, “Perjalanan dari dunia ke akherat adalah
mudah bagi orang beriman, tetapi hijrah disisi Allah SWT adalah sulit. Dan
perjalanan dari diri sendiri menuju Allah sangat sulit, tetapi lebih sulit lagi
adalah bersabar bersama Allah SWT”. Al-Junaidi juga mengatakan” Sabar
adalah meneguk kepahitan tanpa wajah cemberut”
Sabar secara literal berarti menahan. Sabar
menahan dari perbuatan maksiat, berarti sabar mempunyai arti ketaan dalam
melaksanakan perintah-perintah Allah. Dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya,
juga akan mendapatkan ujian. Bersabar terhadap segala ujian-ujian Allah
merupakan pendidikan jiwa dan pengekangan hawa nafsu merupakan akhlak para nabi
dan para orang-orang sholeh
Selain membiasakan sabar dalam meninggalkan
maksiat dan melaksanakan perintah-perintah Allah, juga memohon pertolongan
dengan menjalankan sholat. Syeikh Az-Zuhaili menjelaskan bahwa sholat merupakan
kontak langsung seorang hamba dengan Tuhan nya sebanyak lima kali dalam sehari.
Melaksanakan sholat itu sangat berat kecuali yang pada diri orang tersebut ada
iman, maka sholat menjadi terlihat ringan. Sholat yang benar juga menjadi indikator lahirnya
ketenangan jiwa seseorang dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan
dalam kehidupan di dunia
Ketika kaum yahudi masih berpegang teguh
pada dua perintah Allah tersebut -sabar dan sholat – mereka mendapatkan dua
kemuliaan yaitu kejayaan di dunia dan kemuliaan di akherat. Kejayaan di dunia
berupa kekuasaan tanpa batas pada masa Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Mereka adalah
kaum yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT.
Namun kedua senjata agung tersebut dibuang
oleh Kaum Yahudi. Mereka menentang para Nabi dan Rasul. Akhirnya mereka
mendapatkan murka dari Allah dan dijadikan kaum hina yang kehilangan sinar iman
-Allah menjadikan monyet. Yang ada pada dirinya nafsu yang membara untuk terus
menjadi penguasa di dunia hingga kini.
Ayat tersebut merupakan bagian dari ajakan Tuhan
agar kaum yahudi menyadari kesalahannya dan kembali kepada jalan yang benar. Namun
mereka menolak kebenaran tersebut dan menolak juga kenabian dan kerasulan Muhammad
SAW.
Ayat tersebut di atas tentu saja nasehat
buat umat Islam dalam upaya menyelesaikan segala persoalan hidup di dunia. seberat
apapun kehidupan di dunia sebenarnya bermuara pada dua hal penting yang harus
dimiliki oleh setiap muslim yaitu sabar dan sholat.
Makna sabar sebagaimana yang telah
dijelaskan di atas merupakan wujud
keteguhan hati untuk terus berdiri tegak dalam segala ujian dan konsisten menghancurkan
batu karang yang merintangi jalan kesukesan.
Penulis memahami bahwa banyak sekali
wujud-wujud batu karang ujian kehidupan seperti kemiskinan, kekurangan ilmu,
ragu-ragu, pemalas dan rasa takut terhadap kematian dan sebagainya. Semua wujud
tersebut terlihat seperti batu-batu yang menumpuk sangat tinggi. Hati terasa
sangat putus asa, dan pikiran sering menyimpulkan ucapan kegagalan : “saya
tidak bisa berbuat apa-apa”.
Sabar adalah upaya melihat semua itu bukan
rintangan, tapi peluang. Ketika berbicara bahwa semua itu merupakan peluang
untuk menuju kejayaan, maka yang harus dilakukan adalah melakukan gerakan istiqamah
menghancurkan batu-batu karang tersebut secara terus-menerus laksana tetesan
air di batu besar. tetesan air tidak tajam. Tapi terus-menerus menetes,
akhirnya batu pun berlubang.
Kenapa kesabaran harus disandingkan dengan
sholat. Sebab perilaku sabar bisa dimiliki oleh siapapun. Bangsa-bangsa besar
lahir dari perilaku sabar terhadap ujian dan berdiri tegak untuk terus
menghadapi ujian tersebut yang pada akhirnya mendapatkan panen kemuliaan.
Tapi kesabaran yang dibangun sebatas pada
kekuatan akal dan kekuatan tekad semata suatu saat akan mengalami kegoncangan jiwa
pada suatu waktu. Tekad yang kuat yang lahir dari jiwa yang sehat sebenarnya
jiwa yang sudah mendapatkan sinar-sinar ilahiyah. Maka kesabaran harus
dibarengi dengan sholat. Sabar sebagai wujud ikhtiar jasmaniah sedangkan sholat
sebagai jalan komunikasi langsung hamba dengan Tuhan nya. Melalui sholat, sabar
menjadi lebih bermakna. Keputusan-keputusan sabar dari orang yang ahli sholat akan
melahirkan energi yang berdampak pada keputusan-keputusan yang tidak hanya
bersifat kemanusiaan semata atau kesukesan dunia semata, tetapi juga
mempertimbangkan pada aspek ruhaniah yaitu membentuk kebahagiaan yang kekal
abadi baik kebahagiaan di dunia maupun akherat.
Pandangan tersebut tentu saja bersandar pada
makna kejayaan suatu bangsa dan negara terletak bukan pada sebatas kemajuan
peradaban dan kebudayaan semata, tapi mendesain peradaban dan kebudayaan itu
sendiri menjadi peradaban yang sesuai dengan hati nurani manusia. Penulis
memahami bahwa hati nurani manusia tidak bisa lepas dari unsur robbaniah atau
nilai-nilai agama. Dan Islam menawarkan sholat sebagai upaya mendesain
peradaban dan kebudayaan yang sesuai dengan hati nurani manusia yang paling
dasar.
Penulis menilai Negara Israel maju karena
telah menerapkan sebagian dari ayat di atas -ayat 45 -yaitu pada sabar
menghadapi hujatan dari segala penjuru dunia. Umat Islam bisa menjadi lebih
maju lagi mengungguli Negara Israel dengan perpaduan dua unsur yaitu sabar dan
sholat. Kapan waktunya, tentu saja mulai saat sekarang ini mulai mendesain
formula tersebut.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13559
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3569
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876