Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

322 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Q.S. Al-Baqarah Ayat 48: Syafa’at Antara Islam Dan Yahudi



Kamis , 31 Juli 2025



Telah dibaca :  440

Sejak lahirnya Bani Israel sampai kejayaan nya di masa lalu, syafaat atau pertolongan Allah saat masih hidup di dunia selalu nyata. Para Nabi-Nabi yang lahir dari garis keturunan Bani Israel telah menunjukan mukjizat-mukjizat Allah atas segala problem yang terjadi pada diri mereka. Kisah yang sangat legendaris yaitu pada masa kekuasaan Raja Fir’aun. Allah telah menyelamatkan kaum Bani Israel dari kejaran pasukan Fir’aun. Laut terbelah menjadi dua. Laut menyediakan jalan keluar sehingga mereka selamat dari kejaran pasukan Fir’aun.

Klaim tentang campur tangan Tuhan terhadap kejayaan Bani Israel terus melekat hingga kini. Dalam sudut ajaran Islam, Ini merupakan klaim sepihak. Hal ini karena berangkat dari kesalahan mereka yang telah memposisikan diri sebagai anak Tuhan dan tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir yang telah dituliskan dalam Kitab Taurat. Perilaku yang demikian menjadi status Bani Israel bagian dari orang kafir yang tidak akan mendapatkan syafa’at dari Allah Swt. Q.S. Al-Baqarah ayat 48 berbunyi sebagai berikut:

وَاتَّقُوْا يَوْمًا لَّا تَجْزِيْ نَفْسٌ عَنْ نَّفْسٍ شَيْـًٔا وَّلَا يُقْبَلُ مِنْهَا شَفَاعَةٌ وَّلَا يُؤْخَذُ مِنْهَا عَدْلٌ وَّلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ ۝٤٨

Artinya:

Takutlah kamu pada suatu hari (kiamat) yang seseorang tidak dapat membela orang lain sedikit pun, syafaat dan tebusan apa pun darinya tidak diterima, dan mereka tidak akan ditolong.

Menurut Tafsir Qurthubi, ayat ini turun berangkat dari ucapan orang Bani Israel bahwa mereka adalah anak Tuhan, kekasih-Nya, keturunan para Nabi dan orang-orang terpilih. Mereka akan mendapatkan syafaat dari nenek moyangnya (Qurthubi, 2015).

Ucapan-ucapan kaum Bani Israel menunjukan bahwa status mereka sebagai orang kafir dengan memposisikan diri sebagai anak Tuhan. Orang-orang kafir di Hari Kiamat tidak akan mendapatkan syafa’at. Sebab orang yang mendapatkan syafa’at yaitu orang-orang yang menyatakan diri bertauhid kepada-Nya sebagaimana dalam Q.S. Maryam ([19]:87) sebagai berikut: “Mereka tidak punya (hak mendapat atau memberi) syafaat (pertolongan), kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi (Allah) Yang Maha Pengasih”. Q.S. An-Nisa ([4]:48) sebagai berikut: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), tetapi Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Siapa pun yang mempersekutukan Allah sungguh telah berbuat dosa yang sangat besar”. Q.S. Yusuf ([12]:87): “Wahai anak-anakku, pergi dan carilah berita tentang Yusuf beserta saudaranya. Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, kecuali kaum yang kafir.”

Berbeda dengan ajaran Islam, Umat Nabi Muhammad akan mendapatkan syafa’at sepanjang mereka tidak mempersekutukan Allah SWT. Q.S. Az-Zukhruf ([43]:86) :”Sembahan-sembahan mereka selain Dia tidak bisa memberi syafaat (pertolongan di Akhirat), kecuali orang yang bersaksi dengan yang hak (tauhid) dan mereka meyakininya”. Selain itu ada hadist Nabi Muhammad mendukung ayat tersebut yaitu hadist yang diriwayatkan oleh Muslim sebagai berikut:

“Mereka pun meminta syafa’at sehingga mereka dapat keluar dari Neraka, yaitu orang-orang yang mengucapkan Laa Ilaha Illa Allah …”

Ayat dan hadist tersebut memperkuat ayat-ayat sebelumnya tentang orang-orang yang mendapatkan syafa’at yaitu bertauhid kepada Allah SWT. Siapapun yang beriman kepada-Nya, maka mempunyai hak untuk mendapatkan syafa’at dari-Nya.

Tauhid menjadi pembuka syafaat-syafaat lainnya. Allah juga memberi keistimewaan kepada Nabi Muhammad berupa hak memberi syafa’at kepada umat nya. Hadist dari Bukhari berbunyi: “ Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “”Setiap Nabi mempunyai doa yang telah dikabulkan, sedang aku ingin menyimpan doa ku sebagai syafa’at untuk umat ku di Akherat”.

Amalan-amalan atau aktivitas umat Nabi Muhammad yang mampu mendatangkan syafaat yaitu membaca Al-Qur’an. Hadist Riwayat muslim berbunyi:..Abu Umamah Al-Bahili telah menceritakan kepadaku, ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:”Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang memberi syafa’at kepada para pembacanya pada hari kiamat nanti…”.

Berdoa untuk orang meninggal yang berdoa lebih dari 40 orang, maka orang yang meninggal tersebut mendapatkan syafa’at. Hadist Riwayat muslim sebaga berikut: “Dari Aisyah dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Mayat yang dishalatkan oleh kaum muslimin dengan jumlah melebihi seratus orang, dan semuanya mendoakannya, maka doa mereka untuk nya dikabulkan”.

Pada hadist lain orang-orang yang menjawab adzan, berdoa setelah adzan dan membaca sholawat termasuk orang-orang yang mendapatkan syafa’at. Hadits dari Riwayat muslim sebagai berikut: “Abdullah bin Amru bin Al-As bahwa dia mendengar Nabi SAW bersabda: Apabila kalian mendengar muazin mengumandangkan azan, maka ucapkanlah seperti yang dia ucapkan, kemudian bersholawat atas ku, karena orang yang bersholawat atas ku dengan satu shalawat niscaya Allah akan bershalawat atas nya dengan sepuluh kali, kemudian kepada Allah wasilah untukku karena ia adalah suatu tempat di Surga, tidaklah layak tempat tersebut kecuali untuk seorang hamba dari hamba-hamba Allah dan saya berharap agar saya menjadi hamba tersebut. Dan barangsiapa memintakan wasilah untukku, maka syafaat halal untuk nya”.

Dari pemaparan di atas menunjukan bahwa syafaat datang dar allah, nabi,malaikat, orang-orang mukmn atas segala amal yang telah mereka lakukan. Orang yang mendapatkan syafaat baik syafaat berada saat masih hidup di dunia maupun syafaat saat berada di akherat.

Dalil-dalil tentang syafaat di atas merupakan sebagian dari dalil-dalil syafaat yang belum disebut dalam artikel ini. Mash banyak lagi. Silahkan anda mencari lagi untuk melengkapi makna syafaat ternyata sangat luas untuk umat Rasulullah SAW.

Baik agama yahudi maupun Islam sebenarnya mempunyai titik temu dalam upaya untuk mendapatkan syafaat pada kunci pembuka, yaitu mentauhidkan Allah SWT. Tertolaknya kaum Bani Israel mendapatkan pertolongan dari Allah dan nenek moyangnya di sebabkan karena mereka telah men-syirikan Allah, membunuh para Nabi, dan tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasulullah.

Namun dalam semangat perjuangan membangun kejayaan di dunia, Bangsa Israel mempunyai pondasi ideologi yang sangat kuat dalam upaya meraih kejayaan tersebut. Kehebatan kaum tersebut menterjemahkan ajaran agama yahudi sebagai ideologi mampu diwujudkan dalam dua pilar sekaligus: pertama, sebagai pondasi kekuatan semangat persatuan atas nama kesamaan agama; kedua sebagai pondasi mengembangkan peradaban berbasis ilmu pengetahuan, saint dan teknologi. Dua hal yang belum dimiliki oleh umat Islam saat sekarang ini.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13558


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876