Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Q.S. Al-Baqarah Ayat 75 : Memutarbalikan Fakta



Senin , 29 Desember 2025



Telah dibaca :  307

Sifat kaum Yahudi yang tidak bisa hilang pada dirinya yaitu kebiasaan memutarbalikan fakta. Bukan pada persoalan kehidupan sosial saja,juga berkaitan dengan persoalan-persoalan agama. Mereka mempelajari kitab taurat secara mendalam. Lalu mereka melakukan kajian-kajian dalam berbagai perspektif baik berkaitan dengan persoalan tauhid, ibadah, ilmu pengetahuan, politik dan lain-lain. Hasil olahan pemikiran atau pemahaman ajaran agama tersebut yang disampaikan kepada Kaum Yahudi.

Kebiasaan tersebut telah diabadikan dalam Firman Allah Surat Al-Baqarah Ayat 75 sebagai berikut:

۞ اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُّؤْمِنُوْا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلَامَ اللّٰهِ ثُمَّ يُحَرِّفُوْنَهٗ مِنْۢ بَعْدِ مَا عَقَلُوْهُ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ ۝٧٥

Artinya:

Maka, apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka agar percaya kepadamu, sedangkan segolongan mereka mendengar firman Allah lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahui(-nya)?.

Prediksi ayat tersebut di atas benar adanya. Sebagai sekelompok manusia yang dianugerahi kecerdasan akal pikiran yang luarbiasa dan kemampuan menghadapi kehidupan penuh dengan tekanan, kaum yahudi telah menggunakan legalisasi kebenaran agama mereka melalui pendidikan, ekonomi, politik, sastra, saint  dan teknologi. Agama Yahudi menjadi agama doktrin yang sudah tidak sesuai dengan pesan-pesan awal yaitu mengagungkan keesaan Allah dan menciptakan perdamaian. Agama Yahudi telah didesain sebagai agama politik yang semua aktivitas kaum yahudi dunia semata-mata untuk mencapai kekuasaan dan menjadi pengendali tunggal kekuatan politik dunia.

Tirakat intelektual yang sangat lama dan telah menjamur ke seluruh belahan dunia membuat para ilmuwan kaum yahudi sangat mempengaruhi pemikiran-pemikiran ilmuwan-ilmuwan lainnya. mereka terus melakukan penelitian-penelitian dan promosi secara terus-menerus dengan dukungan dana jumlah yang sangat besar dan dukungan politik yang sangat luarbiasa. nyaris, sepanjang sejarah kita selalu disuguhi nama-nama para ilmuwan yang berada di meja-meja buku belajar, rak-rak perpustakaan dan laman-laman internet akan ditemukan dengan mudah nama-nama ilmuwan mereka seperti : Carles Darwin, Alberts Einstein, Sigmun Freud, Baruch Spinoza, Karl Marx, Franz Kafka, dan Jacques Monod.

Berbagai istilah seperti liberalisme, egalitas, fraternitas, libertas, sosialisme, komunisme, dan lain-lain disuapkan kepada pribadi bangsa yang menjadi sasaran mereka lengkap dengan analisis ilmiahnya. Jika telah tertelan oleh seseorang, jadilah ia corong dan terompet untuk wawasan semu yang cuma mengacaukan sistem yang ada dan pada tingkat selanjutnya: penguasaan bangsa tersebut dibawah telapak kaki mereka.

Mereka kemudian menciptakan perselisihan dan saling curiga satu dengan lainnya. mereka melempar isu-isu sensitif kepada penganut agama sehingga terpecah belah. Mereka terus menggaungkan makna pemurnian ajaran agama. Tapi mereka juga memberikan suntikan pemahaman yang terus bertolak belakang dari pemurnian tersebut. Sehingga kedua belah pihak akan terus berperang atas nama agama.

Mereka mempunyai kemampuan semua itu dengan sangat lihai. Kekuatan ekonomi terbesar pada diri mereka. Hal sama juga pada kekuatan politik. Mereka memproduksi senjata besar-besaran dan mendatangi setiap kelompok yang bertikai dengan memberikan mereka bantuan senjata dengan imbalan pembayaran kekayaan gas alam, minyak tanah, emas dan Sumber Daya Alam lainnya. Fasilitas SDA ini diberikan kepada mereka melalui kerjasama tanpa batas waktu. Dari sini, kaum yahudi membangun kekuatan ekonomi dan politik baru di negara-negara yang sedang konflik. bagi Yahudi, peperangan merupakan jalan pintas untuk menguasai ekonomi dunia.

Dengan bantuan Media Massa dan alat komunikasi tercanggih saat ini sebagai pemegang pendapat umum internasional, mereka mampu membangun pola pikir kamulfase dan menanamkan suatu keyakinan apa yang mereka lakukan adalah benar. Padahal kenyataannya sebaliknya. 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871