
Sifat kaum Yahudi yang tidak bisa hilang
pada dirinya yaitu kebiasaan memutarbalikan fakta. Bukan pada persoalan
kehidupan sosial saja,juga berkaitan dengan persoalan-persoalan agama. Mereka mempelajari
kitab taurat secara mendalam. Lalu mereka melakukan kajian-kajian dalam
berbagai perspektif baik berkaitan dengan persoalan tauhid, ibadah, ilmu
pengetahuan, politik dan lain-lain. Hasil olahan pemikiran atau pemahaman
ajaran agama tersebut yang disampaikan kepada Kaum Yahudi.
Kebiasaan tersebut telah diabadikan dalam
Firman Allah Surat Al-Baqarah Ayat 75 sebagai berikut:
۞ اَفَتَطْمَعُوْنَ اَنْ يُّؤْمِنُوْا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ
فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ يَسْمَعُوْنَ كَلَامَ اللّٰهِ ثُمَّ يُحَرِّفُوْنَهٗ مِنْۢ
بَعْدِ مَا عَقَلُوْهُ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ ٧٥
Artinya:
Maka, apakah kamu (muslimin) sangat
mengharapkan mereka agar percaya kepadamu, sedangkan segolongan mereka
mendengar firman Allah lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal
mereka mengetahui(-nya)?.
Prediksi ayat tersebut di atas benar
adanya. Sebagai sekelompok manusia yang dianugerahi kecerdasan akal pikiran
yang luarbiasa dan kemampuan menghadapi kehidupan penuh dengan tekanan, kaum
yahudi telah menggunakan legalisasi kebenaran agama mereka melalui pendidikan,
ekonomi, politik, sastra, saint dan
teknologi. Agama Yahudi menjadi agama doktrin yang sudah tidak sesuai dengan
pesan-pesan awal yaitu mengagungkan keesaan Allah dan menciptakan perdamaian.
Agama Yahudi telah didesain sebagai agama politik yang semua aktivitas kaum
yahudi dunia semata-mata untuk mencapai kekuasaan dan menjadi pengendali
tunggal kekuatan politik dunia.
Tirakat intelektual yang sangat lama dan
telah menjamur ke seluruh belahan dunia membuat para ilmuwan kaum yahudi sangat
mempengaruhi pemikiran-pemikiran ilmuwan-ilmuwan lainnya. mereka terus
melakukan penelitian-penelitian dan promosi secara terus-menerus dengan
dukungan dana jumlah yang sangat besar dan dukungan politik yang sangat luarbiasa.
nyaris, sepanjang sejarah kita selalu disuguhi nama-nama para ilmuwan yang
berada di meja-meja buku belajar, rak-rak perpustakaan dan laman-laman internet
akan ditemukan dengan mudah nama-nama ilmuwan mereka seperti : Carles Darwin,
Alberts Einstein, Sigmun Freud, Baruch Spinoza, Karl Marx, Franz Kafka, dan
Jacques Monod.
Berbagai istilah seperti liberalisme,
egalitas, fraternitas, libertas, sosialisme, komunisme, dan lain-lain disuapkan
kepada pribadi bangsa yang menjadi sasaran mereka lengkap dengan analisis
ilmiahnya. Jika telah tertelan oleh seseorang, jadilah ia corong dan terompet
untuk wawasan semu yang cuma mengacaukan sistem yang ada dan pada tingkat selanjutnya:
penguasaan bangsa tersebut dibawah telapak kaki mereka.
Mereka kemudian menciptakan perselisihan
dan saling curiga satu dengan lainnya. mereka melempar isu-isu sensitif kepada penganut
agama sehingga terpecah belah. Mereka terus menggaungkan makna pemurnian ajaran
agama. Tapi mereka juga memberikan suntikan pemahaman yang terus bertolak
belakang dari pemurnian tersebut. Sehingga kedua belah pihak akan terus
berperang atas nama agama.
Mereka mempunyai kemampuan semua itu dengan
sangat lihai. Kekuatan ekonomi terbesar pada diri mereka. Hal sama juga pada
kekuatan politik. Mereka memproduksi senjata besar-besaran dan mendatangi
setiap kelompok yang bertikai dengan memberikan mereka bantuan senjata dengan imbalan
pembayaran kekayaan gas alam, minyak tanah, emas dan Sumber Daya Alam lainnya. Fasilitas
SDA ini diberikan kepada mereka melalui kerjasama tanpa batas waktu. Dari sini,
kaum yahudi membangun kekuatan ekonomi dan politik baru di negara-negara yang
sedang konflik. bagi Yahudi, peperangan merupakan jalan pintas untuk menguasai
ekonomi dunia.
Dengan bantuan Media Massa dan alat
komunikasi tercanggih saat ini sebagai pemegang pendapat umum internasional,
mereka mampu membangun pola pikir kamulfase dan menanamkan suatu
keyakinan apa yang mereka lakukan adalah benar. Padahal kenyataannya
sebaliknya.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3561
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871