
Sebelumnya saya telah menulis dengan judul
sulitnya berdamai dengan diri sendiri menggambarkan betapa sulitnya menyatukan
ucapan dan perbuatan bangsa yahudi dalam lintasan sejarah peradaban manusia.
watak taqiyah-menyembunyikan identitas-terlalu rapi dan bisa mengelabui
siapapun orangnya. Hampir semua manusia terkecoh oleh pola komunikasi yang
sangat menggiurkan siapapun yang mendengarkan. Saat bicara di depan kaum
sosialis, kaum yahudi akan mengatakan orang yang paling sosialis. Ketika berbicara
di depan kaum rasionalis, maka mereka akan mengatakan sebagai penegak paham
tersebut. Bahkan saat berbicara persoalan agama, mereka akan terlihat lebih
agamis daripada orang-orang yang punya kitab suci. Ratusan bahkan ribuan buku,
artikel dan makalah-makalah membahas tentang berbagai isu global dari sudut
pandang agama.
Awal tahun 2026 penulis dikejutkan
peperangan antara Yaman dan Arab Saudi. Yang ada dalam benak ku kedua nya
mayoritas beragama Islam. Kata “Islam” yang menjadi identitas kedua bangsa
tersebut ada dalam Al-Qur’an dan buku-buku perdamaian. Namun itu hanya tertulis
dalam dokumen-dokumen ayat suci dan karya ilmiah para ilmuwan. Politisi dan
para penguasa mengabaikan semua itu. Kejayaan dan kekayaan serta kekuatan merupakan
inti dari kemuliaan. Perdamaian bagi mereka bukan duduk bersama. Perdamaian bagi
para penguasa adalah kematian dari musuh-musuhnya. Itu sebabnya perang melawan
musuh adalah jalan menuju perdamaian.
Awal tahun 2026 juga dikejutkan oleh
lincahnya tentara Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Para pemimpin negara dunia ramai-ramai mengecam. Disisi lain, justru warga
negara diaspora Venezuela merayakan kejatuhan presidennya sendiri di tangan AS.
Suatu hal yang sangat kontradiktif. Tapi itu fakta, bahwa AS merupakan gambaran
politik taqiyah kaum yahudi modern yang sangat sulit ditebak oleh
musuh-musuhnya. Donald Trump jualan isu otoriter, ham dan persoalan narkoba. Ia
menawarkan angin surga kepada rakyat Venezuela tentang arti penting kebebasan
berpendapat, kebebasan mengatur negara sendiri sesuai kehendak rakyatnya. Padahal,
saat Donald Trump berbicara semua itu, seluruh kunci-kunci kekayaan sumber daya
alam sudah dipegang oleh AS. Maka, imperialisme modern pun terjadi. Atas nama
ham dan perdamaian, seluruh kekayaan SDA negara Venezuela akan mengalir ke
rekening APBN AS.
Ayat selanjutnya -ayat 77 dan 78- Allah
telah memberikan statemen atas segala rekayasa kaum yahudi dalam genggaman
pengetahuan-Nya. Allah telah mengetahui semua itu. Bahkan Allah telah
mengetahui-Nya ketika kaum yahudi berbicara atas nama agama sebenarnya bagian
dari pemahaman atas nama nafsu mereka bukan atas dasar kebenaran hakiki.
اَوَلَا
يَعْلَمُوْنَ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ ٧٧
Artinya:
Tidakkah
mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang
mereka nyatakan?
وَمِنْهُمْ
اُمِّيُّوْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ الْكِتٰبَ اِلَّآ اَمَانِيَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا
يَظُنُّوْنَ ٧
Artinya:
Di antara
mereka ada yang umi (buta huruf), tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya
berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.
Pada Tafsir
Al-Qurthubi, ada beberapa arti dari ayat tersebut yaitu: pertama, ayat tersebut
mempunyai arti bahwa orang yahudi dan orang munafik tidak bisa membaca dan
menulis. Kedua, mereka tidak mengetahui esensi dari isi al-kitab kecuali hanya
mendapatkan berita-berita atau informasi yang salah. Ketiga, mereka mendapatkan
informasi salah dari para pendeta-pendeta mereka. Keempat, para pendeta
melakukan pergantian dan perubahan terhadap al-kitab. Ketika mereka melihat
kepentingan dunia, mereka melakukan perubahan-perubahan isi dari kitab taurat
dan pemahaman baru ini disebarkan kepada kaum atau jamaahnya. Akibatnya,
mereka-mayoritas kaum yahudi yang tidak mengerti asli ajaran kitab taurat-akan
terpengaruh oleh pemahaman baru kitab taurat yang didesain oleh para pendeta
mereka.
Empat pendapat
tersebut jika dirangkai menjadi satu kesatuan maka penulis melihat kekuatan
terbesar dari kaum yahudi adalah keinginan menguasai kekuasaan dan kekayaan di
dunia. Dengan menggunakan dasar-dasar ajaran al-kitab versi para pendeta, kaum
yahudi telah mampu membangun kepercayaan diri yang sangat tinggi-overconfident-atas
dasar ajaran agama bahwa mereka adalah sebagai anak Tuhan yang mempunyai ras
paling tinggi dibandingkan ras lainnya-selainnya dianggap ras keturunan bumi,
sebagai manusia biasa. Kemampuan membangun keyakinan tersebut yang kemudian
membentuk pola pikir mereka bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar adanya. Meskipun
sebenarnya sebuah kesalahan hukum dan moral. Tapi bagi mereka, kebenaran ada
pada pikiran dan putusan mereka bukan putusan orang lain atau bangsa lain.
Dari paparan
tersebut jika berlandaskan pada ayat 77-78 surat al-baqarah tersebut di atas,
penulis melihat bahwa sifat membabi-buta kaum yahudi dari dulu hingga sekarang
ini disebabkan karena ketidaktahuan terhadap hakikat ajaran al-kitab. Jika mereka
benar-benar mengerti ajaran al-kitab sesungguhnya, mereka akan mempunyai
perilaku damai-muslimin-terhadap sesama manusia. sepanjang mereka masih percaya
terhadap ajaran-ajaran al-kitab versi baru, maka sepanjang itu perdamaian akan
sulit diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Perdamaian hanya dokumen-dokument
dalam seminar dan rapat-rapat sebagai kegiatan seremonial semata dan
pidato-pidato layaknya perlombaan pidato anak-anak Taman Kanak-Kanak.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Makna Tauhid: Antara Das Sollen dan Das Sein
11 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   200
Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   164
Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   192
Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   211
Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   203
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14368
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6078
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5534
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4678
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4450