Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

392 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Q.S. Al-Baqarah Ayat 77-78 : Perdamaian Hanya Di Atas Kertas



Senin , 05 Januari 2026



Telah dibaca :  347

Sebelumnya saya telah menulis dengan judul sulitnya berdamai dengan diri sendiri menggambarkan betapa sulitnya menyatukan ucapan dan perbuatan bangsa yahudi dalam lintasan sejarah peradaban manusia. watak taqiyah-menyembunyikan identitas-terlalu rapi dan bisa mengelabui siapapun orangnya. Hampir semua manusia terkecoh oleh pola komunikasi yang sangat menggiurkan siapapun yang mendengarkan. Saat bicara di depan kaum sosialis, kaum yahudi akan mengatakan orang yang paling sosialis. Ketika berbicara di depan kaum rasionalis, maka mereka akan mengatakan sebagai penegak paham tersebut. Bahkan saat berbicara persoalan agama, mereka akan terlihat lebih agamis daripada orang-orang yang punya kitab suci. Ratusan bahkan ribuan buku, artikel dan makalah-makalah membahas tentang berbagai isu global dari sudut pandang agama.

Awal tahun 2026 penulis dikejutkan peperangan antara Yaman dan Arab Saudi. Yang ada dalam benak ku kedua nya mayoritas beragama Islam. Kata “Islam” yang menjadi identitas kedua bangsa tersebut ada dalam Al-Qur’an dan buku-buku perdamaian. Namun itu hanya tertulis dalam dokumen-dokumen ayat suci dan karya ilmiah para ilmuwan. Politisi dan para penguasa mengabaikan semua itu. Kejayaan dan kekayaan serta kekuatan merupakan inti dari kemuliaan. Perdamaian bagi mereka bukan duduk bersama. Perdamaian bagi para penguasa adalah kematian dari musuh-musuhnya. Itu sebabnya perang melawan musuh adalah jalan menuju perdamaian.

Awal tahun 2026 juga dikejutkan oleh lincahnya tentara Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Para pemimpin negara dunia ramai-ramai mengecam. Disisi lain, justru warga negara diaspora Venezuela merayakan kejatuhan presidennya sendiri di tangan AS. Suatu hal yang sangat kontradiktif. Tapi itu fakta, bahwa AS merupakan gambaran politik taqiyah kaum yahudi modern yang sangat sulit ditebak oleh musuh-musuhnya. Donald Trump jualan isu otoriter, ham dan persoalan narkoba. Ia menawarkan angin surga kepada rakyat Venezuela tentang arti penting kebebasan berpendapat, kebebasan mengatur negara sendiri sesuai kehendak rakyatnya. Padahal, saat Donald Trump berbicara semua itu, seluruh kunci-kunci kekayaan sumber daya alam sudah dipegang oleh AS. Maka, imperialisme modern pun terjadi. Atas nama ham dan perdamaian, seluruh kekayaan SDA negara Venezuela akan mengalir ke rekening APBN AS.

Ayat selanjutnya -ayat 77 dan 78- Allah telah memberikan statemen atas segala rekayasa kaum yahudi dalam genggaman pengetahuan-Nya. Allah telah mengetahui semua itu. Bahkan Allah telah mengetahui-Nya ketika kaum yahudi berbicara atas nama agama sebenarnya bagian dari pemahaman atas nama nafsu mereka bukan atas dasar kebenaran hakiki.

اَوَلَا يَعْلَمُوْنَ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَ ۝٧٧

Artinya:

Tidakkah mereka tahu bahwa Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan?

وَمِنْهُمْ اُمِّيُّوْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ الْكِتٰبَ اِلَّآ اَمَانِيَّ وَاِنْ هُمْ اِلَّا يَظُنُّوْنَ ۝٧

Artinya:

Di antara mereka ada yang umi (buta huruf), tidak memahami Kitab (Taurat), kecuali hanya berangan-angan dan mereka hanya menduga-duga.

Pada Tafsir Al-Qurthubi, ada beberapa arti dari ayat tersebut yaitu: pertama, ayat tersebut mempunyai arti bahwa orang yahudi dan orang munafik tidak bisa membaca dan menulis. Kedua, mereka tidak mengetahui esensi dari isi al-kitab kecuali hanya mendapatkan berita-berita atau informasi yang salah. Ketiga, mereka mendapatkan informasi salah dari para pendeta-pendeta mereka. Keempat, para pendeta melakukan pergantian dan perubahan terhadap al-kitab. Ketika mereka melihat kepentingan dunia, mereka melakukan perubahan-perubahan isi dari kitab taurat dan pemahaman baru ini disebarkan kepada kaum atau jamaahnya. Akibatnya, mereka-mayoritas kaum yahudi yang tidak mengerti asli ajaran kitab taurat-akan terpengaruh oleh pemahaman baru kitab taurat yang didesain oleh para pendeta mereka.

Empat pendapat tersebut jika dirangkai menjadi satu kesatuan maka penulis melihat kekuatan terbesar dari kaum yahudi adalah keinginan menguasai kekuasaan dan kekayaan di dunia. Dengan menggunakan dasar-dasar ajaran al-kitab versi para pendeta, kaum yahudi telah mampu membangun kepercayaan diri yang sangat tinggi-overconfident-atas dasar ajaran agama bahwa mereka adalah sebagai anak Tuhan yang mempunyai ras paling tinggi dibandingkan ras lainnya-selainnya dianggap ras keturunan bumi, sebagai manusia biasa. Kemampuan membangun keyakinan tersebut yang kemudian membentuk pola pikir mereka bahwa apa yang mereka lakukan adalah benar adanya. Meskipun sebenarnya sebuah kesalahan hukum dan moral. Tapi bagi mereka, kebenaran ada pada pikiran dan putusan mereka bukan putusan orang lain atau bangsa lain.

Dari paparan tersebut jika berlandaskan pada ayat 77-78 surat al-baqarah tersebut di atas, penulis melihat bahwa sifat membabi-buta kaum yahudi dari dulu hingga sekarang ini disebabkan karena ketidaktahuan terhadap hakikat ajaran al-kitab. Jika mereka benar-benar mengerti ajaran al-kitab sesungguhnya, mereka akan mempunyai perilaku damai-muslimin-terhadap sesama manusia. sepanjang mereka masih percaya terhadap ajaran-ajaran al-kitab versi baru, maka sepanjang itu perdamaian akan sulit diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Perdamaian hanya dokumen-dokument dalam seminar dan rapat-rapat sebagai kegiatan seremonial semata dan pidato-pidato layaknya perlombaan pidato anak-anak Taman Kanak-Kanak.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Makna Tauhid: Antara Das Sollen dan Das Sein
11 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   200

Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   164

Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   192

Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   211

Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   203

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14368


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6078


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5534


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4450