
Penyelewengan kaum Bani Israel terus
berlanjut, bukan hanya pada masa para nabi dan rasul pada masa nya, tapi juga
pada masa Nabi Muhammmad SAW. Pengingkaran-pengingkaran perbuatan mereka salah
satu yang sering ditulis dalam beberapa tulisan sebelumnya yaitu menyembah
selain Allah SWT. Para pendeta dan ulama mereka dengan terang-terangan telah
merubah sistem tauhid yang ada dalam Kitab Taurat. Status Allah sebagai Sang
Pencipta telah dinodai oleh klaim mereka sebagai keturunan atau anak-anak Tuhan.
Itu sebabnya Nabi Muhammad SAW mengajak mereka untuk kembali menyembah Allah SWT
sebagaimana dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 83 sebagai berikut:
وَاِذْ
اَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ
وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ
وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ
ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ اِلَّا قَلِيْلًا مِّنْكُمْ وَاَنْتُمْ مُّعْرِضُوْنَ ٨٣
Artinya:
(Ingatlah)
ketika Kami mengambil perjanjian dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah
selain Allah, dan berbuatbaiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak
yatim, dan orang-orang miskin. Selain itu, bertutur katakanlah yang baik kepada
manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat.” Akan tetapi, kamu
berpaling (mengingkarinya), kecuali sebagian kecil darimu, dan kamu (masih
menjadi) pembangkang.
Pesan-pesan Nabi
Muhammad terhadap Bani Israel tersebut di atas sebenarnya merupakan pengulangan
pesan-pesan para Nabi dan Rasul mereka. Sebab dalam sejarah, kaum Bani Israel telah
melakukan perbuatan-perbuatan terlarang tersebut.
Dalam sejarah,
bagaimana kisah yahuda dan teman-teman nya menyakiti kedua orang tuanya. Mereka
menipu dan melakukan konspirasi bersama bahwa Nabi Yusuf telah diterkam oleh binatang
buas dengan membawa bukti berupa baju nya yang berlumuran darah.
Sejarah juga
telah mencatat betapa mereka sangat membenci orang-orang miskin dan anak yatim.
Saat tuhan memilih Thalut menjadi raja kaum Bani Israel, mereka mentertawakan Nabi
Samuel karena merekomendasi Thalut menjadi raja mereka. Padahal seluruh daerah
tersebut sudah mafhum bahwa Thalut hanyalah seorang pemuda pengembala
kambing. Mana mungkin ia menjadi seorang raja dari kaum yang mengklaim diri
sebagai anak Tuhan-Bani Israel. Mereka menolak dengan sangat keras dan mengejek
secara membabi buta terhadap Thalut.
Nabi Samuel dengan
sabar menjelaskan bahwa Thalut itu pilihan Tuhan. Salah satu bukti yaitu di
rumah nya ada Tabut -peti kayu berisi ajaran Nabi Musa dan Harun. Bagi Bani
Israel, Tabut ini merupakan alat pemersatu. Ketika mendengar hal tersebut,
mereka berbondong-bondong ke Rumah Thalut. Ternyata benar. Lalu mereka pun bisa
menerima Thalut sebagai raja mereka.
Sejarah juga
telah mencatat tentang seorang sahabat Musa bernama Qarun. Ia sangat sholeh. Ia
sahabat utama Nabi Musa. Tapi ia sangat miskin. Kehidupan sebagai seorang ulama
atau intelektual Bani Israel pada masa itu membuat ia tertekan. Sebab ia tidak
bisa masuk pada wilayah kaum elit. Kecerdasannya dan keluasan ilmu nya selalu
ditertawakan di kalangan kaum elit Bani Israel. Ia pun meminta doa kepada Nabi
Musa agar Allah menjadikan dirinya menjadi orang kaya. Dengan status ini, ia
mudah masuk pada wilayah kaum elit dan berdakwah pada kelompok tersebut.
Ketika Tuhan
mengabulkan doa nya, Qarun benar-benar menjadi konglomerat. Ia sangat kaya. Kesibukan
mengurus harta menyebabkan ia lupa pada asalnya. Ia bahkan sangat membenci
kepada kaum fakir-miskin. Ketika Nabi Musa mengingatkan agar Qarun mengeluarkan
zakat, selalu saja menunda-nunda waktu. hingga akhirnya datang adzab Allah dan tidak
sempat mengeluarkan zakat.
Sejarah juga mencatat
tentang ucapan-ucapan kasar dan kotor kaum Bani Israel baik kepada Nabi Musa,
Nabi Harun dan para pengikutnya. Mereka sangat arogansi sekali. Mereka selalu
menentang dan melontarkan kata-kata yang tidak pantas. Bahkan dalam beberapa
kesempatan mereka menantang Tuhan atas eksistensinya dengan segala alasan. Bahkan
bukan hanya berbicara kasar dan tidak sopan, mereka juga membunuh para nabi-nabi akibat
sikap arogansi dan sikap ekstremisme yang sangat luarbiasa.
Dari fakta-fakta
tersebut, Nabi Muhammad mengingatkan kembali firman-firman Tuhan yang telah
diturunkan pada masa dulu melalui firman-Nya yang diturunkan padanya. Namun hanya
sedikit yang mengimani dan kembali kepada ajaran Islam. Hanya sedikit. Sebagian
besar tetap berpegang teguh pada egoisme dan chouvinisme atas keunggulan status
mereka dibanding dengan etnis-etnis selainnya. Sikap yang kemudian melahirkan
eklusifitas dan ekstremisime dalam sejarah peradaban manusia hingga saat
sekarang ini.
Sekarang kita
sama-sama melihat arogansi AS dengan membolak-balikan kata dan perbuatan. Presiden
Donald Trump terus melakukan provokasi dan melakukan teror terhadap
negara-negara yang dianggap lemah dan bertentangan dengan kepentingannya. Ia merasa
mempunyai kekuatan paling hebat. Ketika mereka ditantang head to head,
mereka pun terkadang diam. Namun mereka terus mencari celah kelemahan musuh-musuhnya.
Saat musuh-musuh nya lengah dan kondisi lemah, maka mereka tidak segan-segan
membantai musuhnya dengan kekuatan total.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   80
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3561
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2870