Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Sayyid Ali Khameini; Tokoh Syi’ah yang menginspirasi Sunni



Kamis , 19 Juni 2025



Telah dibaca :  722

Hari itu di Padang Kurusetra situasi sangat panas. Perang berkecamuk. Saling bunuh. Tidak ada tanda-tanda perang akan berakhir. Perang yang masih punya ikatan persaudaraan, Pandawa dan Kurawa.

Secara personel pasukan Pandawa kalah jauh dari Kurawa. Ditambah lagi, guru mereka-pandawa dan kurawa-berada di pihak kurawa, yaitu Begawan Durna. Dengan segala kesaktiannya, ia bisa meluluhlantahkan seluruh pasukan Pandawa-Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa-dengan sekali libas. Sebagai seorang pakar strategi perang, kemampuan di atas rata-rata Pandawa dan Kurawa. Ia yang melatih putra-putra dari kedua keluarga besar tersebut.

Saat terjadi perang, pasukan Pandawa terus terdesak akibat strategi Begawan Durna. Disisi lain, Bima sedang head to head dengan Prabu Gradapati-rival Pandawa. Ia menunggang gajah diberi nama Aswatama. Kebetulan nama Aswatama juga sama dengan nama anak laki-laki Durna.

Ketika bima menyerang Prabu Gradapati, ia berhasil membunuh gajah kendaraannya. Kematian gajah tersebut menginspirasi Kresna. Ia memerintah kepada para pandawa untuk memberitakan di medan pertempuran bahwa Aswatama telah mati.

Berita kematian aswatama [gajah] tersebar sangat cepat. Begawan Durna kaget. Ia menyangka bahwa putra nya yang bernama Aswatama telah meninggal dunia. mendengar berita ini shock sekali. seluruh kekuatan nya hilang. Ia langsung jatuh di tanah. Ia berusaha bangkit dan mencari akurasi data. Satu-satunya manusia yang sangat jujur dan tidak pernah berbohong kepada siapapun[termasuk kepada musunya] adalah Yudistira.

“Apakah benar Aswatama mati ?” tanya Durna kepada Yudistira.

Yudistira membenarkan bahwa Aswatama telah mati. Ia juga mengatakan bahwa Aswatama yang mati adalah seekor gajah. Namun karena dalam perang, kata “seekor gajah” tidak terdengar. Durna hanya mendengar potongan kalimat”Aswatama Telah Mati”.

Saat kondisi Durna lemah seperti ini, maka pandawa menggunakan kesempatan untuk membunuh durna. Ia mati dan gugur di medan pertempuran.

Itulah perang. Kesesatan informasi bisa menjadi senjata yang sangat ampuh. Melebihi senjata perang. Kesesatan informasi bagi musuh merupakan kebenaran, meskipun sebenarnya sebuah kebohongan. Ia tidak peduli. Yang terpenting pesan yang disampaikan mampu mempengaruhinya dengan sangat efektif.

Ali bin Abi Thalib adalah babul ‘ilmi [pintu nya ilmu]. Namun dalam persoalan perang, Amr bin Ash adalah politisi ulung. Ia laksana Raja Kresna nya Muawiyah. Atas usulnya, Muawiyah mengangkat mushaf di ujung tombak. Tujuannya jelas, strategi politik sebagaimana yang dimainkan oleh kresna dalam melawan Begawan Durna.

Hasil nya sangat efektif. Pasukan Ali babak-belur. Ia terpecah menjadi dua: Syiah dan Khawarij. Dua aliran yang kemudian hari menjadi aliran akidah sekaligus politik yang sangat ekstrem, yaitu sama-sama berprinsip kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Aliran syiah dalam sejarah telah menorehkan peradaban agung, dan sekarang telah menjadi sistem akidah dan politik sangat rapi di negara Iran. Sedangkan kaum khawarij sepanjang sejarah tidak mempunyai negara. Sikap ekstrem terlalu radikal menyebabkan ia tidak bisa beradaptasi dalam masyarakat modern. Akhirnya, ia berjuang secara parsial dan menyebarkan kebencian-kebencian atas nama agama dengan mengatakan toghut atau kafir terhadap orang-orang Islam yang tidak sepaham dengan mereka.

Kini Iran kembali lagi perang melawan Israel. Bisa jadi merembet perang segitiga:AS-Israel dan Iran. Kedua negara tersebut bisa jadi suatu hari sama-sama perang melawan Iran. Semoga saja tidak terjadi.

Perang Iran-Israel juga tidak terlepas dari perang dunia maya. Keduanya membangun opini. Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan memang sangat membantu sekali sebagai jalan propaganda dengan tampilan film-film, berita-berita dan video-video. Isinya saling menjatuhkan dan saling menganggap superior dalam bidang persenjataan.

Yang menarik justru propaganda dari Iran. Sangat menguasai media sosial. Potongan video Sayyid Ali Khameini-pimpinan tertinggi iran- digambarkan sosok yang agung dan berwibawa. Dengan balutan jubah (abaya) plus jubah luar (qaba) dan sorban (amama) serta jenggot dan kumis berwarna putih memancarkan ia bukan sebagai pemimpin tertinggi, tetapi sekaligus ulama yang sudah pada tingkat mujtahid ulama Iran. Sangat terlihat jelas pancaran kewibawaan dan ketenangan jiwa sebagai gambaran luasnya ilmu pengetahuan dan dalam nya keimanan.

Saat video masyarakat Israel sedang ketakutan akibat bombardir dari Iran, maka Jundullah (tentara Allah) Iran menampilkan sisi kehidupan Sayid Ali yang sempurna. Ada video sayid dikerumuni anak-anak perempuan kecil sangat banyak sebagai bentuk kasih sayang terhadap mereka. Ada video ia sedang memimpin pasukan elit iran. Ada video pidato nya tentang pentingnya menghidupkan malam tahajud dan mendekatkan diri kepada tuhan.

Video tersebut mengingatanku pada kepemimpinan iran pada masa Ayatulloh Khomeini. Foto dan perjuangannya telah menginspirasi umat Islam di berbagai belahan tentang arti penting nya melepaskan diri dari cengkraman penjajahan di era modern dari bangsa barat. Ia sangat konsisten dan terus melawan kebijakan-kebijakan bangsa barat.

Ayatollah Khomeini dan Sayid Ali Khameini adalah pemimpin yang menginspirasi perjuangan tanpa kenal lelah untuk kepentingan bangsa dan negara. Ketegasan tidak mau kompromi dengan kebatilan telah membuat pemerintah Iran mempunyai kewibawaan di dekat teman dan di mata lawan.

Mereka menginspirasi rakyat Islam bukan pada ajaran Islam syi’ah. Masyarakat sunni kagum pada mereka karena mereka mampu menyatukan ajaran zuhud, intelektual, dan karya nyata. Dan kita tidak salah belajar dari masyarakat Iran tentang hal tersebut dengan tidak menghilangkan status sebagai seorang muslim sunni. 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4550


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875