
Hari itu di Padang Kurusetra situasi sangat
panas. Perang berkecamuk. Saling bunuh. Tidak ada tanda-tanda perang akan
berakhir. Perang yang masih punya ikatan persaudaraan, Pandawa dan Kurawa.
Secara personel pasukan Pandawa kalah jauh
dari Kurawa. Ditambah lagi, guru mereka-pandawa dan kurawa-berada di pihak
kurawa, yaitu Begawan Durna. Dengan segala kesaktiannya, ia bisa
meluluhlantahkan seluruh pasukan Pandawa-Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan
Sadewa-dengan sekali libas. Sebagai seorang pakar strategi perang, kemampuan di
atas rata-rata Pandawa dan Kurawa. Ia yang melatih putra-putra dari kedua
keluarga besar tersebut.
Saat terjadi perang, pasukan Pandawa terus
terdesak akibat strategi Begawan Durna. Disisi lain, Bima sedang head to
head dengan Prabu Gradapati-rival Pandawa. Ia menunggang gajah diberi nama Aswatama.
Kebetulan nama Aswatama juga sama dengan nama anak laki-laki Durna.
Ketika bima menyerang Prabu Gradapati, ia
berhasil membunuh gajah kendaraannya. Kematian gajah tersebut menginspirasi Kresna.
Ia memerintah kepada para pandawa untuk memberitakan di medan pertempuran bahwa
Aswatama telah mati.
Berita kematian aswatama [gajah] tersebar
sangat cepat. Begawan Durna kaget. Ia menyangka bahwa putra nya yang bernama Aswatama
telah meninggal dunia. mendengar berita ini shock sekali. seluruh
kekuatan nya hilang. Ia langsung jatuh di tanah. Ia berusaha bangkit dan
mencari akurasi data. Satu-satunya manusia yang sangat jujur dan tidak pernah
berbohong kepada siapapun[termasuk kepada musunya] adalah Yudistira.
“Apakah benar Aswatama mati ?” tanya Durna
kepada Yudistira.
Yudistira membenarkan bahwa Aswatama telah
mati. Ia juga mengatakan bahwa Aswatama yang mati adalah seekor gajah. Namun
karena dalam perang, kata “seekor gajah” tidak terdengar. Durna hanya mendengar
potongan kalimat”Aswatama Telah Mati”.
Saat kondisi Durna lemah seperti ini, maka
pandawa menggunakan kesempatan untuk membunuh durna. Ia mati dan gugur di medan
pertempuran.
Itulah perang. Kesesatan informasi bisa
menjadi senjata yang sangat ampuh. Melebihi senjata perang. Kesesatan informasi
bagi musuh merupakan kebenaran, meskipun sebenarnya sebuah kebohongan. Ia tidak
peduli. Yang terpenting pesan yang disampaikan mampu mempengaruhinya dengan
sangat efektif.
Ali bin Abi Thalib adalah babul ‘ilmi
[pintu nya ilmu]. Namun dalam persoalan perang, Amr bin Ash adalah politisi
ulung. Ia laksana Raja Kresna nya Muawiyah. Atas usulnya, Muawiyah mengangkat
mushaf di ujung tombak. Tujuannya jelas, strategi politik sebagaimana yang
dimainkan oleh kresna dalam melawan Begawan Durna.
Hasil nya sangat efektif. Pasukan Ali
babak-belur. Ia terpecah menjadi dua: Syiah dan Khawarij. Dua aliran yang
kemudian hari menjadi aliran akidah sekaligus politik yang sangat ekstrem,
yaitu sama-sama berprinsip kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Aliran syiah
dalam sejarah telah menorehkan peradaban agung, dan sekarang telah menjadi
sistem akidah dan politik sangat rapi di negara Iran. Sedangkan kaum khawarij
sepanjang sejarah tidak mempunyai negara. Sikap ekstrem terlalu radikal
menyebabkan ia tidak bisa beradaptasi dalam masyarakat modern. Akhirnya, ia
berjuang secara parsial dan menyebarkan kebencian-kebencian atas nama agama
dengan mengatakan toghut atau kafir terhadap orang-orang Islam
yang tidak sepaham dengan mereka.
Kini Iran kembali lagi perang melawan
Israel. Bisa jadi merembet perang segitiga:AS-Israel dan Iran. Kedua negara
tersebut bisa jadi suatu hari sama-sama perang melawan Iran. Semoga saja tidak
terjadi.
Perang Iran-Israel juga tidak terlepas dari
perang dunia maya. Keduanya membangun opini. Perkembangan teknologi dan
kecerdasan buatan memang sangat membantu sekali sebagai jalan propaganda dengan
tampilan film-film, berita-berita dan video-video. Isinya saling menjatuhkan
dan saling menganggap superior dalam bidang persenjataan.
Yang menarik justru propaganda dari Iran. Sangat
menguasai media sosial. Potongan video Sayyid Ali Khameini-pimpinan tertinggi
iran- digambarkan sosok yang agung dan berwibawa. Dengan balutan jubah (abaya)
plus jubah luar (qaba) dan sorban (amama) serta jenggot dan kumis berwarna
putih memancarkan ia bukan sebagai pemimpin tertinggi, tetapi sekaligus ulama
yang sudah pada tingkat mujtahid ulama Iran. Sangat terlihat jelas pancaran
kewibawaan dan ketenangan jiwa sebagai gambaran luasnya ilmu pengetahuan dan
dalam nya keimanan.
Saat video masyarakat Israel sedang
ketakutan akibat bombardir dari Iran, maka Jundullah (tentara Allah) Iran
menampilkan sisi kehidupan Sayid Ali yang sempurna. Ada video sayid dikerumuni anak-anak
perempuan kecil sangat banyak sebagai bentuk kasih sayang terhadap mereka. Ada video
ia sedang memimpin pasukan elit iran. Ada video pidato nya tentang pentingnya
menghidupkan malam tahajud dan mendekatkan diri kepada tuhan.
Video tersebut mengingatanku pada kepemimpinan
iran pada masa Ayatulloh Khomeini. Foto dan perjuangannya telah menginspirasi
umat Islam di berbagai belahan tentang arti penting nya melepaskan diri dari
cengkraman penjajahan di era modern dari bangsa barat. Ia sangat konsisten dan
terus melawan kebijakan-kebijakan bangsa barat.
Ayatollah Khomeini dan Sayid Ali Khameini adalah
pemimpin yang menginspirasi perjuangan tanpa kenal lelah untuk kepentingan bangsa
dan negara. Ketegasan tidak mau kompromi dengan kebatilan telah membuat
pemerintah Iran mempunyai kewibawaan di dekat teman dan di mata lawan.
Mereka menginspirasi rakyat Islam bukan
pada ajaran Islam syi’ah. Masyarakat sunni kagum pada mereka karena mereka
mampu menyatukan ajaran zuhud, intelektual, dan karya nyata. Dan kita tidak
salah belajar dari masyarakat Iran tentang hal tersebut dengan tidak
menghilangkan status sebagai seorang muslim sunni.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92
Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213
Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205
Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219
Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4550
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2948
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875