
Sehebat
apapun manusia pasti tidak luput dari
cobaan, baik itu cobaan ringan ataupun cobaan yang berat. Dalam Kamus Umum
Bahasa Indonesia, cobaan diartikan berbagai-bagai
penderitaan. Cobaan itu harus
disikapi secara positif. Bukankah semua cobaan pada dasarnya adalah pelebur
dosa. Cobaan itu sesuatu yang dapat meninggikan derajat dan sekaligus sebagai
tanda bagi orang-orang terpilih.
Berpikir
positiflah terhadap cobaan yang menimpa kita, menej lah cobaan itu dengan hati
yang ikhlas, tetaplah berprasangka baik kepada Tuhan, cobaan itu harus dijalani
dengan kesabaran, mendekatlah kepada Tuhan, berbuat baiklah terhadap sesama.
Salah satu pengaruh yang ditimbulkan oleh amal kebaikan adalah rasa tenang di
dalam hati, dada terasa lapang, dan jiwa selalu teduh walaupun berbagai cobaan
dan fitnah selalu datang.
Ketika
seorang tokoh yang sangat terkenal, dan kita pasti tau yakni Imam Ibnu taimiyah
memperoleh cobaan, beliau waktu itu dimasukkan ke dalam penjara di Qal’an, dari
lisan beliau berkumandang ayat Allah : …Faduriba
bainahum bisurillahu baabun baatinuhu fiihirrahmatu wadhohiruhu min qibalihil
ngadzab, artinya: …lalu diadakan di
antara mereka dinding yang mempunyai pintu. Di sebelah dalamnya ada rahmat dan
di sebelah luarnya dari situ ada siksa.” (QS. Al-Hadiid; 13).
Ibnu
Taimiyah mondar-mandir di sekitar pagar penjara sambil mengulang-ulang ayat
tersebut dengan disertai ketenangan hati yang menakjubkan dan sifat kesatria
yang tiada bandinagnnya. Beliau berkata: “apa gerangan yang akan diperbuat oleh
musuh-musuhku? Syurga dan kebunku berada di dadaku, kemana saja aku pergi ia
senantiasa bersamaku. Kitab Allah dan Sunnah Nabi bersamaku. Jika mereka
membunuhku, maka kematianku adalah syahid. Jika mereka mengasingkanku, maka
pengasingan bagiku merupkan kesempatan untuk santai. Jika mereka
memenjarakanku, maka penjara bagiku laksana tempat khalwat ku atau tempat untuk mendapatkan kedamaian bersama Tuhan.
Orang yang ditahan adalah orang yang ditahan jauh dari Tuhannya dan orang yang
ditawan adalah mereka yang ditawan oleh
hawa nafsunya.
Ibnul
Qayyim al-Jauziah, murid dari Ibnu Taimiyah mengatakan: Demi ilmu Allah, aku
tidak melihat seorang pun yang lebih enak dan santai kehidupannya dari sang
Imam. Walaupun kehidupannya serba sulit, lepas dari kesenangan serta
kenikmatan, dan bahkan yang ia alami adalah sebaliknya. Meskipun ia ditahan,
diancam, dan akan dihukum mati sekalipun, ia tetap orang yang paling santai
dalam menempuh kehidupannya, paling lapang dadanya, paling kuat hatinya, dan
paling gembira jiwanya, dari wajahnya memancar cahaya penuh kedamaian.
Ketika
kami dicekam ketakutan, saat itulah muncul firasat-firasat buruk dalam diri
kami. Bagi kami bumi ini terasa sempit, karena itu kami mendatangi sang Imam.
Kami hanya melihat dan mendengar petuahnya, maka saat itu juga hilanglah apa
yang kami rasakan. Semuanya berganti
dengan kelapangan, kekuatan, keyakinan, dan juga ketenangan. Hadapilah
semua cobaan yang menimpa kita dengan kesabaran serta serahkan segalanya kepada
Tuhan, karena pada hakikatnya cobaan itu datang dari Tuhan, biasa jadi sebagai
teguran dan mungkin juga sebagai sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan
derajat manusia yang diberikan cobaan. Aamiin.
Penulis : Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1139
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   712
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   890
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   861
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   978
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5548
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4046