
Catatan harian pagi ini saya memilih tulisan dengan judul, “Tetesan Ilmu Para Ulama”. Saya bersyukur mempunyai teman-teman yang kemampuannya cukup bagus dalam bidang ilmu-ilmu agama. Sebut saja kiai-kiai muda yang enerjik seperti Kiai Muhamamd Dalhar, Kiai Muhammad Nurdin, Kiai Khosairi, Kiai Muhammad Khozin, Kiai Muhammad Irham, Kiai Mungidan, Kiai Zainul Arifin, Kiai Mardio Hasan, Kiai Abdul Rauf, Kiai Muhammad Shodiq,Ustadz Husni Mubarak, ustadz Muhammad Taufik, dan lain-lain.

Tentu saja, para kiai yang belum disebut jauh lebih banyak lagi. Saya keliling di berbagai kecamatan dan desa, lalu saya berdialog dengan mereka, ternya mempunyai riwayat pendidikan agama yang cukup bagus. Mereka adalah para santri yang telah mendapatkan didikan agama yang cukup mateng di Kawah Candradimuka pesantren-pesantren terkemuka keilmuan agama nya. diantara mereka juga mendapatkan pendidikan umum yang cukup bagus dan pemahaman agama yang mendalam. Mereka tidak kelihatan dan jarang tampil di forum-forum umum. Namun mereka adalah kekuatan riil dalam menjaga eksistensi agama yang menganut ajaran ahlusunnah wal jamaah.

Saya teringat dawuh Mbah Kiai Said Aqil Siraj, bahwa yang para kiai
kampung adalah mereka hakikat kiai yang menjaga eksistensi agama. Mereka yang ngrumat
jamaah dan mendidik serta melakukan kaderisasi penerus ajaran agama Islam
secara alamiah, tanpa perlu meributkan persoalan ‘bisyaroh”, jabatan
kepengurusan dan peraturan administrasi lainya. Mereka sebagaimana yang telah
diamanahkan oleh para kiai-kiai mereka di Pesantren yaitu: “Saat kalian pulang,
jangan lupa ngaji model Pesantren.”
Jika mereka mengundang kita dan para kiai-kiai muda sebenarnya bagian dari kewajiban jihad para kiai-kiai kampung untuk melakukan kaderisasi di masa mendatang. Namun kita kadang tidak menyadarinya. Sikap tulus dan ikhlas ngopeni masyarakat telah tidak punya kesempatan untuk latihan berbicara di podium. Mereka memberi amanah untuk menyuarakan makna islam yang rahmatalil ‘alamin melalui para kiai-kiai muda.

Kini saya melihat tetesan ilmu-ilmu para ulama mulai membasaih bumi masyarakat meranti dan sekitarnya. Semoga mereka tetap istiqomah menegakan ajaran agama Ahlusunnah Wal Jamaah di bumi meranti secara khusus, dan di provinsi riau secara umum.

Penulis : Gus Ansor
Persaudaraan Tanpa Batas
30 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   131
Menggali Tradisi Menulis Dari Seorang Guru Besar Plus Kyai
30 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   300
Menampung Aspirasi, Mewujudkan Mimpi
28 April 2026   Oleh : NEWS   105
Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   251
Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   295
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13793
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4839
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3839
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3497
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3224