Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

352 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Tiga Singa, Tinggal Satu di Timur Tengah



Minggu , 22 Juni 2025



Telah dibaca :  738

Dari semula sudah saya prediksi, AS punya penyakit “gatel akut”, tidak kuat melihat negara lain perang. Perang Irak-Iran selama 8 tahun (1980-1988). AS campur tangan. Ia di belakang layar, membantu Irak. Akhirnya Iran hancur. Konflik Irak-Kuwait. AS di belakang Kuwait. Irak kalah. Sadam Husain akhirnya mati terbunuh akibat ulah AS. Muamar Khadafi dari Libya. Ia terbunuh karena perang saudara. Lagi-lagi, ia terbunuh tidak lepas dari AS-NATO- dan sekutunya.

Mengapa AS selalu saja ikut campur tangan di Timur-Tengah. Ada analisis cukup bagus dari Pengamat Politik Timur Tengah yang sudah yaitu Dina Sulaiman. Pakar geopolitik Timur Tengah di UNPAD. Cukup baik analisisnya (Ia lama tinggal di Iran). Usia nya 11-12 dengan ku.

Mengapa AS berada di balik layar kematian Sadam Husein dan Muammar Khadafi?. Bagi AS, kedua pemimpin ini susah diatur. tidak mau tunduk terhadap barat. Bagi negara Paman Sam, kedua nya adalah teroris. Bagi Masyarakat timur tengah, kedua nya Karena keduanya  pahlawan yang secara terang-terangan mengatakan “AS adalah musuh kami!!”.

Sadam Husein penganut Sunni. Muammar Khadafi sunni yang suka syi’ah. Kedua pemimpin ini suaranya sangat nyaring. Menggelegar. Bahkan sering bilang “jancuk”-bajingan-sebagai wujud kemarahan dua kutub aliran islam di timur-tengah (plus Iran). Kedua singa padang pasir ini tidak gentar sedikit pun dengan AS.

Dulu Sadam Husein Presiden Irak dengan tegas mengajak seluruh rakyat irak yang berbeda agama dan beragam kelompok etnis, baik masyarakat Arab, Kurdi, Syiah, Sunni, muslim, dan kelompok Kristen. Pemimpin kelahiran Tikrit 1937 ini mengingatkan misi utama rakyat Irak saat ini adalah menggulingkan para agresor. Presiden Irak selama dua dekade tersebut meyakini rakyatnya mampu mempermalukan Adi Kuasa seperti rakyat Palestina yang menentang Negeri Zionis. Dalam rekaman tersebut, Saddam juga menuding pasukan AS telah menjarah barang-barang antik dari Museum Nasional Irak.

Dulu Muammar Khadafi juga sama. Kurang lebih mengatakan begini:

“Pengungsi Palestina harus memanfaatkan gelombang pemberontakan rakyat di Timur Tengah oleh aksi massa damai di perbatasan Israel sampai Israel menyerah pada tuntutan mereka”

“Semua negara-negara Arab yang memiliki hubungan dengan Israel adalah rezim pengecut.”

Baik Sadam Husein dan Muammad Khadafi menyerukan persatuan umat Islam lintas ideologi. Mereka tidak menginginkan negara Israel yang dianggap sebagai penjajah di Palestina. Auman kedua singa tersebut sangat keras sekali. Sehingga nama nya diabadikan oleh masyarakat muslim Indonesia. Begitu banyak nama-nama Sadam Husein dan Muammar Khadafi. Orang tua ingin punya anak seperti mereka, berani, tegas dan bertanggung-jawab.

Kini kedua singa tersebut telah tiada. Mereka gugur dalam menyuarakan perjuangan masyarakat timur-tengah terlepas dari AS dan israel. Belum berhasil.

Kini tinggal satu Singa yang masih hidup, yaitu Sayyid Ali Khameini. Ia terus bersuara memanggil Jundullah-pasukan pasukan allah-dari seluruh alam semesta, dari bumi dan langit.

Saya tidak tahu seperti apa akhir dari peperangan ini. Tapi saya merasakan getaran spiritual sangat menghujam di jiwa. Percikan doa telah menggetarkan Israel. Ia tidak mampu berdiri sendiri. Ia butuh bantuan sel-sel pasukan dari negara lain: AS.

Apakah Singa Iran dibiarkan berdoa sendiri dengan alasan ideologi. Apakah karena idologi, kita lupa hakikat kemanusiaan. Bukankah inti dari agama yaitu memanusiakan manusia.

Saya tidak tahu, apakah akan muncul singa-singa seperti Sayyid Ali Khameini di Timur Tengah, Benua Barat, Asia dan Asia Tenggara. Wallahu a’lam.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   119

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   279

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   259

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   229

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   252

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13820


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4868


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3272