
Perjalanan Trump di Timur Tengah mendapatkan
sambutan luarbiasa dari pemerintah Arab Saudi. Trump juga terrlihat sangat
sopan. Bahkan saat duduk bareng dengan Abu Muhammad Al-Julali, Trump menganggap
sebagai seorang yang baik dan lincah. Padahal Presiden Suriah yang baru sering dianggap teroris. Sebab berasal dari jaringan Al-Qaeda. Tapi saat bertemu di Arab
Saudi, mereka guyon dan tidak marah-marah. Berbeda saat bertemu dengan presiden
Ukraina dan Canada. Sepertinya ingin marah terus.
Mengapa demikian. Sebab Trump sedang mengincar
investasi dari Arab Saudi sebesar 10.000 triliun. Jadi, wajar jika Trump punya
unggah-ungguh yang sangat sopan. Yang penting dapat, apapun sistem politiknya
akan dilakukan olehnya. Termasuk mengurangi ketegangan dengan Suriah dan Palestina.
Benarkah Trump telah mendapatkan hidayah. Jangan
buru-buru. Trump itu negosiator kelas wahid. Dia pemancing ulung. Untuk mendapatkan
ikan kakap, dia hanya perlu sedikit lipstik, dan alat yang sederhana. Ma’lum, Trump
saat ini termasuk pemimpin yang disegani dan dihormati oleh kepala negara di
dunia. Kecuali oleh Cina, Rusia dan Iran. Ketiga negara ini memang sangat getol
mendukung kemerdekaan Palestina, dan berani menentang kebijakan AS secara
tegas. Itu sebabnya, Trump paling benci dengan ketiga negara tersebut. Selain
itu juga karena persoalan ekonomi dan politik. Itu pasti.
Trump bisa sangat baik saat bertamu, tapi
saat pulang bisa sebaliknya. Jika ingin lihat, silahkan berita yang
sedang heboh saat sekarang ini: “Trump larang Universitas Harvard university
terima mahasiswa asing”. Hal yang sama juga perguruan tinggi bergensi lainnya
di AS. Salah satu alasannya karena Perguruan Tinggi tersebut menjadi lembaga pendidikan
yang membiarkan mahasiswa nya menyuarakan kemerdekaan Palestina. Ia menginginkan
perguruan tinggi harus sejalan dengan visi Trump, yaitu mengeluarkan warga Palestina
dari tanah kelahirannya.
Kini Trump terus mendekati Iran. Seperti biasa,
persoalan dialog nuklir. Dan Iran memang satu-satunya negara yang sangat progresif
mengembangkan nuklir untuk listrik dan kebutuhan teknologi lainnya. Bagi AS,
ini sangat menghawatirkan. Apalagi Israel, bertambah benci kepada Iran. Kedua negara
tidak pernah akur. Ia bahkan tahun lalu kedua nya perang secara terbuka, dan
pamer kekuatan militernya.
Itu sebabnya ketika ada nawaitu
untuk berdamai AS dan Iran, maka Israel justru sangat marah sekali. Lagi-lagi
persoalan klasik yaitu Palestina. Dan saya pun tidak menyakini efektifitas MoU
tersebut. apalagi AS dan Israel sejak dulu berstatus sebagai “sedulur raket”.
Sangat sulit menemukan titik temu ketiga negara tersebut untuk berdamai. Pada akhirnya
mereka tidak akan mencapai pada “titik”” diskusi. Ia akan terus menggunakan
tanda “koma” pada setiap pertemuan yang tetap mengincar keuntungan masing-masing
negara.
Apakah larangan Trump terhadap netralitas Perguruan
Tinggi di dengarkan oleh pihak Kampus Harvard dan lain-lainnya. Nampaknya, ia
mengalami perlawanan dari pihak kampus. Melarang netralitas pendidikan telah
melanggar ajaran demokratis dan netralitas berfikir yang dianut oleh negara
tersebut. Melawan trump berarti menjaga nalar manusia tetap sehat dalam
menyampaikan ide-ide, kebebasan berfikir dan berpendapat serta menentukan nasib
nya sendiri. Kini musuh Trump bukan negara lain, tapi masyarakatnya sendiri
yang tidak suka terhadap kebijakan pemerintahannya.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92
Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   212
Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205
Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219
Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2942
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872