Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Trump Jalan-Jalan, Palestina Yang Megap-Megap



Sabtu , 24 Mei 2025



Telah dibaca :  488

Perjalanan Trump di Timur Tengah mendapatkan sambutan luarbiasa dari pemerintah Arab Saudi. Trump juga terrlihat sangat sopan. Bahkan saat duduk bareng dengan Abu Muhammad Al-Julali, Trump menganggap sebagai seorang yang baik dan lincah. Padahal Presiden Suriah yang baru sering dianggap teroris. Sebab berasal dari jaringan Al-Qaeda. Tapi saat bertemu di Arab Saudi, mereka guyon dan tidak marah-marah. Berbeda saat bertemu dengan presiden Ukraina dan Canada. Sepertinya  ingin marah terus.

Mengapa demikian. Sebab Trump sedang mengincar investasi dari Arab Saudi sebesar 10.000 triliun. Jadi, wajar jika Trump punya unggah-ungguh yang sangat sopan. Yang penting dapat, apapun sistem politiknya akan dilakukan olehnya. Termasuk mengurangi ketegangan dengan Suriah dan Palestina.

Benarkah Trump telah mendapatkan hidayah. Jangan buru-buru. Trump itu negosiator kelas wahid. Dia pemancing ulung. Untuk mendapatkan ikan kakap, dia hanya perlu sedikit lipstik, dan alat yang sederhana. Ma’lum, Trump saat ini termasuk pemimpin yang disegani dan dihormati oleh kepala negara di dunia. Kecuali oleh Cina, Rusia dan Iran. Ketiga negara ini memang sangat getol mendukung kemerdekaan Palestina, dan berani menentang kebijakan AS secara tegas. Itu sebabnya, Trump paling benci dengan ketiga negara tersebut. Selain itu juga karena persoalan ekonomi dan politik. Itu pasti.

Trump bisa sangat baik  saat bertamu, tapi saat pulang bisa sebaliknya. Jika ingin lihat, silahkan berita yang sedang heboh saat sekarang ini: “Trump larang Universitas Harvard university terima mahasiswa asing”. Hal yang sama juga perguruan tinggi bergensi lainnya di AS. Salah satu alasannya karena Perguruan Tinggi tersebut menjadi lembaga pendidikan yang membiarkan mahasiswa nya menyuarakan kemerdekaan Palestina. Ia menginginkan perguruan tinggi harus sejalan dengan visi Trump, yaitu mengeluarkan warga Palestina dari tanah kelahirannya.

Kini Trump terus mendekati Iran. Seperti biasa, persoalan dialog nuklir. Dan Iran memang satu-satunya negara yang sangat progresif mengembangkan nuklir untuk listrik dan kebutuhan teknologi lainnya. Bagi AS, ini sangat menghawatirkan. Apalagi Israel, bertambah benci kepada Iran. Kedua negara tidak pernah akur. Ia bahkan tahun lalu kedua nya perang secara terbuka, dan pamer kekuatan militernya.

Itu sebabnya ketika ada nawaitu untuk berdamai AS dan Iran, maka Israel justru sangat marah sekali. Lagi-lagi persoalan klasik yaitu Palestina. Dan saya pun tidak menyakini efektifitas MoU tersebut. apalagi AS dan Israel sejak dulu berstatus sebagai “sedulur raket”. Sangat sulit menemukan titik temu ketiga negara tersebut untuk berdamai. Pada akhirnya mereka tidak akan mencapai pada “titik”” diskusi. Ia akan terus menggunakan tanda “koma” pada setiap pertemuan yang tetap mengincar keuntungan masing-masing negara.

Apakah larangan Trump terhadap netralitas Perguruan Tinggi di dengarkan oleh pihak Kampus Harvard dan lain-lainnya. Nampaknya, ia mengalami perlawanan dari pihak kampus. Melarang netralitas pendidikan telah melanggar ajaran demokratis dan netralitas berfikir yang dianut oleh negara tersebut. Melawan trump berarti menjaga nalar manusia tetap sehat dalam menyampaikan ide-ide, kebebasan berfikir dan berpendapat serta menentukan nasib nya sendiri. Kini musuh Trump bukan negara lain, tapi masyarakatnya sendiri yang tidak suka terhadap kebijakan pemerintahannya.

 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   212

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872