Avatar

Viki Zulfatul Aulia

Penulis Kolom

1 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Urgensi Akhlak Peserta Didik Perspektif Imam Al-Ghozali



Jumat , 28 Maret 2025



Telah dibaca :  299

Nama lengkap Imam Al-Ghozali yaitu Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad Al-Ghozali. Ia lahir pada pada tahun 1058 M di kota Thus, Khurasan yang terletak di sebelah Timur Laut Persia. Orang Tua Al-Ghozali seorang Tukang Pintal Benang Wol. Ia sangat mencintai ulama dan cendekiawan Islam. Setiap sore, ia datang ke masjid dengan membawa lentera untuk penerang para ulama yang mengajar di masjid tersebut.

Setelah orang tua nya meninggal, ia dirawat dan diasuh oleh seorang sufi teman dekat ayahnya. Al-Ghozali belajar dari ulama besar di Kota Naisabur, Kurasan bernama syeikh Al-Juwaini Imamul Haramain. Atas ketekunan yang luarbiasa, Al-Ghozali menjadi seorang ulama yang ilmunya sangat dalam. Gurunya menyebut nya ssebagai lautan ilmu yang sangat dalam.

Imam Al-Ghozali menjadi seorang ulama dan pemikir besar dalam dunia Islam yang sangat produktif menulis. Ia menjadi guru besar saat mengajar di Universitas Nizhamiyah Baghdad pada tahun 483H/1090 M, dalam usia relatif muda yaitu tiga puluh tahun.

Berikut beberapa karya Imam Al-Ghazali antara lain: Maqashid Al-Falasifah, Tahafut Al-Falasifah, Al-Iqtishad fi Al-I‟tiqod,  Al- Munqid min Adh-Dhalal,  Qisthas Al-Mustaqim, Al-Musthaziri, Al-Basith, Al- Wasith, Al-Wajiz, Al-khulashah Al-Mukhhthasar, Al-Mustashfa,Ihya „Ulum Ad-Din, Mizal Al-Amanah, Kimya As-Sa‟adah, Misykat An-Anwar, Muhasyafaf Al-Qulub dan Minhaj Al-Abidin. Karya-karya nya masih banyak yang belum tertulis di artikel ini.

Urgensi Moralitas Perspektif Imam Al-Ghozali

Imam Al-Ghozali berpandangan bahwa pendidikan didasarkan pada dua hal yaitu: pertama, Pendidikan menuju kesempurnaan dalam pandangan Allah SWT; kedua, Pendidikan mencapai kebahagiaan di dunia dan di akherat.

Menurutnya peserta didik harus membersihkan jiwa. Sebab letak ilmu berada di jiwa yang bersih. Semakin bersih, maka semakin dalam ilmu pengetahuan yang ia dapat. Selain itu, seorang peserta didik harus membersihkan jiwa dan tidak boleh menyombongkan diri. Sebab ketika ia menyombongkan diri, bertentangan dengan ilmu agama. Padahal tujuan ilmu pengetahuan yaitu untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

Pendidikan harus melahirkan akhlak yang mulia. ia merupakan tabiat manusia yang dapat dilihat dalam dua bentuk, yaitu: pertama, tabiat-tabiat fitrah, kekuatan tabiat pada asal kesatuan tubuh dan memiliki kelanjutan selama hidup. Sebagian tabiat itu lebih kuat dan lebih lama dibandingkan dengan tabiat lainnya. kedua, akhlak yang muncul dari suatu perangai yang banyak diamalkan dan ditaati, menjadi bagian dari adat kebiasaan yang berasal dari dirinya. Akhlak  merupakan hasil dari  iman  dan  ibadat.  Hal  ini  disebabkan,  karena  iman  dan  ibadat manusia  tidak  sempurna  kecuali  kalau  dari  situ  muncul  akhlak  yang mulia.

Dari paparan tersebut di atas, pendidikan akhlak mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk pribadi seorang peserta didik. Pendidikan akhlak melahirkan peserta didik yang selalu taat kepada allah dan selalu mempunyai keselarasan hidup di masyarakat. Selain itu, Pendidikan akhlak juga bisa melahirkan peserta didik mempunyai prestasi yang baik. Sebab orientasi akhlak yang mengabdi kepada Allah SWT.



Penulis : Viki Zulfatul Aulia


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1139

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   712

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   890

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   861

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   978

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5540


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4044