Avatar

Sang Khatib

Penulis Kolom

9 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Urgensi Ilmu Pengetahuan bagi Peradaban Umat Islam



Sabtu , 26 Agustus 2023



Telah dibaca :  779

 

اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ.  اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي : يَرْفَعِ اللهُ الَّذيْنَ اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالّذِيْنَ اُوْتُواالْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Saudara-Saudaraku Kaum Muslimin yang Mulia

Pada kesempatan di hari jum’at yang agung ini, mari kita sama-sama mensyukuri berbagai kenikmatan yang telah diberikan Allah kepada kita melalui jalan peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada-Nya, serta meningkatkan ibadah dan amal sholeh karena mencari ridha-Nya.

Selain itu, mari kita senantiasa menyampaikan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad s.a.w dan keluarga besarnya. Semoga kita mencapatkan barokah dari bacaan tersebut, menjadi orang yang senantiasa mencintai dan dicintai oleh nya. Kita juga berharap, semoga mendapatkan syafaat nya di Akherat. amin.

Saudara-saudaraku yang mulia

Dewasa ini, peran ilmu pengetahuan sudah tidak bisa disangsikan lagi. Setiap negara dan bangsa terus membangun meningkatkan Indek Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan. Hal ini berangkat dari realita, bahwa sepanjang sejarah peradaban, bangsa-bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan senantiasa menguasai peradaban dunia. Pada masa lalu, sejarah telah mencatat Bangsa Persia pada masa pemerintahan Darius Agung (522-486SM). Kekuasaan nya membentang dari Kaukasus dan Asia Barat ke Makedonia (Balkan, Laut Hitam,Asia Tengah, Libya dan Mesir. Di dalam Al-Qur’an, ada kisah Dzulqarnain atau Aleksander Agung. Para ulama muslim modern menafsirkannya adalah Raja Akadia kuno yang menguasa Mesopotamia kuno meliputi Sungai Euftrat dan Sungai Tigris yang sezaman hidup nya dengan Nabi Ibrahim. Wallahu a'lam.

Secara khusus, Islam pernah mencapai puncak peradaban. Mulai zaman Nabi Muhammad s.a.w sampai pada kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Pada bidang ilmu pengetahuan, pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid sering disebut sebagai pusat peradaban Islam. Kebijakan politik nya, dia mendorong para ilmuwan dan fuqaha untuk melakukan ijtihad terhadap persoalan ilmu-ilmu agama. Kebijakan lain yaitu melakukan penterjemahan buku-buku berbahasa Yunani, Persia dan Romawi yang telah dibeli berjumlah ratusan ribu dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan seperti filsafat, fisika, kimia, kedokteran, matematika dan saint. Para ilmuwan mendapatkan penghargaan emas sebanyak beratnya buku yang dihasilkan. Tradisi ilmu pengetahuan menjadi sangat hidup. para ilmuwan berlomba melakukan kajian ilmiah dan mengkaji Al-Qur'an dalam beragam perspektif kajian ilmu.

ada seorang ilmuwan dari Iran, bernama Ali Akbar Velayati. dia menjelaskan tentang sejarah kejayaan Islam. Pada masa pemerintahan Al-Ma’mun telah mengangkut buku di bawa dengan ratusan Unta.Para bangsawan mempunyai perpustakaan. Perdana Menteri Shalahuddin Al-Ayyubi memiliki lebih dari seratus ribu buku. Perpustakaan Rasyid Al-Din Fadhlullah memiliki lebih dari enam puluh ribu buku. Wajar, jika para pemuda barat belajar di universitas-universitas Islam. Dari sini kemudian mereka mengembangkan lagi ilmu-ilmu saint dan teknologi.

Saudara-saudara ku yang dimulyakan Allah s.w.t.

Namun kejayaan tersebut tinggal kenangan. Kini pusat ilmu pengetahuan telah berpindah ke Barat. sedikit contoh, menurut Survey Timer Higher Education (THE) telah merilis The World Reputation Rangking 2022 kampus terbaik di Dunia. 8 dari 10 terbaik di Amerika Serikat. Negara mayoritas Nasrani. Nomor 9 universitas Tsinghua Cina. Negara  mayoritas penganut atheis.  Nomor 10 Universitas Tokyo, Jepang. Negara mayoritas beragama Sinto, dan Budha. Bahkan dari 25 Perguruan tinggi yang dia teliti, tidak ada satupun perguruan tinggi yang berasal dari negara mayoritas muslim. Sungguh sangat ironis.

timbul pertanyaan dalam diri Khatib, Mengapa bangsa barat secara umum mengalami kemajuan sangat signifikan?.  Saya pernah membaca buku Nurcholis Madjid. Disitu ada ucapan tokoh humanisme barat, bernama Geovanni B.Vico.  Dia (Geovani) mengatakan kurang lebih begini;"  bahwa bangsa Barat harus berterima kasih kepada Islam. Sebab atas dasar ajaran agama tersebut, bangsa barat menjadi modern saat sekarang ini."

Alasan Geovani tentu sangat mendasar. Ayat-ayat Al-Qur’an sangat jelas memberikan motivasi dan semangat untuk memperdalam ilmu pengetahuan.

Allah dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11 berfirman:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”

Allah bahkan memerintah dengan sangat jelas pada Surat Al-Alaq ayat 1-5, yang berbunyi:

“Bacalah dengan menyebut nama tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Dari beberapa ayat tersebut di atas, sebenarnya Umat Islam bisa menjadi lebih mulia dari umat lain manapun jika menerapkan dua hal: pertama, membangun eksistensi keimanan sehingga menjadi spirit kuat untuk bisa beribadah, beramal dan beraktivitas secara totalitas hanya mengharapkan ridha Allah s.w.t. Kedua, membangun eksistensi peradaban melalui kajian-kajian ilmiah dalam segala ilmu pengetahuan. Sebab apapun ilmu pengetahuan, sepanjang didasari atas iman kepada Allah, maka ia menjadi amal sholeh yang membawa kemuliaan di dunia dan di akherat. Itu sebabnya, umat Islam harus ada sebagian menjadi ulama, sebagian lagi harus ada menguasai saint dan teknologi dalam rangka membangun peradaban di dunia dan membawa keselamatan di Akherat nanti. Kekuatan-kekuatan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi pelaku peradaban dan mampu mewarnai segala aspek kehidupan. Jika kedua dikuasi oleh umat Islam, maka wajah dunia menjadi sangat indah. Namun jika belum mampu, mereka hanya sebatas sebagai konsumen saint dan teknologi sebagaimana saat sekarang ini.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ والْمؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah ke-II

اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ نَصْرِهِ. اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي الدُّهُوْرِ. صَلَاةً دَائِمَةً بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً كَثِيْرًا.

اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ انَّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.

اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.

عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.



Penulis : Sang Khatib


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   255

Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   257

Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184

7 Golongan Mendapatkan Perlindungan Dari Allah
01 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3258