
Kamis malam Jum’at-11Desember 2025- sudah
menyelesaikan satu naskah buku dan sudah diantar ke penerbit. Sedikit lega. Jum’at
pagi bisa jalan-jalan keliling kampus. Nengok para dosen hebat-hebat. padahal
jum’at jatah kerja di rumah. Tapi sebagian mereka betah di kampus dalam mengemban
tugas mulia: mencerdaskan anak bangsa.
Saya memang sedikit lega. Selain karena
sudah ada beberapa draf buku lainnya yang siap diterbitkan, juga baru mendapatkan sertifikat jurnal scopus. Dua
hadiah pekerjaan yang sudah sedikit melupakan “pertarungan” para dewa di Istana
Langit. Ma’lum lah, sebagai penduduk bumi saya merasa terlalu banyak dosa jika
dibandingkan dengan penduduk langit. Tapi hari ini benar-benar membuatku harus
mengerahkan seluruh energi untuk memecahkan rahasia sebuah pertanyaan, “Kenapa
Sung Go Khong menghancurkan Istana Langit?”.
“Kaisar langit meremehkan ku, rasain !!” kata
Sung Go Khong ketika ditanya oleh wartawan independent yang sering “ngutil
dan nguping” di sekitar Istana Langit dan bumi.
Hubungan antara Kaisar Langit dan Sung Go
Kong sebenarnya baik-baik saja. Cuma Sung Go Khong kadang nyleneh. Loncat
sana-loncat sini. Ma’lum lah, mungkin antara tubuh dan akal tidak seimbang. Pikiran
kecil nya mungkin sudah menembus rahasia langit, tapi jauh di atas semua itu. Itu
sebabnya badan tidak mampu menampung ide-ide pemikiran dan kesaktian dalam
tempat yang sempit dan tubuh yang kecil. Akhirnya meledakan keluar. Ia jadi
punya kelaku “khariqul ‘adat”-orang pesantren kadang bilang jadab.
Ironis memang, para penduduk Istana Langit tidak
memahami hakikat Sung Go Khong. Terlalu syariat melihatnya. Padahal di atas
kaisar langit ada dewa-dewa yang lebih waskita, jernih pikirannya dan
hati nya laksana lautan hikmah tiada bertepi. Bahkan Sang Budha pun mengetahui
hal tersebut. itu sebabnya sang budha sang menyayangi sung go khong. Dan ia
berharap agar sung go khong bisa belajar menjadi manusia biasa dan hidup normal
dengan tatanan sosial yang apa adanya.
Karena kaisar langit terjebak bisikan-bisikan
para pengawal dan dewa-dewa di sekitarnya, Akhirnya ia memutuskan dengan satu perintah,
“Bunuh Sung Go Khong!!”.
Kaisar langit kaget. Kekuatan Sung Go Khong
benar-benar di luar ekspektasi. Di luar nurul. Semua pasukan dilibas
dengan tongkat saktinya. Istana langit benar-benar sedang kacau. Ini benar-benar
sudah manjing “goro-goro”, antiklimat. Perang antara kaisar langit
dan Sung Go Khong tinggal nunggu waktu. Seperti “bisul”, tinggal menunggu
meletusnya.
Rasa-rasa nya saya harus melakukan uzlah
untuk menghindari madharat akibat gonjang-ganjing Istana Langit. Sebagai manusia
bumi, saya tidak bisa menafsiri pemikiran para dewa. Biarkan mereka punya
kerja. Biarkan mereka juga menyelesaikan. Lebih baik saya uzlah merenungi diri
sambil tetap berbuat kebaikan dengan kadar kemampuan ku.
Uzlah tidak perlu di tempat yang sepi
seperti di gua atau di hutan. Lagian sekarang hutan sudah gundul. Uzlah bisa
ditempat keramaian. Sebab uzlah hakikatnya upaya membersikan jiwa, memperdalam
ibadah dan menjauhi dari konflik dan kotoran duniawi dengan tetap melaksanakan
kewajiban-kewajiban yang bersifat sosial.
Saya kira, pilihan terbaik dalam kondisi seperti
ini yaitu uzlah. Saya yakin, semua akan selesai dengan kehendak Tuhan. Dan saya
mencoba menyelesaikan persoalan tersebut dengan cara memperbaiki diri sendiri
dan tidak melibatkan diri pada peperangan istana langit yang masih spekulatif
kebenarannya.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   110
Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146
Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   214
Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291
Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3561
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871