
Bicara
tentang waktu, seringkali kita mendengarkan orang mengatakan bahwa waktu cepat
berlalu, waktu terasa singkat, rasanya baru saja menikah eeh sekarang sudah
punya anak, tidak terasa anaknya sudah besar. Begitulah yang dirasakan banyak
orang, waktu cepat sekali berlalu tanpa terasa. Padahal waktu tak pernah
berubah, satu tahun hitungan waktu masih tetap 12 bulan, satu bulan masih tetap
rata-rata 30 hari. Lalu mengapa manusia mengatakan waktu itu semakin singkat
dan cepat berlalu? Dan apa itu waktu?
Waktu
itu tetap, tak berubah, tapi manusialah yang bergerak menjalani waktu,
menghabiskannya dengan segala aktivitas, kesibukan, pekerjaan yang dilakukan
seringkali melenakan manusia. Berbagai aktivitas yang dilakukan acapkali
melalaikan, karena kesibukan bekerja atau mirisnya waktu yang dihabiskan hanya
untuk bersenda gurau, ngobrol ngalor ngidul yang gak jelas, banyak hal yang
terlupakan dan dilalaikan, bahkan suka tidak suka banyak waktu yang terbuang
sia-sia, percuma tanpa memiliki nilai.
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengartikan waktu adalah seluruh rangkaian saat
ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam ajaran
Islam waktu merupakan nikmat anugerah Allah sebagaimana sabda Nabi: “Nikmataani Magbuunun fiihimaa kasiirun
minannaasi asshohhatu walfarooghu”. Artinya: “Ada dua kenikmatan yang seringkali manusia lalai memanfaatkannya:
kesehayan dan senggangnya waktu (HR. Bukhari, Tarmizi, Ibnu majah dan Ibnu
Abbas ra).
Sangat
sedikit orang yang bisa memanfaatkan waktu luangnya dengan baik. Kebanyakan
orang sering lupa menggunakan waktu luangnya untuk hal-hal yang tidak
bermanfaat. Manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya, bisa untuk kita berzikir,
membaca Al-Qur’an, Hadis, berdakwah, berbuat baik kepada orang lain, mendidik
anak-anak keturunan kita, memberikan ilmu kepada orang yang membutuhkan,
menulis dan sebagainya.
Abdurrahman
bin Mahdi bercerita tentang gurunya, seorang penghafal hadis yang menjadi
teladan Syekhul Islam Hammad bin Salmah, “Seandainya Hammad bin Salmah
diberitahu bahwa besuk dia akan mati, maka ia sama sekali tidak mempunyai waktu
lagi untuk menambah kegiatannya, karena waktunya sangat padat dengan kegiatan.
Oleh karena itu, Allah memanggilnya sewaktu ia sedang sholat sebagai
kompensasinya. Imam Majduddin Abul Barakat Ibnu Taimiyah (kakek Syekhul Islam
Ibnu Taimiyah) hendak pergi buang air ke tanah lapang, ia berpesan kepada
kawanya supaya membaca satu kitab dengan suara yang keras sehingga dia bisa mendengarnya dari jauh dan
tidak ada waktu sedikitpun yang terbuang percuma.
AlHafizh
al-Hujjah al-Auhad Ubaid bin Ya’isy al-Kufi, salah seorang guru dari Imam
Bukhari dan Muslim pernah berkata tentang dirinya sendiri: Selama tiga puluh
tahun, aku tidak pernah makan malam dengan tanganku sendiri. Saudara
perempuankulah yang menyuapiku, sedangkan aku sibuk menulis hadis”.
Ibnul
Jauzi berpesan kepada anaknya: “Ketahuilah wahai anakku bahwa sesungguhnya satu
hari terdiri dari beberapa jam dan satu
jam terdiri dari beberapa tarikan napas. Setiap satu kali tarikan napas
merupakan kotak simpanan. Karenanya berhati-hatilah jangan sampai satu kali
tarikan napas yang merupakan kotak simpanan itu terlewati percuma tanpa isi
suatu apapun, sehingga nanti di akhirat kamu hanya mendapati kotak-kotak
simpanan itu kosong tanpa isi dan kamu menyesali diri sendiri.
Perhatiaknlah
setiap waktu yang engkau lewati. Lewatilah waktu-waktumu untuk menuju sesuatu
yang lebih mulia. Jangan kamu lalaikan dirimu, biasakanlah dirimu melakukan
hal-hal yang termulian dan yang terbaik. Kirimlah dulu ke liang kuburmu hal-hal
yang akan bisa menyenangkanmu di sana sebelum kamu mendatanginya. (Khalid Abu
Shadi).
Waktu
akan menyebabkan mala petaka bagi kita apabila waktu itu kita gunakan untuk
melakukan transaksi pembelian neraka dengan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan
dan menjual syurga dengan ganti barang-barang yang bernilai sangat murah.
Karena itu banyak orang bilang, : salah satu tanda kebencian Allah terhadap
seseorang hamba adalah di saat waktu terbuang percuma. Barang siapa dimurkai
oleh Allah, maka ia lupa mengingat Allah dan waktunya banyak terbuang sia-sia”.
Menyia-nyiakan waktu akan menyebabkan kita menyesal di hari akhir nanti,
menyebabkan kaki kitantergelincir sewaktu melewati shirath dan menyebabkan kita
menggigit jari dengan penuh penyesalan di neraka jahannam.
Berhati-hatilah
membawa diri. Sesali kelalaian-kelalaian yang telah lewat, dan berjuanglah
sekuat tenaga untuk meneladani orang-orang saleh yang biasa memanfaatkan
waktunya dengan baik, yakni waktunya penuh dengan aktivitas yang diridhai oleh
Allah. Sibukkanlah dirimu dalam setiap hari dengan berbagai kegiatan; sebagai
seorang pendidik, penuntut ilmu, penelaah buku, pendengar nasehat, teman yang
setia membaca Al-Qur’an, berzikir atau beribadah, kelak semoga kita di
tempatkan di syurga-Nya, aamiin.
Penulis : Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I
Pelukan Cinta Anak Kecil
10 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   76
Apapun Kondisinya, Anak Mu adalah Mutiara Hatimu
09 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   111
Kursi Kosong: Catatan Kecil Yang Mimpi jadi Doktor
26 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   188
Hidup Bukan Tentang CEO Menyamar Gembel
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   340
Haul Mbah Subari; Ulama dan Penulis Rintisan
19 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   356
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5540
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4045