Avatar

Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I

Penulis Kolom

6 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Waktu dan Masa Depan Kita



Senin , 06 Maret 2023



Telah dibaca :  449

Bicara tentang waktu, seringkali kita mendengarkan orang mengatakan bahwa waktu cepat berlalu, waktu terasa singkat, rasanya baru saja menikah eeh sekarang sudah punya anak, tidak terasa anaknya sudah besar. Begitulah yang dirasakan banyak orang, waktu cepat sekali berlalu tanpa terasa. Padahal waktu tak pernah berubah, satu tahun hitungan waktu masih tetap 12 bulan, satu bulan masih tetap rata-rata 30 hari. Lalu mengapa manusia mengatakan waktu itu semakin singkat dan cepat berlalu? Dan apa itu waktu?

Waktu itu tetap, tak berubah, tapi manusialah yang bergerak menjalani waktu, menghabiskannya dengan segala aktivitas, kesibukan, pekerjaan yang dilakukan seringkali melenakan manusia. Berbagai aktivitas yang dilakukan acapkali melalaikan, karena kesibukan bekerja atau mirisnya waktu yang dihabiskan hanya untuk bersenda gurau, ngobrol ngalor ngidul yang gak jelas, banyak hal yang terlupakan dan dilalaikan, bahkan suka tidak suka banyak waktu yang terbuang sia-sia, percuma tanpa memiliki nilai.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, mengartikan waktu adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam ajaran Islam waktu merupakan nikmat anugerah Allah sebagaimana sabda Nabi: “Nikmataani Magbuunun fiihimaa kasiirun minannaasi asshohhatu walfarooghu”. Artinya: “Ada dua kenikmatan yang seringkali manusia lalai memanfaatkannya: kesehayan dan senggangnya waktu (HR. Bukhari, Tarmizi, Ibnu majah dan Ibnu Abbas ra).

Sangat sedikit orang yang bisa memanfaatkan waktu luangnya dengan baik. Kebanyakan orang sering lupa menggunakan waktu luangnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat. Manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya, bisa untuk kita berzikir, membaca Al-Qur’an, Hadis, berdakwah, berbuat baik kepada orang lain, mendidik anak-anak keturunan kita, memberikan ilmu kepada orang yang membutuhkan, menulis dan sebagainya.

Abdurrahman bin Mahdi bercerita tentang gurunya, seorang penghafal hadis yang menjadi teladan Syekhul Islam Hammad bin Salmah, “Seandainya Hammad bin Salmah diberitahu bahwa besuk dia akan mati, maka ia sama sekali tidak mempunyai waktu lagi untuk menambah kegiatannya, karena waktunya sangat padat dengan kegiatan. Oleh karena itu, Allah memanggilnya sewaktu ia sedang sholat sebagai kompensasinya. Imam Majduddin Abul Barakat Ibnu Taimiyah (kakek Syekhul Islam Ibnu Taimiyah) hendak pergi buang air ke tanah lapang, ia berpesan kepada kawanya supaya membaca satu kitab dengan suara yang keras  sehingga dia bisa mendengarnya dari jauh dan tidak ada waktu sedikitpun yang terbuang percuma.

AlHafizh al-Hujjah al-Auhad Ubaid bin Ya’isy al-Kufi, salah seorang guru dari Imam Bukhari dan Muslim pernah berkata tentang dirinya sendiri: Selama tiga puluh tahun, aku tidak pernah makan malam dengan tanganku sendiri. Saudara perempuankulah yang menyuapiku, sedangkan aku sibuk menulis hadis”.

Ibnul Jauzi berpesan kepada anaknya: “Ketahuilah wahai anakku bahwa sesungguhnya satu hari terdiri dari  beberapa jam dan satu jam terdiri dari beberapa tarikan napas. Setiap satu kali tarikan napas merupakan kotak simpanan. Karenanya berhati-hatilah jangan sampai satu kali tarikan napas yang merupakan kotak simpanan itu terlewati percuma tanpa isi suatu apapun, sehingga nanti di akhirat kamu hanya mendapati kotak-kotak simpanan itu kosong tanpa isi dan kamu menyesali diri sendiri.

Perhatiaknlah setiap waktu yang engkau lewati. Lewatilah waktu-waktumu untuk menuju sesuatu yang lebih mulia. Jangan kamu lalaikan dirimu, biasakanlah dirimu melakukan hal-hal yang termulian dan yang terbaik. Kirimlah dulu ke liang kuburmu hal-hal yang akan bisa menyenangkanmu di sana sebelum kamu mendatanginya. (Khalid Abu Shadi).

Waktu akan menyebabkan mala petaka bagi kita apabila waktu itu kita gunakan untuk melakukan transaksi pembelian neraka dengan melakukan kemaksiatan-kemaksiatan dan menjual syurga dengan ganti barang-barang yang bernilai sangat murah. Karena itu banyak orang bilang, : salah satu tanda kebencian Allah terhadap seseorang hamba adalah di saat waktu terbuang percuma. Barang siapa dimurkai oleh Allah, maka ia lupa mengingat Allah dan waktunya banyak terbuang sia-sia”. Menyia-nyiakan waktu akan menyebabkan kita menyesal di hari akhir nanti, menyebabkan kaki kitantergelincir sewaktu melewati shirath dan menyebabkan kita menggigit jari dengan penuh penyesalan di neraka jahannam.

Berhati-hatilah membawa diri. Sesali kelalaian-kelalaian yang telah lewat, dan berjuanglah sekuat tenaga untuk meneladani orang-orang saleh yang biasa memanfaatkan waktunya dengan baik, yakni waktunya penuh dengan aktivitas yang diridhai oleh Allah. Sibukkanlah dirimu dalam setiap hari dengan berbagai kegiatan; sebagai seorang pendidik, penuntut ilmu, penelaah buku, pendengar nasehat, teman yang setia membaca Al-Qur’an, berzikir atau beribadah, kelak semoga kita di tempatkan di syurga-Nya, aamiin.



Penulis : Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Pelukan Cinta Anak Kecil
10 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   76

Apapun Kondisinya, Anak Mu adalah Mutiara Hatimu
09 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   111

Kursi Kosong: Catatan Kecil Yang Mimpi jadi Doktor
26 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   188

Hidup Bukan Tentang CEO Menyamar Gembel
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   340

Haul Mbah Subari; Ulama dan Penulis Rintisan
19 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   356

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5540


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4045