
Hujan sudah reda saat saya sampai di Wisma
Haston. Pak Imam Hakim menemaniku menuju Pelabuhan Roro. Hari ini belum jelas
kapan Kapal Roro berangkat. Sekitar lokasi masuk Pelabuhan, deretan mobil
beragam jenis masih belum bergerak. Loket penjual tiket masih tutup. Ada
seorang bapak paruh baya yang duduk-duduk dibawah loket memberi tahu bahwa
loket baru dibuka jam 16.00 WIB. Saya melihat HP, masih jam 13.35 WIB.
Saya berjalan kaki menuju Roro. Seorang diri.
Hanya hujan dan angin laut yang setia mengiringi langkah ku hingga di bibir Roro.
Namun, Kapal Roro belum ada. Harus menunggu hingga jam 16.00 WIB.
Untuk menghibur diri, saya melihat-lihat Android.
Ada sebuah video yang sangat menghibur. Sebuah pesan moral dari negeri para
mullah, negeri yang berbeda dengan masyarakat kita-Sunni. Mereka adalah Islam Syi’ah yang
sering ada dalam persepsi kita dengan gambaran-gambaran negatif-sebagian mereka
juga melihat negatif kepada kita yang Sunni.
Tapi video ini bisa menjadi cermin
kehidupan tentang makna pengabdian yang tulus dan makna kehidupan yang sejati
di tengah-tengah sebagian orang memburu keindahan dunia. Saya sangat tertarik
menulis isi dari video tersebut, kurang lebih begini isinya:
“Saudara sekalian, anda melihat dalam
berbagai peristiwa terbaru betapa para pemimpin di Iran tinggal di gang kecil,
di rumah sederhana dengan mobil biasa dan kehidupan yang sangat bersahaja. Ilmuwan
nuklir terbesarnya tinggal di gang kecil, di apartemen tingkat 5, dengan
kemauannya sendiri, padahal segala fasilitas ada di tangannya. Panglima IRGC
tinggal di rumah sederhana, dan mobilnya pun sederhana, kepala staf angkatan bersenjata,
kepala proyek rudal Iran Alm.Hajizadeh, semuanya tinggal di tempat-tempat
bersahaya. Televisi menayangkan sejarah hidup mereka, dan fasilitas mereka. Maka
haram hukumnya bagi orang yang mengaku bersama Republik Islam Iran, berada di
garis wilayatul faqih, dan di jalur Islam, tidak menempuh garis-gaya
hidup-yang sama. Pengadaan seremoni, prosesi, istana serta gengsi-gengsian
dalam majelis dan kehidupan sehari-hari, baik untuk diri sendiri maupun anak
dan keluarganya serta orang-orang yang terkait dengannya”.
Dalam kajian literatur klasik-kitab turost,
umat Islam Sunni sebenarnya mempunyai hak paten untuk mempraktekan kehidupan
hidup sebagaimana yang telah diajarkan oleh nabi, sahabat empat dan para
penerus setelahnya. Sunni dalam referensi ilmu dan perilaku lebih kumplit
ketimbang Syi’ah yang hanya bersandar kepada Ali bin Abi Thalib dan jalur
keturunannya yang kemudian dikenal dengan ahlu bait. Namun jiwa ke-zuhud-an
mereka benar-benar sebagai jalan hidup yang sangat mulia. kesederhanaan hidup
dengan mengambil sedikit kebutuhan makan, tempat tinggal dan kendaraan merupakan
replikasi-duplikat- dari kehidupan Ali bin Abi Thalib dan Fatimatu Zahrah.
Para ulama kita, para guru-guru kita sering
menceritakan kisah kesederhanaan hidup keluarga Ali bin Abi Thalib. Sebagai seorang
menantu Rasulullah dan sekaligus Kepala Negara, Ali masih setia mencari kayu
bakar untuk dijual di Pasar. Sebagai seorang Putri Nabi, Fatimah masih setia
mencuci baju dan mengambil air dari sumur sehingga telapak tangannya terkadang kulitnya
mengelupas mengeluarkan darah. Hingga terkadang tangan nya pun tidak bisa untuk
mengangkat air karena perih dan sakit.
Fatimah meminta kepada Ali-suaminya-
menemui orang tuanya-Nabi Muhammad-agar ia berkenan memberi satu atau beberapa
orang untuk menjadi pembantu di keluarganya.
Namun Nabi tidak memberinya seorang atau
beberapa orang pembantu. Nabi memberi mereka berdua suatu yang lebih berharga
dari semua itu, yaitu saat sebelum tidur membaca, Subhanallah,
Alhmadulillah, Allahu Akbar masing-masing 33 kali.
Saya -mungkin juga anda- punya referensi keilmuwan
yang sangat kumplit untuk mengikuti jejak-jejak para shalihin. Bangsa Indonesia
yang mayoritas sunni mempunyai peluang untuk mengikuti lelaku hidup zuhud
sebagaimana yang telah diajarkan oleh generasi keemasan pada masa dulu. namun
kelihatannya, belum berhasil. Kita harus mengakui kalah beberapa langkah oleh
kaum syi’ah yang lebih dahulu mempraktekan hidup zuhud sebagai sumber kekuatan
batin, perasaan, intelektual, dan spiritual.
Bisa jadi kita masih terjebak dalam zuhud
ritual yang tidak sampai pada pengubahan spiritual. Bisa jadi kita sudah
terbiasa menangis saat sholat tajahud atau saat berada di depan Ka’bah. Tapi lagi-lagi
kadang tangisannya bukan seputar kecintaan kepada Allah, tapi kecintaan kepada
ciptaan-Nya. Tangisan doa kadang hanya berkisar pada perbaikan kehidupan
ekonomi, kekayaan, jabatan, karir dan proyek-proyek tambang serta proyek-proyek
hutan.
Mungkin sebagian orang masih memaknai
kezuhudan seperti itu. Seolah-olah tidak butuh harta atau jabatan tapi
sebenarnya sangat mengingingkan dengan balutan-balutan kesholehan penampilan
diri. sehingga efek progresifitas perubahan ilmu dan peradaban mandeg. Justru yang
terjadi adalah lahirnya budaya-budaya jahiliyah baru dalam wujud pengrusakan
alam semesta secara sadis dan membahayakan keselamatan manusia.
Kezuhudan sebenarnya adalah kekosongan hati
dari dunia dan hanya diisi mahabbah kepada Allah swt dan para kekasih-Nya. Para
pelaku zuhud ini mengelola hati laksana sumber energi. Darinya pancaran
ilahiyah yang super kuat yang mampu menggerakan spiritual, intelektual dan
perasaan untuk melahirkan karya-karya terbaik nya. Manusia zuhud tidak pernah lelah
untuk terus berkarya dan berbuat baik demi kemaslahatan agama dan negara serta
bangsa. Para lelaku zuhud terlalu progresif untuk perbaikan-perbaikan peradaban
dan memenuhi hajat orang banyak. Mereka berprinsip “khairunnas anfa’ahum
linnas”-sebaik-baik manusia yang memberi manfaat kepada orang lain”. Prinsip
hidup yang menjadi kekuatan ahli zuhud untuk terus menciptakan inovasi saint
dan teknologi untuk peradaban dan sekaligus keadaban. Semakin maju peradaban
semakin mendekatkan diri kepada Allah swt.
Konsep zuhud seperti ini nampaknya telah
mengilhamkan masyarakat muslim Iran. Satu-satunya negara Islam yang maju dalam
ilmu dan teknologi sejajar dengan negara barat hanya negara Iran-untuk saat
sekarang ini. ia lahir dari konsep zuhud.
Saya kira muslim Sunni seperti Indonesia mempunyai
SDM yang sangat bagus untuk menerapkan konsep zuhud yang demikian sebagaimana muslim
Iran. Jika benar-benar diterapkan, zuhud menjadi ajaran yang sangat dahsyat
sekali dalam merubah suatu peradaban bangsa dan negara Indonesia di masa depan.
Bisakah masyarakat muslim Indonesia menerapkan
lelaku zuhud sebagai energi perubahan. Saya kurang tahu. Tidak usah jauh-jauh, saya
sendiri sehari saja tidak makan sudah marah-marah sama istri dan ngomel-ngomel
sayurnya kurang enak. Saya kelihatannya gagal dalam menerapkan makna zuhud. Masih
materialisme. Saya belum mampu.
Saya tidak bisa menyaingi warga Iran saat
tidak makan sehari, mereka akan mengatakan begini,”Saya malu mengeluh jika
hanya sehari atau dua hari perut tidak diisi oleh makanan. Padahal semua penderitaan
itu tidak sebanding dengan penderitaan Sayidina Husen di Padang Karbala untuk
kemulyaan kami”.
Subhanallah, warga Iran malu untuk makan
lebih kenyang dari fatimatu Zahrah dan Sayidina Husein. Mereka juga malu jika
tidak bisa mempersembahkan umur nya untuk kemulyaan agama dan negara. Sungguh,
makna zuhud yang telah menjadi kekuatan sejati umat Islam Iran-dan seharusnya
umat Islam seluruh dunia wabil khusus Indonesia.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   110
Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146
Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   214
Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291
Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871