Agama merupakan anugerah dari Allah s.w.t untuk umat manusia, agar mereka bisa hidup dengan baik, benar dan terarah sesuai dengan perintah-nya. Tanpa agama, manusia akan mengalami kebingungan untuk mengatur kehidupan yang baik, teratur dan benar. Walaupun manusia bisa mencipakan kehidupan dengan baik dan benar, tapi manusia ketika tidak mendapatkan sinar keimanan maka kebenarannya sangat situasional dan perlu lagi diuji kebenaran-kebenaranya dan apakah memberi manfaat atau tidak dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk dirinya sendiri maupun kepada orang lain.
Artinya :
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang Telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, Karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
Islam perwujudan dari tiga aspek yaitu iman, Islam dan ikhsan. Iman merupakan keyakinan seorang kepada eksistensi Allah s.w.t melalui ucapan, hati, perbuatan dan juga cara berfikir kepada-nya. Orang yang beriman dengan hati berarti tertanam pada hati setiap muslim bahwa Allah menjadi satu-satu nya yang pantas di sembah dan tidak ada selain-nya yang pantas disembah. Itu sebabnya, orang yang menyakini adanya Allah senantiasa khusu dan tenang dalam kondisi apapun, karena hatinya sudah punya kekuatan iman hanya Allah lah tempat kembali dan meminta pertolongan hanya kepada-nya. Islam adalah bukti teoristik yang diwujudkan dalam perilaku dari keimanan seorang muslim. Ketika ada perintah Allah, maka secara spontanitas menjalankan perintah-perintahnya dengan senang hati. Begitu juga ketika ada larangan-larangan Allah, akan melakukan sekuat tenaga untuk meninggalkannya. Dan ikhsan adalah wujud dari cara pandang seorang muslim bahwa semua yang dilakukan senantiasa merasa selalu bersama dengan-nya.
Sumber hukum Islam ada tiga yaitu: al-Qur’an, al-Sunnah/al-Hadist dan ijtihad. Al-Qur’an adalah firman Allah s.w.t. tidak ada manusia yang mengetahui arti sebenarnya dari setiap firman Allah kecuali Allah itu sendiri. Maka datanglah sumber hukum kedua yaitu hadist: ucapan, perbuatan dan ketetapan nabi Muhammad s.a.w. kedua sumber ini juga tidak serta merta bisa dipahami secara utuh tentang ajaran Islam. Manusia mempunyai peluang untuk memahami dengan cara yang berbeda-beda. Akibatnya, baik al-Qur’an dan al-Sunnah membutuhkan panduan dari ahlinya yaitu para mujtahid. Mereka ini yang menggunakan segala kecardasan dan kemampuan intelektualnya untuk menjelaskan makna al-Qur’an dan al-Hadist dalam berbagai aspek kehidupan baik berkaitan dengan ibadah maupun muamalah [kehidupan sosial].
Timbul pertanyaan sebagai berikut:
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2941
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872