
Kalau ada acara bertemu dengan Mas Rozaki (Dr.
Abdur Rozaki, S.Ag, M.Si ) Warek III UIN Sunan Kalijaga pasti guyonan. Happy.
Saking happy nya, kadang lupa kalau lagi efisiensi. Baginya, happy
itu wajib, bukan sunnah, bukan juga makruh apalagi haram. Jadi, meskipun ia harus melewati gelombang efisiensi yang terkadang
membuat nafas nya sediki “ngos-ngosan”, tetap tertawa. Minimal
mentertawakan diri sendiri. Dengan cara seperti itu, ia semakin
mengenal diri sendiri. “ Marah tetap juga efisiensi, bahagia tetap juga
efisiensi, mendingan bahagia”, mungkin itu prinsip hidupnya.
Ilmu guyonan Mas Rozaki benar-benar
menular. Semua di ruangan pertemuan ikut bahagia. Apalagi jika sudah bertemu
dengan Dr. Ruchman Basori ( Mas Ruchman). Kedua mampu menyatukan suasana penuh
persahabatan dan kehangatan. Saking bahagia nya, mungkin mereka pun lupa sama
istri-istrinya. Atau jangan-jangan, mereka orang-orang yang sudah setingkat di
bawah wali. Kata nya, ciri-ciri wali, jika sudah masuk maqam "suami yang tidak takut istri". Sudah kebal. Tapi untuk hal ini saya lupa tanya sama Mas Rozaki dan Mas Ruchman.
Pagi ini setelah rapat panjang-lebar,
ngalor-ngidul, Mas Rozaki sebagai presiden warek 3 melakukan pidato Kenegaraan. Semacam pidato
pertanggungjawaban di depan senator. Sebagai presiden yang
mempunyai titisan ilmu Abu Nawas dan Gus Dur tidak perlu terlalu banyak narasi
tanpa isi. Sing penting ngomong”das, des”.
Semua paham. Eksekusi. Rampung.
Ketua senator pakai peci juga ikut-ikutan
menerapkan ilmu Sinto Gendeng. Pidato singkat. Isinya pertanggungjawaban mas rozaki
diterima 100 persen: “Dengan ini, kami nyatakan saudara Dr. Abdur
Rozaki,S.Ag, M.Si diangkat kembali menjadi presiden warek tiga se-Indonesia”.
Ketok palu, lalu baca fatehah. Kata Mas Ruchman, kalau sudah baca fatehah
berarti sudah sah.
Semua bahagia. 100 persen semua setuju
memilih Mas Rozaki jadi Presiden Warek Tiga. Sungguh luarbiasa. Satu-satunya
pemilihan presiden yang tidak menghabiskan APBN.
Dalam kondisi saat sekarang ini memang forum
warek tiga membutuhkan pimpinan yang bisa memahami kondisi masyarakatnya yang
sedang galau karena beragam kondisi. Kata sebagian orang “kondisi yang tidak
menentu”. Tapi bagi Mas Rozaki semua di dunia ini sudah normal-normal saja.
Jangan takut miskin, jangan takut tidak punya duit. Sebab kebahagiaan tidak
selalu tergantung pada harta benda. “miskin tapi bahagia”. Dan untuk
ilmu seperti ini, Mas Rozaki sudah khatam berkali-kali saat semedi
di Gunung Kidul Yogyakarta.
Setelah Mas Rozaki terpilih jadi presiden,
saya langsung cabut dari ruangan rapat. Ma’lum, saya takut ditunjuk menjadi Menteri
Keuangan. Khawatir saya jadi menteri, slogan berubah menjadi “Miskin kurang
bahagia”.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2943
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872