
Panitia MTQ di grup WA sibuk. Dewan hakim juga sibuk. Mereka
sama-sama sibuk. Namun karena usia nya hampir beti-beti (beda
tipis-beda tipis) kadang tidak ubahnya seperti anak-anak saat sekolah di SD
Inpres zaman Soeharto. Lucu-lucu. Tapi lucunya, mereka tidak bisa melucu di
depan istrinya selucu ketika bertemu teman-temannya. Me-lucu di depan
istrinya ada SOP tersendiri. Jika tidak, ke-lucu-an menjadi tidak lucu.
Apalagi jika istrinya menggunakan SOP
model inteljen, maka harus sangat bijak memilih kalimat agar stabilitas nasional
tetap terjaga dengan baik dan aman.
Setelah saya pikir-pikir “tidak begitu serius”, ternyata menu utama
hidup adalah kelucuan itu sendiri. Apa jadinya jika dunia ini kehilangan
kelucuan. Mungkin sudah kiamat saat delapan hari bumi diciptakan. Untung saja Tuhan
memberi unsur kelucuan kepada manusia, sehingga kiamat tidak jadi-jadi datang.
Padahal sudah sejak kecil informasi kiamat hampir saja terjadi. Dulu tahun 1982-an,
informasi kiamat sudah dekat. Kami takut sekali. Ternyata itu kelaku Pat
Robertson. Paranormal dari AS dan beritanya disebar di masjid, mushola dan
sekolah-sekolah. Semua stress. Memang kerjaan AS membuat negara lain jadi
stress.
Pada tahun 1997 muncul komet Hale-Bopp. Informasinya kiamat sudah
dekat. ini rupanya menginspirasi sebuah sekte bernama Heaven’s Gate atau
Gerbang Langit yang mempercayai dunia akan segera kiamat dan membuat 39
pengikutnya bunuh diri pada 26 Maret 1997. Seorang peramal agung keturunan
Yahudi bernama Michel de Nostrdamme akan terjadi kiamat tahun 1997. Ramalan suku maya, kabarnya,
kiamat tersebut akan terjadi pada 21 Desember 2012
Al-qur’an sebagai firman Tuhan juga telah menceritakan hari kiamat.
Bahasa lain dari nya yaitu hari akhirat. Artinya hari terakhir tanpa batas
waktu. Kebalikan dari akhirat yaitu dunia yang berasal dari kata adna-yudni
atau danu yang artinya dekat. Sebab kehidupan di dunia itu sangat pendek.
Berbeda dengan kehidupan di alam kubur dan akherat. Dunia juga berasal dari
kata al-daniyah artinya kenikmatan, keindahan. Kenyataannya dunia
terlihat indah di pandang oleh mata dan terlihat nikmat dalam persaaan. Namun tidak
semua yang indah dan nikmat di dunia kekal abadi. Sebab ia bersifat fana. Itu sebabnya
dunia juga mempunyai makna sebagai tempat
segala cobaan (al-dunya). Karena kenyataannya, tidak semua orang yang
mendapatkan kebahagiaan dan kenikmatan selalu bahagia. Juga orang yang tidak
mendapatkan fasilitas di dunia dengan mapan terasa menderita. Akhirnya baik
orang yang kaya atau miskin sama-sama mendapatkan ujian atau cobaan dalam
kehidupan dengan wujud yang beragam
Meskipun Al-Qur’an membicarakan akhirat tetapi Al-Qur’an mengajak
hidup di dunia ini penuh dengan riang gembira sebagaimana Q.S. Al-An’am ([6]:32):
“Dan kehidupan di dunia ini tiada lain hanyalah permainan dan sendau gurau”.
Penulis melihat anak-anak kecil dan teringat pada masa itu, kadang ada kakak
yang paling besar mencubit kita, lalu kita menangis. Orang tua dan keluar besar
kita malah tertawa terbahak-bahak melihat tangisan kita saat masih berumur 7
bulanan- atau 1 tahunan. Mereka bahagia melihat tangisan dan kemarahan kita
sebagai bagian dari permainan dan sendau gurau.
Saat kita sudah dewasa dan menikah, hidup pun masih sendau gurau. Ingin
menikah harus dihias, pakai gincu dan dihias sehingga sering disebut “raja dan
ratu sehari”. Lucu. Padahal semua tidak dibutuhkan oleh pengantin. Padahal yang diinginkan oleh kedua penganten
bukan itu. Mereka yang diinginkan oleh penganten adalah sendau gurau saat
berada di kamar; tersenyum, main cubit-cubitan. Sakit tapi tetap tersenyum. Sakit
tapi tidak marah. Sang suami tersenyum dan membisikan kalimat di telinga
isrinya: “hanya dirimu wanita tercantik di dunia”. Istrinya tersenyum, tersipu
malu-malu, sehingga kelaku nya terlihat “halu” luar biasa seperti minum satu
timba Tuak. Tapi…memang begitulah kehidupan. Meskipun kadang berbicara di “luar
nurul”, pasangan kita tetap percaya. Itulah surga. Keindahan di luar jangkauan
alam pikiran kita. Kita telah dilatih untuk berbicara, berbuat dan bertingkah
laku dengan pasangan hidup dan anak-anak untuk tidak selalu rasional, tapi
terkadang lebih pada pendekatan emosional. Tapi mencari titik temu kedua tersebut
agar “klop” membutuhkan proses yang disebut belajar dan terus belajar.
Al-Qur’an tidak melepaskan makna permainan sendau gurau seperti
orang bermain judi. Permainan dan sendau gurau bukan persoalan mengundi nasib. Bukan
seorang wanita bernama Drupadi yang dipertaruhkan oleh para pandawa dalam permainan
dadu. Kata “permainan” dan “sendau gurau” dengan pendekatan qur’ani, yaitu
kemampuan mentertawakan diri sendiri. Orang yang telah mampu mentertawakan diri
sendiri dengan konstruktif berarti telah mengetahui secara jelas jalan hidupnya
dan harus melakukan apa-apa yang seharusnya dilakukannya.
Kata “permainan” adalah suatu wujud aktivitas yang menyita pikiran,
perasaan, tenaga, waktu dan harta. Lihat sepak bola. PSSI harus melakukan transformasi
terbatas, yaitu naturalisasi pemain dan rekonstruksi pelatih. PSSI tahu jika
kedua hal tersebut tidak segera dilakukan, maka permainan menjadi hambar. PSSI belum
bermain di piala dunia, masyarakat Indonesia sudah ma’rifat duluan. “pasti
kalah”, kira-kira itu jawaban netizen.
Apakah permainan perlu dirubah atau tetap statis seperti dulu? Tidak.
Harus berubah. Maka orang-orang seperti Erick Thohir mendatangkan pemain
naturalisasi dan merekrut pelatih seperti Shin Thae-Yong. Tahun 2022 Indonesia
di peringkat 159, pada tahun 2024 naik ke posisi 130. Sebuah loncatan prestasi
yang luarbiasa.
Sebagai sebuah permainan selalu saja ada pro dan kontra. Keberhasilan
PSSI naik kelas menjadi 130 saat sekarang ini tidak serta merta semua melakukan
“standing applause”. Ada caci maki, iri dengki, dan menuduh telah
menjual NKRI. Itulah permainan. Kehidupan sosial yang heterogen saja punya
pandangan yang beragam.
Terlepas dari semua kontroversi tersebut di atas, bahwa sehebat
apapun permainan kita. Bisa jadi telah mencapai puncak kejayaan. Semua tetap
dalam pandangan Allah dilihat sebagai permainan. Dalam pandangan manusia
sebagai kesuksesan. Tuhan mengajak manusia untuk melihat realita hidup, bahwa
karir terhebat yang kita raih bukan harga mati yang akan tetap melekat pada
diri kita. Tuhan memberikan sedikit kemulyaan berupa prestasi atau karir yang
menanjak untuk menjadi pengingat bahwa ada tanggungjawab yang harus
dipertanggungjawabkan baik dalam kontek hablu minallah maupun hablu
minannas.
Makna pertanggungjawaban bahwa Allah menginginkan kepada kita agar
jangan sampai lalai dan hidup dalam “zona nyaman”. Permainan kita harus bisa “melegakan”
atau menjadikan Allah tersenyum. Sehingga saat permainan tersebut berakhir kita
sudah mempersembahkan terbaik dihadapan-Nya.
Dari sini penulis bisa memahami bahwa Allah memperkenalkan Al-Qur’an
agar umat muslim melihat segala aktivitas sebagai wasilah “riang gembira”
meskipun dalam permainannya sering terjadi sedikit gesek-gesekan, nesu-nesu,
emosi, marah dan kadang mungkin tidak tegur sama. Apapun istilahnya Tuhan
melalui nabi nya juga sudah berpesan “Jika ente nesu jangan lebih dari tiga
hari”. Artinya formalistik regulasi sosial harus lebih diutamakan agar
sendau-gurau tetap terlihat “riang, girang” dan “tidak garing”. Sendau
gurau yang lahir dari segala rasa nano-nano tetap harus dikemas dengan
sebaik-baik dengan kemasan bahwa “Kita adalah saudara dalam satu iman dan
satu agama”.
Demikian tadi catatan kecil pada pembukaan MTQ ke-49 Kabupaten
Bengkalis di Kota Duri tahun 2024. Tentu saja MTQ bukan PSSI. Ini terlihat
lebih sakral, dan kostum yang dipakai pun Islami. Subtansinya, tentu hati nurani
kita lebih Islami dari permainan sepakbola yang digawangi oleh PSSI. Apapun namanya,
Tuhan tetap menjadikan semua ini bagian dari permainan yang bisa mengantarkan
kebahagiaan besok di hadapan-Nya.
Hotel Surya Kota Duri, 15 Desember 2024
Penulis : Imam Ghozali
???? Reminder- Transaction №EZ93. LOG IN =>> https
axug9h
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4547
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2944
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872