Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Antara Sepak Bola, Kang Paijo dan Kang Parmin



Selasa , 25 Maret 2025



Telah dibaca :  312

Sepak bola memang telah menggeser kekhusu’an sholat tarawih bagi sebagian jamaah. Alasannya sederhana. Jika sholat tarawih bisa digeser waktunya, Sepakbola tidak bisa. Jika sholat tarawih urusan individu dengan Tuhan, sepak bola urusannya dengan negara dan bangsa.”malam ini, Indonesia harus menang” kata Paijo yang sangat nasionalisme.

Parmin tersenyum sinis. Melihat pertandingan kemaren melawan Australia. Timnas Indonesia keok. Trauma. Ia pesimis. “paling keok lagi” :batinnya.

Ia memang termasuk simpatisan STY. Fans berat. Itu sebabnya, melihat senyum Patrick Kluivert sangat muak. Entah apa sebabnya Parmin benar-benar tidak suka kepadanya. Apa karena ia sering melihat film Spongebob, ada Patrick Star. Ia seekor bintang laut, dengan kepala plontos dan badan gemuk. Murah senyum dan suka main ubur-ubur. Mungkin Parmin akan berpantun begini: “Ubur-ubur ikan lele, bisa juara ?..mimpi lee..”.

Sepak bola selalu saja menghasilkan dua kelompok pro dan kontra. Ada Paijo, ada juga Parmin. Apalagi jika sudah sekala dunia, maka sekecil apapun kesalahan akan mendapat sorotan sangat tajam dari masyarakat.

Dulu STY juga dikritik habis-habisan oleh Tommy Welly atau Bung Towel. Tapi, STY tak ambil pusing. Pelatih berwajah dingin terlihat sangat keras kepala, disiplin dan kerja berdasarkan target yang jelas. Terbukti, ia mampu membawa Timnas Indonesia ke putaran ketiga kualifikasi piala dunia 2026 zona Asia.

Pergantian pelatih timnas dari STY ke Patrick Kluivert bagi masyarakat awam memang menimbulkan beragam pertanyaan yang belum mendapatkan jawaban memuaskan dari PSSI. Pasalnya, keberhasilan STY membawa timnas Indonesia naik sukses   sangat mengagetkan di mata dunia. Tentu  masyarakat pecinta sepak bola berharap sangat besar kepada STY . Namun harapan tersebut pupus. STY diganti oleh Patrick. Lebih menyedihkan lagi,timnas Indonesia dibantai oleh Australia. Padahal saat dipegang oleh STY, timnas Indonesia bisa menahan 0-0 dari timnas Australia.

Saya secara pribadi memang kurang tertarik kepada sepak bola. Saya selalu saja terlambat mendapatkan info tentang pertandingan persiapan piala dunia tersebut. saya malam ini malah tertarik kepada Kang Paijo dan Kang Parmin. Soalnya mereka nonton bareng. Khawatir mereka berkelahi. Untung saja ada Pak Sabar yang umur nya lebih tua dari keduanya. Mereka bertiga sama-sama nonton dengan ekspresi beragam.

Karena saya datang agak terlambat, saya bertanya kepada Pak Sabar: “Bagaimana pak, mana yang menang”?

“Mbuh, ora urus. Aku lagi pusing” Jawab Pak Sabar.

“Pusing Kenapa Pak ?”

“Bojo wadon, karo bocah-bocah podo njaluk baju baru, THR malah urung metu!” Jawab Pak Sabar.

Saya tersenyum, saya kira Indonesia cukup diwakili oleh Kang Paijo yang optimisme dan Kang Parmin yang pesimisme terhadap nasbi timnas Indonesia. kini tambah satu lagi orang yang mewakili masyarakat Indonesia, yaitu menghadapi lebaran bertambah pusing. Gara-gara istrinya ngambek belum dibelikan baju. Wah kalau istri sudah ngambek, jangankan sepak bola, perang dunia ke-III pun tidak peduli.Jika istri sudah dibelikan baju, meskipun perang dunia ke-III meletus, bagi Pak Sabar terasa seperti hari kemerdekaan 17 Agustus 1945.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872