Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Apakah NU telah Menganut Paham Ideologi Transnasional?



Jumat , 03 Februari 2023



Telah dibaca :  317

Bukan NU kalau tidak membuat kejutan. Kalimat ini kelihatan pantas sebagai pembuka untuk menulis tentang organisasi tradisional yang mulai melebarkan sayapnya menjadi transnasional. Jika para peneliti politik berbicara perkembangan ideologi, ketika mendengar ideologi transnasional maka dengan cepat menangkap bahwa itu adalah Hizbut Tahrir yang pendirinya bernama Syeikh Taqiyudin Al-Nabhani. Di Indonesia menggunakan nama Hizbut Tahrir Indonesia [HTI] yang sudah menjadi organisasi terlarang di Indonesia.

Mengapa NU juga disebut sebagai ideologi transnasional, apakah sama dengan Hizbut Tahrir?. Jika merujuk identitas NU, maka akan berbicara tentang Khittah yaitu landasan berfikir, bersikap dan bertindak warga Nahdlatul Ulama yang harus dicerminkan dalam tingkah-laku perseorangan maupun organisasi serta dalam setiap pengambilan keputusan. Jika merujuk pada Khittah 1926, NU merupakan gerakan keagamaan yang bertujuan untuk ikut membangun dan mengembangkan insan dan masyarakat yang bertakwa kepada Allah s.w.t, cerdas, terampil, berakhlak mulia, tentram, adil dan sejahtera. Organisasi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: bersikap tawasuth dan i’tidal yaitu sikap tengah yang berintikan kepada prinsip hidup yang menjunjung tinggi keharusan berlaku adil dan lurus di tengah-tengah kehidupan bersama. Kedua sikap tasamuh. Sikap toleran terhadap perbedaan pandangan baik dalam masalah keagamaan, terutama hal-hal yang bersifat furu’ atau menjadi masalah khilafiyah, serta dalam masalah kemasyarakatan dan kebudayaan. Ketiga, tawazun. Sikap seimbang dalam berkhidmah kepada sesama manusia serta kepada lingkungan kehidupannya. Keempat, amar ma’ruf nahi munkar. Selalu memiliki kepekaan untuk mendorong perbuatan yang baik, berguna dan bermanfaat bagi kehidupan bersama; serta menolak dan menegah semua hal yang dapat menjerumuskan dan merendahkan nilai-nilai kehidupan.

Sedangkan Hizbut Tahrir adalah organisasi gerakan politik. Organisasi yang didirikan oleh Taqiyudin Al-Nabhani di Yerusalem pada 1953. Sebagai gerakan ideologi transnasional, Hizbut Tahrir telah melakukan gerakan politik bawah tanah di belahan dunia seperti di Kawasan Timur Tengah, Asia Tengah, Asia Tenggara Hingga Eropa dan Australia. Gerakan-gerakan politik yang ingin menyatukan seluruh daratan dunia menjadi satu kekuatan Negara Islam tunggal telah melakukan berbagai ujicoba. Namun pada saat yang sama, gerakan-gerakan ini mendapat perlawanan dari setiap Negara. Bahkan kemudian hari menjadi gerakan politik yang dilarang oleh Negara-Negara tersebut. Namun demikian, militansi gerakan politik bawah tanah ini terorganisasi secara rapi dan mampu menggerakan politik sekala internasional. Gerakan-gerakan politik seperti ISIS walaupun tidak mengatasnamakan dari gerakan Hizbut Tahrir, mempunyai pola yang sama, yaitu ingin mendirikan Khilafah Islamiyah. Pemberontakan ISIS di Suriah pada tahun 2019 melibatkan kader dari Negara-negara di Dunia. bahkan ratusan warga Indonesia yang berangkat ke Suriah bergabung dengan ISIS dan menyerang pemerintah Suriah yang sah. Gerakan-gerakan politik seperti ini adalah gerakan politik transnasional yang mempunyai cita-cita sama yaitu tegaknya khilafah di dunia. namun varian-varian organisasinya bermacam-macam nama dan pemimpinnya.

Jadi ada perbedaan. Penulis bisa menilai bahwa ideologi transnasional NU adalah ideologi yang lahir dari khittah 1926 yaitu merawat eksistensi peradaban dunia melalui dakwah Islam model Ahlusunnah Wal Jama’ah. Sebagai gerakan keagamaan yang mempunyai tugas untuk menegakan amar ma’ruf, NU senantiasa menyerukan keseluruh dunia untuk menebarkan kebaikan terhadap para pemimpin dunia untuk saling menghargai hak-hak asasi manusia yang diberikan oleh Allah s.w.t. tidak boleh ada suatu bangsa dan Negara tertentu melakukan imperialisme terhadap Negara dan bangsa lain dengan alasan apapun. Sebab setiap bangsa mempunyai hak untuk merdeka sebagai anugerah yang diberikan oleh Allah .s.w.t. melakukan imperialisme, berarti melawan ketentuan-nya. itu sebabnya, NU harus berdakwah ke seluruh Negara di dunia untuk menegakan amar ma’ruf. Selain itu, NU mempunyai kewajiban mencegah kemungkaran atau nahi munkar. Sebagai gerakan keagamaan, organisasi NU secara aktif menyuarakan pembelaan terhadap masyarakat tertindas dan mengecam terhadap siapapun yang melakukan intimidasi, imperialisme atas nama apapun termasuk atas nama agama. Sebab secara fitrah agama senantiasa mengajarkan kebaikan. Itu sebabnya ketika ada sekelompok melakukan gerakan kegamaan dengan melakukan tindakan yang merendahkan agama, maka gerakan ini sebenarnya telah melakukan politisasi agama.

Cita-cita Hizbut Tahrir sebagai ideologi transnasional untuk meraih kekuasaan. Sehingga Ia punya potensi melakukan kekerasan terhadap kelompok-kelompok yang berbeda dengannya, bahkan punya potensi besar melakukan perlawanan terhadap Negara-Negara yang tidak sependapat dengan-nya. Sedangkan NU sebagai gerakan keagamaan masih mengakui kemerdekaan dan kemandirian setiap Negara-negara di dunia dengan mengajak untuk hidup damai dan saling-menghormati dalam keberagaman. Jadi ideologi transnasional NU bukan pada pengertian politik praktis, tapi pada pengertian peradaban. Mungkin ini yang dimaksud oleh KH. Yahya Cholil Staquf bahwa NU mempunyai cita-cita besar, yaitu merawat jagat membangun peradaban. Wallahu a’lam.

 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1062

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   630

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884