Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Arti Sebuah Persahabatan



Senin , 06 Maret 2023



Telah dibaca :  328

Jam 10.30 WIB saya sudah di Pelabuhan. Karena kapal Dumai Line yang dari Batam belum kelihatan, Saya pun minum kopi dulu di Kedai milik almarhum h.Sugeng. selesai ngopi, saya ketemu sahabat saya, Mas Sas. Dulu sama-sama mengabdi di Aliyah MAS Al-Khairiyah(sekarang sudah menjadi MAN 2 Kabupaten Kepulauan Meranti). Ketika berjabat tangan denganya, ada saudaranya berjabat tangan dengan ku juga.”Pak Imam ya?’, katanya nya. Saya pun mengiyakan. Dia menceritakan pernah ketemu di Bengkalis saat menjemput Kiai Mungidan. Namanya pak Muhdi. Saya baru ingat. Dua kali bertemu tapi sudah merasa seperti keluarga dekat. Tapi kadang ada keluarga dekat terasa jauh. Pernahkah anda merasakan demikian?

Kata sahabat berasal dari bahasa Arab ( الصحابة), yang dalam bahasa Inggris, “ Friends” yang mempunyai arti sekumpulan kawan yang terlibat dalam kebersamaan, saling mendukung, dan memiliki keakraban. Pengertian ini bersifat umum. Siapapun yang mempunyai teman, dan apapun statusnya, ketika memenuhi unsur tersebut, maka teman anda disebut sahabat. Jadi ada sahabat berdasarkan kesamaan status; sama-sama dosen, sama-sama pejabat pajak, sama-sama menteri, sama-sama ustadz dan lain-lain. ada juga sahabat terbentuk dari lintas status sosial; ada pejabat dan ada rakyat biasa, pengurus organisasi keagamaan dan lain-lain. walaupun ada perbedaan, mereka bisa berkumpul menjadi satu dan perbedaan tersebut saling mendukung, terlibat dalam kebersamaan dalam suka dan duka, serta memiliki keakraban, maka sudah bisa disebut sahabat. Maka ketika kita kumpul dan ingin berkelahi itu bukan sahabat, tapi kerumuman atau perkumpulan kepentingan. Jika sama-sama ada kepentingan, bisa berjalan bersama. Tapi berbeda kepentingan terjadi saling sikut-sikutan. Idealnya memang ada perkumpulan tapi juga terbangun persahabatan. Ini sangat baik agar perkumpulan tersebut menjadi sehat dan bersinergi. Jika tidak maka perkumpulan berubah menjadi regulasi robot atau mesin; bergerak tanpa ada rasa kemanusiaan.

Kata sahabat semakin popular dan kemudian hari makna nya menjadi menyempit saat datang agama Islam. Saat dakwah Nabi, hanya ada dua golongan; Islam dan non-Islam. Orang-orang yang masuk Islam pada saat nabi masih hidup disebut sahabat. Apakah dia hidup dan bertemu nabi, atau tidak bertemu dengannya. Sepanjang masuk Islam pada masa hidupnya, maka disebut sahabat. Itu makna dari salah satu definisi sahabat nabi.

Dari sini ada penekanan yang sangat penting, bahwa sahabat tidak sebatas pada persoalan fisik, tapi juga psikis atau spiritual. Bahkan kedudukan spiritual sangat penting untuk mendapatkan kedudukan sebagai seorang sahabat atau bisa disebut sahabat. Para kaum kafirin yang tiap hari bertemu Nabi dan tidak beriman kepadanya tidak bisa disebut sahabat. Orang Badui yang jauh dari kota dan menyatakan diri masuk Islam, dan tidak pernah perjumpa sekalipun dengan nabi, tapi hidup sezaman dengannya, tetap disebut sahabat.

Dari definisi-definisi sahabat di atas,  ada kata kunci yang sangat penting dari makna sahabat yang tidak bisa dihilangkan yaitu terbangunnya hubungan batin yang sangat baik. Hubungan batin adalah komunikasi atas dasar cinta dan saling pengertian. Kita mungkin baru sekali bertemu, dan sebatas ngobrol ngalor-ngidul, namun sudah merasa nyaman dan cocok. Ini sudah indikasi benih-benih persahabatan terbangun secara alamiah. Ada kehangatan, pengertian yang tumbuh dan ada take and give atau hubungan timbal-balik yang produktif dan positif. Itu sebabnya, apapun persoalannya semua bisa diselesaikan dengan baik, “Ringan sama dijinjing, berat sama-sama dijunjung”.

Persahabat juga bicara soal rasa dan kemanusiaan. Persahabatan bukan berarti sebatas paduan suara yang semua harus berbicara “DO” padahal harusnya “RE” atau “MI”. Persahabat berisi ruang-ruang diskusi yang kadang tidak lepas adanya egoisme, kemarahan, dan sejenisnya. Namun sepanas apapun diskusi, mereka sama-sama menyadari bahwa makna persahabatan bukan Bara Api, tapi Lautan yang tidak bertepi. Sepanas apapun akan mudah mendingin ketika berada di Lautan Cinta. Namun sebaliknya, jika tidak terbangun persahabatan, sekecil apapun Api di ujung putung rokok, bisa membakar seluruh isi ruangan. Bahkan bisa lebih luas lagi.

Sebagai penutup, ada sebuah cerita. Dalam suatu pertempuran ada beberapa sahabat yang masih hidup dan terluka berat. Letih dan haus pun tidak terelakan lagi. Salah satu prajurit masih mempunyai sedikit persediaan air dan ingin meminumnya. Namun saat ingin meminum, dia melihat sahabatnya juga sedang kehausan. Dia pun tidak jadi minum dan memberikan air minum nya ke sahabat sebelahnya. Namun apa yang terjadi? Sahabat sebelahnya pun tidak mau minum karena melihat sahabat sebelahnya kehausan. Maka air minum hadiah dari temanya diberikan ke teman sebelahnya. Begitu terus dan tidak mau minum karena sangat mencintai sahabat-sahabatnya. Akhirnya ketiga-tiga nya meninggal dunia dalam keadaan air tidak masuk ke dalam kerongkongan mereka.

Subhanalloh, persahabatan sejati memang sangat sulit sekali. Namun saya senantiasa berharap dan berdoa semoga saya mendapatkan keberkahan hadir orang-orang yang dekat denganku adalah para sahabat yang senantiasa hadirnya memberikan nilai-nilai positif, mendekatkan diri kepada Allah dan semakin nikmat dalam beribadah dan beramal sholeh. Amin.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884