
Jam 10.30 WIB saya sudah di Pelabuhan. Karena
kapal Dumai Line yang dari Batam belum kelihatan, Saya pun minum kopi dulu di Kedai
milik almarhum h.Sugeng. selesai ngopi, saya ketemu sahabat saya, Mas Sas. Dulu
sama-sama mengabdi di Aliyah MAS Al-Khairiyah(sekarang sudah menjadi MAN 2
Kabupaten Kepulauan Meranti). Ketika berjabat tangan denganya, ada saudaranya berjabat
tangan dengan ku juga.”Pak Imam ya?’, katanya nya. Saya pun mengiyakan. Dia menceritakan
pernah ketemu di Bengkalis saat menjemput Kiai Mungidan. Namanya pak Muhdi. Saya
baru ingat. Dua kali bertemu tapi sudah merasa seperti keluarga dekat. Tapi kadang
ada keluarga dekat terasa jauh. Pernahkah anda merasakan demikian?
Kata sahabat berasal dari bahasa Arab ( الصحابة), yang dalam bahasa Inggris, “ Friends”
yang mempunyai arti sekumpulan kawan yang terlibat dalam kebersamaan, saling
mendukung, dan memiliki keakraban. Pengertian ini bersifat umum. Siapapun yang
mempunyai teman, dan apapun statusnya, ketika memenuhi unsur tersebut, maka
teman anda disebut sahabat. Jadi ada sahabat berdasarkan kesamaan status;
sama-sama dosen, sama-sama pejabat pajak, sama-sama menteri, sama-sama ustadz
dan lain-lain. ada juga sahabat terbentuk dari lintas status sosial; ada
pejabat dan ada rakyat biasa, pengurus organisasi keagamaan dan lain-lain.
walaupun ada perbedaan, mereka bisa berkumpul menjadi satu dan perbedaan tersebut
saling mendukung, terlibat dalam kebersamaan dalam suka dan duka, serta
memiliki keakraban, maka sudah bisa disebut sahabat. Maka ketika kita kumpul
dan ingin berkelahi itu bukan sahabat, tapi kerumuman atau perkumpulan
kepentingan. Jika sama-sama ada kepentingan, bisa berjalan bersama. Tapi berbeda
kepentingan terjadi saling sikut-sikutan. Idealnya memang ada perkumpulan tapi
juga terbangun persahabatan. Ini sangat baik agar perkumpulan tersebut menjadi
sehat dan bersinergi. Jika tidak maka perkumpulan berubah menjadi regulasi
robot atau mesin; bergerak tanpa ada rasa kemanusiaan.
Kata sahabat semakin popular dan kemudian hari
makna nya menjadi menyempit saat datang agama Islam. Saat dakwah Nabi, hanya
ada dua golongan; Islam dan non-Islam. Orang-orang yang masuk Islam pada saat
nabi masih hidup disebut sahabat. Apakah dia hidup dan bertemu nabi, atau tidak
bertemu dengannya. Sepanjang masuk Islam pada masa hidupnya, maka disebut
sahabat. Itu makna dari salah satu definisi sahabat nabi.
Dari sini ada penekanan yang sangat
penting, bahwa sahabat tidak sebatas pada persoalan fisik, tapi juga psikis
atau spiritual. Bahkan kedudukan spiritual sangat penting untuk mendapatkan
kedudukan sebagai seorang sahabat atau bisa disebut sahabat. Para kaum kafirin
yang tiap hari bertemu Nabi dan tidak beriman kepadanya tidak bisa disebut
sahabat. Orang Badui yang jauh dari kota dan menyatakan diri masuk Islam, dan
tidak pernah perjumpa sekalipun dengan nabi, tapi hidup sezaman dengannya,
tetap disebut sahabat.
Dari definisi-definisi sahabat di atas, ada kata kunci yang sangat penting dari makna
sahabat yang tidak bisa dihilangkan yaitu terbangunnya hubungan batin yang
sangat baik. Hubungan batin adalah komunikasi atas dasar cinta dan saling
pengertian. Kita mungkin baru sekali bertemu, dan sebatas ngobrol
ngalor-ngidul, namun sudah merasa nyaman dan cocok. Ini sudah indikasi
benih-benih persahabatan terbangun secara alamiah. Ada kehangatan, pengertian
yang tumbuh dan ada take and give atau hubungan timbal-balik yang
produktif dan positif. Itu sebabnya, apapun persoalannya semua bisa
diselesaikan dengan baik, “Ringan sama dijinjing, berat sama-sama dijunjung”.
Persahabat juga bicara soal rasa dan
kemanusiaan. Persahabatan bukan berarti sebatas paduan suara yang semua harus
berbicara “DO” padahal harusnya “RE” atau “MI”. Persahabat berisi ruang-ruang
diskusi yang kadang tidak lepas adanya egoisme, kemarahan, dan sejenisnya. Namun
sepanas apapun diskusi, mereka sama-sama menyadari bahwa makna persahabatan
bukan Bara Api, tapi Lautan yang tidak bertepi. Sepanas apapun akan mudah
mendingin ketika berada di Lautan Cinta. Namun sebaliknya, jika tidak terbangun
persahabatan, sekecil apapun Api di ujung putung rokok, bisa membakar seluruh
isi ruangan. Bahkan bisa lebih luas lagi.
Sebagai penutup, ada sebuah cerita. Dalam
suatu pertempuran ada beberapa sahabat yang masih hidup dan terluka berat. Letih
dan haus pun tidak terelakan lagi. Salah satu prajurit masih mempunyai sedikit
persediaan air dan ingin meminumnya. Namun saat ingin meminum, dia melihat
sahabatnya juga sedang kehausan. Dia pun tidak jadi minum dan memberikan air
minum nya ke sahabat sebelahnya. Namun apa yang terjadi? Sahabat sebelahnya pun
tidak mau minum karena melihat sahabat sebelahnya kehausan. Maka air minum
hadiah dari temanya diberikan ke teman sebelahnya. Begitu terus dan tidak mau
minum karena sangat mencintai sahabat-sahabatnya. Akhirnya ketiga-tiga nya
meninggal dunia dalam keadaan air tidak masuk ke dalam kerongkongan mereka.
Subhanalloh, persahabatan sejati memang
sangat sulit sekali. Namun saya senantiasa berharap dan berdoa semoga saya
mendapatkan keberkahan hadir orang-orang yang dekat denganku adalah para
sahabat yang senantiasa hadirnya memberikan nilai-nilai positif, mendekatkan
diri kepada Allah dan semakin nikmat dalam beribadah dan beramal sholeh. Amin.
Penulis : Imam Ghozali
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3578
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2982
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884