
Sebagai pembuka tulisan saya berdoa, “Semoga Allah senantiasa
menganugerahkan cinta yang tulus kepada-Nya dan hamba-hamba-Nya. Semoga di
penghujung tahun 2024, kita semua semakin mencintai-Nya dan mencintai sang kekasih
teragung Nabi Muhammad SAW”, amin.
Kadang ada seseorang bertanya kepadaku: “Kenapa anda terus
menulis?”. Saya sendiri juga kadang berkata demikian dalam hati. Apa sih
manfaat tulisanku. Saya sendiri bingung. Saya sendiri belum begitu memahami
makna subyek, predikat, obyek, dan keterangan. Bagiku Pelajaran Bahasa
Indonesia adalah Pelajaran bahasa tersulit di dunia. Saya tiap hari selalu
bicara Bahasa Indonesia. Jika ada ulangan bahasa, dan ada dua bahasa yang
diujikan: Arab dan Indonesia. Maka bisa dipastikan nilai bahasa Arab jauh lebih
besar dari bahasa Indonesia. Padahal saya tidak bisa berbahasa Arab secara
aktif, dan saya sangat aktif berbahasa Indonesia.
Dalam Bahasa Indonesia tidak perlu anda mengenal istilah “fiil
madhi”, “fiil mudhore”, “fiil amar”, “fiil nahi”, “fail”, “maf’ul”, “maf’ul
bieh”, “isim makan” dan “isim zaman”. Jika anda yang belum pernah belajar
bahasa arab, maka akan terlihat jlimet. Jika ingin mendalami silahkan
baca buku “Alfiyah Ibn Malik” yang terdiri dari 1001 syair. Padahal alfiyah
artinya seribut, tapi ternyata lebih satu.
Dari Pelajaran Bahasa Indonesia dan arab tersebut di atas, saya
mulai berfikir tentang arti kehidupan. Bisakah Bahasa Indonesia ku jelek, tapi
bisa memberi manfaat banyak orang. Bisakah nilai Bahasa ku saat masih ditingkat
dasar sampai perguruan tinggi nilai nya di bawah standar, tapi bisa keberkahan lebih
besar daripada sebatas nilai di buku dan raport?.
Dulu saya minder. Ingin menulis seperti ahli bahasa tidak bisa. Dulu
saya minder ingin menulis seperti para pujangga apalagi, sangat tidak mungkin. Dulu
saya minder ingin membuat sastra seperti Khairil Anwar, atau menguliti kata
sampai pada netron dan proton seperti Sutardji Calzoum Bachri jelas “babarblas”
tidak mungkin.
Saya termenung. Hati berkata: “Betapa sedih saat diri ini tidak
memberi manfaat”. Sedih sekali. Jangan kan untuk orang lain, untuk diri
sendiri belum bisa. Saya pun ingat dawuh ayahandu allahuyarham K.H.R. Munajat (sering
dipanggil Mbah Mun) kurang lebih begini: “Selalu berbuat baik kepada
siapapun, meskipun ia membencimu”. Apa artinya? Orang tua ku mengajarkan
makna cinta yang tulus kepada alam semesta. Siapapun dan apapun latarbelakang
mereka. Hingga kadang orang tua ku ditipu, ia tetap tersenyum dan berkata: “Ora
opo-opo, itu jalan rezeki dia”.
Semakin bertambah umur semakin bertambah referensi. Ada banyak buku
bahkan juga film-film yang sangat menekankan arti penting cinta. Jika anda
pernah melihat film Panda Kungfu
Saya dan anda telah membaca kalam-kalam hikmah di atas. Penulis sendiri
memahami bahwa kalimat terindah memang lahir dari latihan secara terus-menerus
melalui aturan-aturan kebahasaan yang benar. Namun saat berbicara tentang
cinta, kalimat terindah lahir dari luapan cinta yang dalam karena ada rasa
sangat menyayangi orang-orang yang dicintai. Mungkin anda akan melihat sangat
absur atau tidak jelas susunannya. Semua bisa diurai dengan baik. Semua bisa
dijawab dengan baik. Semua bisa diterjemahkan dengan baik, bahkan semua bisa
direnungi dan dipraktekan dengan sangat baik saat anda menulis, berkata, dan
berbuat karena atas dasar cinta kepada sesama manusia dan alam semesta ini. Karena
bahasa cinta adalah bahasa yang diajarkan oleh Tuhan melalui kalimat “ar-rahman
dan ar-rahim”. Kita telah diajarkan mencintai setulus hati kepada seluruh
makhluk Allah sebagaimana Allah terus memberi kepada mereka. Dan kita juga
diajarkan bahwa pada level khusus kita juga diajarkan untuk saling menebarkankan
cinta kepada sesama muslim sebab mereka adalah saudara-saudara mu besok dihadapan
Allah SWT di Surga.
Dan tulisan ini adalah jalan untuk belajar mengenal cinta kepada
seluruh alam semesta. Semoga keberkahan mencintai alam semesta menjadi asbab
kita dicintai oleh Allah SWT. Amin.
Penulis : Imam Ghozali
Imam hakim
Masya allaah...mencintai semoga senantiasa dicintai....
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2942
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872