
Handphone berdering, ternyata Dr. Jarir
Waket 1 bidang akademik menelpon,”Mas, ayo turun ke bawah, wakil bupati mau
datang ke STAIN Bengkalis”. Janjian dengan Ketua Kosma Prodi HTN jam 08.00WIB
pun tertunda lagi. STAIN kedatangan tamu Wakil Bupati Bengkalis. Bagiku tamu
mendatangkan rahmat, paling tidak pertemuan ini sudah dicatat bagian dari
silaturahim. Sabda Nabi, “Silaturahim memperpanjang umur dan memperluas
rezeki”.
Saya secara pribadi sudah mengenalnya cukup lama. Tahun 2006 saya pernah ke rumah nya, tapi ia lupa. Saya semakin putus komunikasi saat dia semakin sibuk menjadi anggota DPR Kabupaten dan Provinsi, dan kemudian menjadi wakil bupati saat sekarang ini. Dulu sering ketemu karena kegiatannya belum sepadat sekarang ini. Tapi saya secara pribadi masih sering juga membaca tulisan-tulisannya di Riau Pos. Sebelum terjun ke dunia politik, Mas Bagus Santoso mengawali karir sebagai Wartawan Riau Pos bersama Mas Jarir.

“Mas wakil, jenengan kok awet muda” kata ku kepada nya. Ia pun tertawa
terbahak-bahak. Ia “ndebleg” (menepuk penuh persahabatan) punggungku. Kami
“guyonan” laksana sahabat karib. Saya sendiri sebenarnya agak sedikit segan
ketika ia bersikap begitu akrab. Ma’lum ia adalah pejabat yang sangat diikat
oleh protokoler. Tapi memang demikian watak Wakil Bupati Bengkalis yang mudah
akrab dengan siapa saja. Watak egaliter, mudah bergaul dengan siapa
saja. Jadi, pembawaan jiwa wartawan
masih terlihat kental pada dirinya.
“Berapa anggaran hibah Masjid STAIN tahun
ini?” tanya wakil
bupati kepada salah satu pejabat terkait. Informasi dari Pak Erdila Sekertaris
Dinas Pekerjaan Umum sebesar 4 milyar. Perkiraan atap dan lantai masjid (belum
keramik) sudah selesai perkiraan bulan oktober 2024. Dinas Perkim pun sudah ada
“aba-aba” akan membantu stain. Semoga terealisasi.
“Bu Dian, bagaimana MoU dengan STAIN Bengkalis”
tanya wakil bupati. Ia menjelaskan bahwa berkas sudah ada di meja bupati. Setelah
ada penjelasan dari Ibu Dian bagian kabag kerjasama, Mas Bagus Santoso pun
meminta agar berkas nya diberikan kepadanya melalui wa.
“Semoga saja Jembatan Bengkalis Pakning terealisasi, mohon doa ketua dan seluruh civitas akademik” pinta wakil bupati bengkalis. Kami pun mengangguk dan mengamini cita-cita besar tersebut.

Jembatan Bengkalis-Pakning bisa jadi
seperti Jembatan Suramadu yang menghubungkan antara Surabaya dan Madura. Jika
terealisasi, Jembatan Bengkalis-pakning akan memberi konstribusi positif
terhadap pemda dan masyarakat. Pertama, dilihat dari aspek pembangunan. Biaya operasional
penggunaan kapal laut bisa dikurangi dan sebagian bisa dialihkan kepada hal-hal
yang lebih urgen seperti perbaikan akses jalan-jalan di wilayah-wilayah terpencil
yang masih ada di Bengkalis. Sehingga pemerataan pembangunan akan lebih semakin
terealisasikan oleh Pemda Bengkalis. Kedua aspek ekonomi. Di daerah kepuluan
salah satu penyebab tinggi kebutuhan pokok masyarakat adalah faktor sulitnya
transportasi. Ketika, penulis ke Sumbar, Jakarta, atau Jawa, harga makanan yang
berada di pinggir jalan atau warteg-warteg sangat terjangkau oleh mahasiswa atau
masyarakat dan para pekerja di berbagai sektor. Penulis pernah bertemu mahasiswa
Riau di Yogyakarta. ketika saya bertanya kepadanya tentang biaya hidup di Yogyakarta,
salah satu ucapan yang sering di dengar oleh ku adalah biaya hidup murah. Fakta
tersebut menjadi salah satu daya Tarik masyarakat untuk melakukan aktivitas
pendidikan, bisnis, dan juga kegiatan-kegiatan lainnya. Ketiga, masa depan Bengkalis
sebenarnya adalah masa depan pendidikan. Dua puluh atau tiga puluh tahun dan
seterusnya, Bengkalis mungkin sudah lagi disebut sebagai kota penghasil Sumber
Daya Alam (SDA). Minyak bumi semakin berkurang, begitu juga SDA sejenisnya. Maka
perkebunan, pertanian ,perikanan dan perdagangan menjadi pilihan yang sangat
memungkin untuk terus dikembangkan menjadi ikon Bengkalis di masa mendatang. Salah
satu yang perlu dikembangkan adalah Bengkalis sebagai kota pendidikan. Untuk menuju
target tersebut, salah satu yang perlu digesa oleh Pemda adalah perbaikan
infrastruktur termasuk terealisasinya Pembangunan Jembatang-Pakning. Jika ini
terealisasi, biaya biaya pendidikan bisa lebih terjangkau bagi masyarakat
bengkalis dan kabupaten-kabupaten sekitarnya.
Penulis tidak tahu berapa biaya pembuatan
jembatan tersebut. Tentu sangat besar. informasinya menghabiskan biaya sebesar
7 trilyun. Salah satu yang bisa dilakukan oleh Pemda Bengkalis yaitu sharing
budget atau gotong royong Pemda Bengkalis, Pemprov Riau dan Pemerintah
Pusat. Saya kira, langkah ini bisa meringankan semua pihak dan tidak mengganggu
terhadap penggunaan anggaran lain.
Sebagai penutup, penulis berdoa semoga harapan
besar cita-cita Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis mempunyai Jembatan
Bengkalis-Pakning bisa terealisasi dan membawa kemaslahatan yang lebih luas
untuk masyarakat.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13563
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3571
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876