Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Bagus Santoso “ndebleg” Punggungku



Senin , 06 Mei 2024



Telah dibaca :  242

Handphone berdering, ternyata Dr. Jarir Waket 1 bidang akademik menelpon,”Mas, ayo turun ke bawah, wakil bupati mau datang ke STAIN Bengkalis”. Janjian dengan Ketua Kosma Prodi HTN jam 08.00WIB pun tertunda lagi. STAIN kedatangan tamu Wakil Bupati Bengkalis. Bagiku tamu mendatangkan rahmat, paling tidak pertemuan ini sudah dicatat bagian dari silaturahim. Sabda Nabi, “Silaturahim memperpanjang umur dan memperluas rezeki”.

Saya secara pribadi sudah mengenalnya cukup lama. Tahun 2006 saya pernah ke rumah nya, tapi ia lupa. Saya semakin putus komunikasi saat dia semakin sibuk menjadi anggota DPR Kabupaten dan Provinsi, dan kemudian menjadi wakil bupati saat sekarang ini. Dulu sering ketemu karena kegiatannya belum sepadat sekarang ini. Tapi saya secara pribadi masih sering juga membaca tulisan-tulisannya di Riau Pos. Sebelum terjun ke dunia politik, Mas Bagus Santoso mengawali karir sebagai Wartawan Riau Pos bersama Mas Jarir.


“Mas wakil, jenengan kok awet muda” kata ku kepada nya. Ia pun tertawa terbahak-bahak. Ia “ndebleg” (menepuk penuh persahabatan) punggungku. Kami “guyonan” laksana sahabat karib. Saya sendiri sebenarnya agak sedikit segan ketika ia bersikap begitu akrab. Ma’lum ia adalah pejabat yang sangat diikat oleh protokoler. Tapi memang demikian watak Wakil Bupati Bengkalis yang mudah akrab dengan siapa saja. Watak egaliter, mudah bergaul dengan siapa saja. Jadi, pembawaan  jiwa wartawan masih terlihat kental pada dirinya.

“Berapa anggaran hibah Masjid STAIN tahun ini?” tanya wakil bupati kepada salah satu pejabat terkait. Informasi dari Pak Erdila Sekertaris Dinas Pekerjaan Umum sebesar 4 milyar. Perkiraan atap dan lantai masjid (belum keramik) sudah selesai perkiraan bulan oktober 2024. Dinas Perkim pun sudah ada “aba-aba” akan membantu stain. Semoga terealisasi.

Bu Dian, bagaimana MoU dengan STAIN Bengkalis” tanya wakil bupati. Ia menjelaskan bahwa berkas sudah ada di meja bupati. Setelah ada penjelasan dari Ibu Dian bagian kabag kerjasama, Mas Bagus Santoso pun meminta agar berkas nya diberikan kepadanya melalui wa.

“Semoga saja Jembatan Bengkalis Pakning terealisasi, mohon doa ketua dan seluruh civitas akademik” pinta wakil bupati bengkalis. Kami pun mengangguk dan mengamini cita-cita besar tersebut.


Jembatan Bengkalis-Pakning bisa jadi seperti Jembatan Suramadu yang menghubungkan antara Surabaya dan Madura. Jika terealisasi, Jembatan Bengkalis-pakning akan memberi konstribusi positif terhadap pemda dan masyarakat. Pertama, dilihat dari aspek pembangunan. Biaya operasional penggunaan kapal laut bisa dikurangi dan sebagian bisa dialihkan kepada hal-hal yang lebih urgen seperti perbaikan akses jalan-jalan di wilayah-wilayah terpencil yang masih ada di Bengkalis. Sehingga pemerataan pembangunan akan lebih semakin terealisasikan oleh Pemda Bengkalis. Kedua aspek ekonomi. Di daerah kepuluan salah satu penyebab tinggi kebutuhan pokok masyarakat adalah faktor sulitnya transportasi. Ketika, penulis ke Sumbar, Jakarta, atau Jawa, harga makanan yang berada di pinggir jalan atau warteg-warteg sangat terjangkau oleh mahasiswa atau masyarakat dan para pekerja di berbagai sektor. Penulis pernah bertemu mahasiswa Riau di Yogyakarta. ketika saya bertanya kepadanya tentang biaya hidup di Yogyakarta, salah satu ucapan yang sering di dengar oleh ku adalah biaya hidup murah. Fakta tersebut menjadi salah satu daya Tarik masyarakat untuk melakukan aktivitas pendidikan, bisnis, dan juga kegiatan-kegiatan lainnya. Ketiga, masa depan Bengkalis sebenarnya adalah masa depan pendidikan. Dua puluh atau tiga puluh tahun dan seterusnya, Bengkalis mungkin sudah lagi disebut sebagai kota penghasil Sumber Daya Alam (SDA). Minyak bumi semakin berkurang, begitu juga SDA sejenisnya. Maka perkebunan, pertanian ,perikanan dan perdagangan menjadi pilihan yang sangat memungkin untuk terus dikembangkan menjadi ikon Bengkalis di masa mendatang. Salah satu yang perlu dikembangkan adalah Bengkalis sebagai kota pendidikan. Untuk menuju target tersebut, salah satu yang perlu digesa oleh Pemda adalah perbaikan infrastruktur termasuk terealisasinya Pembangunan Jembatang-Pakning. Jika ini terealisasi, biaya biaya pendidikan bisa lebih terjangkau bagi masyarakat bengkalis dan kabupaten-kabupaten sekitarnya.

Penulis tidak tahu berapa biaya pembuatan jembatan tersebut. Tentu sangat besar. informasinya menghabiskan biaya sebesar 7 trilyun. Salah satu yang bisa dilakukan oleh Pemda Bengkalis yaitu sharing budget atau gotong royong Pemda Bengkalis, Pemprov Riau dan Pemerintah Pusat. Saya kira, langkah ini bisa meringankan semua pihak dan tidak mengganggu terhadap penggunaan anggaran lain.

Sebagai penutup, penulis berdoa semoga harapan besar cita-cita Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis mempunyai Jembatan Bengkalis-Pakning bisa terealisasi dan membawa kemaslahatan yang lebih luas untuk masyarakat. 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13563


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876