
Jam 08.05, Bu Nadia bagian akademik STAIN
Bengkalis mengirim pesan melalui WA. Isinya kurang lebih begini: “Jangan lupa
pak, jam 08.30 bapak mengisi sambutan sekaligus membuka Bazar ( Indonesia- Pasar
) murah di STAIN”. Saya menjawab singkat: “iya”. Jam 08.10 saya menuju STAIN,
sekitar jam 08.20 sudah sampai di lokasi. Masih ada sisa waktu 10 menit untuk menunggu acara pembukaan bazar murah.
Sabtu Pagi ini (30 Maret 2024) suasana alam
cukup bersahabat. Tidak terlalu panas. Suasana langit Bengkalis terlihat mendung
(tadi malam hujan sebentar). Secara umum
memang musim di Indonesia bagian barat sudah memasuki musim panas, “wabil
khusus” Provinsi Riau. Sedangkan di Jawa musim hujan. Ada beberapa kota
malah banjir. Kota para wali seperti Kudus dan Demak terkena banjir luarbiasa. Tahun
lalu, banjir di kota tersebut disebabkan karena jebol nya bendungan
sungai. Kini bendungan tidak jebol, tapi curah hujan sangat tinggi, sedangkan
tempat penyimpanan air hujan tidak ada. Hutan-hutan, tegalan, dan persawahan
telah berubah menjadi gedung-gedung tinggi, perumnas, perkantoran dan
mall-mall. Air hujan terlunta-lunta, dan singgah ditempat dimana bisa
ditempati, termasuk pemukiman rumah warga masyarakat, sungai dan jalan.
Musim hujan sejak dulu ada. Banjir juga
sering terjadi dimana-mana. Saya teringat waktu masih sekolah di tingkat SD, sering
berangkat sekolah harus melepaskan celana. Jadi kami sudah biasa berangkat
sekolah celananya di masukan di plastic kresek. Tidak peduli, laki-laki atau
perempuan. Kami berangkat bareng. Kadang kakak yang sudah sekolah tingkatan MTs
atau MA, menggendong kami. Setelah hampir sampai di sekolah, kami pun mencuci
kaki di sumur masjid dan memakai celana. Waktu itu, belum ada sepatu. Toh jika
sudah ada yang memakai, biasanya anak kepala desa dan pak carik.
Dulu sering banjir penyebabnya irigasi
kurang bagus dan daerahnya tadah hujan (Jawa-ceblung), yaitu daerah di wilayah
dataran rendah, sehingga ketika hujan, air tidak bisa kemana-mana. Hikmahnya,
dalam jangka beberapa waktu sawah-sawah dan sungai di daerah seperti ini malah
menjadi sumber penghasilan tambahan. Sungai dan sawah penuh dengan ikan-ikan. Kami
biasanya mencari ikan kadang pagi, sore, dan malam hari setelah sholat Isa.
Daerah yang irigasinya baik juga bisa
banjir jika lagi musim hujan. Semuanya terlihat hanya air yang mengalir di
depan rumah. Tapi pagi hari, sudah tidak ada lagi banjir. Biasanya model
seperti ini adalah daerah pertanian dataran tinggi. Mereka telah membuat sistem
irigasi dan pertanian cukup mapan. Sehingga hasil pertanian tiap tahun bisa
melimpah, bukan hanya beras tapi juga palawija seperti jagung, kacang, jeruk,
mentimun, bawang merah, putih dan sejenisnya.
Jam 08.30 pembukaan bazar murah. Setelah pembacaan
doa, pembawa acara mempersilahkan aku untuk memberi kata sambutan. Sebagian dari
kata sambutan yang bisa ditulis disini sebagai berikut:
“Bapak dan ibu yang sudah hadir, pagi ini
langit terlihat mendung. Semoga hujan segera turun. Harapan kita tentu hujan
yang membawa berkah bagi kita semua. Berkaitan dengan bazar murah, karena
jumlah terbatas, mohon maaf apabila ada diantara bapak/ibu belum bisa
membelinya. Kegiatan ini adalah kegiatan mahasiswa yang sedang berlatih
mengabdikan diri kepada masyarakat melalui kegiatan bazar murah. Semoga berkah”.
Beberapa kali saya mendengar mereka menjawab “amin”. Untung saja sudah selesai pilpres, jadi kata “amin” benar benar doa,
bukan kampanye. Ma’lum saya sudah terbiasa berdoa dalam sambutan, jadi sambutan
bazar murah pun masih memakai kalam doa. Tentu saja berbeda dengan sambutan
para pejabat, mereka mampu menjelaskan pasar murah dengan sangat menyentuh hati.
Mereka bisa menjelaskan situasi makro dan mikro yang sebenarnya masyarakat pun
tidak membutuhkan penjelasan ilmiah tersebut. Mereka berharap cuma satu, datang
ke bazar, pulang bawa beras, gula dan telor. Itu sebabnya, ketika agak siang
ada seorang bapak yang terlihat wajahnya agak lesu. Ketika saya tanya perihal
beras dan gula pasirnya dan lain yang dibelinya, dia malah senyam-senyum
berkata, “Saya hanya bawa telor pak”. Setelah saya selidiki,ternyata bapak tadi
hanya dapat beli telor satu papan.
Berkaitan tentang persoalan hujan sebagai
pembahasan tulisan ini, penulis artikel teringat suatu kisah yang sangat
membekas dalam ingatanku. Kisah ini terjadi pada masa kekhalifahan Islam masa
dulu. Saat itu terjadi kemarau panjang. Khalifah dan pemerintahannya telah
mengusahakan agar bisa hujan, termasuk sholat istisqa dan doa-doa khusus agar
doa terkabulkan. Namun semua sia-sia, hujan belum juga turun.
Suatu hari pihak kerajaan mengadakan
pengumuman sholat istisqa di lapangan kerajaan yang luas. Semua pejabat segala
eselon, ASN dan honorer serta rakyat berkumpul. Saat khutbah, khatib berdoa
dengan penuh tangisan menyanyat hati. Semua ikut menangis memohon kepada Allah
agar hujan bisa turun. Namun lagi-lagi hujan pun belum juga turun. Tangisan pun
berhenti. Mata air membasahi pipi pun telah kering. Mereka saling berpandangan,
kenapa doa para ulama tidak dikabulkan oleh Allah?
Saat kebingungan menyelinap di kalbu
mereka, tiba-tiba ada anak mudah berkulit hitam dan berbaju lusuh naik di atas
mimbar. Setelah mengucapkan hamdalah, syahadatain dan sholawat,
serta memuji Allah, dia pun berdoa dengan doa yang sangat pendek, tidak ada
tangisan dan tidak ada doa bersajak yang panjang-panjang. Sangat pendek doanya.
Lalu dia turun dan pergi entah kemana. Semua heran. Saat keherangan mereka
belum selesai, tiba-tiba langit gelap, mendung hitam di atas lapangan. Dan hujan
pun turun dengan sangat deras. Semua berbahagia. Khalifah ingin menemui sang
khatib, tapi sayangnya pemuda tersebut sudah pergi entah kemana rimbanya.
Jika saya mengingat peristiwa ini, maka
pikiran saya ketika kedatangan masyarakat yang ramai antri untuk mendapatkan
beras, gula, minya dan telor, jangan-jangan di antara mereka ada kekasih Allah
yang menyembunyikan identitasnya.
Semua itu mungkin terjadi. Sebab memang
hanya kekasih Allah yang tulus ikhlas yang mampu menyembunyikan identitasnya. Jika
anda saja disuruh untuk menemukan anggota BIN dari kepolisian yang berkeliaran
di antara kita pun tidak bisa menemukan identitas, apalagi anggota BIN dari Allah.
Mereka benar-benar telah “kesemsem” lautan cinta kepada-Nya sehingga
persyaksian (musyahadah) telah menenggelamkan status dunia yang fana dan
hanya keagungan Allah yang terlihat dalam kehidupannya.
Sebagai penutup penulis tampilkan luapan
cinta Rabi’ah Adawiyah kepada Allah sebagai berikut:
“Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu,
hingga tak ada satupun yang menggangguku dalm menjumpaik-Ku, bintang berkerlip,
manusia terlena dalam tidur yang lelap, pintu-pintu istanapun tertutup dengan
rapat, Tuhanku, malam telah berlalu dan siang segera menampakan diri, aku
gelisah apakah amalanku Engkau terima, sehingga aku merasa bahagia, ataukah Engkau
tolak sehingga aku merasa bersedih. Demi ke-maha keuasaan-Mu, inilah yang aku
akan lakukan, selama Engkau beri aku hayat. Sekirannya engkau usir dari depan
pintu-Mu, aku tidak akan pergi, karena cintaku kepada-Mu telah memenuhi hatiku”.
Sebagai penutup penulis berharap berkah doa
dari para kekasih Allah. Penulis terlalu dhaif dan terlalu kotor mata dhohir
dan batin, sehingga tidak bisa menemukan mereka. Tapi penulis yakin bahwa
mereka senantiasa mendoakan terbaik untuk kami semua. Semoga bulan ramadhan ini
benar-benar mendatangkan keberkahan untuk kita semua.
Penulis : Imam Ghozali
???? Ticket; TRANSACTION 1.0068 BTC. Go to withdra
jthlwd
???? Notification: TRANSACTION 1.821 BTC. Go to wi
5wo2xh
???? You have 1 email № 625. Go >>> https://telegr
6fu329
???? Message; Process №NE13. WITHDRAW > out.carrot
j8wax4
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13563
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4554
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3571
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2969
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876