Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Berharap Hujan di Bulan Ramadhan



Sabtu , 30 Maret 2024



Telah dibaca :  1248

Jam 08.05, Bu Nadia bagian akademik STAIN Bengkalis mengirim pesan melalui WA. Isinya kurang lebih begini: “Jangan lupa pak, jam 08.30 bapak mengisi sambutan sekaligus membuka Bazar ( Indonesia- Pasar ) murah di STAIN”. Saya menjawab singkat: “iya”. Jam 08.10 saya menuju STAIN, sekitar jam 08.20 sudah sampai di lokasi. Masih ada sisa waktu 10 menit  untuk menunggu acara pembukaan bazar murah.

Sabtu Pagi ini (30 Maret 2024) suasana alam cukup bersahabat. Tidak terlalu panas. Suasana langit Bengkalis terlihat mendung (tadi malam hujan sebentar).  Secara umum memang musim di Indonesia bagian barat sudah memasuki musim panas, “wabil khusus” Provinsi Riau. Sedangkan di Jawa musim hujan. Ada beberapa kota malah banjir. Kota para wali seperti Kudus dan Demak terkena banjir luarbiasa. Tahun lalu, banjir di kota tersebut disebabkan karena jebol nya bendungan sungai. Kini bendungan tidak jebol, tapi curah hujan sangat tinggi, sedangkan tempat penyimpanan air hujan tidak ada. Hutan-hutan, tegalan, dan persawahan telah berubah menjadi gedung-gedung tinggi, perumnas, perkantoran dan mall-mall. Air hujan terlunta-lunta, dan singgah ditempat dimana bisa ditempati, termasuk pemukiman rumah warga masyarakat, sungai dan jalan.

Musim hujan sejak dulu ada. Banjir juga sering terjadi dimana-mana. Saya teringat waktu masih sekolah di tingkat SD, sering berangkat sekolah harus melepaskan celana. Jadi kami sudah biasa berangkat sekolah celananya di masukan di plastic kresek. Tidak peduli, laki-laki atau perempuan. Kami berangkat bareng. Kadang kakak yang sudah sekolah tingkatan MTs atau MA, menggendong kami. Setelah hampir sampai di sekolah, kami pun mencuci kaki di sumur masjid dan memakai celana. Waktu itu, belum ada sepatu. Toh jika sudah ada yang memakai, biasanya anak kepala desa dan pak carik.

Dulu sering banjir penyebabnya irigasi kurang bagus dan daerahnya tadah hujan (Jawa-ceblung), yaitu daerah di wilayah dataran rendah, sehingga ketika hujan, air tidak bisa kemana-mana. Hikmahnya, dalam jangka beberapa waktu sawah-sawah dan sungai di daerah seperti ini malah menjadi sumber penghasilan tambahan. Sungai dan sawah penuh dengan ikan-ikan. Kami biasanya mencari ikan kadang pagi, sore, dan malam hari setelah sholat Isa.

Daerah yang irigasinya baik juga bisa banjir jika lagi musim hujan. Semuanya terlihat hanya air yang mengalir di depan rumah. Tapi pagi hari, sudah tidak ada lagi banjir. Biasanya model seperti ini adalah daerah pertanian dataran tinggi. Mereka telah membuat sistem irigasi dan pertanian cukup mapan. Sehingga hasil pertanian tiap tahun bisa melimpah, bukan hanya beras tapi juga palawija seperti jagung, kacang, jeruk, mentimun, bawang merah, putih dan sejenisnya.

Jam 08.30 pembukaan bazar murah. Setelah pembacaan doa, pembawa acara mempersilahkan aku untuk memberi kata sambutan. Sebagian dari kata sambutan yang bisa ditulis disini sebagai berikut:

“Bapak dan ibu yang sudah hadir, pagi ini langit terlihat mendung. Semoga hujan segera turun. Harapan kita tentu hujan yang membawa berkah bagi kita semua. Berkaitan dengan bazar murah, karena jumlah terbatas, mohon maaf apabila ada diantara bapak/ibu belum bisa membelinya. Kegiatan ini adalah kegiatan mahasiswa yang sedang berlatih mengabdikan diri kepada masyarakat melalui kegiatan bazar murah. Semoga berkah”.

Beberapa kali saya mendengar mereka menjawab “amin”. Untung saja sudah selesai pilpres, jadi kata “amin” benar benar doa, bukan kampanye. Ma’lum saya sudah terbiasa berdoa dalam sambutan, jadi sambutan bazar murah pun masih memakai kalam doa. Tentu saja berbeda dengan sambutan para pejabat, mereka mampu menjelaskan pasar murah dengan sangat menyentuh hati. Mereka bisa menjelaskan situasi makro dan mikro yang sebenarnya masyarakat pun tidak membutuhkan penjelasan ilmiah tersebut. Mereka berharap cuma satu, datang ke bazar, pulang bawa beras, gula dan telor. Itu sebabnya, ketika agak siang ada seorang bapak yang terlihat wajahnya agak lesu. Ketika saya tanya perihal beras dan gula pasirnya dan lain yang dibelinya, dia malah senyam-senyum berkata, “Saya hanya bawa telor pak”. Setelah saya selidiki,ternyata bapak tadi hanya dapat beli telor satu papan.

Berkaitan tentang persoalan hujan sebagai pembahasan tulisan ini, penulis artikel teringat suatu kisah yang sangat membekas dalam ingatanku. Kisah ini terjadi pada masa kekhalifahan Islam masa dulu. Saat itu terjadi kemarau panjang. Khalifah dan pemerintahannya telah mengusahakan agar bisa hujan, termasuk sholat istisqa dan doa-doa khusus agar doa terkabulkan. Namun semua sia-sia, hujan belum juga turun.

Suatu hari pihak kerajaan mengadakan pengumuman sholat istisqa di lapangan kerajaan yang luas. Semua pejabat segala eselon, ASN dan honorer serta rakyat berkumpul. Saat khutbah, khatib berdoa dengan penuh tangisan menyanyat hati. Semua ikut menangis memohon kepada Allah agar hujan bisa turun. Namun lagi-lagi hujan pun belum juga turun. Tangisan pun berhenti. Mata air membasahi pipi pun telah kering. Mereka saling berpandangan, kenapa doa para ulama tidak dikabulkan oleh Allah?

Saat kebingungan menyelinap di kalbu mereka, tiba-tiba ada anak mudah berkulit hitam dan berbaju lusuh naik di atas mimbar. Setelah mengucapkan hamdalah, syahadatain dan sholawat, serta memuji Allah, dia pun berdoa dengan doa yang sangat pendek, tidak ada tangisan dan tidak ada doa bersajak yang panjang-panjang. Sangat pendek doanya. Lalu dia turun dan pergi entah kemana. Semua heran. Saat keherangan mereka belum selesai, tiba-tiba langit gelap, mendung hitam di atas lapangan. Dan hujan pun turun dengan sangat deras. Semua berbahagia. Khalifah ingin menemui sang khatib, tapi sayangnya pemuda tersebut sudah pergi entah kemana rimbanya.

Jika saya mengingat peristiwa ini, maka pikiran saya ketika kedatangan masyarakat yang ramai antri untuk mendapatkan beras, gula, minya dan telor, jangan-jangan di antara mereka ada kekasih Allah yang menyembunyikan identitasnya.

Semua itu mungkin terjadi. Sebab memang hanya kekasih Allah yang tulus ikhlas yang mampu menyembunyikan identitasnya. Jika anda saja disuruh untuk menemukan anggota BIN dari kepolisian yang berkeliaran di antara kita pun tidak bisa menemukan identitas, apalagi anggota BIN dari Allah. Mereka benar-benar telah “kesemsem” lautan cinta kepada-Nya sehingga persyaksian (musyahadah) telah menenggelamkan status dunia yang fana dan hanya keagungan Allah yang terlihat dalam kehidupannya.  

Sebagai penutup penulis tampilkan luapan cinta Rabi’ah Adawiyah kepada Allah sebagai berikut:

“Tuhanku, tenggelamkan aku dalam cinta-Mu, hingga tak ada satupun yang menggangguku dalm menjumpaik-Ku, bintang berkerlip, manusia terlena dalam tidur yang lelap, pintu-pintu istanapun tertutup dengan rapat, Tuhanku, malam telah berlalu dan siang segera menampakan diri, aku gelisah apakah amalanku Engkau terima, sehingga aku merasa bahagia, ataukah Engkau tolak sehingga aku merasa bersedih. Demi ke-maha keuasaan-Mu, inilah yang aku akan lakukan, selama Engkau beri aku hayat. Sekirannya engkau usir dari depan pintu-Mu, aku tidak akan pergi, karena cintaku kepada-Mu telah memenuhi hatiku”.

Sebagai penutup penulis berharap berkah doa dari para kekasih Allah. Penulis terlalu dhaif dan terlalu kotor mata dhohir dan batin, sehingga tidak bisa menemukan mereka. Tapi penulis yakin bahwa mereka senantiasa mendoakan terbaik untuk kami semua. Semoga bulan ramadhan ini benar-benar mendatangkan keberkahan untuk kita semua.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

???? Ticket; TRANSACTION 1.0068 BTC. Go to withdra

jthlwd

Avatar

???? Notification: TRANSACTION 1.821 BTC. Go to wi

5wo2xh

Avatar

???? You have 1 email № 625. Go >>> https://telegr

6fu329

Avatar

???? Message; Process №NE13. WITHDRAW > out.carrot

j8wax4

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13563


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4554


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876