Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Buka Puasa di Desa Penyagun



Minggu , 16 April 2023



Telah dibaca :  278

Sahabat saya, Kiai Khosairi mengundang saya buka bersama di Pesantren Al-Aqobah Tebingtinggi Barat[Sabtu,15 April 2023]. Acara bukber sebenarnya bagian dari berbagai acara hari Sabtu; diskusi ilmiah, shalat taraweh dan ziarah ke makam ulama dan sekaligus pahlawan kemerdekaan, KH. Afandi Insit. Rencana saya hanya  memilih menu kegiatan bukber. Sebab ustadz Asep Darutahqiq juga mengundang saya pada acara penutupan Pesantren Romadhan di Masjid Muwahidin. Acara penutupan jam 20.30 WIB. Jadi, malam sabtu acara sudah saya susun; bukber nya di Pesantren NU, penutupan pesantren kilat Pesantren Muhamadiyah.

Sabtu sore rencana jalan-jalan dengan kedua anak saya; Afrin Anisa [6tahun] yang sudah mulai kuat Puasa Ramadhan, dan Muhammad Faiz Artanabil [5tahun] yang belum pernah puasa. tapi kalau disuruh makan, selalu bilang sedang puasa. itu sebabnya, rencana sore itu akan membelikan ta’jil puasa. Afrin suka kueh di Toko Butet, Faiz suka Bakso Bakar.

Sekitar jam 16.30 saya duduk-duduk di depan rumah menunggu anak-anak sambil melihat WA. Ada SMS dari protokoler Pemda. Isinya Undangan Safari Plt Bupati dan Pejabat Pemda di Desa Penyagun. Berangkat jam 17.00. Saya lihat, undangan untuk saya paling atas. Jika tidak ikut, tidak enak juga. Akhirnya, saya harus cepat memberi keputusan; ikut acara Pemda. Saya cepat-cepat memberi tahu Kiai Khosairi dan Ustadz Asep bahwa tidak bisa hadir di acara nya. anak-anak pun saya suruh jalan-jalan dengan umi nya. lalu saya pergi ke kamar mandi. Gebyar-gebyur sebentar. Sat-set, gercep; ambil Baju, Sarung, Peci, HP, kontak Honda, dan tancap gas.Tapi tidak bisa cepat. Sore ini warga Selatpanjang dan sekitar nya tumpah ruah di jalan-jalan mencari ta’jil atau sebatas jalan-jalan menunggu datangnya maghrib.

HP terus berdering di Saku Celana. Saya biarkan. Kendaraan dipercepat. Beberapa menit sudah sampai di Pelabuhan. Petugas protokoler masih setia menunggu ku dan kemudian mengajak cepat-cepat. Sebab rombongan sudah kumplit tinggal menunggu saya. Sebagian sudah masuk ke dalam kapal. Saya pun berjalan cepat, tapi bukan joging.

Sekitar jam 17.50 sudah sampai di Masjid Darun Naim, Dusun Dua Desa Penyagun. Saya baru tahu, di desa ini adalah tempat lahir Pak Asmar. Dalam sambutan singkatnya, Pak Asmar mengenang masa lalu nya di desa tersebut yang penuh cerita kehidupan. Kelihatanya, dia sangat menikmati kenangan masa lalunya di desa tersebut. Saya kira sama seperti kita saat sudah besar, lalu pergi merantau dan sukses di perantauan, maka saat pulang kampung menjadi sebuah cerita kenangan yang sangat indah. Walaupun tidak seindah yang ada dalam alam hayalan. Namun cerita ini harus disampaikan, agar anak-anak Penyagun bisa terus belajar dan beribadah agar segala cita-cita bisa di raih di masa datang.

Acara selesai sekitar jam 22.30. saya segera mencari Honda. Alhamdulillah dapat. Seorang satpol PP dan kebetulan masih keponakan Mbah Kiai Hasbulah. Dia mengantar saya ke Pelabuhan. Saya agak bingung. Soalnya jalan sangat gelap. Untung ada lampu-lampu dari rumah-rumah warga di pinggir jalan. Jadi agak sedikit terang. Namun saya lihat jalur nya beda. Saat sore hari, jalan rusak tapi malam hari jalan bagus. Saya Tanya kepadanya,”Tadi Sore Pak Asmar lewat sini atau jalan yang satu lagi mas?”. Dia menjawab, “Jalan satu lagi, jalan yang rusak pak”. Saya tersenyum dan berkata, “Hebat juga masyarakat Penyagun, bawa Plt Bupati lewat jalan yang rusak, supaya jalan nya dibangun”. Kami pun tertawa bareng.

Sesampai di Pelabuhan, rombongan Pemda masih sedikit. Ternyata saya termasuk cepat diantar ke Pelabuhan. Terlihat gelap. Saya berdiri dan mencari Kapal Pemda. Tiba-tiba HP berdering. Ketua Baznas”video call”. Akhirnya kami telpon-telponan dengan Kiai Khosairi dan Kiai Mardio Hasan. Lagi asik video call, dari belakang saya dipanggil oleh Pak Asmar, “pak kiai”. Saya melambatkan jalannya. Dia memegang tangan kiri saya sangat erat. Seolah-olah kami sahabat dekat. Mungkin ini bagian dari sifat nya yang sangat bersahabat dengan siapapun. Saya kira ini suatu sikap yang sangat bagus. Seorang pejabat yang merakyat. Semoga demikian.

Saya berjalan bersama dengan Pak Asmar bergandengan tangan. Ini mengingatkan saya pada teman-teman saya di pesantren dulu kalau bertemu biasanya gandengan tangan dan bergurau. Kebetulan video call saya belum mati. Saya berikan ke Pak Asmar untuk ngobrol dengan Pak Khosairi. Setelah selesai, saya menutup telpon karena akan masuk ke kapal.

Saya persilahkan Pak Plt Bupati masuk dulu, baru saya. Di dalam Kapal ternyata hampir penuh para Kepala Dinas. Saya duduk berdampingan kiai Muhammad Mahdi. Kami ngobrol kesana-kemari tentang kebun, sholat taraweh, i’tikaf sepuluh hari di akhir Bulan Ramadhan, memperbaiki AC di Masjid Tanwirul Mutaqin dan lain-lain.

Dalam hati saya berdoa, semoga Pak Asmar dan tim-nya mampu memperbaiki keadaan semakin lebih baik. Itu harapan saya, tidak muluk-muluk. Saya pun tidak akan meminta yang aneh-aneh kepada Pemda. Tidak akan minta proyek atau sejenisnya dan itu komitmen saya sejak dulu. Sebab kegiatan saya sudah sangat padat; ikut mengajar di Program Doktor UIN Susqa Riau, STAIN Bengkalis, Polbeng, dan STAI Nurul Hidayah Selatpanjang. Jadi sudah cukup banyak aktivitas saya. Itu sebabnya, kepada Pak Asmar saya hanya meminta agar menjalankan roda pemerintahan dengan cara yang benar dan memberi manfaat kepada masyarakat luas. Permintaan dan nasehat tersebut selalu saya berikan pada saat bertemu dengan nya. Setelah saya beri nasehat, semua kembali kepada Pak Asmar. Semoga bisa menerima nasehat kebaikan dari ku. Bukankah ini untuk kebaikan Pak Asmar, keluarga, masyarakat dan kita?



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13566


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4565


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2883