
Sahabat saya, Kiai Khosairi mengundang saya buka bersama di Pesantren
Al-Aqobah Tebingtinggi Barat[Sabtu,15 April 2023]. Acara bukber
sebenarnya bagian dari berbagai acara hari Sabtu; diskusi ilmiah, shalat
taraweh dan ziarah ke makam ulama dan sekaligus pahlawan kemerdekaan, KH. Afandi
Insit. Rencana saya hanya memilih menu
kegiatan bukber. Sebab ustadz Asep Darutahqiq juga mengundang saya pada acara
penutupan Pesantren Romadhan di Masjid Muwahidin. Acara penutupan jam 20.30
WIB. Jadi, malam sabtu acara sudah saya susun; bukber nya di Pesantren
NU, penutupan pesantren kilat Pesantren Muhamadiyah.
Sabtu sore rencana jalan-jalan dengan kedua anak saya; Afrin Anisa [6tahun]
yang sudah mulai kuat Puasa Ramadhan, dan Muhammad Faiz Artanabil [5tahun] yang
belum pernah puasa. tapi kalau disuruh makan, selalu bilang sedang puasa. itu
sebabnya, rencana sore itu akan membelikan ta’jil puasa. Afrin suka kueh
di Toko Butet, Faiz suka Bakso Bakar.
Sekitar jam 16.30 saya duduk-duduk di depan rumah menunggu anak-anak
sambil melihat WA. Ada SMS dari protokoler Pemda. Isinya Undangan Safari Plt
Bupati dan Pejabat Pemda di Desa Penyagun. Berangkat jam 17.00. Saya lihat,
undangan untuk saya paling atas. Jika tidak ikut, tidak enak juga. Akhirnya,
saya harus cepat memberi keputusan; ikut acara Pemda. Saya cepat-cepat memberi
tahu Kiai Khosairi dan Ustadz Asep bahwa tidak bisa hadir di acara nya.
anak-anak pun saya suruh jalan-jalan dengan umi nya. lalu saya pergi ke kamar
mandi. Gebyar-gebyur sebentar. Sat-set, gercep; ambil Baju,
Sarung, Peci, HP, kontak Honda, dan tancap gas.Tapi tidak bisa cepat. Sore ini
warga Selatpanjang dan sekitar nya tumpah ruah di jalan-jalan mencari ta’jil
atau sebatas jalan-jalan menunggu datangnya maghrib.
HP terus berdering di Saku Celana. Saya
biarkan. Kendaraan dipercepat. Beberapa menit sudah sampai di Pelabuhan.
Petugas protokoler masih setia menunggu ku dan kemudian mengajak cepat-cepat.
Sebab rombongan sudah kumplit tinggal menunggu saya. Sebagian sudah masuk ke
dalam kapal. Saya pun berjalan cepat, tapi bukan joging.
Sekitar jam 17.50 sudah sampai di Masjid
Darun Naim, Dusun Dua Desa Penyagun. Saya baru tahu, di desa ini adalah tempat
lahir Pak Asmar. Dalam sambutan singkatnya, Pak Asmar mengenang masa lalu nya
di desa tersebut yang penuh cerita kehidupan. Kelihatanya, dia sangat menikmati
kenangan masa lalunya di desa tersebut. Saya kira sama seperti kita saat sudah
besar, lalu pergi merantau dan sukses di perantauan, maka saat pulang kampung
menjadi sebuah cerita kenangan yang sangat indah. Walaupun tidak seindah yang
ada dalam alam hayalan. Namun cerita ini harus disampaikan, agar anak-anak Penyagun
bisa terus belajar dan beribadah agar segala cita-cita bisa di raih di masa
datang.
Acara selesai sekitar jam 22.30. saya
segera mencari Honda. Alhamdulillah dapat. Seorang satpol PP dan kebetulan
masih keponakan Mbah Kiai Hasbulah. Dia mengantar saya ke Pelabuhan. Saya agak
bingung. Soalnya jalan sangat gelap. Untung ada lampu-lampu dari rumah-rumah
warga di pinggir jalan. Jadi agak sedikit terang. Namun saya lihat jalur nya
beda. Saat sore hari, jalan rusak tapi malam hari jalan bagus. Saya Tanya
kepadanya,”Tadi Sore Pak Asmar lewat sini atau jalan yang satu lagi mas?”. Dia
menjawab, “Jalan satu lagi, jalan yang rusak pak”. Saya tersenyum dan berkata,
“Hebat juga masyarakat Penyagun, bawa Plt Bupati lewat jalan yang rusak, supaya
jalan nya dibangun”. Kami pun tertawa bareng.
Sesampai di Pelabuhan, rombongan Pemda masih sedikit. Ternyata saya
termasuk cepat diantar ke Pelabuhan. Terlihat gelap. Saya berdiri dan mencari Kapal
Pemda. Tiba-tiba HP berdering. Ketua Baznas”video call”. Akhirnya kami
telpon-telponan dengan Kiai Khosairi dan Kiai Mardio Hasan. Lagi asik video
call, dari belakang saya dipanggil oleh Pak Asmar, “pak kiai”. Saya
melambatkan jalannya. Dia memegang tangan kiri saya sangat erat. Seolah-olah
kami sahabat dekat. Mungkin ini bagian dari sifat nya yang sangat bersahabat
dengan siapapun. Saya kira ini suatu sikap yang sangat bagus. Seorang pejabat
yang merakyat. Semoga demikian.
Saya berjalan bersama dengan Pak Asmar bergandengan
tangan. Ini mengingatkan saya pada teman-teman saya di pesantren dulu kalau
bertemu biasanya gandengan tangan dan bergurau. Kebetulan video call
saya belum mati. Saya berikan ke Pak Asmar untuk ngobrol dengan Pak Khosairi. Setelah
selesai, saya menutup telpon karena akan masuk ke kapal.
Saya persilahkan Pak Plt Bupati masuk dulu, baru saya. Di dalam Kapal ternyata
hampir penuh para Kepala Dinas. Saya duduk berdampingan kiai Muhammad Mahdi.
Kami ngobrol kesana-kemari tentang kebun, sholat taraweh, i’tikaf sepuluh hari
di akhir Bulan Ramadhan, memperbaiki AC di Masjid Tanwirul Mutaqin dan
lain-lain.
Dalam hati saya berdoa, semoga Pak Asmar dan tim-nya mampu memperbaiki
keadaan semakin lebih baik. Itu harapan saya, tidak muluk-muluk. Saya pun tidak
akan meminta yang aneh-aneh kepada Pemda. Tidak akan minta proyek atau
sejenisnya dan itu komitmen saya sejak dulu. Sebab kegiatan saya sudah sangat
padat; ikut mengajar di Program Doktor UIN Susqa Riau, STAIN Bengkalis,
Polbeng, dan STAI Nurul Hidayah Selatpanjang. Jadi sudah cukup banyak aktivitas
saya. Itu sebabnya, kepada Pak Asmar saya hanya meminta agar menjalankan roda
pemerintahan dengan cara yang benar dan memberi manfaat kepada masyarakat luas.
Permintaan dan nasehat tersebut selalu saya berikan pada saat bertemu dengan
nya. Setelah saya beri nasehat, semua kembali kepada Pak Asmar. Semoga bisa
menerima nasehat kebaikan dari ku. Bukankah ini untuk kebaikan Pak Asmar, keluarga,
masyarakat dan kita?
Penulis : Imam Ghozali
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13566
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4565
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3577
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2981
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2883