
Pagi ini ada pesan WA masuk dari Kapolres. Isi
nya perubahan jadwal pers release pemusnahan narkkotika jenis sabu, yang
sebelumnya rencana jam 13.30 wib berubah jam 10.30 wib. Karena khawatir
terlambat, saya datang lebih awal. Sebelum jam 10.00 saya sudah berada di Kapolres.
Pagi ini para polisi masih apel pagi. Saya langsung menuju Kedai Kopi. Kebetulan
di Kedai tersebut ada sahabat Alakatang, Pensiunan Danramil yang pagi ini ikut
goes dalam rangka memperingati Hari Bayangkara. Setelah minum kopi, sekitar jam
10.15 saya menuju lobi Kapolres. Tempat masih kosong. Ada beberapa personel
polisi yang sibuk menyiapkan persiapan pemusnahan sabu. Saya duduk seorang diri
menunggu acara tersebut. Wakapolres (Pak Robert) melihatku langsung jabat
tangan penuh dengan hormat. Kami pun duduk bareng, ngobrol “ngalor-ngidul” dan
kadang juga diselingi “tawa canda” (bukan “tawa janda”). Tertawa sambil melihat
jam. Dia terlihat gelisah, karena waktu sudah lewat dari jam 10.30. hampir
semua sudah datang, ada plt bupati dan kepala dinas. Namun ada satu undangan belum
datang, tinggal satu yaitu dari Kajari. Saya tidak tahu kenapa datang
terlambat. Bisa jadi kajari ada kegiatan dan lupa mendelegasikan kepada
bawahanya. Jadi datang terlambat. Tapi yang jelas, memang budaya “on time”
masyarakat kita belum membudaya dan belum menjadi karakter tentang pentingnya waktu.
Kita (muslim) sangat bangga mempunyai surat yang sangat revolusioner yaitu “wal
‘asri”, demi masa. Ayat tersebut masih dalam dunia hapalan dan document. Namun
untuk saat ini, negara yang sering disebut dengan sebutan “kapitalis” dan “sosialis”
sangat disiplin menerapkan ayat tersebut dalam mewujudkan suatu peradaban. Entah
kapan, umat Islam mampu membumikan ayat tersebut.
Saya melihat dari dekat seperti apa yang namanya narkoba atau sabu. Saya
sering mendengar singkatan narkoba, dan itupun dari almarhum Gus Dur. Kata Gus
Dur dari hasil riset (yang tidak perlu dibuktikan), bahwa pengkonsumsi narkoba
sebagian besar adalah ibu-ibu. Para aparat waktu itu tentu saja “iskal”
atau tidak menerima hasil survey-nya. Namun mereka diam dan tidak berani
menentang ucapan Gus Dur. Sebab para aparat zaman Gus Dur juga khawatir kualat.
Akhirnya mereka membiarkan Gus Dur memaparkan pembicaraan nya. Ada seorang
peserta yang tidak terima dan bertanya apakah benar ibu-ibu rumah tangga yang
banyak terpapar narkoba? Gus Dur dengan enteng menjawab, “Iya, tapi narkoba
jenis yang satu lagi”. Semua diam, ada ibu-ibu yang bertanya, “Gus jenis
narkoba apa yang dikonsumsi oleh ibu-ibu?”. Gus Dur mesem-mesem menjawab, “Narkoba
yang itu-tu…Narik Kolore Bapake..”. gerrrrrr, hadiri pun tertawa.
Bahaya Narkoba dan Kisah Barsesa
Narkoba dalam perjalanan sejarah mempunyai
model dan jenis beragam. Informasi dari Kapolres AKBP Andi Yul, bahwa menangkap
1 kg sabu berarti bisa menyelamatkan sekitar 5000 orang. Tentu ini sesuatu yang
luarbiasa mengerikan pengaruh narkoba untuk masa depan bangsa. Jika melihat
dari kilas sejarah, perdangan narkoba sudah sangat tua. Para pedagang kuno yang
terkenal dari Arab, India dan Persia. Ketika Eropa menguasi perdangan, ia
bergeser ke Eropa. Salah satu Negara Eropa yaitu Inggris pernah perang dengan Cina
yang terkenal dengan Perang Candu tahun 1839-1842 dan 1856-1860. Salah satu
penyebabnya yaitu kemarahan Cina terhadap penyelundupan opium oleh Inggris yang
berasal dari India. Sekitar 1 juta candu inggris dibuang ke laut oleh tentara Cina.
Dalam literature kitab klasik, ada kisah Barseso
dalam Kitab Duratunasihin. Dalam riwayat tersebut, Bareso adalah seorang ulama
dan mempunyai kekeramatan yang luarbiasa. Konon dia mempunyai ribuan murid. Mereka
mempunyai keahlian di atas rata-rata. Salah satu keahlian mereka yaitu bisa
terbang laksana burung. Jika muridnya bisa terbang, apalagi guru nya. Paling
tidak logika berfikirnya begitu. Sebab para sakti mandraguna zaman dulu
mempunyai konsep ada kesaktian yang tidak diberikan kepada muridnya. Ia menjadi
rahasia dan andalan agar tidak bisa terkalahkan oleh murid-muridnya.
Barsesa adalah seorang ulama, ilmu nya
luas, ilmuwan, punya kesaktian dan punya pengikut sangat besar ( jika sekarang
bisa dipastikan mempunyai pengaruh dalam dunia politik, paling tidak menjadi
legitimasi para politikus untuk mencalonkan diri sebagai legislatif atau
ekskutif). Namun karir jadi hancur lebur, gara-gara minum khomer (sekarang
sabu, opium, narkoba). Akibatnya, otak pun rusak, pikiran tidak terkontrol,
tapi nafsu sangat tinggi. Akibatnya nafsu menjadi liar, dan puncaknya dia melakukan
hubungan intim dengan seorang perempuan yang bukan pasangannya. Akibat kelaku
ini, dia pun tidak punya kekuatan. Harta tertinggi di hatinya berupa iman pun
dilepas. Dia meninggal dalam keadaan su’ul khotimah. Na’udzubillah mindalik.
Jika mendengar kisah ini, saya jadi ngeri
akibat pengaruh dari narkoba. Saya kira sesusah kita tidak punya duit atau
belum menikah masih bisa berharap untuk mendapatkan duit dan mendapatkan
pasangan nya (walaupun tidak sesuai harapan). Tapi jika sudah terkena narkoba
dan apalagi sudah masuk pada “kecanduan” narkkoba, maka masa depan hancur dan
dunia terasa gelap-gulita.
Mari kita sama-sama menjauhi barang
terlarang tersebut. narkoba mengancurkan masa depan, menghancurkan keluarga,
masyarakat, bangsa negara dan agama. menghancurkannya berarti menyelamatkan
peradaban dan agama.
Penulis : Imam Ghozali
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13566
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4565
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3577
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2979
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2879