Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Cerita Gus Dur tentang Narkoba



Jumat , 23 Juni 2023



Telah dibaca :  475

Pagi ini ada pesan WA masuk dari Kapolres. Isi nya perubahan jadwal pers release pemusnahan narkkotika jenis sabu, yang sebelumnya rencana jam 13.30 wib berubah jam 10.30 wib. Karena khawatir terlambat, saya datang lebih awal. Sebelum jam 10.00 saya sudah berada di Kapolres. Pagi ini para polisi masih apel pagi. Saya langsung menuju Kedai Kopi. Kebetulan di Kedai tersebut ada sahabat Alakatang, Pensiunan Danramil yang pagi ini ikut goes dalam rangka memperingati Hari Bayangkara. Setelah minum kopi, sekitar jam 10.15 saya menuju lobi Kapolres. Tempat masih kosong. Ada beberapa personel polisi yang sibuk menyiapkan persiapan pemusnahan sabu. Saya duduk seorang diri menunggu acara tersebut. Wakapolres (Pak Robert) melihatku langsung jabat tangan penuh dengan hormat. Kami pun duduk bareng, ngobrol “ngalor-ngidul” dan kadang juga diselingi “tawa canda” (bukan “tawa janda”). Tertawa sambil melihat jam. Dia terlihat gelisah, karena waktu sudah lewat dari jam 10.30. hampir semua sudah datang, ada plt bupati dan kepala dinas. Namun ada satu undangan belum datang, tinggal satu yaitu dari Kajari. Saya tidak tahu kenapa datang terlambat. Bisa jadi kajari ada kegiatan dan lupa mendelegasikan kepada bawahanya. Jadi datang terlambat. Tapi yang jelas, memang budaya “on time” masyarakat kita belum membudaya dan belum menjadi karakter tentang pentingnya waktu. Kita (muslim) sangat bangga mempunyai surat yang sangat revolusioner yaitu “wal ‘asri”, demi masa. Ayat tersebut masih dalam dunia hapalan dan document. Namun untuk saat ini, negara yang sering disebut dengan sebutan “kapitalis” dan “sosialis” sangat disiplin menerapkan ayat tersebut dalam mewujudkan suatu peradaban. Entah kapan, umat Islam mampu membumikan ayat tersebut.

Saya melihat dari dekat seperti apa yang namanya narkoba atau sabu. Saya sering mendengar singkatan narkoba, dan itupun dari almarhum Gus Dur. Kata Gus Dur dari hasil riset (yang tidak perlu dibuktikan), bahwa pengkonsumsi narkoba sebagian besar adalah ibu-ibu. Para aparat waktu itu tentu saja “iskal” atau tidak menerima hasil survey-nya. Namun mereka diam dan tidak berani menentang ucapan Gus Dur. Sebab para aparat zaman Gus Dur juga khawatir kualat. Akhirnya mereka membiarkan Gus Dur memaparkan pembicaraan nya. Ada seorang peserta yang tidak terima dan bertanya apakah benar ibu-ibu rumah tangga yang banyak terpapar narkoba? Gus Dur dengan enteng menjawab, “Iya, tapi narkoba jenis yang satu lagi”. Semua diam, ada ibu-ibu yang bertanya, “Gus jenis narkoba apa yang dikonsumsi oleh ibu-ibu?”. Gus Dur mesem-mesem menjawab, “Narkoba yang itu-tu…Narik Kolore Bapake..”. gerrrrrr, hadiri pun tertawa.

Bahaya Narkoba dan Kisah Barsesa

Narkoba dalam perjalanan sejarah mempunyai model dan jenis beragam. Informasi dari Kapolres AKBP Andi Yul, bahwa menangkap 1 kg sabu berarti bisa menyelamatkan sekitar 5000 orang. Tentu ini sesuatu yang luarbiasa mengerikan pengaruh narkoba untuk masa depan bangsa. Jika melihat dari kilas sejarah, perdangan narkoba sudah sangat tua. Para pedagang kuno yang terkenal dari Arab, India dan Persia. Ketika Eropa menguasi perdangan, ia bergeser ke Eropa. Salah satu Negara Eropa yaitu Inggris pernah perang dengan Cina yang terkenal dengan Perang Candu tahun 1839-1842 dan 1856-1860. Salah satu penyebabnya yaitu kemarahan Cina terhadap penyelundupan opium oleh Inggris yang berasal dari India. Sekitar 1 juta candu inggris dibuang ke laut oleh tentara Cina.

Dalam literature kitab klasik, ada kisah Barseso dalam Kitab Duratunasihin. Dalam riwayat tersebut, Bareso adalah seorang ulama dan mempunyai kekeramatan yang luarbiasa. Konon dia mempunyai ribuan murid. Mereka mempunyai keahlian di atas rata-rata. Salah satu keahlian mereka yaitu bisa terbang laksana burung. Jika muridnya bisa terbang, apalagi guru nya. Paling tidak logika berfikirnya begitu. Sebab para sakti mandraguna zaman dulu mempunyai konsep ada kesaktian yang tidak diberikan kepada muridnya. Ia menjadi rahasia dan andalan agar tidak bisa terkalahkan oleh murid-muridnya.

Barsesa adalah seorang ulama, ilmu nya luas, ilmuwan, punya kesaktian dan punya pengikut sangat besar ( jika sekarang bisa dipastikan mempunyai pengaruh dalam dunia politik, paling tidak menjadi legitimasi para politikus untuk mencalonkan diri sebagai legislatif atau ekskutif). Namun karir jadi hancur lebur, gara-gara minum khomer (sekarang sabu, opium, narkoba). Akibatnya, otak pun rusak, pikiran tidak terkontrol, tapi nafsu sangat tinggi. Akibatnya nafsu menjadi liar, dan puncaknya dia melakukan hubungan intim dengan seorang perempuan yang bukan pasangannya. Akibat kelaku ini, dia pun tidak punya kekuatan. Harta tertinggi di hatinya berupa iman pun dilepas. Dia meninggal dalam keadaan su’ul khotimah. Na’udzubillah mindalik.

Jika mendengar kisah ini, saya jadi ngeri akibat pengaruh dari narkoba. Saya kira sesusah kita tidak punya duit atau belum menikah masih bisa berharap untuk mendapatkan duit dan mendapatkan pasangan nya (walaupun tidak sesuai harapan). Tapi jika sudah terkena narkoba dan apalagi sudah masuk pada “kecanduan” narkkoba, maka masa depan hancur dan dunia terasa gelap-gulita.

Mari kita sama-sama menjauhi barang terlarang tersebut. narkoba mengancurkan masa depan, menghancurkan keluarga, masyarakat, bangsa negara dan agama. menghancurkannya berarti menyelamatkan peradaban dan agama.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13566


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4565


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2879