Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Cinta Tak Pernah Lulus Tepat Waktu



Sabtu , 09 Agustus 2025



Telah dibaca :  584

Beberapa hari ini kurang mood menulis yang sudah menjadi tirakat ku untuk mencatat kata-kata yang berserakan di pelataran kehidupan manusia. Penyakit vertigo seperti nya mulai kambuh. Tidur seperti dunia berputar. Benar-benar mengganggu keseimbangan tubuh. Ternyata rasa sakit tidak enak. Tidak maksimal untuk menulis atau melakukan pekerjaan lainnya. sungguh sangat berbahagia, bagi orang-orang yang dikaruniani kesehatan dan bisa memanfaatkan waktu untuk terus menebar kebaikan.

Berita media online dan media sosial sebenarnya bagian dari jalan mengekspresikan diri untuk memberikan kemanfaatan kepada orang lain. Meskipun status media sosial sering kontradiksi dengan berlindung pada ideologi liberal, tapi pada sisi positif juga manusia bisa memetik kebaikan dari nya. Media-media tersebut adalah ladang amal kebaikan dan ladang untuk meraih penghidupan dengan pola-pola kekinian.

Salah satu informasi yang sering muncul berkaitan dengan pernikahan. Bagi orang yang mengerti tentang hal tersebut tentu tidak terlalu responsif sekali. Sebab Islam mengajarkan bahwa nikah bagian dari rahasia Allah yang tidak bisa dibatasi oleh waktu. Dalam proses tersebut ada naluri saling suka yang tidak mengetahui kapan tumbuh subur dan berkembang dalam diri manusia. Wajar jika kita menemukan berita pernikahan yang beragam mulai dari yang terlihat lumrah hingga sampai yang terlihat aneh-aneh di mata seperti pernikahan seorang kakek berumur 71 tahun dengan seorang gadis berumur 19 tahun, seorang bujang umur 24 tahun menikah seorang nenek berumur 74 tahun.

Anda boleh saja tertawa tentang persoalan tersebut. Anda juga mungkin menganggap pernikahan tersebut sebagai bentuk sensasi atau pansos agar menjadi terkenal secara cepat di dunia maya. Ma’lum, konten-konten saat sekarang ini memang mempunyai trend untuk menjadi diri sendiri terkenal. Apapun bentuk nya. Pokok nya viral. Apakah dibenarkan dalam syariat Islam atau menabrak nya, tidak peduli. Madzab kapitalis memang begitu, semakin viral semakin terkenal semakin banyak pemasukan.

Pernikahan beda umur bukan pada persoalan viral semata dan bukan juga aib yang harus ditutupi. Ajaran Islam membenarkan hal tersebut. Tidak masalah. Beda umur itu wajar-wajar saja. Apakah pasangan kita jauh lebih muda atau lebih tua bukan persoalan prinsipil sekali. Ada pilihan-pilihan tersendiri yang membuat mereka memutuskan kapan dan dengan siapa ia memilih pasangannya.

Pernikahan bukan perkuliahan. Ketika anda kuliah di program S1 hingga S3 itu ada masa limit nya. Jika tidak memenuhi syarat administrasi, maka bisa DO atau drop out. Pernikahan tidak mengenal DO. Pernikahan tidak membutuhkan aturan-aturan administrasi yang menghalangi nya untuk membina rumah tangga. Tidak ada kehinaan sama sekali orang yang menikah pada umur tertentu. Sebab pernikahan selalu saja ada motif-motif tertentu yang tidak sebatas pada persoalan urusan seksual, tapi ada nilai-nilai yang lebih dalam dari semua itu yaitu ada keinginan untuk mendapatkan rahmah atau kasih-sayang dari Allah SWT.

Suatu hari Nabi Muhammad duduk seorang diri. Istrinya Aisyah datang dan bertanya gerangan apa yang menyebabkan wajah nya terlihat murung dan sedih. Nabi mengatakan dengan jujur, bahwa ia ingat terhadap almarhumah istri pertama, Sayidina Khotijah.

Aisyah cemberut dan melontarkan kalimat yang seolah-olah membanggakan dirinya yang masih muda dan lebih cantik dari nya. Nabi mendengar hal tersebut tidak menerima nya. Manusia yang paling agung di dunia ini menjelaskan tentang sumbangsih besar Sayidina Khotijah atas perjuangan dan seorang istri yang telah memberikan keturunan. Nabi tidak bisa melupakan jasa Khotijah wanita tua yang saat menikah dengannya sudah berumur 40 tahun sedangkan dirinya masih sangat muda. Bagi nya, Khotijah merupakan seorang istri, teman diskusi sekaligus pelindung saat masyarakat mencaci maki dirinya.

Selain kisah tersebut di atas, tentu banyak kisah serupa dengannya. Kita bisa menemukan sejarah pernikahan beda usia orang-orang hebat, para ulama, ilmuwan dan sebagainya. pernikahan beda usia yang terlihat jomplang tersebut ternyata juga membawa keberkahan yang sangat luas dalam catatan-catatan peradaban manusia. dari mereka lahir generasi-generasi hebat yang melahirkan penerus para ilmuwan, ulama dan para pemimpin yang tidak terhitung jumlahnya.

Walhasil, sebagai seorang yang percaya terhadap aturan Tuhan, kita tidak perlu ikut-ikutan mentertawakan suatu pernikahan beda umur yang sering viral dengan dunia maya. Sepanjang itu masih dibenarkan dalam syariat Islam, maka sepanjang itu juga kita harus mengapresiasi nya sebagai bagian jalan menjaga pondasi-pondasi kehidupan Islam. Salah pondasi yang paling baik yaitu melalui pernikahan.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875