
Beberapa hari ini kurang mood menulis
yang sudah menjadi tirakat ku untuk mencatat kata-kata yang berserakan di
pelataran kehidupan manusia. Penyakit vertigo seperti nya mulai kambuh. Tidur
seperti dunia berputar. Benar-benar mengganggu keseimbangan tubuh. Ternyata
rasa sakit tidak enak. Tidak maksimal untuk menulis atau melakukan pekerjaan
lainnya. sungguh sangat berbahagia, bagi orang-orang yang dikaruniani kesehatan
dan bisa memanfaatkan waktu untuk terus menebar kebaikan.
Berita media online dan media sosial sebenarnya
bagian dari jalan mengekspresikan diri untuk memberikan kemanfaatan kepada
orang lain. Meskipun status media sosial sering kontradiksi dengan berlindung
pada ideologi liberal, tapi pada sisi positif juga manusia bisa memetik kebaikan
dari nya. Media-media tersebut adalah ladang amal kebaikan dan ladang untuk
meraih penghidupan dengan pola-pola kekinian.
Salah satu informasi yang sering muncul berkaitan
dengan pernikahan. Bagi orang yang mengerti tentang hal tersebut tentu tidak
terlalu responsif sekali. Sebab Islam mengajarkan bahwa nikah bagian dari rahasia
Allah yang tidak bisa dibatasi oleh waktu. Dalam proses tersebut ada naluri
saling suka yang tidak mengetahui kapan tumbuh subur dan berkembang dalam diri
manusia. Wajar jika kita menemukan berita pernikahan yang beragam mulai dari
yang terlihat lumrah hingga sampai yang terlihat aneh-aneh di mata seperti pernikahan
seorang kakek berumur 71 tahun dengan seorang gadis berumur 19 tahun, seorang
bujang umur 24 tahun menikah seorang nenek berumur 74 tahun.
Anda boleh saja tertawa tentang persoalan
tersebut. Anda juga mungkin menganggap pernikahan tersebut sebagai bentuk
sensasi atau pansos agar menjadi terkenal secara cepat di dunia maya. Ma’lum,
konten-konten saat sekarang ini memang mempunyai trend untuk menjadi diri
sendiri terkenal. Apapun bentuk nya. Pokok nya viral. Apakah dibenarkan dalam
syariat Islam atau menabrak nya, tidak peduli. Madzab kapitalis
memang begitu, semakin viral semakin terkenal semakin banyak pemasukan.
Pernikahan beda umur bukan pada persoalan viral semata dan bukan juga aib yang harus ditutupi. Ajaran Islam membenarkan hal tersebut. Tidak masalah. Beda umur itu wajar-wajar saja. Apakah pasangan
kita jauh lebih muda atau lebih tua bukan persoalan prinsipil sekali. Ada
pilihan-pilihan tersendiri yang membuat mereka memutuskan kapan dan dengan
siapa ia memilih pasangannya.
Pernikahan bukan perkuliahan. Ketika anda
kuliah di program S1 hingga S3 itu ada masa limit nya. Jika tidak
memenuhi syarat administrasi, maka bisa DO atau drop out. Pernikahan tidak
mengenal DO. Pernikahan tidak membutuhkan aturan-aturan administrasi yang menghalangi
nya untuk membina rumah tangga. Tidak ada kehinaan sama sekali orang yang
menikah pada umur tertentu. Sebab pernikahan selalu saja ada motif-motif
tertentu yang tidak sebatas pada persoalan urusan seksual, tapi ada nilai-nilai
yang lebih dalam dari semua itu yaitu ada keinginan untuk mendapatkan rahmah
atau kasih-sayang dari Allah SWT.
Suatu hari Nabi Muhammad duduk seorang
diri. Istrinya Aisyah datang dan bertanya gerangan apa yang menyebabkan wajah
nya terlihat murung dan sedih. Nabi mengatakan dengan jujur, bahwa ia ingat
terhadap almarhumah istri pertama, Sayidina Khotijah.
Aisyah cemberut dan melontarkan kalimat
yang seolah-olah membanggakan dirinya yang masih muda dan lebih cantik dari nya.
Nabi mendengar hal tersebut tidak menerima nya. Manusia yang paling agung di
dunia ini menjelaskan tentang sumbangsih besar Sayidina Khotijah atas
perjuangan dan seorang istri yang telah memberikan keturunan. Nabi tidak bisa
melupakan jasa Khotijah wanita tua yang saat menikah dengannya sudah berumur 40
tahun sedangkan dirinya masih sangat muda. Bagi nya, Khotijah merupakan seorang
istri, teman diskusi sekaligus pelindung saat masyarakat mencaci maki dirinya.
Selain kisah tersebut di atas, tentu banyak
kisah serupa dengannya. Kita bisa menemukan sejarah pernikahan beda usia
orang-orang hebat, para ulama, ilmuwan dan sebagainya. pernikahan beda usia
yang terlihat jomplang tersebut ternyata juga membawa keberkahan yang sangat luas
dalam catatan-catatan peradaban manusia. dari mereka lahir generasi-generasi hebat
yang melahirkan penerus para ilmuwan, ulama dan para pemimpin yang tidak
terhitung jumlahnya.
Walhasil, sebagai seorang yang percaya
terhadap aturan Tuhan, kita tidak perlu ikut-ikutan mentertawakan suatu
pernikahan beda umur yang sering viral dengan dunia maya. Sepanjang itu masih
dibenarkan dalam syariat Islam, maka sepanjang itu juga kita harus
mengapresiasi nya sebagai bagian jalan menjaga pondasi-pondasi kehidupan Islam.
Salah pondasi yang paling baik yaitu melalui pernikahan.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875