Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Digdaya NU dan Isyarah Simbol Bumi



Sabtu , 01 Februari 2025



Telah dibaca :  762

Kenapa sih ormas NU menggunakan logo bumi yang ditengahnya ada tulisan Nahdlatul Ulama [ نهضة العلماء ] dengan menggunakan bahasa Arab. Saya mencoba berijtihad sendiri agar kalau salah dapat pahala satu, benar dua. Pertama, bahwa organisasi NU didirikan oleh para ulama yang referensi keilmuannya sudah berstandar ulama dan referensi keilmuannya juga bersanad ulama. Jadi, jika ingin mengetahui jatidiri NU maka harus mengkaji mata rantai keilmuannya. Bisa dipastikan karya-karya ulama yang dipelajari oleh Pendiri NU tidak akan putus sampai pada generasi pertama Islam bahwa sampai pada Nabi Muhammad SAW.


Kedua, NU mempunyai semangat untuk menebarkan dakwah model kanjeng nabi Muhammad, para sahabat, tabi’in, tabi’in tabi’in dan para ulama dengan menebarkan rahmat semesta alam.

Cikal bakal dari ormas NU itu sangat jelas yaitu bukan dua kelompok yang sangat eklusif baik Syiah maupun Khawarij. Cikal bakal ormas NU yaitu kelompok mayoritas yang menerima para sahabat sebagai jalur sanad keilmuan (tidak seperti kelompok syiah yang hanya menerima sanad keilmuan dari kelompok Ali dan Khawarij menolak sahabat Umar, Utsman bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib). Ketiga, bumi sebagai simbol kehidupan yang beragam suku, etnis, budaya dan agama. keberagaman sebagai desain Tuhan yang mempunyai fungsi sebagai media ta’aruf atau saling berbagi pengalaman, ilmu dan keahlian dalam rangka meningkat kualitas manusia. proses saling menerima dan memberi dalam kontek ta’aruf bisa tercipta apabila saling menghormati keberagaman. Itu sebabnya, ormas NU sangat menghargai keberagaman yang hidup di tengah-tengah masyarakat.

Dari ketiga makna tersebut penulis bisa mengambil intisari nilai dasar simbol bumi di ormas NU: keterbukaan dialog antar umat manusia, keterbukaan menerima perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan keterbukaan memperbaiki sistem organisasi dengan tuntutan perkembangan zaman.


Pertama,bahwa keterbukaan dialog antar umat manusia bahwa NU sebagai wadah ormas Islam harus mampu menjadi jembatan kerukunan manusia dengan latarbelakang suku, etnis, agama dan budaya. Kini pada era digital jarak manusia semakin dekat. Tapi konflik atas nama identitas sangat mudah muncul dan bisa merusakan jaringan-jaringan persaudaraan global. Sangat mudah retak seperti gelas terbuat dari kaca. Pada posisi ini, NU mempunyai peran strategis untuk “ndondomi” atau merajut persaudaraan masyarakat dunia tanpa melihat identitas. Sikap tersebut sebagai perwujudan dawuh Kanjeng Nabi: “Sebaik-baik manusia yang memberi manfaat kepada orang lain”.

Kedua, makna keterbukan menerima ilmu pengetahuan dan teknologi adalah sebagai respon kebutuhan fundamental organisasi di era digital. Hari ini ormas NU sangat membutuhkan perangkat lunak dan keras dibidang teknologi. Selain  kemampuan wawasan keilmuan , NU juga membutuhkan kemampuan teknologi dalam rangka merealisasikan ormas agama sebagai juru dakwah yang rahmat semesta alam. Kedudukan dakwah di era ditigal memegang peran yang sangat penting. Kini kelompok kecil dan tidak terkenal mampu menguasai dunia maya dan mempengaruhi cara pandang dan perilaku manusia hanya cukup dengan sentuhan beberapa jari dan bisa tersebar dengan sangat luas dan massif. Maka yang akan terjadi, kelompok besar akan menjadi mangsa pasar mereka dan akan mempengaruhi pola pikir sehingga mengikuti pikiran-pikiran mereka. Tidak bisa menutup kemungkinan kelompok besar tersebut adalah masyarakat NU yang belum mengenal urgensi digitalisasi informasi saat sekarang ini.

Ketiga, keterbukaan dalam pengelolaan organisasi. di era digital, organisasi sudah tidak lagi dijalankan secara manual dan tradisional. Meskipun tidak seratus persen modern, tapi langkah membenahi organisasi bisa berjalan dengan lebih efekfif dan harus segera digesa dengan format-format sistem tatakerja organisasi modern yaitu memotong jarak tempuh birokrasi hingga semakin efektif dan ada efisiensi anggaran dalam melaskanakan roda organisasi. harapannya, capaian-capaian yang diinginkan oleh organisasi semakin cepat terealisasikan.


Pemikiran-pemikiran nylenehku tersebut di atas ternyata mendapatkan jawaban langsung dari Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) pada rapat zoom malam pada tanggal 1 Pebruari 2025 jam 19.00 WIB. Terutama urgensi menggerakan organisasi agar terlihat lebih lincah, cekatan, efektif dengan efisiensi waktu, tenaga dan biaya. Kebetulan juga tulisanku sebelumnya berjudul “paket hemat” atau “hemat paket” sebagai tulisan pemanasan sekaligus  kegiatan harlah NU yang murah meriah dan manfaat lebih terasa. Pembahasannya juga berkaitan dengan PD-PKPNU dan DIGDAYA persuratan. Tapi isine kok podo yang disampaikan oleh Gus Yahya? (saya mau bilang “laa ya’riful wali illa wali”, takut kena semprot teman ku yang lagi tirakat makan nasi tiwul. Padahal yang dimaksud sebenarnya wali santri, hehehe).

Jadi saya kira program DIGDAYA persuratan ormas NU pada era Gus Yahya ini menurutku benar-benar sebagai langkah besar dalam merapikan dan menciptakan ormas yang DIGDAYA. Kalau orang Jawa bilang “ampuh” atau “dugdeng” atau “cespleng” atau hebat. dan ternyata menjadi  ormas digdaya ternyata membutuhkan tirakat kesabaran yang luarbiasa. tapi percayalah, meskipun membutuhkan tirakat kesabaran dan pati geni, saya yakin tidak seberat para nabi yang mendapatkan gelar ulul azmi. Masa sih ingin DIGDAYA tidak mau tirakat, hehehe.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

???? Notification: Withdrawing NoTB19. GET > https

b9x2bb

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872