
Kenapa sih ormas NU menggunakan logo bumi yang ditengahnya ada tulisan Nahdlatul Ulama [ نهضة العلماء ] dengan menggunakan bahasa Arab. Saya mencoba berijtihad sendiri agar kalau salah dapat pahala satu, benar dua. Pertama, bahwa organisasi NU didirikan oleh para ulama yang referensi keilmuannya sudah berstandar ulama dan referensi keilmuannya juga bersanad ulama. Jadi, jika ingin mengetahui jatidiri NU maka harus mengkaji mata rantai keilmuannya. Bisa dipastikan karya-karya ulama yang dipelajari oleh Pendiri NU tidak akan putus sampai pada generasi pertama Islam bahwa sampai pada Nabi Muhammad SAW.

Kedua, NU mempunyai semangat untuk menebarkan dakwah model kanjeng nabi Muhammad, para sahabat, tabi’in, tabi’in tabi’in dan para ulama dengan menebarkan rahmat semesta alam.
Cikal bakal dari ormas NU itu sangat jelas
yaitu bukan dua kelompok yang sangat eklusif baik Syiah maupun Khawarij. Cikal bakal
ormas NU yaitu kelompok mayoritas yang menerima para sahabat sebagai jalur
sanad keilmuan (tidak seperti kelompok syiah yang hanya menerima sanad keilmuan
dari kelompok Ali dan Khawarij menolak sahabat Umar, Utsman bin Affan dan Ali
Bin Abi Thalib). Ketiga, bumi sebagai simbol kehidupan yang beragam
suku, etnis, budaya dan agama. keberagaman sebagai desain Tuhan yang mempunyai
fungsi sebagai media ta’aruf atau saling berbagi pengalaman, ilmu dan
keahlian dalam rangka meningkat kualitas manusia. proses saling menerima dan
memberi dalam kontek ta’aruf bisa tercipta apabila saling menghormati
keberagaman. Itu sebabnya, ormas NU sangat menghargai keberagaman yang hidup di
tengah-tengah masyarakat.
Dari ketiga makna tersebut penulis bisa mengambil intisari nilai dasar simbol bumi di ormas NU: keterbukaan dialog antar umat manusia, keterbukaan menerima perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan keterbukaan memperbaiki sistem organisasi dengan tuntutan perkembangan zaman.

Pertama,bahwa keterbukaan dialog antar umat manusia bahwa NU
sebagai wadah ormas Islam harus mampu menjadi jembatan kerukunan manusia dengan
latarbelakang suku, etnis, agama dan budaya. Kini pada era digital jarak
manusia semakin dekat. Tapi konflik atas nama identitas sangat mudah muncul dan
bisa merusakan jaringan-jaringan persaudaraan global. Sangat mudah retak
seperti gelas terbuat dari kaca. Pada posisi ini, NU mempunyai peran strategis
untuk “ndondomi” atau merajut persaudaraan masyarakat dunia tanpa
melihat identitas. Sikap tersebut sebagai perwujudan dawuh Kanjeng Nabi: “Sebaik-baik
manusia yang memberi manfaat kepada orang lain”.
Kedua, makna keterbukan menerima ilmu pengetahuan dan
teknologi adalah sebagai respon kebutuhan fundamental organisasi di era
digital. Hari ini ormas NU sangat membutuhkan perangkat lunak dan keras
dibidang teknologi. Selain kemampuan
wawasan keilmuan , NU juga membutuhkan kemampuan teknologi dalam rangka merealisasikan
ormas agama sebagai juru dakwah yang rahmat semesta alam. Kedudukan dakwah di
era ditigal memegang peran yang sangat penting. Kini kelompok kecil dan tidak
terkenal mampu menguasai dunia maya dan mempengaruhi cara pandang dan perilaku
manusia hanya cukup dengan sentuhan beberapa jari dan bisa tersebar dengan
sangat luas dan massif. Maka yang akan terjadi, kelompok besar akan menjadi
mangsa pasar mereka dan akan mempengaruhi pola pikir sehingga mengikuti
pikiran-pikiran mereka. Tidak bisa menutup kemungkinan kelompok besar tersebut
adalah masyarakat NU yang belum mengenal urgensi digitalisasi informasi saat
sekarang ini.
Ketiga, keterbukaan dalam pengelolaan organisasi. di era digital, organisasi sudah tidak lagi dijalankan secara manual dan tradisional. Meskipun tidak seratus persen modern, tapi langkah membenahi organisasi bisa berjalan dengan lebih efekfif dan harus segera digesa dengan format-format sistem tatakerja organisasi modern yaitu memotong jarak tempuh birokrasi hingga semakin efektif dan ada efisiensi anggaran dalam melaskanakan roda organisasi. harapannya, capaian-capaian yang diinginkan oleh organisasi semakin cepat terealisasikan.

Pemikiran-pemikiran nylenehku
tersebut di atas ternyata mendapatkan jawaban langsung dari Ketua Umum PBNU,
KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) pada rapat zoom malam pada tanggal 1 Pebruari
2025 jam 19.00 WIB. Terutama urgensi menggerakan organisasi agar terlihat lebih
lincah, cekatan, efektif dengan efisiensi waktu, tenaga dan biaya. Kebetulan
juga tulisanku sebelumnya berjudul “paket hemat” atau “hemat paket” sebagai tulisan
pemanasan sekaligus kegiatan harlah NU yang
murah meriah dan manfaat lebih terasa. Pembahasannya juga berkaitan dengan PD-PKPNU
dan DIGDAYA persuratan. Tapi isine kok podo yang disampaikan oleh Gus
Yahya? (saya mau bilang “laa ya’riful wali illa wali”, takut kena
semprot teman ku yang lagi tirakat makan nasi tiwul. Padahal yang dimaksud
sebenarnya wali santri, hehehe).
Jadi saya kira program DIGDAYA persuratan
ormas NU pada era Gus Yahya ini menurutku benar-benar sebagai langkah besar dalam
merapikan dan menciptakan ormas yang DIGDAYA. Kalau orang Jawa bilang “ampuh”
atau “dugdeng” atau “cespleng” atau hebat. dan ternyata
menjadi ormas digdaya ternyata
membutuhkan tirakat kesabaran yang luarbiasa. tapi percayalah, meskipun
membutuhkan tirakat kesabaran dan pati geni, saya yakin tidak
seberat para nabi yang mendapatkan gelar ulul azmi. Masa sih ingin DIGDAYA
tidak mau tirakat, hehehe.
Penulis : Imam Ghozali
???? Notification: Withdrawing NoTB19. GET > https
b9x2bb
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2941
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872