
Allah menciptakan manusia dalam kondisi merdeka.
Tidak ada yang boleh melakukan kedzaliman dan penindasan terhadap manusia. Semua sama
dalam pandangan-Nya. Tidak ada perbedaan warna kulit, suku, etnis, budaya dan
keyakinan. Semua punya kebebasan untuk menjadi manusia merdeka dan tidak
terbelenggu oleh penjajahan.
Kenapa terjadi penjajahan. Karena ada kelompok
manusia merasa lebih hebat dari kelompok lain. merasa lebih pandai, lebih luas
wawasannya, lebih cerdas, lebih kuat dan lain-lain. lalu dengan kelebihan ini
digunakan untuk melakukan penindasan dan perbudakan kelompok atau bangsa lain
yang menurut anggapannya berada di bawah standar kemampuannya.
Kelompok etnis pada masa dulu seperti bangsa romawi dan persia merasa sebagai bangsa yang paling kuat. Mereka terus perang dan selalu silih berganti menang. Pada masa Fir’aun kaum qibthi merasa lebih hebat dan kuat daripada kaum Bani Israel. Mereka menindas dan membunuh anak laki-laki Bani Israel. Ketika Musa telah membebaskan dari cengkraman kekuasaan Fir’aun, mereka menjadi penguasa dan merasa lebih hebat dari bangsa lain hingga saat sekarang ini.

Bangsa Indonesia pernah menjadi bangsa yang
sangat maju pada masa kerajaan Sriwijaya dan Majapahati. Setelah kedua runtuh,
muncul kerajaan-kerajaan Islam berkuasa di seluruh nusantara. Sejalan perjalanan
waktu, ketika bangsa barat masuk ke wilayah nusantara , terjadi apa yang
disebut imperialisme dan kolonialisme.
Pada masa imperialisme masyarakat Indonesia
mengalami kerja paksa baik pada penjajahan Belanda maupun penjajahan Jepang. Watak
para penjajah Dimana-mana selalu sama, yaitu membuat sistem kehidupan agar
tidak bisa bangkit dan selalu dalam kondisi lemah, baik ekonomi, pendidikan,
maupun rasa persatuan di antara saudara satu bangsa dan tanah air. Para penjajah
selalu membuat sistem pendidikan dan ekonomi selalu mengalami ketergantungan
kepada mereka. Persis seperti orang terkena ganja atau morfin. Ia akan
mengalami kecanduan dan rela membeli nya dengan harga yang sangat mahal. Kondisi
ini berlangsung sangat lama.
Sebagaimana bangsa Bani Israel ketika
dijajah oleh Kaum Qibthi, mereka terpecah belah. Tidak ada kekuatan sama
sekali. Ada rasa putus asa menatap masa depan. Lalu Tuhan mengutus para nabi
dan melatih kaum Bani Israel untuk bisa bangkit dari rasa takut terhadap
manusia. Siapapun manusia merupakan karya Tuhan. Kedudukan Tuhan jauh lebih
tinggi dari manusia manapun termasuk para raja seperti Fir’aun. Akhirnya mereka
sadar, bahwa satu-satunya sandaran yang paling kuat menjadi bangsa Merdeka ketika
usaha nya melibatkan Tuhan dalam setiap usaha nya. Akhirnya berhasil. Bani Israel
mendapatkan kemerdekaan, terbebas dari penjajah Raja Fir’aun.
Ketika Indonesia hidup dalam cengkraman imperialisme,
satu-satunya yang menjadi sumber kekuatan yaitu kesadaran kolektif akan
pertolongan Allah SWT. Agama bangsa Indonesia sangat beragam. Namun keyakinan
akan pertolongan-Nya menumbuhkan rasa kasih-sayang yang kemudian tumbuh untuk
hidup bersatu dalam keberagaman. Ini yang kemudian melahirkan pilar bangsa: “Bhineka
tunggal ika, berbeda-beda tetapi tetap satu”.
Dari sini penulis bisa memahami bahwa kemerdekaan Indonesia berangkat dari keberagaman yang mempunyai kesadaran total untuk menjadi satu. Kesadaran tersebut merupakan keberkahan yang telah diberikan oleh Allah kepada bangsa Indonesia. hidup penuh dengan keberagaman. Tidak ada superior mayoritas dan tidak inferior minoritas. Semua nya berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah.

Keberagaman merupakan keberkahan dan
sekaligus ujian. Keberagaman suku, etnis, agama dan budaya merupakan realita kenikmatan
dari-nya. dari situ juga ada potensi-potensi yang berbeda-beda, pandangan yang
beragam dan upaya mengaktualisasikan kenikmatan kemerdekaan tersebut. potensi-potensi
ini pada sisi lain bisa memicu suatu ketegangan, konflik bahkan perpecahan di
tengah-tengah masyarakat. Hal ini terjadi jika potensi-potensi tersebut tidak
dikelola dengan baik. Maka, mengelola keberagaman dengan segala kekayaan
intelektual, pandangan, watak dan jalan penyelesaian masalah dari beragam
masalah yang ada saat sekarang ini membutuhkan kejernihan hati dan kesucian jiwa
serta “jembarnya rasa” untuk bisa menerimanya dan memutuskan jawaban untuk
kepentingan bersama.
Kejernihan hati dan kesucian jiwa serta
luas nya rasa yang ada pada diri masing-masing membutuhkan proses
terus-menerus. Ia tidak cukup pada sebatas tataran ilmu, wacana, tapi juga menjadi
jati diri kesehariannya. Jika ini bisa dibangun dengan baik dan terus-menerus
diasah pada setiap individua, maka egoisme, keakuan diri lambat laun akan mulai
berkurang. Sebab dalam hidup berbangsa dan bernegara, tidak ada istilah aku,
tapi sudah berubah menjadi “kami” dan “kita”. Ketika kesukesan berhasil bukan
karena sebatas kehebatan pimpinannya, tapi merupakan keagungan kolektif atas
kesadaran diri mewujudkan cita-cita kemerdekaan tersebut.
Meskipun demikian, bangsa yang merdeka dan
maju membutuhkan sistem administrai negara dan pemerintahan yang rapi. Pada wilayah
ini, maka seorang pemimpin laksana Dirigen. Ia harus mampu menciptakan
harmonisasi nada dan lagu yang tepat agar menghasilkan paduan suara yang indah
di dengar dan enak dipandang mata.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875