
Hari senin lalu istri ku menelpon bahwa
faiz hari kamis akan wisuda di TK Afida. Saya mendengarnya ingin tertawa, masih
TK sudah wisuda. Pengalaman dulu, Ketika mendengar kata “wisuda” identik dengan
lulusan diploma atau Strata 1, Magister dan Doktor. Kebetulan, saya pernah
merasakan wisuda ketiga jenjang tersebut. Artinya jika setiap jenjang
pendidikan mengahiri sekolah dengan acara wisuda, maka ketika Faiz seperti ayah
nya (kuliah sampai program doktor) berarti bisa wisuda tujuh kali.
Saya secara pribadi tidak masalah. Meskipun
ada yang melakukan kritik terhadap penggunaan kata “wisuda”. Hal ini berangkat
dari tradisi tersebut sebagai momen penting dianggap sakral dan wibawa bagi
setiap orang yang menggunakan baju wisuda dan toga. Kesakralan dan kewibawaan
karena berkaitan dengan keilmuan yang disandang pada dirinya. Dari situ
kemudian lahir gelar-gelar sarjana dengan bidang keahlian tertentu seperti
gelar S.Pd untuk sarjana Pendidikan, SH untuk gelar sarjana hukum dan
lain-lain.
Ulama besar Bernama Syaikh Abu Hanifah dalam
Kitab Ta’lim Muta’alim mengatakan demikian, “Perbesarlah Lengan Baju Mu”.
Perkataan Abu Hanifah sebenarnya pesan kepada
para ulama agar menggunakan khas baju yang berlengan besar, sehingga
akan terlihat kewibawaan dan keagungan nya. Jadi tradisi lengan besar adalah
tradisi baju untuk para ulama. Lalu pola tersebut diadopsi perguruan tinggi
sebagai simbol kepakaran, kedalaman ilmunya dan keindahan akhlak al-karimah.
Zaman mengalami perubahan yang sangat
cepat. Sistem pendidikan pun demikian. Para ilmuwan dan para pendidik mencoba
melakukan inovasi-inovasi pendidikan dengan beragam model yang bisa kita lihat
saat sekarang ini. Perubahan-perubahan dan inovasi-inovasi akan terus berjalan
dari generasi ke generasi berikutnya. Meskipun sekali lagi, ada yang setuju dan
menolaknya. Itu sudah menjadi watak sepanjang perjalanan sejarah manusia.
Saya sebagai ayah tentu tidak mempersoalkan
hal tersebut. Justru saya senang melihat anak-anak bahagia di acara tersebut.
Ma’lum dunia taman kanak-kanak adalah dunia main. Mereka belum memahami esensi baju
dan toga yang disandangnya. Dunia anak-anak adalah kebahagiaan mengekspresikan
segala ucapan dan perilakunya. Melalui dunia permainan mereka tumbuh
kreatifitasnya dan interaksi sosial dengan teman-teman dan lingkungan yang
lebih luas.
Sebagai penutup tulisan ini, saya berdoa
kepada Allah semoga acara wisuda TK tersebut menjadi simbol tangga prestasi
bagi anaku Muhammad Faiz Artanabil pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan “tafaulan” bahwa baju wisuda
tersebut simbol mendapatkan baju kemulyaan di masa depan, amin ya rabbal ‘alamin.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13560
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3571
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876