
Sekitar jam 13.20 menit, saya mendapatkan
telpon dari Polisi Mada, polisi muda yang bertugas di Kapolres Kepulauan Meranti.
Isinya; undangan pisah sambut Polres Meranti AKBP Andy Yul diganti oleh AKBP Kurnia
Setyawan. Saya belum memberi jawaban undangannya. Ingin cepat pulang ke Meranti
dan mengikuti acara tersebut, tapi istri dan anak-anak masih ingin liburan ke Rumah saudara-saudara nya di Bengkalis. Sudah bertahun-tahun tidak ketemu. Mereka
ingin silaturahim dengan keluarga besar dari jalur mbah dan saudara-saudara
istri saya yang sudah lama tinggal di Bengkalis. Setelah selesai, rencana menemui kakak dan adiknya yang berada di Tanjung Balai.
Dua polisi yang sudah saya anggap saudara
dan teman diskusi adalah Pak Laode Proyek dan Pak Andi Yul. Dua Kapolres berbeda masa ini
berasal dari Sulawesi. Pak laode menjadi kapolres tahun 2018-an. Dia masih terlihat logat Sulawesi nya. Ucapan
keras, tegas dan suka bergurau. Saya ingat dulu, saat malam-malam (sekitar jam
21.30) Pak Laode datang rombongan ke rumah ku. Dia ingin ngopi dan ngobrol tentang kebinekaan di Kepulauan Meranti. Setelah ngobrol sebentar, akhirnya lokasi
tidak jadi di rumah ku, tapi di Kedai Kopi. Saya tentu sangat setuju. Bukan karena
materi yang akan didiskusikan, tapi yang terpenting bisa ngopi. Sebab jika berbicara tentang kebangsaan, Pak Laode jauh lebih mengetahuinya. Jadi target saya bisa ngopi bareng. Ma’lum, hobi
saya minum Kopi. Meskipun rokok kurang minat. Tapi jika disuruh menghabiskan
satu bungkus satu jam, Insya Allah kuat.
Pak Laode itu kalau ngobrol “sat-set”, to
the point. Jika suka, bilang suka, tidak suka bilang tidak suka. Siapapun di
depannya, jika dianggap menyalahi prosedur, maka tidak segan-segan mengatakan
sebenarnya, meskipun terlihat pedas. Badan kurus, tinggi, dan kulit hitam.
Berbeda dengan Pak Andi Yul, bicara nya
sangat lembut. Pertama bertemu, saya berfikir bahwa dia itu orang Jawa. Ma’lum,
gaya bicara dan cara bersikap di depan ustadz seperti orang Jawa. Sangat sopan.
Seperti santri berdiri di depan kyai. Maka, ketika ada yang bilang bahwa Pak
Andi dari Sulawesi, saya tidak percaya. Cukup lama saya tidak percaya. Bahkan ketika
kami bersama-sama turba (turun bawah) dan keliling desa-desa di Kepulauan
Meranti bersama para pejabat Pemda, saya masih belum percaya kalau dari Sulawesi.
Setelah beberapa waktu berjalan, saya baru tahu kalau dari Sulawesi. Kami pun
sering ngobrol. Apa saja, termasuk juga berkaitan dengan tugas-tugas
kepolisian. Tentu saja sebagaimana Pak Laode, Pak Andi juga sangat disiplin dalam menjalankan tugasnya. Tapi sisi humanisme lebih dominan dalam menjalankan tugas selama di kabupaten termuda di Provinsi Riau. Dia Kapolres yang sangat merakyat dan bisa berkumpul di seluruh lintas golongan, ormas dan masyarakat.
Baik Pak Laode dan Pak Andy bukan manusia sempurna. Mereka orang
biasa, yang tidak lepas dari kesalahan. Hal sama juga terjadi pada diriku, dan
manusia pada umumnya. Meskipun kita mempunyai sebutan yang berbeda-beda; ulama,
dosen, polisi, bupati, sekda, camat dan lain-lain. semua punya salah. Justru adannya kesalahan semakin mempertegas kedudukan manusia. Sebab tidak
ada manusia yang tidak punya salah. Juga tidak ada manusia selalu benar. Manusia
adalah adalah makhluk Tuhan yang berada di dua dimensi berbeda; pada dirinya ada nafsu mutmainah
(nafsu baik) dan ada nafsu syayiah(nafsu buruk). Ketika manusia mampu menerapkan nafsu mutmainah, maka dia adalah manusia
sukses. Ketika Dia tidak mampu mengendalikan diri,maka dia gagal. Meskipun mendapat
jabatan yang tinggi.
Pak Andy Yul dan Saya adalah orang-orang
yang sedang berjalan memperbaiki diri pada sisi perbaiki nafsu menuju pada mut’mainah. Kita adalah orang-orang yang sama-sama berjuang untuk mencapai titel tersebut. Sebab ujian
hidup setiap orang itu beragam, yang bisa tergelincir atau terperosok ke lembah kenistaan. Semoga saja tidak terjadi. Itu yang diharapkan.
Saya sebagai seorang teman hanya bisa
mengucapkan “Selamat atas prestasi baru” yang diraih oleh Pak Andy. Tidak semua
orang bisa meraih prestasi. Juga tidak semua orang tahan terhadap ujian
prestasi. Selalu saja ada ujian-ujian yang membuat para peserta ujian untuk
ekstra hati-hati agar bisa melaluinya dengan baik.
Saya juga minta maaf tidak bisa menghadiri
undangan Pak Andy. Saya ingin menelpon, tapi tidak punya nomor HP nya. Mungkin Pak
Polisi Mada heran selevel saya, kok tidak punya nomor HP Pak Andi. Memang saya
seperti itu. Sampai hari ini, saya tidak punya nomor para petinggi mulai dari Bupati
sampai kepala dinas. Hanya ada beberapa nomor, karena saya mendapatkan telpon
dari mereka. Baru saya simpan.
Saya lakukan seperti ini tujuannya agar
persaudaraan tetap terjaga. Seandainya mereka lupa terhadapku pun, saya sudah
siap dan tidak akan mengganggu tugas mereka yang lebih besar. Namun, orang baik
akan tetap bertemu dengan orang baik. Ruh-ruh orang baik laksana aliran listrik
yang akan tetap terkoneksi dimanapun berada. Itu prinsipnya. Suatu saat ketika,
pak andi menjadi orang hebat, dia pasti akan mengingatku. Semoga kita tetap
sama-sama menjadi orang baik sepanjang masa.
Mohon maaf kepada Pak Andy tidak bisa
menghadiri, doa ku senantiasa menyertaimu. Semoga semakin baik dan sukses di
masa yang akan datang.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3574
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2969
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876