
Di ruang makan, saya sempatkan sedikit
membahas tentang makna kebahagiaan bersama Prof Candra dari UINSU. Sebenarnya
ingin membahas persoalan tiga pulau yang jadi sengketa antara Sumatera dan Aceh.
Namun kami membatalkan diskusi tersebut. Prof Candra cukup professional. Dia Guru
Besar prodi MPI -Manajemen Pendidikan Islam. Sedangkan persoalan pulau,
kebijakan pemerintah dan tata kelola administrasi pemerintah masuk pada wilayah
MPI satu nya lagi -Manajemen Politik Indonesia. Nama sama, isinya berbeda.
Seperti nama PSI dulu dan sekarang. PSI dulu
Partai Syarikat Islam, sekarang Partai Sosidaritas Indonesia. Apakah PSI sekarang
ada pengaruh PSI dulu. Kurang tahu. Dulu ada SI -tanpa P-merupakan singkatan
dari Syarikat Islam. Nama nya Syarikat Islam, tapi kemudian pecah menjadi dua:
kiri dan kanan. Kanan berbasis agama, kiri sosialis.
Salah satu sumber kebahagiaan menurutnya
berupa badan sehat. Saya sebagai yunior dari segi ilmu tentu saja sangat welcome
menerima wejangan tersebut. Dengan nikmat sehat, kami bisa bertemu bisa
tersenyum, bercanda dan makan apapun terasa nikmat. Saya percaya, bahwa
sebagian dari kenikmatan Allah yang agung berupa kesehatan baik jasmani maupun
ruhani.
Era modern, orang beramai-ramai berinvestasi
untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Di tempat-tempat umum seperti di Bandara,
saya juga menemukan beberapa tempat pijat refleksi. Harga bervariasi. Dari Rp.50.000,00-150.000,00.
Ramuan-ramuan jamu tradisional juga semakin marak. Iklan-iklan tentang
pentingnya kembali lagi pada ramuan tradisional sebagai penjaga kesehatan tubuh
mulai ramai di Media Sosial. Di Bandara YIA Kulonprogo Yogyakarta ada lapak khusus
makanan dan minuman tradisional khas Yogyakarta. Saya pernah pesan. Isi nya
rempah-rempahan dan gula nya gula batu.
Jauh sebelum membahas pentingnya Kesehatan tubuh, Islam telah memperkenalkan konsep kesehatan. Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah
bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging.
Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal
daging tersebut buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal
daging itu adalah hati.”
Kata [القلب] dalam hadist tersebut ada
dua makna: pertama, makna jasad -liver, kedua makna ruhani. Keduanya berbeda
fungsi dan subtansinya. Dalam sistem pencernaan hati -liver -mempunyai fungsi
untuk menghasilkan cairan empedu yang membantu mencerna lemak, mengolah nutrisi
dan menyimpan energi. Sedangkan hati ruhani mempunyai fungsi sebagai penguasa
memberikan perintah unsur-unsur badani. Ia merupakan wadah ilmu dan hidayah
serta keimanan.
Hadist ini juga relevan dengan ilmu kesehatan
jasmaniah. Pada sisi lain, kesehatan juga sangat berhubungan dengan kondisi
psikologis ruhaniah. Ketika dilihat secara kasat mata seolah-olah kedua nya
berdiri sendiri. sebenarnya tidak demikian. Kedua-duanya -jasmani dan ruhani -sebenarnya
satu paket kumplit. Keduanya saling mempengaruhi kondisi kesehatan.
Kondisi ruhaniah sangat mempengaruhi
kondisi tubuh. Kebahagiaan ruhaniah sangat membantu kesehatan jasmaniah. Kedamaian
ruhaniah sangat membantu kenormalan peredaran darah dan nafas. Sebaliknya,
kesombongan, congkak, dan kebencian adalah perilaku ruhaniah yang secara pelan-pelan
membentuk partikel-partikel negatif dan akan menjadi racun pada bagian-bagian
tubuh yang daya tubuh lemah. Dari situ penyakit mulai bekerja menggerogoti
kekuatan fisik.
Terkadang ada juga seseorang mempunyai
kondisi tubuh lemah, sering sakit-sakitan, tapi kondisi ruhaniahnya sangat
baik. Ada Syeikh Ahmad Yasin Pemimpin Partai Hamas di Palestina. Ia mengalami
disabilitas. Ia hidup di kursi roda. Tapi melalui kursi ini, dia mampu
menggerakan Pasukan Hamas melawan Israel. Ini bukti fisik yang sakit, tapi
ruhaniah sangat sehat. Ruhaniah sehat dalam kondisi apapun tetap selalu bisa
melahirkan karya.
Saya mempunyai saudara yang tergolong ulama
ruhaniah mastur. Umur sekitar 75 tahun. Siang hari jarang tidur, dan malam hari
selalu wiridan. Malam hari wiridan tujuannya untuk mengobati dirinya sendiri
dan orang lain yang membutuhkan.
Sejak masih muda dia selalu muntah darah. Tidak
sembuh-sembuh. Pergi ke dokter dan diperiksa seluruh tubuh nya sehat semua. Normal
semua. Selama bertahun-tahun, ia selalu di tempat tidur. Bangun untuk makan,
dan buang air. Pada kondisi tertentu, ia muntah darah.
Apakah dia mengeluh? Tidak sama sekali.
wajah nya sangat tenang dan tetap murah senyum. Bertahun-tahun istrinya yang
bekerja. Sedangkan dia selalu terbaring di kamar. Istrinya cerewet. Pulang kerja
marah-marah. Suaminya tentu saja sering kena sasaran, sudah sakit tidak bekerja
lagi.
Suami nya tetap saja tenang dan tidak marah
sama sekali. Bahkan dalam kondisi sakit, dia terasa tambah bahagia. Bentakan
istri dan omelan nya dianggap sebagai bumbu penyedap. Kadang kalau kurang
bumbunnya, dia mendengarkanya. Kadang terlalu over dosis marah nya, sebagian di
dengar sebagian di buang di Tong Sampah.
“Mbah putri meskipun marah-marah sama aku,
tapi sayang sekali sama aku gus” kata saudara ku yang berumur 75 tadi kepada
ku. Dia memanggil aku Gus.
“Kok bisa begitu Mbah ?” tanya ku heran.
“Dulu, meskipun saya sakit parah
bertahun-tahun, tapi mbah putri tetap sayang dan merawatku. Saya tidak bisa
bekerja. Mbah putri pasti marah. tapi meskipun marah, selama saya sakit, mbah
putri setiap tahun hamil” jelas saudara ku.
“Berkah berarti mbah?” kata ku tertawa.
“Iya, nanti kalau tidak dituruti
keinginannya, mbah putri malah marah-marah terus gus” jawab saudaraku sambil
tertawa mengenang masa lalu dalam keadaan sakit.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13558
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3569
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876