Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

322 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Dzikir dan Kesehatan, Alternatif Solusi Yang Sedang Sakit



Jumat , 11 Juli 2025



Telah dibaca :  518

Di ruang makan, saya sempatkan sedikit membahas tentang makna kebahagiaan bersama Prof Candra dari UINSU. Sebenarnya ingin membahas persoalan tiga pulau yang jadi sengketa antara Sumatera dan Aceh. Namun kami membatalkan diskusi tersebut. Prof Candra cukup professional. Dia Guru Besar prodi MPI -Manajemen Pendidikan Islam. Sedangkan persoalan pulau, kebijakan pemerintah dan tata kelola administrasi pemerintah masuk pada wilayah MPI satu nya lagi -Manajemen Politik Indonesia. Nama sama, isinya berbeda.

Seperti nama PSI dulu dan sekarang. PSI dulu Partai Syarikat Islam, sekarang Partai Sosidaritas Indonesia. Apakah PSI sekarang ada pengaruh PSI dulu. Kurang tahu. Dulu ada SI -tanpa P-merupakan singkatan dari Syarikat Islam. Nama nya Syarikat Islam, tapi kemudian pecah menjadi dua: kiri dan kanan. Kanan berbasis agama, kiri sosialis.

Salah satu sumber kebahagiaan menurutnya berupa badan sehat. Saya sebagai yunior dari segi ilmu tentu saja sangat welcome menerima wejangan tersebut. Dengan nikmat sehat, kami bisa bertemu bisa tersenyum, bercanda dan makan apapun terasa nikmat. Saya percaya, bahwa sebagian dari kenikmatan Allah yang agung berupa kesehatan baik jasmani maupun ruhani.

Era modern, orang beramai-ramai berinvestasi untuk kesehatan dan kebugaran tubuh. Di tempat-tempat umum seperti di Bandara, saya juga menemukan beberapa tempat pijat refleksi. Harga bervariasi. Dari Rp.50.000,00-150.000,00. Ramuan-ramuan jamu tradisional juga semakin marak. Iklan-iklan tentang pentingnya kembali lagi pada ramuan tradisional sebagai penjaga kesehatan tubuh mulai ramai di Media Sosial. Di Bandara YIA Kulonprogo Yogyakarta ada lapak khusus makanan dan minuman tradisional khas Yogyakarta. Saya pernah pesan. Isi nya rempah-rempahan dan gula nya gula batu.

Jauh sebelum membahas pentingnya Kesehatan tubuh, Islam telah memperkenalkan konsep kesehatan. Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging tersebut buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.”

Kata [القلب] dalam hadist tersebut ada dua makna: pertama, makna jasad -liver, kedua makna ruhani. Keduanya berbeda fungsi dan subtansinya. Dalam sistem pencernaan hati -liver -mempunyai fungsi untuk menghasilkan cairan empedu yang membantu mencerna lemak, mengolah nutrisi dan menyimpan energi. Sedangkan hati ruhani mempunyai fungsi sebagai penguasa memberikan perintah unsur-unsur badani. Ia merupakan wadah ilmu dan hidayah serta keimanan.

Hadist ini juga relevan dengan ilmu kesehatan jasmaniah. Pada sisi lain, kesehatan juga sangat berhubungan dengan kondisi psikologis ruhaniah. Ketika dilihat secara kasat mata seolah-olah kedua nya berdiri sendiri. sebenarnya tidak demikian. Kedua-duanya -jasmani dan ruhani -sebenarnya satu paket kumplit. Keduanya saling mempengaruhi kondisi kesehatan.

Kondisi ruhaniah sangat mempengaruhi kondisi tubuh. Kebahagiaan ruhaniah sangat membantu kesehatan jasmaniah. Kedamaian ruhaniah sangat membantu kenormalan peredaran darah dan nafas. Sebaliknya, kesombongan, congkak, dan kebencian adalah perilaku ruhaniah yang secara pelan-pelan membentuk partikel-partikel negatif dan akan menjadi racun pada bagian-bagian tubuh yang daya tubuh lemah. Dari situ penyakit mulai bekerja menggerogoti kekuatan fisik.

Terkadang ada juga seseorang mempunyai kondisi tubuh lemah, sering sakit-sakitan, tapi kondisi ruhaniahnya sangat baik. Ada Syeikh Ahmad Yasin Pemimpin Partai Hamas di Palestina. Ia mengalami disabilitas. Ia hidup di kursi roda. Tapi melalui kursi ini, dia mampu menggerakan Pasukan Hamas melawan Israel. Ini bukti fisik yang sakit, tapi ruhaniah sangat sehat. Ruhaniah sehat dalam kondisi apapun tetap selalu bisa melahirkan karya.

Saya mempunyai saudara yang tergolong ulama ruhaniah mastur. Umur sekitar 75 tahun. Siang hari jarang tidur, dan malam hari selalu wiridan. Malam hari wiridan tujuannya untuk mengobati dirinya sendiri dan orang lain yang membutuhkan.

Sejak masih muda dia selalu muntah darah. Tidak sembuh-sembuh. Pergi ke dokter dan diperiksa seluruh tubuh nya sehat semua. Normal semua. Selama bertahun-tahun, ia selalu di tempat tidur. Bangun untuk makan, dan buang air. Pada kondisi tertentu, ia muntah darah.

Apakah dia mengeluh? Tidak sama sekali. wajah nya sangat tenang dan tetap murah senyum. Bertahun-tahun istrinya yang bekerja. Sedangkan dia selalu terbaring di kamar. Istrinya cerewet. Pulang kerja marah-marah. Suaminya tentu saja sering kena sasaran, sudah sakit tidak bekerja lagi.

Suami nya tetap saja tenang dan tidak marah sama sekali. Bahkan dalam kondisi sakit, dia terasa tambah bahagia. Bentakan istri dan omelan nya dianggap sebagai bumbu penyedap. Kadang kalau kurang bumbunnya, dia mendengarkanya. Kadang terlalu over dosis marah nya, sebagian di dengar sebagian di buang di Tong Sampah.

“Mbah putri meskipun marah-marah sama aku, tapi sayang sekali sama aku gus” kata saudara ku yang berumur 75 tadi kepada ku. Dia memanggil aku Gus.

“Kok bisa begitu Mbah ?” tanya ku heran.

“Dulu, meskipun saya sakit parah bertahun-tahun, tapi mbah putri tetap sayang dan merawatku. Saya tidak bisa bekerja. Mbah putri pasti marah. tapi meskipun marah, selama saya sakit, mbah putri setiap tahun hamil” jelas saudara ku.

“Berkah berarti mbah?” kata ku tertawa.

“Iya, nanti kalau tidak dituruti keinginannya, mbah putri malah marah-marah terus gus” jawab saudaraku sambil tertawa mengenang masa lalu dalam keadaan sakit.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13558


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876