Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Filsafat dan Sejarah Perkembangan Ilmu [Pertemuan ke-3]



Selasa , 22 Februari 2022



Telah dibaca :  424

Cakupan filsafat ilmu

Menurut The Liang Gie :

  1. Telaah mengenai berbagai konsep,  pra-anggapan, dan metode ilmu, berikut analisis, perhiasan, dan penyusunanya untuk memperoleh pengetahuan yang lebih ajeg dan cermat;
  2. Telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu berikut struktur perlambangannya;
  3. Telaah mengenai keterkaitan antara berbagai limu;
  4. Telah mengenai akibat pengetahuan ilmiah bagi hal-hal yang berkaitan dengan penerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, entitas, teoritis, sumber dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar manusia.

Menurut Al-Farabi

  1. Filsafat teori (falsafah al-nadhariyah) mengetahui sesuatu yang ada dengan tanpa tuntutan pengalaman. Cakupan ini meliputi lima: matematika, ilmu fisika, ilmu metafisika.
  2. Filsafat praktek ( al-falsafah al-amaliyah), mengatahui sesuatu dengan keharusan melakukan dengan moral dan melahirkan tenaga untuk bagian-bagiannya yang baik, seperti ilmu akhlak, ilmu politik, dan ilmu mantik.

Obyek filsafat ilmu

  1. Obyek material yaitu sesuatu yang dijadikan sasaran peneyelidikan, seperti tubuh manusia, yaitu objek material ilmu kedokteran.
  2. Obyek formalnya yaitu metode untuk memahami obyek material itu, seperti pendekatan induktif dan deduktif.

Metode Filsafat Ilmu

  1. Metode kritis juga dikenal merupakan metode hermeneutika, yang menjelaskan keyakinan dan memperhatikan pertentangan, dengan jalan bertanya dan berdialog, membedakan, membersihkan, menyisihkan, dan menolak, akhirnya ditemukan hakikat.
  2. Metode intuitif, dengan jalan intropeksi bersama dengan pensucian moral.
  3. Metode scholastic bersifat sintetis deduktif yaitu bertitik tolak dari definisi atau prinisp yang jelas kemudian ditarik kesimpulan.
  4. Metode geometri
  5. Metode transcendental
  6. Metode fenomemologis dari Hussel
  7. Metode dialektis dari Hegel dan Marx
  8. Metode neopositivistis
  9. Metode analitika bahasa
  10. Metode yang bertolak dari analisis mengenai hal-hal kompleks

FILSAFAT DAN SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU

Pengertian dan Karakteristik Filsafat

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, bahwa pengertian filsafat adalah telaah kefilsafatan yang mengandalkan penalaran atau logika dengan mengedepankan berpikir secara radik dan spekulatif. Filsafat tidak melakukan pengujian secara empiris seperti halnya ilmu pengetahuan, karena dia memiliki kriteria dan karakteristik tertentu. Bahkan dalam objek tertentu, perihal yang tidak dapat dijamaah oleh ilmu pengetahuan justru dapat dijamah oleh filsafat seperti telaah tentang metafisika.

Sejarah Filsafat

Filsafat, terutama filsafat barat muncul di yunani semenjak kira-kira abad ke-7 sm. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia dan lingkungan di sekitar mereka dant idak menggantungkan diri kepada agama lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan. Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomeena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasasr. Filsafat tidak dialami dengan melakukan eksperimen dan percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tersebut.

Akhir dari proses itu dimasukkan ke dalam suatu dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berfikir dan logika bahasa. Logika merupakan suatu ilmu yang sama-sama dipelajari dalam matematika dan filsafat. hal ini membuat filsafat menjadi suatu ilmu yang pada sisi-sis tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan.

Perkembangan filsafat berdasarkan latar belakang wilayah

Filsafat Barat

Filsafat barat bermula dari yunani. Bangsa yunani mulai menggunakan akal ketika mempertanyakan mitos yang berkembang di masyarakat  sekitar abad VI SM. Perkembangan pemikiran ini menandai usaha manusia untuk menggunakan akal dalam memahami segala sesuatu. Tokoh utama filsafat barat; Thomas Aquinas, rene descrates, immanual kant, George hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre. Dalam tradisi barat di Indonesia sendiri yang notabenenya yaitu bekas jajahan bangsa eropa-belanda, dikenal adanya pembidangan dalam filsafat yang menyangkut tema tertentu. Tema ini antara lain Ontology, Epistemology, Dan Aksiologi.

Filsafat Yunani Kuno

Pada era ini filsafat mempertanyakan hakikat kehidupan. Seperti halnya thales, salah seorang filsuf yang hidup pada masa itu, mendapatkan kesimpulan bahwa penyebab pertama kehidupan yaitu air, karena ia melihat adanya kehidupan itu karena adanya air. Adapun anaximandros menganggap penyebab pertama kehidupan itu yang tak terbatas. Selanjutnya emperdokles menyatakan ap-udara-tanah-air. Heraclitus mengajar bahwa segala seuatu mengalir “pantarei” = selalu berubah, sedang Parmenides mengatakan bahwa kenyataan justru sama sekali tak berubah. Tokoh-tokoh pada era ini; thales, Pythagoras. Democritus, zeno.

Filsafat Yunani

Filsafat zaman yunani ini diwakili oleh plato dan aristoteles. Puncak zaman Yunani dicapai pada pemikiran filsafat Socrates, Plato dan Aristoteles. Pada masa ini, pertanyaan tentang kehidupan mulai berkembang. Mereka tidak lagi hanya melihat keluar [oustside], akan tetapi juga mulai melihat ke dalam [inside]. Persoalan tentang manusia mulai dipertanyakan. Misalnya, apa hakikat manusia? Darimana manusia berasal? Dari pertanyaan-pertanyaan ini kemudian muncul suatu jawaban. Salah satu jawaban yang muncul dari plato bahwa hakikat manusia itu terdiri dari tubuh dan jiwa. Secara struktur, jiwa lebih tinggi dari tubuh.

Filsafat Abad Pertengahan

Zaman ini ditandai oleh tiga aliran pemikiran filsafat, yaitu stoisisme, epikurisme, dan neo-platonisme. Stoisisme terkenal karena filsafat etikanya, manusia berbahagia jika ia bertindak rasional. Epikurisme juga terkenal dalam filsafat etikanya.neo-platonisme, idea kebaikan disebut oleh plotinos to en=to hen, yang esa, the one. Yang esa merupakan awal, yang pertama, yang paling baik, paling tinggi, dan yang kekal. Yang esa tidakd apat dikenal oleh manusia karena atidak dapat dibandingkan atau disamakan dengan apap pun juga. Yang esa yaitu pusat daya, seluruh realitas berasal dari pusat itu lewat proses pancaran, bagai matahari yang memancarkan sinarnya.

Filsafat Modern

Filsafat modern diawali dengan munculnya renaisans sekitar abad XV dan XVI yang bermaksud lepas dari dogma, akhirnya muncul semangat perubahan dalam kerangka berfikir. Problem utama masa renaisans, sebagaimana periode sekolastik, yaitu sintesis agama dan filsafat dengan arah yang berbeda. Era renaisans ditandai dengan tercurahnya perhatian pada berbagai bidang kemanusiaan, baik sebagai individu maupun sosial.

Tokoh filsafat modern; Francis Bacon. Menurutnya bahwa filsafat harus dipisahkan dari teologi. Meskipun ia menyakini bahwa penalaran dapat menunjukan Tuhan, tetapi ia menganggap bahwa segala sesuatu yang bercirikan lain dalam teologi hanya dapat diketaui dengan wahyu, sedangkan wahyu sepenuhnya bergantung pada penalaran. Hal ini menunjukan bahwa Bacon termasuk orang yang membenarkan konsep kebenaran ganda[double truth], yaitu kebenaran akal dan wahyu.

Filsafat Postmodernisme Kontemporer

Filsafat postmodernisme kontemporer ditandai dengan keinginan untuk mendobrak sifat-sifat modern yang mengagungkan keuniversalitas, kebenaran tunggal dan kebebasnilaian. Karena itu, filsafat postmodern sangat mengagungkan nilai-nilai relativitas dan mininarasi, berbeda dengan filsafat modern yang mengagungkan narasi-narasi besar. Filsafat postmodern cenderung lebih beragam dalam hal pemikiran.  Tokoh-tokoh ini antara lain; William James, C.S. Pierce, John Dewey, Edmund Husserl.




Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85

Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga
08 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   93

Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   158

Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   344

Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   386

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876