
Cakupan filsafat ilmu
Menurut The Liang Gie :
Menurut Al-Farabi
Obyek filsafat ilmu
Metode Filsafat Ilmu
FILSAFAT DAN SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU
Pengertian dan Karakteristik Filsafat
Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya,
bahwa pengertian filsafat adalah telaah kefilsafatan yang mengandalkan
penalaran atau logika dengan mengedepankan berpikir secara radik dan
spekulatif. Filsafat tidak melakukan pengujian secara empiris seperti halnya
ilmu pengetahuan, karena dia memiliki kriteria dan karakteristik tertentu. Bahkan
dalam objek tertentu, perihal yang tidak dapat dijamaah oleh ilmu pengetahuan
justru dapat dijamah oleh filsafat seperti telaah tentang metafisika.
Sejarah Filsafat
Filsafat, terutama filsafat barat muncul di
yunani semenjak kira-kira abad ke-7 sm. Filsafat muncul ketika orang-orang
mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia dan lingkungan di
sekitar mereka dant idak menggantungkan diri kepada agama lagi untuk mencari
jawaban atas pertanyaan. Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomeena
kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep
mendasasr. Filsafat tidak dialami dengan melakukan eksperimen dan percobaan,
tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu,
memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tersebut.
Akhir dari proses itu dimasukkan ke dalam
suatu dialektika. Untuk studi falsafi, mutlak diperlukan logika berfikir dan
logika bahasa. Logika merupakan suatu ilmu yang sama-sama dipelajari dalam
matematika dan filsafat. hal ini membuat filsafat menjadi suatu ilmu yang pada
sisi-sis tertentu berciri eksak di samping nuansa khas filsafat, yaitu
spekulasi, keraguan, rasa penasaran dan ketertarikan.
Perkembangan filsafat berdasarkan latar
belakang wilayah
Filsafat Barat
Filsafat barat bermula dari yunani. Bangsa yunani
mulai menggunakan akal ketika mempertanyakan mitos yang berkembang di
masyarakat sekitar abad VI SM. Perkembangan
pemikiran ini menandai usaha manusia untuk menggunakan akal dalam memahami
segala sesuatu. Tokoh utama filsafat barat; Thomas Aquinas, rene descrates,
immanual kant, George hegel, Arthur Schopenhauer, Karl Heinrich Marx, Friedrich
Nietzsche, dan Jean-Paul Sartre. Dalam tradisi barat di Indonesia sendiri yang
notabenenya yaitu bekas jajahan bangsa eropa-belanda, dikenal adanya
pembidangan dalam filsafat yang menyangkut tema tertentu. Tema ini antara lain Ontology,
Epistemology, Dan Aksiologi.
Filsafat Yunani Kuno
Pada era ini filsafat mempertanyakan
hakikat kehidupan. Seperti halnya thales, salah seorang filsuf yang hidup pada
masa itu, mendapatkan kesimpulan bahwa penyebab pertama kehidupan yaitu air,
karena ia melihat adanya kehidupan itu karena adanya air. Adapun anaximandros
menganggap penyebab pertama kehidupan itu yang tak terbatas. Selanjutnya emperdokles
menyatakan ap-udara-tanah-air. Heraclitus mengajar bahwa segala seuatu mengalir
“pantarei” = selalu berubah, sedang Parmenides mengatakan bahwa kenyataan
justru sama sekali tak berubah. Tokoh-tokoh pada era ini; thales, Pythagoras. Democritus,
zeno.
Filsafat Yunani
Filsafat zaman yunani ini diwakili oleh
plato dan aristoteles. Puncak zaman Yunani dicapai pada pemikiran filsafat Socrates,
Plato dan Aristoteles. Pada masa ini, pertanyaan tentang kehidupan mulai
berkembang. Mereka tidak lagi hanya melihat keluar [oustside], akan tetapi juga
mulai melihat ke dalam [inside]. Persoalan tentang manusia mulai dipertanyakan.
Misalnya, apa hakikat manusia? Darimana manusia berasal? Dari pertanyaan-pertanyaan
ini kemudian muncul suatu jawaban. Salah satu jawaban yang muncul dari plato
bahwa hakikat manusia itu terdiri dari tubuh dan jiwa. Secara struktur, jiwa
lebih tinggi dari tubuh.
Filsafat Abad Pertengahan
Zaman ini ditandai oleh tiga aliran
pemikiran filsafat, yaitu stoisisme, epikurisme, dan neo-platonisme. Stoisisme terkenal
karena filsafat etikanya, manusia berbahagia jika ia bertindak rasional. Epikurisme
juga terkenal dalam filsafat etikanya.neo-platonisme, idea kebaikan disebut
oleh plotinos to en=to hen, yang esa, the one. Yang esa merupakan awal, yang
pertama, yang paling baik, paling tinggi, dan yang kekal. Yang esa tidakd apat
dikenal oleh manusia karena atidak dapat dibandingkan atau disamakan dengan
apap pun juga. Yang esa yaitu pusat daya, seluruh realitas berasal dari pusat
itu lewat proses pancaran, bagai matahari yang memancarkan sinarnya.
Filsafat Modern
Filsafat modern diawali dengan munculnya
renaisans sekitar abad XV dan XVI yang bermaksud lepas dari dogma, akhirnya
muncul semangat perubahan dalam kerangka berfikir. Problem utama masa
renaisans, sebagaimana periode sekolastik, yaitu sintesis agama dan filsafat
dengan arah yang berbeda. Era renaisans ditandai dengan tercurahnya perhatian
pada berbagai bidang kemanusiaan, baik sebagai individu maupun sosial.
Tokoh filsafat modern; Francis Bacon. Menurutnya
bahwa filsafat harus dipisahkan dari teologi. Meskipun ia menyakini bahwa
penalaran dapat menunjukan Tuhan, tetapi ia menganggap bahwa segala sesuatu
yang bercirikan lain dalam teologi hanya dapat diketaui dengan wahyu, sedangkan
wahyu sepenuhnya bergantung pada penalaran. Hal ini menunjukan bahwa Bacon
termasuk orang yang membenarkan konsep kebenaran ganda[double truth], yaitu
kebenaran akal dan wahyu.
Filsafat Postmodernisme Kontemporer
Filsafat postmodernisme kontemporer
ditandai dengan keinginan untuk mendobrak sifat-sifat modern yang mengagungkan
keuniversalitas, kebenaran tunggal dan kebebasnilaian. Karena itu, filsafat
postmodern sangat mengagungkan nilai-nilai relativitas dan mininarasi, berbeda
dengan filsafat modern yang mengagungkan narasi-narasi besar. Filsafat postmodern
cenderung lebih beragam dalam hal pemikiran.
Tokoh-tokoh ini antara lain; William James, C.S. Pierce, John Dewey, Edmund
Husserl.
Penulis : Imam Ghozali
Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85
Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga
08 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   93
Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   158
Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   344
Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   386
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3576
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2970
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876