
Kehidupan beragama sejak zaman dulu selalu
saja ada naik turun. Kadang ada saatnya bisa duduk bersama dan membangun
haromisasi dalam kehidupan sosial politik, kadang juga berjalan sendiri-sendiri.
Kadang ada rindu ingin hidup damai,tapi kadang muncul egoisme dengan bumbu
suasana spiritual tentang pentingnya memenuhi panggilan Tuhan untuk menegakan
ajaran-ajaran-Nya dalam bentuk kemasan jihad fi sabililah atau perang suci.
Para penganut agama terkadang tidak serta
merta menjadi pengikut ajaran agama secara kaffah. Kondisi kehidupan
sering mempengaruhi cara berfikir dan cara mengambil keputusan. saat dalam
keadaan susah, berfikirnya hanya satu saja yaitu solusi pengobat kesusahan
tersebut. Kondisi sering berfikir pendek dan mudah mengungkapkan suatu
janji-janji yang terlihat realistis, tapi sebenarnya sangat berat sekali untuk
diterapkan. Hal yang sama juga saat bahagia, janji-janji sering menjadi senjata
makan tuan. Mudah diucapkan, sulit dilaksanakan.
Allah telah berfirman pada ayat 89 sebagai
berikut:
وَلَمَّا
جَاۤءَهُمْ كِتٰبٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْۙ وَكَانُوْا
مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۚ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ
مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِهٖۖ فَلَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ٨٩
Artinya:
Setelah sampai
kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada
mereka, sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir,
ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka
mengingkarinya. Maka, laknat Allahlah terhadap orang-orang yang ingkar.
Seting sosial
politik masyarakat Arab pada masa Nabi Muhammad yang sangat plural. Ada tiga
agama besar: Islam, Kristen dan Yahudi. Islam sebagai agama penutup agama
samawi. Secara usia, agama Yahudi lebih awal, kemudian agama Kristen dan
terakhir agama Islam. Ini sering disebut agama samawi.
Selain pada
persoalan keyakinan atau agama, ada persoalan persaingan kekuasaan dan bisnis.
Para pemimpin agama-pendeta dan ulama-dari kedua agama sebelum Islam-Yahudi dan
Kristen-, menjadi bagian kelompok elit yang mempunyai otoritas mengatur
kehidupan berkaitan ibadah juga berkaitan hal-hal yang bersifat duniawi. Adanya
kerjasama yang bagus antara dua kekuatan-para saudagar dan pengasa-membuat para
pendeta mendapatkan kenikmatan mulia dalam bidang kesejahteraan dunia.
Dalam sejarah masyarakat
jahiliyah, penulis masih ingat patung-patung yang disembah oleh masyarakat Arab.
Mereka melakukan sesembahan kepada patung-patung sebelum melakukan aktivitas
sehari-hari termasuk ketika mereka berbisnis. Tentu saja, muncul nya
patung-patung tersebut menandakan kuatnya peran para tokoh agama dalam
membentuk sistem kehidupan dalam bidang spiritual, kepercayaan maupun agama.
Hal ini juga tidak terlepas pada pengikut agama Yahudi dan Kristen. Mereka
mempunyai tokoh spiritual atau agamawan yang menjadi rujukan dalam melaksanakan
aktivitas sehari-hari.
Ketika
pengikut Yahudi dan Nasrani selalu konflik dan terpecah belah, mereka
menghadapi musuh dari luar yang statusnya kafir. Wajar,jika mereka kalah dalam
peperangan. Para pendeta dan tokoh politik kedua agama tersebut meminta bantuan
kepada Nabi Muhammad. Mereka tahu bahwa secara geneologis spiritual dan asal
agama,Mereka mempunyai jalur sanad keagamaan yaitu sama-sama agama samawi dan
mempunyai keyakinan agama yang sama. Mereka juga menyakini akan datang Nabi dan
Rasul sebagai penutup para Nabi yang telah dituliskan dalam kitab-kitab
sucinya. Semua ciri-ciri kenabian ada pada Muhammad. Beriman kepada kenabian
nya berarti membenarkan ajaran para nabi-nabi sebelumnya.
Nabi Muhammad
sebagai seorang Rasul tentu saja tidak berfikir negatif. Sebagai seorang rasul,
pikiran hanya satu yaitu menyebarkan ajaran tauhid dan syariat Islam kepada masyarakat
termasuk para pengikut agama Yahudi dan Nasrani. Mereka tidak mempersoalkan
ajakan dakwah Nabi Muhammad. Yang terpenting bagi mereka saat itu hanya satu
yaitu lepas dari cengkraman kekuasaan kaum kafirin.
Ketika
kemenangan berada dalam genggaman Nabi Muhammad dan umat Islam, kedua tokoh
agama tersebut-Yahudi dan Nasrani-menghianati kesepakatan yang telah dibuat. Mereka
punya pandangan bahwa ketika mereka mengakui Muhammad sebagai Nabi dan Rasul,
otoritas sebagai pembawa ajaran agama akan runtuh dengan sendirinya. Hal ini
akan berdampak pada hilangnya kekuasaan dan kekayaan mereka.
Dari ayat
tersebut penulis melihat suatu fakta bahwa karakter dasar dari manusia selalu
mudah tergoda oleh hal-hal bersifat duniawi. Ketika otoritas seseorang
terancam,maka secara naluriah akan mempertahankan sekuat tenaga. Ini merupakan
watak alamiah sebagai dorongan nafsu manusia yang selalu menginginkan terpenuhi
segala kebutuhan, termasuk dalam hal kekuasaan dan kekayaan. Dorongan-dorongan
nafsu tersebut yang kemudian menghalalkan segala cara, termasuk melakukan
penghianatan terhadap janji yang telah mereka buat. Hukum tertinggi dalam hal
ini adalah kepentingan. dan kekacauan masyarakat dari dulu hingga saat sekarang
ini karena adanya tarik-menarik kepentingan antara kedua belah pihak.
Meskipun
demikian, setiap kepentingan harus didasari oleh nilai-nilai agama. Nabi
Muhammad dari ayat ini mengajarkan tentang pentingnya agama dalam mengawal
kepentingan manusia agar bisa sejalan dengan nilai-nilai moralitas yang
diajarkan oleh Allah dalam kitab suci-Nya.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   42
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   67
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   96
Kisah Kaum Yahudi Meninggalkan Kalimat Tauhid
06 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   186
Keimanan Yang Tersandera
03 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   227
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3115
Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355