Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

306 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Fitnah Umat Beragama Masa Lalu



Kamis , 29 Januari 2026



Telah dibaca :  212

Kehidupan beragama sejak zaman dulu selalu saja ada naik turun. Kadang ada saatnya bisa duduk bersama dan membangun haromisasi dalam kehidupan sosial politik, kadang juga berjalan sendiri-sendiri. Kadang ada rindu ingin hidup damai,tapi kadang muncul egoisme dengan bumbu suasana spiritual tentang pentingnya memenuhi panggilan Tuhan untuk menegakan ajaran-ajaran-Nya dalam bentuk kemasan jihad fi sabililah atau perang suci.

Para penganut agama terkadang tidak serta merta menjadi pengikut ajaran agama secara kaffah. Kondisi kehidupan sering mempengaruhi cara berfikir dan cara mengambil keputusan. saat dalam keadaan susah, berfikirnya hanya satu saja yaitu solusi pengobat kesusahan tersebut. Kondisi sering berfikir pendek dan mudah mengungkapkan suatu janji-janji yang terlihat realistis, tapi sebenarnya sangat berat sekali untuk diterapkan. Hal yang sama juga saat bahagia, janji-janji sering menjadi senjata makan tuan. Mudah diucapkan, sulit dilaksanakan.

Allah telah berfirman pada ayat 89 sebagai berikut:

وَلَمَّا جَاۤءَهُمْ كِتٰبٌ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْۙ وَكَانُوْا مِنْ قَبْلُ يَسْتَفْتِحُوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ كَفَرُوْاۚ فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ مَّا عَرَفُوْا كَفَرُوْا بِهٖۖ فَلَعْنَةُ اللّٰهِ عَلَى الْكٰفِرِيْنَ ۝٨٩

Artinya:

Setelah sampai kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dari Allah yang membenarkan apa yang ada pada mereka, sedangkan sebelumnya mereka memohon kemenangan atas orang-orang kafir, ternyata setelah sampai kepada mereka apa yang telah mereka ketahui itu, mereka mengingkarinya. Maka, laknat Allahlah terhadap orang-orang yang ingkar.

Seting sosial politik masyarakat Arab pada masa Nabi Muhammad yang sangat plural. Ada tiga agama besar: Islam, Kristen dan Yahudi. Islam sebagai agama penutup agama samawi. Secara usia, agama Yahudi lebih awal, kemudian agama Kristen dan terakhir agama Islam. Ini sering disebut agama samawi.

Selain pada persoalan keyakinan atau agama, ada persoalan persaingan kekuasaan dan bisnis. Para pemimpin agama-pendeta dan ulama-dari kedua agama sebelum Islam-Yahudi dan Kristen-, menjadi bagian kelompok elit yang mempunyai otoritas mengatur kehidupan berkaitan ibadah juga berkaitan hal-hal yang bersifat duniawi. Adanya kerjasama yang bagus antara dua kekuatan-para saudagar dan pengasa-membuat para pendeta mendapatkan kenikmatan mulia dalam bidang kesejahteraan dunia.

Dalam sejarah masyarakat jahiliyah, penulis masih ingat patung-patung yang disembah oleh masyarakat Arab. Mereka melakukan sesembahan kepada patung-patung sebelum melakukan aktivitas sehari-hari termasuk ketika mereka berbisnis. Tentu saja, muncul nya patung-patung tersebut menandakan kuatnya peran para tokoh agama dalam membentuk sistem kehidupan dalam bidang spiritual, kepercayaan maupun agama. Hal ini juga tidak terlepas pada pengikut agama Yahudi dan Kristen. Mereka mempunyai tokoh spiritual atau agamawan yang menjadi rujukan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

Ketika pengikut Yahudi dan Nasrani selalu konflik dan terpecah belah, mereka menghadapi musuh dari luar yang statusnya kafir. Wajar,jika mereka kalah dalam peperangan. Para pendeta dan tokoh politik kedua agama tersebut meminta bantuan kepada Nabi Muhammad. Mereka tahu bahwa secara geneologis spiritual dan asal agama,Mereka mempunyai jalur sanad keagamaan yaitu sama-sama agama samawi dan mempunyai keyakinan agama yang sama. Mereka juga menyakini akan datang Nabi dan Rasul sebagai penutup para Nabi yang telah dituliskan dalam kitab-kitab sucinya. Semua ciri-ciri kenabian ada pada Muhammad. Beriman kepada kenabian nya berarti membenarkan ajaran para nabi-nabi sebelumnya.

Nabi Muhammad sebagai seorang Rasul tentu saja tidak berfikir negatif. Sebagai seorang rasul, pikiran hanya satu yaitu menyebarkan ajaran tauhid dan syariat Islam kepada masyarakat termasuk para pengikut agama Yahudi dan Nasrani. Mereka tidak mempersoalkan ajakan dakwah Nabi Muhammad. Yang terpenting bagi mereka saat itu hanya satu yaitu lepas dari cengkraman kekuasaan kaum kafirin.

Ketika kemenangan berada dalam genggaman Nabi Muhammad dan umat Islam, kedua tokoh agama tersebut-Yahudi dan Nasrani-menghianati kesepakatan yang telah dibuat. Mereka punya pandangan bahwa ketika mereka mengakui Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, otoritas sebagai pembawa ajaran agama akan runtuh dengan sendirinya. Hal ini akan berdampak pada hilangnya kekuasaan dan kekayaan mereka.

Dari ayat tersebut penulis melihat suatu fakta bahwa karakter dasar dari manusia selalu mudah tergoda oleh hal-hal bersifat duniawi. Ketika otoritas seseorang terancam,maka secara naluriah akan mempertahankan sekuat tenaga. Ini merupakan watak alamiah sebagai dorongan nafsu manusia yang selalu menginginkan terpenuhi segala kebutuhan, termasuk dalam hal kekuasaan dan kekayaan. Dorongan-dorongan nafsu tersebut yang kemudian menghalalkan segala cara, termasuk melakukan penghianatan terhadap janji yang telah mereka buat. Hukum tertinggi dalam hal ini adalah kepentingan. dan kekacauan masyarakat dari dulu hingga saat sekarang ini karena adanya tarik-menarik kepentingan antara kedua belah pihak.

Meskipun demikian, setiap kepentingan harus didasari oleh nilai-nilai agama. Nabi Muhammad dari ayat ini mengajarkan tentang pentingnya agama dalam mengawal kepentingan manusia agar bisa sejalan dengan nilai-nilai moralitas yang diajarkan oleh Allah dalam kitab suci-Nya.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   42

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   67

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   96

Kisah Kaum Yahudi Meninggalkan Kalimat Tauhid
06 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   186

Keimanan Yang Tersandera
03 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   227

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046


Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355