Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Gagal Bukber, Sukses Safaber



Sabtu , 15 April 2023



Telah dibaca :  314

Sekitar jam 17.30 seorang teman menelpon saya untuk buka bersama[bukber] di rumah pak asmar yang sekarang sedang menjadi pejabat pelaksana tugas bupati [plt bupati]. Selang beberapa menit kemudian, protokoler pun mengirim surat undangan Safari Gubernur Riau. Dua undangan. Undangan bukber pakai undangan lisan dari teman saya. Artinya tidak resmi. Jadi saya pun tidak datang. Lagian sore itu saya harus belajar menjadi seorang suami yang pengertian. Istri lagi pergi pesan kueh lebaran. Saya kebagian jaga anak-anak. Untung teman saya pengertian atas keadaanku.

Sedangkan surat undangan resmi dari protokoler rencananya saya datang. Acara Safari di Masjid Muhtadin. Masjid yang sangat menyenangkan bagi saya. Disini pun mengingatkan teman saya almarhum H. Arifuddin. Dulu dia menjadi Pengurus Masjid itu. Biasanya jadi Imam. Kadang juga jadi Bilal. Suara nya sangat bagus sekali. Orang nya pun ramah. Namun dia telah berjumpa rabb-nya lebih dahulu. Semoga Allah menempatkan di tempat yang mulia,amin.

Jika acara-acara terlihat resmi, saya tetap merujuk undangan. Tidak ada undangan, maka tidak hadir. Itu sudah saya lakukan sejak dulu mulai dari zaman bupatinya Pak Irwan Nasir. Waktu Pak Muhammad Adil menjadi bupati, saya tetap menggunakan undangan resmi. Tidak diundang, maka tidak datang. Jika diundang, saya biasanya menyempatkan datang. Jika tidak bisa, biasanya saya wakilkan kepada teman-teman saya dengan menyesuaikan kegiatanya. Sahabat-sahabat yang sering mewakili saya antara lain; Ustadz Darussamin, Ustadz H. Jupri, Ustadz. Asep Darutahqiq, Ustadz Muhammad Topik, Dan Ustadz Muhammad Dalhar.

Jam 19.10 menit saya sudah datang di Masjid Muhtadin. Kelihatanya termasuk undangan trip pertama hadir. Jika hari jum’at, saya mungkin dapat pahala Unta. Bukan on time, tapi sudah in time. Saya lihat, beberapa Polisi, Pamong Praja dan beberapa pegawai. Tapi masih sedikit. Lalu saya ambil air wudhu. Ditempat ini ketemu Pak Azwan yang sudah satu tahun pindah kerja di provinsi. Bisa jadi dia ikut rombongan gubernur. Lupa Tanya. Tapi yang saya ingat, jenggotnya sudah memutih cukup banyak.

Setelah selesai wudhu, saya ngobrol dengan ustadz Sakinul Wadi. Kulitnya hitam manis, kumisnya sudah lebat. Mungkin lupa merapikannya karena memikirkan Anggaran Daerah Kepulauan Meranti. Saking asyik ngobrol, rombongan Gubernur dan Pemda Meranti datang. Saya menyalami Pak Samsuar dan Pak Asmar. Namun salam biasa-biasa saja, tidak sampai mencium tangan. Sebab orang tua mengajarkan kepadaku bahwa boleh mencium tangan kepada orang tua, ulama dan guru. Namun kadang saya juga melanggar nasehat orang tua. Kadang saya mencium tangan istri dan keningnya.

Dulu saat saya masih muda, ingin sekali dekat dengan para pejabat, entah itu legislatif atau pun eksekutif. Jika dekat dengan mereka, seolah-olah bisa menyelesaikan masalah. Namun setelah saya bisa bertemu, ternyata mereka punya problem lebih besar dari saya. Selain itu ketika meminta untuk kepentingan pribadi malu sekali. Karena saking malunya, sampai hari ini [sudah berganti bupati] saya belum pernah meminta semacam proyek. Semoga saja, komitmen saya ini terus berlanjut kepada bupati selanjutnya. Jadi orang biasa saja. Tidak tersandera oleh keadaan. Bisa pergi pagi hari ngantar anak, dan belanja sayur ke pasar sementara istri mencuci baju di rumah.

Namun saya juga mempunyai kewajiban sebagai sesama manusia untuk menemui nya dalam rangka “saling menasehati”, agar para pejabat bisa terjaga dari hal-hal yang tidak baik. Ini bukan “amar ma’ruf nahi mungkar”. Level saya masih sebatas seorang anak yang menginginkan orang tuanya selamat. Itu saja. Saya belum punya kemampuan untuk amar ma’ruf, apalagi nahi munkar, bahkan ceramah pun belum bisa.

Memang agak berbeda menasehati para pejabat dan rakyat biasa. jika datang ke rumah para pejabat, menu nya agak berbeda. Kelihatanya lebih enak. Jika masyarakat biasa, menu nya pun biasa saja. Tapi lagi-lagi rasanya sama ketika menyantapnya dalam keadaan lapar. Sebab makanan yang paling enak hakikatnya adalah menyantap saat keadaan lapar.

Apakah ada hasilnya nasehat saya? Tergantung orangnya. Saya melihat di antara mereka ada berterima kasih ketika diberi nasehat. Sampai hari ini mereka pun baik-baik saja. Namun ada yang sebaliknya. Sebab ini persoalan iktikad baik para pengambil kebijakan. Sejarah pun sudah menulis tentang perilaku demikian dalam sejarah Islam. Tugas manusia menyampaikan. Jika hasilnya ada seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Bakar, Utsman bin Affan, dan lain-lain adalah bagian dari makna kebaikan selalu saja ada yang menerima dan menolak. Tapi bukan berarti sebuah kegagalan. Sebab keberhasilan sebuah dakwah pada niat dan prosesnya. Bukan hasilnya. Makanya Allah dan nabi-nya menggunakan proses perbuatan dengan kalimat sangat indah,”man ‘amila sholihan fa linafsih”, siapa yang melakukan suatu kebaikan maka sebenarnya untuk dirinya sendiri”.

Apa kebaikan yang saya lakukan saat safari yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi riau dan pemda meranti? Amal kebaikan saya yaitu menggunakan pendengaran sebaik-baiknya pidato Pak Asmar, Pak Samsuar dan mubaligh dari Pimpinan Baznas Riau. Mereka telah memberikan sesuatu nasehat baik untuk diriku, yaitu orang yang paling baik sebenarnya orang yang mengenal dirinya sendiri. Sebab cara ini, orang akan semakin mengenal Tuhan-nya. 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   129

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   152

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13584


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4579


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2895