
Sekitar jam 17.30 seorang teman menelpon
saya untuk buka bersama[bukber] di rumah pak asmar yang sekarang sedang menjadi
pejabat pelaksana tugas bupati [plt bupati]. Selang beberapa menit kemudian,
protokoler pun mengirim surat undangan Safari Gubernur Riau. Dua undangan. Undangan
bukber pakai undangan lisan dari teman saya. Artinya tidak resmi. Jadi saya pun
tidak datang. Lagian sore itu saya harus belajar menjadi seorang suami yang
pengertian. Istri lagi pergi pesan kueh lebaran. Saya kebagian jaga anak-anak. Untung
teman saya pengertian atas keadaanku.
Sedangkan surat undangan resmi dari
protokoler rencananya saya datang. Acara Safari di Masjid Muhtadin. Masjid yang
sangat menyenangkan bagi saya. Disini pun mengingatkan teman saya almarhum H.
Arifuddin. Dulu dia menjadi Pengurus Masjid itu. Biasanya jadi Imam. Kadang juga
jadi Bilal. Suara nya sangat bagus sekali. Orang nya pun ramah. Namun dia telah
berjumpa rabb-nya lebih dahulu. Semoga Allah menempatkan di tempat yang
mulia,amin.
Jika acara-acara terlihat resmi, saya tetap
merujuk undangan. Tidak ada undangan, maka tidak hadir. Itu sudah saya lakukan
sejak dulu mulai dari zaman bupatinya Pak Irwan Nasir. Waktu Pak Muhammad Adil
menjadi bupati, saya tetap menggunakan undangan resmi. Tidak diundang, maka
tidak datang. Jika diundang, saya biasanya menyempatkan datang. Jika tidak
bisa, biasanya saya wakilkan kepada teman-teman saya dengan menyesuaikan
kegiatanya. Sahabat-sahabat yang sering mewakili saya antara lain; Ustadz
Darussamin, Ustadz H. Jupri, Ustadz. Asep Darutahqiq, Ustadz Muhammad Topik,
Dan Ustadz Muhammad Dalhar.
Jam 19.10 menit saya sudah datang di Masjid Muhtadin. Kelihatanya termasuk
undangan trip pertama hadir. Jika hari jum’at, saya mungkin dapat pahala Unta. Bukan
on time, tapi sudah in time. Saya lihat, beberapa Polisi, Pamong Praja dan
beberapa pegawai. Tapi masih sedikit. Lalu saya ambil air wudhu. Ditempat ini
ketemu Pak Azwan yang sudah satu tahun pindah kerja di provinsi. Bisa jadi dia
ikut rombongan gubernur. Lupa Tanya. Tapi yang saya ingat, jenggotnya sudah
memutih cukup banyak.
Setelah selesai wudhu, saya ngobrol dengan
ustadz Sakinul Wadi. Kulitnya hitam manis, kumisnya sudah lebat. Mungkin lupa
merapikannya karena memikirkan Anggaran Daerah Kepulauan Meranti. Saking asyik
ngobrol, rombongan Gubernur dan Pemda Meranti datang. Saya menyalami Pak Samsuar
dan Pak Asmar. Namun salam biasa-biasa saja, tidak sampai mencium tangan. Sebab
orang tua mengajarkan kepadaku bahwa boleh mencium tangan kepada orang tua,
ulama dan guru. Namun kadang saya juga melanggar nasehat orang tua. Kadang saya
mencium tangan istri dan keningnya.
Dulu saat saya masih muda, ingin sekali
dekat dengan para pejabat, entah itu legislatif atau pun eksekutif. Jika dekat
dengan mereka, seolah-olah bisa menyelesaikan masalah. Namun setelah saya bisa
bertemu, ternyata mereka punya problem lebih besar dari saya. Selain itu ketika
meminta untuk kepentingan pribadi malu sekali. Karena saking malunya, sampai
hari ini [sudah berganti bupati] saya belum pernah meminta semacam proyek. Semoga
saja, komitmen saya ini terus berlanjut kepada bupati selanjutnya. Jadi orang
biasa saja. Tidak tersandera oleh keadaan. Bisa pergi pagi hari ngantar anak,
dan belanja sayur ke pasar sementara istri mencuci baju di rumah.
Namun saya juga mempunyai kewajiban sebagai
sesama manusia untuk menemui nya dalam rangka “saling menasehati”, agar para
pejabat bisa terjaga dari hal-hal yang tidak baik. Ini bukan “amar ma’ruf nahi
mungkar”. Level saya masih sebatas seorang anak yang menginginkan orang tuanya
selamat. Itu saja. Saya belum punya kemampuan untuk amar ma’ruf, apalagi nahi
munkar, bahkan ceramah pun belum bisa.
Memang agak berbeda menasehati para pejabat
dan rakyat biasa. jika datang ke rumah para pejabat, menu nya agak berbeda. Kelihatanya
lebih enak. Jika masyarakat biasa, menu nya pun biasa saja. Tapi lagi-lagi
rasanya sama ketika menyantapnya dalam keadaan lapar. Sebab makanan yang paling
enak hakikatnya adalah menyantap saat keadaan lapar.
Apakah ada hasilnya nasehat saya? Tergantung
orangnya. Saya melihat di antara mereka ada berterima kasih ketika diberi
nasehat. Sampai hari ini mereka pun baik-baik saja. Namun ada yang sebaliknya. Sebab
ini persoalan iktikad baik para pengambil kebijakan. Sejarah pun sudah menulis
tentang perilaku demikian dalam sejarah Islam. Tugas manusia menyampaikan. Jika
hasilnya ada seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Bakar, Utsman bin Affan, dan
lain-lain adalah bagian dari makna kebaikan selalu saja ada yang menerima dan
menolak. Tapi bukan berarti sebuah kegagalan. Sebab keberhasilan sebuah dakwah
pada niat dan prosesnya. Bukan hasilnya. Makanya Allah dan nabi-nya menggunakan
proses perbuatan dengan kalimat sangat indah,”man ‘amila sholihan fa linafsih”,
siapa yang melakukan suatu kebaikan maka sebenarnya untuk dirinya sendiri”.
Apa kebaikan yang saya lakukan saat safari
yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi riau dan pemda meranti? Amal kebaikan
saya yaitu menggunakan pendengaran sebaik-baiknya pidato Pak Asmar, Pak Samsuar
dan mubaligh dari Pimpinan Baznas Riau. Mereka telah memberikan sesuatu nasehat
baik untuk diriku, yaitu orang yang paling baik sebenarnya orang yang mengenal
dirinya sendiri. Sebab cara ini, orang akan semakin mengenal Tuhan-nya.
Penulis : Imam Ghozali
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   129
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   152
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13584
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4579
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3591
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3008
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2895