Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Ganti Hati Tidak Merubah Subtansi



Kamis , 18 September 2025



Telah dibaca :  402

Beberapa hari ini sedikit sibuk. Tapi karena sedikit-sedikit jadi banyak. Kuliah sudah masuk. Saya harus mempersiapkan RPS sekaligus mempersiapkan materi-materi kuliah. Setiap materi kuliah saya aploud di website ku. Tiga mata kuliah, berarti menyiapkan tiga tulisan setiap pertemuan dan harus sudah siap saji saat belum memulai kuliah. Satu hari belum kuliah, materi harus sudah nongkrong di website. Itu target mingguan.

Saya juga harus menyiapkan beberapa kegiatan seminar kecil-kecilan, menyiapkan buku ajar yang target akhir bulan ini selesai. harus juga ngontrol teman-teman pengurus ormawa agar segera cepat selesai SK kepengurusan sekaligus disusul SK kegiatan. Agak sedikit keburu-buru. Orang Jawa bilang “kesusu”, bukan “ ke susu”. Hurufnya sama, artinya berbeda. Ternyata pemisahan huruf sangat berpengaruh pada makna dan maksudnya. Mumpung lagi sedikit longgar, saya menulis catatan harian agak santai dan tidak “kesusu”. Catatan sederhana tentang Dahlan Iskan. Karena ini catatan sederhana,jadi tidak usah terlalu dipikir berat-berat. disederhanakan saja.

Sudah beberapa kali saya menulis tentang Dahlan Iskan di Media Massa seperti Riau Pos -mungkin juga pernah di Haluan Riau maupun Metro Riau-, website dan lain-lain. Saya sampai lupa. Bahkan ada satu buku yang saya tulis khusus membahas Dahlan Iskan dari sisi “jeroan”, atau hati nya. Buku ini terinspirasi dari buku Dahlan Iskan berjudul: “Ganti Hati: Tantangan Menjadi Menteri”.

Dulu saya sering “sowan” ke rumah para ulama atau kyai bersama teman-teman santri. Teman-teman ku biasanya minta ijazah. Biasanya berkaitan amalan-amalan kekuatan spiritual, ilmu hikmah, jurus-jurus asmaul husna,ijazah agar segera mendapatkan jodoh atau agar mudah mencari pekerjaan. Itu yang sering saya dengar.

Saya sebagai yunior hanya sebatas sebagai pendengar. Belum tahu arti semua ijazah dan nasehat-nasehat kehidupan. yang saya ingat waktu itu, saya mendapatkan ijazah puasa 40 hari agar mudah menghafalkan Kitab Alfiah Ibnu Malik. Alhamdulillah hapal, bukan hanya Ibnu Malik, tapi juga hapal Jauhirul Maknun. Tapi sayangnya sekarang sudah lupa. Hanya satu bait yang masih “nyantel” dalam ingatanku, yaitu kalimat : “kalamuna lafdzun mufidun kastaqim”.

Entah kenapa kalimat tersebut mengingatanku pada buku Ganti Hati milik Dahlan Iskan. Ingat juga tulisan-tulisan Dahlan Iskan sebelum dan setelah Ganti Hati -liver. Ternyata model tulisannya sama. Subtansi nya juga sama. Padat karya isinya. Enak dibacanya. Hebatnya lagi, semua kalangan bisa memahami isi dan maksudnya.

Kenapa buku tersebut terlihat istimewa terutama bagi diriku? Karena ada pembahasan yang sangat mendalam, yaitu ilmu sumeleh. Orang ‘alim sering menyebut ilmu Ikhlas.

Apa ada perbedaan ilmu Ikhlas yang disampaikan oleh para ‘alim -ulama- dengan buku ini. jelas ada. para ulama kaya rujukan dalil dan referensi dari kitab-kitab klasik. Di Buku Ganti Hati milik Dahlan Iskan, tidak ada dalil nya. plontos. Hanya berisi tulisan sekelumit masa lalu yang penuh keterbatasan ekonomi, saat jadi menteri, operasi ganti hati dan setelah ganti hati.

Tapi jangan salah. Kadang cerita dan kisah kehidupan yang dikemas dengan baik mempunyai daya magis sangat dahsyat dalam memahami ikhlas -yang menurutku- lebih menukik, mengena dan tidak ngambang. Tidak bicara ikhlas, tapi merasakan ada pancaran aura ikhlas. Itu juga yang saya alami ketika bertemu guru-guru atau kyai kampung yang terlihat sederhana, tapi daya magis nya sangat memancar kuat jiwa sumeleh kepada Allah SWT.

Di buku itu, Dahlan iskan menceritakan tentang beberapa pasien yang sering gagal ganti hati -liver. Di antara nya persoalan psikologis. Ada nya rasa ketatukan tinggi. Sebab gagal operasi ganti hati adalah kematian. Sebab hati sumber kehidupan. ia sebagai sumber membersihkan darah dari racun, mengatur keseimbangan kadar gula, dan membuang sampah-sampah sel darah merah yang sudah tua. Ia mengatur peredaran darah ke seluruh tubuh. Wajar jika sumber nya hilang otomatis mati.

Tekanan psikologis seperti ini yang menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan mempengaruhi proses normalisasi penyatuan tubuh dengan hati baru. Ini pula yang menjadikan operasi tersebut gagal. Wajar jika transplantasi hati berhasil, tapi akhirnya meninggal dunia. bahkan ada juga sebelum ganti hati sudah meninggal dunia. Takut mati karena operasi,malah mati duluan.

Ilmuwan Indonesia yang pernah terkena penyakit hati yaitu Nurcholish Madjid. Ia meninggal setelah transplantasi hati di Tiongkok pada tahun 2004. Pasca operasi, kondisi kesehatan mengalami penurunan. Akhirnya meninggal.

Ketika saya membaca buku Ganti Hati, saya menemukan sebuah energi positif sangat luarbiasa. Bagaimana seorang Dahlan Iskan sudah beberapa jam ke depan menghadapi operasi, ia masih sempat-sempatnya kursus bahasa mandarin di Rumah Sakit. Saking asyiknya belajar sampai lupa kalau ia sebentar lagi akan operasi yang menentukan hidup dan matinya. Saat itu juga, dia sudah bisa melupakan secara totalitas seluruh jabatan dan kekayaan yang ada pada dirinya. Ia benar-benar mampu mengkosongkan hati dari debu-debu jabatan dan kekayaan serta keluarga. Ia dan hanya Allah yang ada dalam pikiran dan hatinya. Bersih sebersih rambutnya yang plontos karena dicukur gundul, dan isi perutnya yang bersih -telah keluar kotorannya -sebagai bagian persyaratan melakukan operasi hati.

Kepala bersih, badan bersih, isi perut bersih dan ditambah lagi hati bersih. Mungkin ini bagian dari makna tatmainal qulub, hati yang tenang memasrahkan diri kepada Allah dan hanya Allah yang berada di hati nya. Saya menyakini hal ini terjadi pada diri Dahlan Iskan pada saat transplantasi hati. salah satu berkah kejernihan hati, Dahlan Iskan pun bisa melalui proses operasi tersebut berjalan sangat sukses. Dan sampai hari ini saya masih setia membaca tulisannya yang bernas, independen dan tentu saja bersandar kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT.

Itu yang bisa saya pahami dari Dahlan Iskan. Anda bisa berbeda dari pemahaman ku.  



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4548


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2874