
Beberapa hari ini sedikit sibuk. Tapi
karena sedikit-sedikit jadi banyak. Kuliah sudah masuk. Saya harus
mempersiapkan RPS sekaligus mempersiapkan materi-materi kuliah. Setiap materi
kuliah saya aploud di website ku. Tiga mata kuliah, berarti menyiapkan
tiga tulisan setiap pertemuan dan harus sudah siap saji saat belum memulai
kuliah. Satu hari belum kuliah, materi harus sudah nongkrong di website.
Itu target mingguan.
Saya juga harus menyiapkan beberapa
kegiatan seminar kecil-kecilan, menyiapkan buku ajar yang target akhir bulan
ini selesai. harus juga ngontrol teman-teman pengurus ormawa agar segera cepat
selesai SK kepengurusan sekaligus disusul SK kegiatan. Agak sedikit
keburu-buru. Orang Jawa bilang “kesusu”, bukan “ ke susu”. Hurufnya sama,
artinya berbeda. Ternyata pemisahan huruf sangat berpengaruh pada makna dan
maksudnya. Mumpung lagi sedikit longgar, saya menulis catatan harian agak
santai dan tidak “kesusu”. Catatan sederhana tentang Dahlan Iskan. Karena ini
catatan sederhana,jadi tidak usah terlalu dipikir berat-berat. disederhanakan
saja.
Sudah beberapa kali saya menulis tentang
Dahlan Iskan di Media Massa seperti Riau Pos -mungkin juga pernah di Haluan
Riau maupun Metro Riau-, website dan lain-lain. Saya sampai lupa. Bahkan ada
satu buku yang saya tulis khusus membahas Dahlan Iskan dari sisi “jeroan”,
atau hati nya. Buku ini terinspirasi dari buku Dahlan Iskan berjudul: “Ganti
Hati: Tantangan Menjadi Menteri”.
Dulu saya sering “sowan” ke rumah para
ulama atau kyai bersama teman-teman santri. Teman-teman ku biasanya minta
ijazah. Biasanya berkaitan amalan-amalan kekuatan spiritual, ilmu hikmah,
jurus-jurus asmaul husna,ijazah agar segera mendapatkan jodoh atau agar mudah
mencari pekerjaan. Itu yang sering saya dengar.
Saya sebagai yunior hanya sebatas sebagai
pendengar. Belum tahu arti semua ijazah dan nasehat-nasehat kehidupan. yang
saya ingat waktu itu, saya mendapatkan ijazah puasa 40 hari agar mudah
menghafalkan Kitab Alfiah Ibnu Malik. Alhamdulillah hapal, bukan hanya Ibnu
Malik, tapi juga hapal Jauhirul Maknun. Tapi sayangnya sekarang sudah lupa.
Hanya satu bait yang masih “nyantel” dalam ingatanku, yaitu kalimat :
“kalamuna lafdzun mufidun kastaqim”.
Entah kenapa kalimat tersebut mengingatanku
pada buku Ganti Hati milik Dahlan Iskan. Ingat juga tulisan-tulisan Dahlan Iskan
sebelum dan setelah Ganti Hati -liver. Ternyata model tulisannya sama. Subtansi
nya juga sama. Padat karya isinya. Enak dibacanya. Hebatnya lagi, semua
kalangan bisa memahami isi dan maksudnya.
Kenapa buku tersebut terlihat istimewa
terutama bagi diriku? Karena ada pembahasan yang sangat mendalam, yaitu ilmu sumeleh.
Orang ‘alim sering menyebut ilmu Ikhlas.
Apa ada perbedaan ilmu Ikhlas yang
disampaikan oleh para ‘alim -ulama- dengan buku ini. jelas ada. para ulama kaya
rujukan dalil dan referensi dari kitab-kitab klasik. Di Buku Ganti Hati milik
Dahlan Iskan, tidak ada dalil nya. plontos. Hanya berisi tulisan
sekelumit masa lalu yang penuh keterbatasan ekonomi, saat jadi menteri, operasi
ganti hati dan setelah ganti hati.
Tapi jangan salah. Kadang cerita dan kisah
kehidupan yang dikemas dengan baik mempunyai daya magis sangat dahsyat dalam
memahami ikhlas -yang menurutku- lebih menukik, mengena dan tidak ngambang.
Tidak bicara ikhlas, tapi merasakan ada pancaran aura ikhlas. Itu juga yang
saya alami ketika bertemu guru-guru atau kyai kampung yang terlihat sederhana,
tapi daya magis nya sangat memancar kuat jiwa sumeleh kepada Allah SWT.
Di buku itu, Dahlan iskan menceritakan
tentang beberapa pasien yang sering gagal ganti hati -liver. Di antara nya
persoalan psikologis. Ada nya rasa ketatukan tinggi. Sebab gagal operasi ganti
hati adalah kematian. Sebab hati sumber kehidupan. ia sebagai sumber
membersihkan darah dari racun, mengatur keseimbangan kadar gula, dan membuang
sampah-sampah sel darah merah yang sudah tua. Ia mengatur peredaran darah ke
seluruh tubuh. Wajar jika sumber nya hilang otomatis mati.
Tekanan psikologis seperti ini yang
menyebabkan daya tahan tubuh menurun dan mempengaruhi proses normalisasi
penyatuan tubuh dengan hati baru. Ini pula yang menjadikan operasi tersebut
gagal. Wajar jika transplantasi hati berhasil, tapi akhirnya meninggal dunia.
bahkan ada juga sebelum ganti hati sudah meninggal dunia. Takut mati karena
operasi,malah mati duluan.
Ilmuwan Indonesia yang pernah terkena
penyakit hati yaitu Nurcholish Madjid. Ia meninggal setelah transplantasi hati
di Tiongkok pada tahun 2004. Pasca operasi, kondisi kesehatan mengalami
penurunan. Akhirnya meninggal.
Ketika saya membaca buku Ganti Hati, saya
menemukan sebuah energi positif sangat luarbiasa. Bagaimana seorang Dahlan
Iskan sudah beberapa jam ke depan menghadapi operasi, ia masih sempat-sempatnya
kursus bahasa mandarin di Rumah Sakit. Saking asyiknya belajar sampai lupa
kalau ia sebentar lagi akan operasi yang menentukan hidup dan matinya. Saat itu
juga, dia sudah bisa melupakan secara totalitas seluruh jabatan dan kekayaan
yang ada pada dirinya. Ia benar-benar mampu mengkosongkan hati dari debu-debu
jabatan dan kekayaan serta keluarga. Ia dan hanya Allah yang ada dalam pikiran
dan hatinya. Bersih sebersih rambutnya yang plontos karena dicukur gundul, dan isi
perutnya yang bersih -telah keluar kotorannya -sebagai bagian persyaratan
melakukan operasi hati.
Kepala bersih, badan bersih, isi perut
bersih dan ditambah lagi hati bersih. Mungkin ini bagian dari makna tatmainal
qulub, hati yang tenang memasrahkan diri kepada Allah dan hanya Allah yang
berada di hati nya. Saya menyakini hal ini terjadi pada diri Dahlan Iskan pada
saat transplantasi hati. salah satu berkah kejernihan hati, Dahlan Iskan pun
bisa melalui proses operasi tersebut berjalan sangat sukses. Dan sampai hari
ini saya masih setia membaca tulisannya yang bernas, independen dan tentu saja
bersandar kepada Sang Pencipta yaitu Allah SWT.
Itu yang bisa saya pahami dari Dahlan Iskan.
Anda bisa berbeda dari pemahaman ku.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4548
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2944
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2874