Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Gubernur Cantik



Minggu , 09 Maret 2025



Telah dibaca :  629

Setelah beberapa hari yang lalu sempat viral dirut pertamina (konon mempunyai gaji milyaran satu bulan) dan berita petralite oplosan, kini viral di media sosial seorang gubernur cantik dari Maluku Utara: Sherly Tjoanda. Ia dinobatkan sebagai gubernur terkaya dengan jumlah kekayaan sebesar 709 M.

Saya sendiri mengenal nya melalui media sosial saat ia mengikuti acara retreat di Akmil Magelang beberapa waktu lalu. Ia terlihat bersinar. Aura kecantikan terpancar luarbiasa. inner beauty, cantik dari dalam. Untuk ukuran seorang pejabat, seorang wanita cantik dan masih muda, menurutku cukup bersahaja. Anak pertamanya, Edbert sebagai bodyguard sangat low profil dan tidak gumede dan sangat sederhana.

Akhir-akhir ini, saya baru tahu ia sangat aktif di media sosial. Moment penting aktivitas kerja atau ketika bersama dengan anak-anaknya sering diungggah di kanal youtubenya. Wanita berdarah Tionghoa ini terlihat berbeda. para komentar banyak menyanjung nya: “Laksana artis drakor korea”.

Saya mengenal nama Sherly Tjoanda karena membaca tulisan Dahlan Iskan beberapa waktu lalu. Mungkin sudah satu bulan-an. Itupun yang diceritakan mendiang suaminya, Benny Laos. Menurut nya, Benny Laos seorang bupati Morotai yang bersih dan pedulii terhadap kepentingan masyarakat. Posisi Sherly Tjoanda menjadi calon gubernur sebenarnya menggantikan posisi suaminya yang meninggal karena kecelakaan di laut. Kapal boatnya meledak. Suaminya meninggal, dan Sherly sendiri waktu itu terkena luka parah. Kakinya terbakar.

Ia menggantikan posisi suaminya menjadi calon gubernur. Menurut Dahlan Iskan, Serly Tjoanda menjadi gubernur tidak main politik uang. berkah program almarhum suaminya saat menjadi bupati, ia sangat dicintai oleh masyarakat Maluku Utara.

“Tidak semua calon kepala daerah beli suara. Contohnya; Sherly Tjoanda. Dia terpilih sebagai gubernur Maluku Utara tanpa serangan fajar. Sherly Benny Sherly, 40 tahun, bikin sejarah. Tionghoa pertama menjadi gubernur pilihan rakyat di Indonesia” kata Dahlan Iskan sebagaimana saya kutip dari radarsukabumi.com. Ia menjadi gubernur di daerah yang masyarakat mayoritas muslim. cantik dan cerdas. S-1 di Singapura dan S-2 di Belanda.

Di Jawa Barat ada gubernur terpilih yang aktif di media sosial yaitu Dedi Mulyadi. Saya agak sering mengikuti kegiatannya melalui youtube. Sangat menginspirasi. Berbagai gebrakan kebijakan pemerintahan dan kegiatan sosial nya sering diunggah di media sosial milik nya. Ia menggunakan medsos selain untuk bisnis, juga edukasi dan memberi konstribusi positif. Cekatan dan sangat solutif. Salah satu nya yaitu strategi pemerataan pembangunan jalan  di Jawa Barat.

Pada awal-awal menjadi gubernur, Ia mengumpulkan seluruh Kepala Dinas dan bertanya jumlah pendapat pajak dari kendaraan bermotor dan Pembangunan jalan setiap tahun. Hasil paparan dai salah satu pegawainya mengatakan jumlah pajak dari kendaraan bermotor sebear 8 trilyun. Sedangkan anggaran pembangunan jalan  sekitar 1 trilyun.

Menurutnya ada ketimpangan penggunaan pajak kendaraan. Seharunya dengan anggaran 4 trilyun saja dalam satu tahun sudah bisa membangun seluruh jalan provinsi di Jawa Barat dengan kualitas baik. Menurutnya, transparansi penghasilan pajak dan penggunaannya sangat penting untuk kepentingan masyarakat.

Banyak kepala daerah yang mempunyai prestasi dalam mengelola pemerintahan nya. Ada yang karirnya selamat sampai selesai. Namanya bersih dari noda hitam. Ada yang berakhir dan bahkan ada yang belum berakhir dari jabatannya, sudah terkena noda hitam, baik karena ulah ia sendiri atau karena rekayasa dari orang yang tidak senang. Kegiatan politik praktis bagian dari rahasia Tuhan yang sangat sulit dideteksi. Namun prestasi nya selalu dikenang sepanjang masa. Kenangan indah mereka mampu menutupi segala kekurangannya.

Jika membaca sejarah pemerintahan pada masa kejayaan Islam, kisah-kisah para penguasa hebat sangat banyak. Tapi juga kita harus jujur, tidak sedikit para penguasa yang tidak mencerminkan seorang pemimpin yang professional. Masa dulu, apalagi masa sekarang. Sampai-sampai masyarakat netizen sangat jengah dan muak melihat semua nya di media sosial.

Saking muaknya, para netizen suka membandingkan sisi-sisi kehidupan, kesuksesan dan kebahagiaan bangsa luar negeri. Mulai dari perilaku aparat pemerintah, gaji sampai lapangan pekerjaan. Yang agak unik, mereka ramai-ramai mengunggah kehebatan bangsa Cina yang berhasil menciptakan pemerintahan yang bersih (clean government). Koruptor di hukum mati. Di Jepang, karena budaya malu tinggi, ia akan mengundurkan diri dari jabatannya. Meskipun nilainya tidak seberapa. Di Canada kekurangan warga nya sehingga harus impor warga untuk meneruskan keberlangsungan negara tersebut.

Sebenarnya yang unik itu negara Cina. Sejak dulu, masyarakat  Cina di Indonesia selalu saja dikaitkan dengan komunis sebagai paham anti Tuhan. Bahkan pada pesta demokrasi pada masa lalu dan hampir setiap saat, selalu saja muncul dari masyarakat yang anti Cina. Bisa jadi itu bagian dari pola pikir random akibat dari kebingungan kondisi sosial dengan apa yang mereka inginkan dalam kenyataan. Terlalu banyak masalah menyebabkan tidak bisa berfikir secara sistematis dan konstruktif dalam menyelesaikan.

Ada pesan yang memang bisa diambil dari semua tersebut di atas, bahwa orang baik darimanapun datangnya akan selalu mendapat tempat dihati masyarakat. Seorang pemimpin pun demikian. Tidak serta-merta pemimpin yang satu agama dan suku mendapatkan simpati yang positif jika karya nya negatif. Konflik dan kebencian sosial pasti selalu muncul. Mereka akan mencoba membandingkan para pemimpin negara lain, meskipun tidak satu agama.

Benar sabda kanjeng Nabi Muhammad saw dalam kehidupan sosial yaitu: “Sebaik-baik manusia yang mempunyai konstribusi positif kepada orang lain”. Dalam kontek tersebut, Gus Dur pun pernah berkata:”Orang tidak akan bertanya apa agama mu saat melakukan kebaikan”. Katanya juga: “Politik tertinggi yaitu memanusiakan manusia”.

Sabda kanjeng nabi telah terbukti saat sekarang ini. Semakin hari semakin orang menyukai kebaikan. Tidak peduli apa suku dan agama nya. Sangat menghawatirkan sekali jika para pemeluk agama tidak berkarya lebih baik lagi, presepsi agama sebagai solving problem semakin dipertanyakan di masyarakat. Ini sebuah tantangan besar bagi kita yang kata nya selalu setia membawa panji agama Islam.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872