
Setelah beberapa hari yang lalu sempat
viral dirut pertamina (konon mempunyai gaji milyaran satu bulan) dan berita
petralite oplosan, kini viral di media sosial seorang gubernur cantik dari Maluku
Utara: Sherly Tjoanda. Ia dinobatkan sebagai gubernur terkaya dengan jumlah
kekayaan sebesar 709 M.
Saya sendiri mengenal nya melalui media
sosial saat ia mengikuti acara retreat di Akmil Magelang beberapa waktu lalu.
Ia terlihat bersinar. Aura kecantikan terpancar luarbiasa. inner beauty,
cantik dari dalam. Untuk ukuran seorang pejabat, seorang wanita cantik dan
masih muda, menurutku cukup bersahaja. Anak pertamanya, Edbert sebagai bodyguard
sangat low profil dan tidak gumede dan sangat sederhana.
Akhir-akhir ini, saya baru tahu ia
sangat aktif di media sosial. Moment penting aktivitas kerja atau ketika
bersama dengan anak-anaknya sering diungggah di kanal youtubenya. Wanita berdarah
Tionghoa ini terlihat berbeda. para komentar banyak menyanjung nya: “Laksana
artis drakor korea”.
Saya mengenal nama Sherly Tjoanda karena
membaca tulisan Dahlan Iskan beberapa waktu lalu. Mungkin sudah satu bulan-an.
Itupun yang diceritakan mendiang suaminya, Benny Laos. Menurut nya, Benny Laos seorang
bupati Morotai yang bersih dan pedulii terhadap kepentingan masyarakat. Posisi Sherly
Tjoanda menjadi calon gubernur sebenarnya menggantikan posisi suaminya yang
meninggal karena kecelakaan di laut. Kapal boatnya meledak. Suaminya meninggal,
dan Sherly sendiri waktu itu terkena luka parah. Kakinya terbakar.
Ia menggantikan posisi suaminya menjadi
calon gubernur. Menurut Dahlan Iskan,
Serly Tjoanda menjadi gubernur tidak main politik uang. berkah program almarhum
suaminya saat menjadi bupati, ia sangat dicintai oleh masyarakat Maluku Utara.
“Tidak semua calon kepala daerah beli
suara. Contohnya; Sherly Tjoanda. Dia terpilih sebagai gubernur Maluku Utara tanpa
serangan fajar. Sherly Benny Sherly, 40 tahun, bikin sejarah. Tionghoa pertama
menjadi gubernur pilihan rakyat di Indonesia” kata Dahlan Iskan sebagaimana
saya kutip dari radarsukabumi.com. Ia menjadi gubernur di daerah yang
masyarakat mayoritas muslim. cantik dan cerdas. S-1 di Singapura dan S-2 di
Belanda.
Di Jawa Barat ada gubernur terpilih yang
aktif di media sosial yaitu Dedi Mulyadi. Saya agak sering mengikuti
kegiatannya melalui youtube. Sangat menginspirasi. Berbagai gebrakan kebijakan
pemerintahan dan kegiatan sosial nya sering diunggah di media sosial milik nya.
Ia menggunakan medsos selain untuk bisnis, juga edukasi dan memberi konstribusi
positif. Cekatan dan sangat solutif. Salah satu nya yaitu strategi pemerataan pembangunan
jalan di Jawa Barat.
Pada awal-awal menjadi gubernur, Ia
mengumpulkan seluruh Kepala Dinas dan bertanya jumlah pendapat pajak dari
kendaraan bermotor dan Pembangunan jalan setiap tahun. Hasil paparan dai salah
satu pegawainya mengatakan jumlah pajak dari kendaraan bermotor sebear 8
trilyun. Sedangkan anggaran pembangunan jalan
sekitar 1 trilyun.
Menurutnya ada ketimpangan penggunaan pajak
kendaraan. Seharunya dengan anggaran 4 trilyun saja dalam satu tahun sudah bisa
membangun seluruh jalan provinsi di Jawa Barat dengan kualitas baik.
Menurutnya, transparansi penghasilan pajak dan penggunaannya sangat penting
untuk kepentingan masyarakat.
Banyak kepala daerah yang mempunyai
prestasi dalam mengelola pemerintahan nya. Ada yang karirnya selamat sampai
selesai. Namanya bersih dari noda hitam. Ada yang berakhir dan bahkan ada yang
belum berakhir dari jabatannya, sudah terkena noda hitam, baik karena ulah ia
sendiri atau karena rekayasa dari orang yang tidak senang. Kegiatan politik
praktis bagian dari rahasia Tuhan yang sangat sulit dideteksi. Namun prestasi
nya selalu dikenang sepanjang masa. Kenangan indah mereka mampu menutupi segala
kekurangannya.
Jika membaca sejarah pemerintahan pada masa
kejayaan Islam, kisah-kisah para penguasa hebat sangat banyak. Tapi juga kita
harus jujur, tidak sedikit para penguasa yang tidak mencerminkan seorang
pemimpin yang professional. Masa dulu, apalagi masa sekarang. Sampai-sampai
masyarakat netizen sangat jengah dan muak melihat semua nya di
media sosial.
Saking muaknya, para netizen suka
membandingkan sisi-sisi kehidupan, kesuksesan dan kebahagiaan bangsa luar
negeri. Mulai dari perilaku aparat pemerintah, gaji sampai lapangan pekerjaan. Yang
agak unik, mereka ramai-ramai mengunggah kehebatan bangsa Cina yang berhasil menciptakan
pemerintahan yang bersih (clean government). Koruptor di hukum mati. Di
Jepang, karena budaya malu tinggi, ia akan mengundurkan diri dari jabatannya.
Meskipun nilainya tidak seberapa. Di Canada kekurangan warga nya sehingga harus
impor warga untuk meneruskan keberlangsungan negara tersebut.
Sebenarnya yang unik itu negara Cina. Sejak
dulu, masyarakat Cina di Indonesia
selalu saja dikaitkan dengan komunis sebagai paham anti Tuhan. Bahkan pada
pesta demokrasi pada masa lalu dan hampir setiap saat, selalu saja muncul dari
masyarakat yang anti Cina. Bisa jadi itu bagian dari pola pikir random akibat
dari kebingungan kondisi sosial dengan apa yang mereka inginkan dalam
kenyataan. Terlalu banyak masalah menyebabkan tidak bisa berfikir secara
sistematis dan konstruktif dalam menyelesaikan.
Ada pesan yang memang bisa diambil dari
semua tersebut di atas, bahwa orang baik darimanapun datangnya akan selalu
mendapat tempat dihati masyarakat. Seorang pemimpin pun demikian. Tidak
serta-merta pemimpin yang satu agama dan suku mendapatkan simpati yang positif
jika karya nya negatif. Konflik dan kebencian sosial pasti selalu muncul.
Mereka akan mencoba membandingkan para pemimpin negara lain, meskipun tidak
satu agama.
Benar sabda kanjeng Nabi Muhammad saw dalam
kehidupan sosial yaitu: “Sebaik-baik manusia yang mempunyai konstribusi positif
kepada orang lain”. Dalam kontek tersebut, Gus Dur pun pernah berkata:”Orang
tidak akan bertanya apa agama mu saat melakukan kebaikan”. Katanya juga: “Politik
tertinggi yaitu memanusiakan manusia”.
Sabda kanjeng nabi telah terbukti saat
sekarang ini. Semakin hari semakin orang menyukai kebaikan. Tidak peduli apa
suku dan agama nya. Sangat menghawatirkan sekali jika para pemeluk agama tidak
berkarya lebih baik lagi, presepsi agama sebagai solving problem semakin
dipertanyakan di masyarakat. Ini sebuah tantangan besar bagi kita yang kata nya
selalu setia membawa panji agama Islam.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2941
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872