
Penulis belum pernah bertemu secara
langsung ketiga tokoh nasional ini yang kemudian menjadi presiden RI. Kini
hasil real count KPU, Prabowo juga memenangkan pilpres 2024. Tentu
secara etika, tetap menunggu keputusan KPU untuk menentukan hasil akhir proses
tersebut.
Jika berkaitan dengan Gus Dur, penulis
mempunyai cukup banyak referensi baik buku atau jurnal. Apalagi saat memasuki
era reformasi, penulis sangat rajin mencari buku-buku yang berkaitan tentang Gus
Dur dan kumpulan tulisan-tulisannya yang tersebar di berbagai media massa
seperti Kompas. Salah satu tulisan yang menarik berkaitan ucapan dirinya akan
menjadi presiden. Teman dekatnya, Prof.Dr.KH.Said Aqil Siraj,MA menganggap ucapannya
akibat pengaruh kondisinya yang sedang sakit. Namun kenyataanya, Gus Dur benar-benar
menjadi presiden RI ke-4.
Melalui Gus Dur ini, penulis juga
mengenal Jokowi. Beredar foto pertemuan nya dengan Jokowi saat masih menjadi Walikota
Solo. Lalu tahun-tahun berikutnya, rak-rak toko buku gramedia dipenuhi
buku-buku tentang biografi Jokowi. Salah satu kalimat yang masih saya ingat
ucapan Gus Dur kurang lebih begini, “Siapapun bisa menjadi presiden jika dia
baik dan berprestasi, termasuk pak Joko Widodo”. Walhasil,ucapanya terbukti.
Jokowi telah menjadi presiden dua periode. Bahkan bisa jadi, secara politik
prestasinya telah mengalahkan para pemimpin partai yang ada di Indonesia. Ia
berkarir mulai dari walikota, gubernur dan presiden. Tidak ada pemimpin partai
politik yang mempunyai jenjang karir politik secara lengkap sebagaimana Jokowi.
Bagaimana dengan Prabowo? Menjelang
reformasi 1998, Gus Dur sudah bertemu dengan Soeharto. Bahkan jauh sebelumnya,
ia selalu bersama dengan putrinya yaitu Tutut berkeliling ke berbagai pesantren
NU. Berkahnya, Gus Dur terpilih lagi menjadi ketua PBNU tahun 1994 di Cipasung.
Padahal sebelumya, Tutut adalah orang yang tidak menghendaki terpilihnya Gus
Dur menjadi ketua PBNU. Dengan pendekatan ini, ketegangan Soeharto dan Gus Dur menjadi
sedikit reda. Meskipun secara tidak langsung bertemu dengan Prabowo, niat Gus
Dur melakukan rekonsiliasi dan memaafkan kesalahan soeharto merupakan ajaran
politik kemanusiaan yang sangat agung. Ia tidak mempunyai dendam. Sebab memang
seharusnya demikian, seorang politikus sejati tidak ada dendam. Ia akan
senantiasa berubah secara fleksibel dalam mencari format terbaiknya, termasuk
kemungkinan-kemungkinan merangkul rival untuk mewujudkan cita-cita politiknya. Saya
kira, sikap politik demikian yang menyebabkan keluarga cendana, termasuk Prabowo
sangat menghormatinya.
Apakah Prabowo belajar politik dari Gus
Dur tentang soal ini, biarkan saja ia mengungkapkan kebenaranya. Penulis hanya
bisa menganalisis bahwa keduanya merupakan sahabat yang sangat akrab. Saat Gus Dur menjadi presiden, Prabowo cukup
sering berjumpa dengan nya di Istana dan memberi nasehat kepadanya untuk
melakukan pengabdian kepada rakyat melalui jalur bisnis, sebelum terjun ke
dunia politik. Tujuh tahun kemudian pasca lengser Gus Dur dari kursi presiden,
Prabowo mendirikan partai gerindra pada tahun 2008.
Konflik terjadi di internal PKB, dan
kubu Muhaimin Iskandar dinyatakan menang dan diterima kepengurusannya di
kemenkumham No: M.HH-70-AH.11.01 tahun 2008 tanggal 5 September 2008. Peristiwa
ini juga membuka kedekatan gus dur dengan prabowo semakin nyata. Para loyalis
Gus Dur ramai-ramai hijrah ke partai Gerindra. Hingga kini, partai besutan
prabowo ini menjadi salah satu partai politik yang mempunyai prosentase sangat
tinggi menjadi pilihan warga NU untuk menyalurkan karir politiknya. Bahkan
kedekatan dengan gerindra semakin nyata dengan dibuktikan suami Yeni Wahid
(Putri Gus Dur) Dhohir Farisi menjadi anggota DPR dari partai gerindra tahun
2009-2014. Bukti tersebut menunjukan dukungan keluarga Gus Dur ke Prabowo
sangat besar. Meskipun pada pemilu 2024 yeni wahid mendukung Ganjar-Mahfud, tetap
hubungan nya dengan Prabowo tidak terputus. Bukti konkrit yaitu suaminya masuk
ke PSI dan mendukung pasangan Prabowo-Gibran.
Kedekatan Gus Dur dan Prabowo
diungkapkan oleh Gus Dur ketika ia hadir pada salah satu TV nasional. Kurang
lebih begini,”Prabowo adalah orang yang paling ikhlas terhadap rakyat
Indonesia”. Ucapan Gus Dur menggambarkan bahwa perjuangan Prabowo sebagai ikrar
atau sumpah seorang prajurit menggambarkan sebuah ketulusan untuk terus
melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara. Sebuah pengabdian tidak hanya
memertahankan negara di medan perang. Pengabdian ini dibatasi oleh
administrasi. Maka, mendirikan partai politik dan ikut kontestasi menjadi
capres merupakan wujud dari pengabdiannya tanpa batas.
Kini Prabowo telah memenangkan
pilpres 2024 versi real count KPU. Kemenangannya masih menunggu
pengumuman resmi dari KPU. Jika hasilnya tidak bergeser dari versi real
count, maka pasangan Prabowo-Gibran menjadi pemenangnya. Bagi sebagian
orang mengganggap bahwa Gus Dur merupakan seorang wali yang mampu memprediksi
masa depan karir politik Jokowi dan Prabowo. Bagi sebagian pengamat politik,
kejeniusan analisis Gus Dur tidak lepas dari ketajaman nya sebagai seorang
pengamat sepakbola yang dipadukan dengan ketajaman mata batinnya. Meskipun
terlibat berbelok tidak karuan, kadang menendang, mengumpan dan menerima bola,
serta off side, tapi hasil mampu mengegolkan bola ke gawang lawan.
Itulah politik, sebagaimana sepakbola yang sangat sulit diprediksi pada saat
bertemu kedua lawan yang sama-sama tangguh.
Kini tentu Gus Dur telah tiada, dan
makna keikhlasan yang telah diungkapkan kepada Prabowo juga bisa jadi multitafsir
sebagai seorang politisi dan pengamat sepakbola serta ulama. Kenangan ini tidak
akan dilupakan oleh bangsa Indonesia. Namun sebuah keikhlasan tidak mesti ada
hubungan dengan profesionalisme dalam mengelola suatu negara. Ikhlas
merupakan persoalan hati dan profesionalisme adalah persoalan kemampuan
operasional seseorang atau tim dalam mengerjakan sesuatu pemerintahan. Dalam
hal ini, Prabowo dihadapkan pada tantangan zaman yang semakin berat. Penulis
berharap, keikhlasan yang ada pada dirinya mampu menciptakan team work
pemerintahan semakin solid, kuat dan professional serta mempunyai integritas
untuk mewujudkan suatu cita-cita besarnya. Harapannya, semoga pasangan Prabowo-Gibran
benar-benar mampu mewujudkan janji-janjinya dan bisa menjadi jembatan kuat
untuk menuju Indonesia emas pada tahun 2045. Semoga.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3571
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2969
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876