Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Gus Dur, Jokowi, dan Prabowo



Senin , 19 Februari 2024



Telah dibaca :  765

Penulis belum pernah bertemu secara langsung ketiga tokoh nasional ini yang kemudian menjadi presiden RI. Kini hasil real count KPU, Prabowo juga memenangkan pilpres 2024. Tentu secara etika, tetap menunggu keputusan KPU untuk menentukan hasil akhir proses tersebut.

Jika berkaitan dengan Gus Dur, penulis mempunyai cukup banyak referensi baik buku atau jurnal. Apalagi saat memasuki era reformasi, penulis sangat rajin mencari buku-buku yang berkaitan tentang Gus Dur dan kumpulan tulisan-tulisannya yang tersebar di berbagai media massa seperti Kompas. Salah satu tulisan yang menarik berkaitan ucapan dirinya akan menjadi presiden. Teman dekatnya, Prof.Dr.KH.Said Aqil Siraj,MA menganggap ucapannya akibat pengaruh kondisinya yang sedang sakit. Namun kenyataanya, Gus Dur benar-benar menjadi presiden RI ke-4.

Melalui Gus Dur ini, penulis juga mengenal Jokowi. Beredar foto pertemuan nya dengan Jokowi saat masih menjadi Walikota Solo. Lalu tahun-tahun berikutnya, rak-rak toko buku gramedia dipenuhi buku-buku tentang biografi Jokowi. Salah satu kalimat yang masih saya ingat ucapan Gus Dur kurang lebih begini, “Siapapun bisa menjadi presiden jika dia baik dan berprestasi, termasuk pak Joko Widodo”. Walhasil,ucapanya terbukti. Jokowi telah menjadi presiden dua periode. Bahkan bisa jadi, secara politik prestasinya telah mengalahkan para pemimpin partai yang ada di Indonesia. Ia berkarir mulai dari walikota, gubernur dan presiden. Tidak ada pemimpin partai politik yang mempunyai jenjang karir politik secara lengkap sebagaimana Jokowi.

Bagaimana dengan Prabowo? Menjelang reformasi 1998, Gus Dur sudah bertemu dengan Soeharto. Bahkan jauh sebelumnya, ia selalu bersama dengan putrinya yaitu Tutut berkeliling ke berbagai pesantren NU. Berkahnya, Gus Dur terpilih lagi menjadi ketua PBNU tahun 1994 di Cipasung. Padahal sebelumya, Tutut adalah orang yang tidak menghendaki terpilihnya Gus Dur menjadi ketua PBNU. Dengan pendekatan ini, ketegangan Soeharto dan Gus Dur menjadi sedikit reda. Meskipun secara tidak langsung bertemu dengan Prabowo, niat Gus Dur melakukan rekonsiliasi dan memaafkan kesalahan soeharto merupakan ajaran politik kemanusiaan yang sangat agung. Ia tidak mempunyai dendam. Sebab memang seharusnya demikian, seorang politikus sejati tidak ada dendam. Ia akan senantiasa berubah secara fleksibel dalam mencari format terbaiknya, termasuk kemungkinan-kemungkinan merangkul rival untuk mewujudkan cita-cita politiknya. Saya kira, sikap politik demikian yang menyebabkan keluarga cendana, termasuk Prabowo sangat menghormatinya.

Apakah Prabowo belajar politik dari Gus Dur tentang soal ini, biarkan saja ia mengungkapkan kebenaranya. Penulis hanya bisa menganalisis bahwa keduanya merupakan sahabat yang sangat akrab.  Saat Gus Dur menjadi presiden, Prabowo cukup sering berjumpa dengan nya di Istana dan memberi nasehat kepadanya untuk melakukan pengabdian kepada rakyat melalui jalur bisnis, sebelum terjun ke dunia politik. Tujuh tahun kemudian pasca lengser Gus Dur dari kursi presiden, Prabowo mendirikan partai gerindra pada tahun 2008.

Konflik terjadi di internal PKB, dan kubu Muhaimin Iskandar dinyatakan menang dan diterima kepengurusannya di kemenkumham No: M.HH-70-AH.11.01 tahun 2008 tanggal 5 September 2008. Peristiwa ini juga membuka kedekatan gus dur dengan prabowo semakin nyata. Para loyalis Gus Dur ramai-ramai hijrah ke partai Gerindra. Hingga kini, partai besutan prabowo ini menjadi salah satu partai politik yang mempunyai prosentase sangat tinggi menjadi pilihan warga NU untuk menyalurkan karir politiknya. Bahkan kedekatan dengan gerindra semakin nyata dengan dibuktikan suami Yeni Wahid (Putri Gus Dur) Dhohir Farisi menjadi anggota DPR dari partai gerindra tahun 2009-2014. Bukti tersebut menunjukan dukungan keluarga Gus Dur ke Prabowo sangat besar. Meskipun pada pemilu 2024 yeni wahid mendukung Ganjar-Mahfud, tetap hubungan nya dengan Prabowo tidak terputus. Bukti konkrit yaitu suaminya masuk ke PSI dan mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

Kedekatan Gus Dur dan Prabowo diungkapkan oleh Gus Dur ketika ia hadir pada salah satu TV nasional. Kurang lebih begini,”Prabowo adalah orang yang paling ikhlas terhadap rakyat Indonesia”. Ucapan Gus Dur menggambarkan bahwa perjuangan Prabowo sebagai ikrar atau sumpah seorang prajurit menggambarkan sebuah ketulusan untuk terus melakukan pengabdian kepada bangsa dan negara. Sebuah pengabdian tidak hanya memertahankan negara di medan perang. Pengabdian ini dibatasi oleh administrasi. Maka, mendirikan partai politik dan ikut kontestasi menjadi capres merupakan wujud dari pengabdiannya tanpa batas.

Kini Prabowo telah memenangkan pilpres 2024 versi real count KPU. Kemenangannya masih menunggu pengumuman resmi dari KPU. Jika hasilnya tidak bergeser dari versi real count, maka pasangan Prabowo-Gibran menjadi pemenangnya. Bagi sebagian orang mengganggap bahwa Gus Dur merupakan seorang wali yang mampu memprediksi masa depan karir politik Jokowi dan Prabowo. Bagi sebagian pengamat politik, kejeniusan analisis Gus Dur tidak lepas dari ketajaman nya sebagai seorang pengamat sepakbola yang dipadukan dengan ketajaman mata batinnya. Meskipun terlibat berbelok tidak karuan, kadang menendang, mengumpan dan menerima bola, serta off side, tapi hasil mampu mengegolkan bola ke gawang lawan. Itulah politik, sebagaimana sepakbola yang sangat sulit diprediksi pada saat bertemu kedua lawan yang sama-sama tangguh.

Kini tentu Gus Dur telah tiada, dan makna keikhlasan yang telah diungkapkan kepada Prabowo juga bisa jadi multitafsir sebagai seorang politisi dan pengamat sepakbola serta ulama. Kenangan ini tidak akan dilupakan oleh bangsa Indonesia. Namun sebuah keikhlasan tidak mesti ada hubungan dengan profesionalisme dalam mengelola suatu negara. Ikhlas merupakan persoalan hati dan profesionalisme adalah persoalan kemampuan operasional seseorang atau tim dalam mengerjakan sesuatu pemerintahan. Dalam hal ini, Prabowo dihadapkan pada tantangan zaman yang semakin berat. Penulis berharap, keikhlasan yang ada pada dirinya mampu menciptakan team work pemerintahan semakin solid, kuat dan professional serta mempunyai integritas untuk mewujudkan suatu cita-cita besarnya. Harapannya, semoga pasangan Prabowo-Gibran benar-benar mampu mewujudkan janji-janjinya dan bisa menjadi jembatan kuat untuk menuju Indonesia emas pada tahun 2045. Semoga.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876