
Kelihatannya selera humor yang
mulia,al'alamah,almukarom Sekretaris Jenderal Agama RI, Prof.Dr. Muhammad
Ramdhani, S.TP,MT memang sudah "gawan bayi". Ada saja bahan gurauan.
Apalagi kalau sudah berkumpul dengan syeikhinal kirom Prof Inung. Saya melihat
mereka berdua jadi teringat tradisi pesantren tradisional. Dulu waktu saya jadi
tukang masak di pesantren sering melihat para ulama, kyai dan ustadz suka
bergurau. Saya mulai memahami ternyata “guyonan”
merupakan strategi jitu untuk mendapat puncak ilmu pengetahuan dan hikmah (
jika ingin tahu sumbernya, silahkan cari kumpulan cerita Abu Nawas). Melalui terapi
guyonan,“kabel-kabel” syaraf sehingga aliran darah dan oksigen berjalan lancar.
Proses yang sangat penting untuk memperkuat daya ingat dan imajinasi produktif.
Saya sebagai pendengar yang baik senyum
senyum saja. Saya ngaji tidak terlalu serius, supaya hasilnya serius. Jika terlalu
serius malah hasilnya tidak serius. Saya harus belajar dari keduanya,bahwa
dunia seisinya memang harus ditertawakan. Al-Qur'an telah menjelaskan bahwa
dunia adalah tempat bermain dan sendau gurau.
Pesan tersebut tentu bukan berarti Islam
mempromosikan acara stand up comedy. Tidak sama sekali. Tidak semua yang
membuat tertawa itu lucu. Sebab kelucuan hidup titik tekan nya bukan pada humor
nya,bukan juga pada tertawa nya. Kelucuan manusia ditekankan pada ketidaktahuan
terhadap hakikat dirinya sendiri. Itulah puncak kelucuan yang sesungguhnya.
Dalam obrolan singkat, Prof Ramdhani membuka
kitab cukup banyak. Pertama kitab milik al ‘alamah Rene Descartes. Ia mengambil
kutipan cogito ergo sum. Aku berfikir maka aku ada. Ia buka lagi kitab
kontroversial milik Darwin”The origin of species”. Ia mengatakan seluruh
makhluk mengalami modifikasi dan bisa menyesuaikan dengan lingkungan. Ia juga mengutip
perkataan Ali bin Abi Thalib:” ajari anak-anak mu sesuai dengan perkembang
zamannya”. Dan kitab terakhir yang dibuka yaitu Al-Muqadimah milik Ibn Khaldun.
Ia mengambil satu kalimat “al-insan madaniyu bitab’i (manusia secara
alamiah mempunyai watak menciptakan peradaban).
Apa artinya?. Dalam proses perubahan dan
kebutuhan untuk eksis manusia bisa mengambil ilmu-ilmu dari mereka. Dalam realita
kehidupan, adanya perubahan dan modernisasi serta terbuka nya inovasi kekinian
adalah bagian dari sumbangsih ilmuwan-ilmuwan seperti tersebut di atas. Proses
berfikir dan terus berfikir merupakan upaya menemukan jawaban yang dibutuhkan
oleh siapapun. Hal yang sama, juga proses berfikir juga harus dibarengi adanya semangat
diri penuh keyakinan untuk sukses. Anda bisa melihatnya betapa penting
kemampuan untuk mempertahankan kehidupan dan cara untuk mempertahankan adalah
jalan ia bisa mencapai cita-cita. Itu sebabnya ucapan-ucapan Ali bin Abi
Thalib, Ibn Khaldun, Rene dan Darwin merupakan realita kehidupan yang tidak
bisa dihindari. Ingin sukes berfikir dan bekerja keras hingga mendapatkan buah
yang diinginkan.
Persyaratan tersebut belum cukup. Benar bahwa
melalui persyaratan-persyaratan tersebut sudah mampu menciptakan kesuksesan dan
kekayaan, tapi belum mencapai puncak kebahagiaan. Ia baru sebagai “emper”
kebahagiaan belum pada intinya. Kunci kebahagiaan sejati pada status takwa
kepada Allah swt. Ukuran sederhana dalam persoalan tersebut yaitu mempunyai
etika yang agung kepada Alloh dan kepadaanusia.
Moralitas yang agung manusia kepada Alloh
dalam wujud keikhlasan diri menundukan hati,pikiran dan rasa benar-benar
mengabdikan diri kepada-Nya. Manusia totalitas beribadah hanya karena Alloh dan
totalitas bahwa semua hidup sudah diatur oleh Alloh dengan desain terbaik.
Sedang etika kepada sesama manusia yaitu
mampu memanusiakan manusia pada tempat yang tepat. Manusia harus introspeksi
diri bahwa keberhasilan kita bukan tercipta secara "ujug-ujug",tapi
ada tangan-tangan orang lain yang mengantarkan kita mendapatkan tempat
terhormat. Salah satu manusia yang sangat berjasa antara lain adalah orang tua
kita.
Lihat ayah kita yang terkadang badan
kurus,kulit menghitam dan makan kurang gizi karena mengumpulkan biaya untuk
anak anak nya bisa sukses. Ibu kita telah menaruhkan jiwa agar kita selamat
saat lahir dan agar kita bisa melihat sinar matahari yang cerah secerah masa
depan anda. Itulah bagian dari amal Sholeh dan moralitas yang harus dijadikan way
of life para mahasiswa.
Walhasil,tidak ada kesuksesan tanpa terus
belajar,dan tidak ada kemulyaan sejati tanpa adanya moralitas yang agung kepada
Alloh dan kepada hamba-hamba-Nya.
Penulis : Imam Ghozali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13555
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4549
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3565
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2946
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875