
Hakikat filsafat ilmu
Sebelum membahas pada pengertian filsafat ilmu, terlebih dahulu saya
akan membahas pengertian filsafat. Pythagoras mengartikan filsafat sebagai
pecinta kebijaksanaan [lover of wisdom]. Plato mengartikan filsafat sebagai
ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang hakiki lewat
dialektika[istilah yang digunakan untuk menggambarkan metode argument filosofis
yang melibatkan semacam proses yang bertentangan antara pihak yang
berlawanan]. Plato mengartikan filsafat
sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang hakiki lewat
dialektika. Aristoteles mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan tentang
kebenaran. Deskraters mendefinisikan filsafat sebagai kumpulan ilmu pengetahuan
tentang Tuhan, Alam dan Manusia. Al-Farabi mengartikan filsafat sebagai ilmu
pengetahuan tentang alam wujud dan hakikat alam yang sebenar-nya. Immanuel kant
mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal
dari segala pengetahuan.
Menurut Anthony Presus kata falsafah atau filsafat merupakan kata
serapan dari bahasa arab, yang juga diambil dari bahasa yunani “philosophia”.
Menurut bahasa, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata
philia= persahabatan atau cinta dan shopia=kebijaksanaan. Sehingga arti
lughowinya atau semantic adalah seorang pencinta kebijaksanaan atau ilmu.
Istilah lain yang juga sering digunakan dan dianggap mengandung makna yang
sama, yaitu kata philare atau philo yang berarti cinta; dalam arti yang luas
yaitu ingin dan oleh karena itu berusaha untuk mencapai yang diinginkan. Orang
yang cinta kepada ilmu pengetahuan disebut philosopher, yang dalam bahasa Arab
dikenal sebagai failasuf. Pencinta pengetahuan ialah orang yang menjadikan
pengetahuan sebagai tujuan hidupnya, atau perkataan lain mengabdikan dirinya
kepada pengetahuan.
Dalam bahasa Inggris digunakan istilah philosophy yang juga berarti
filsafat yang lazim diterjemahkan sebagai cinta kearifan. Akar kata ini yaitu
kata philos dan Sophos. Philos maknanya gemar atau cinta, dan Sophos artinya
bijaksana atau arif[wies]. Menurut pengeertiannya yang semula dari zaman yunani
kuno, filsafat berarti cinta kerarifan. Namun cakupan pengertian shopia
ternyata luas sekali, Sophia tidak hanya berarti kearifan, tetapi meliputi kebenaran,
pengetahuan yang luas, kebijaksanaan intelektual, pertimbangan sehat, keluasan
pikiran, kelapangan dalam memahami sesuatu, berpikir bebas, secara mendalam,
dan sungguh-sungguh. Orang yang berfilsafat ialah orang yang berfikir, orang
yang berfikir belum tentu dia berfilsafat. Inti filsafat yaitu memberdayakan
kekuatan berpikir dalam melahirkan suatu keputusan yang bijak berupa kebenaran
tentang suatu hal.
Filsafat Ilmu
Filafat ilmu adalah telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan
mengenai hakikat ilmu, baik ditinjau dari sudut ontologis, epistemologis,
maupun aksiologis yang dilakukan melalui proses dialikta secara mendalam
[radik] yang sistematis dan bersifat spekulatif [berfiki yang tidak membutuhkan
data dan fakt yang benar]. Rosenberg mengaakan dalam filsafat ilmu dibagi dalam
dua pertanyaan utama. Pertama, pertanyaan tentang ilmu : fisika, biologi,
sosial, budaya. Kedua, pertanyaan tentang mengapa ilmu tidak dapat menjawab
pertanyaan yang pertama, yakni tentang ilmu itu sendiri. Dari uraian ini ada
dua buah konsep filsafat ilmu yang senantiasa dipertanyakan, yaitu tentang apa
dan bagaimana. Apa itu ilmu dan bagaimana ilmu itu disusun dan dikembangkan.
Ahmad Saebani menamai filsafat ilmu yaitu ilmu yang mengkaji seluk-beluk
dan tatacara memperoleh suatu pengetahuan, sumber pengetahuan, metode dan
pendekatan yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan logis dan rasional.
Cakupan Filsafat Ilmu
The Liang Gie mengemukakan cukupan filsafat ilmu dari para filsuf dunia
sebagai berikut: pertama, Peter Angeles, yang menut filsafat ilmu mempunyai
empat bidang konsentrasi utama: a. telaah mengenai berbagai konsep,
pro-anggapan, dan metode ilmu, berikut analisis, perluasan, dan penyusunannya
untuk memperoleh pengetahuan yang lebih ajeg dan cermat;b. telaah dan
pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu berikut struktur
perlambangannya; c. telaah mengenai keterkaitan antara berbagai ilmu;d. telaah
mengenai akidah pengetahuan ilmiah baagi hal-hal yang berkaitan dengan
penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, entitas, teoritis, sumber,
dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar kemanusiaan.
Kedua menurut Ernest Hegel, filsafat ilmu mencakup tiga bidang luas; a.
pola logis yang ditunjukkan oleh penjelasan dalam ilmu. b. pembuktian konsep
filsafat. c. pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah.
Ketiga menurut Israel Scheffier, filsafat ilmu mencakup ada tiga bidang;
a.peran ilmu dalam masyarakat, yang menelaah bubungan antara faktor-faktor
kemasyarakaat dan ide-ide ilmiah. b. dunia sebagaimana digambarkan oleh ilmu,
berusaha melukiskan asal mula dan struktur akan semesta menurut teori yang
terbaik dan penemuan dalam kosmologi. c. landasan ilmu, menyelidiki metode
ilmu, bentuk logis, cara penyimpulan dan konsep dasar ilmu.
Objek filsafat ilmu
Filsafat ilmu mempunyai dua objek; a.objek material yaitu sesuatu yang
dijadikan sasaran penyelidikan, seperti tubuh manusia, yaitu objek material
ilmu kedokteran. Kedua objek formalnya yaitu metode untuk memahami objek
material itu, seperti pendekatan induktif dan diduktif.
Muhammad Adib mengemukakan filsafat ilmu yang disebut objek material
yaitu apa yang dipelajaari dan dikupas sebagai bahan atau materi pembicaraan. Objek
material yaitu obejk yang dijadikan sasaran menyeleidiki oleh suatu ilmu, atau
objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Objek material filsafat ilmu yaitu
pengetahuan itu sendiri, yakni pengetahuan ilmiah “scientific knowledge”
pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu,
sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum. Adapun objek
formal filsafat ilmu yaitu sudut pandang darimana sang subjek menelaan objek
materialnya.
Metode filsafat ilmu
Ada beberapa metode filsafat ilmu, yaitu: pertama, metode kritis, yang
dikembangkan oleh Socrates dan Plato. Metode ini bersifat analisis terhadap
istilah dan pendapat. Metode ini juga dikenal merupakan metode hermeneutika,
yang menjelaskan keyakinan dan memperhatikan pertentangan, dengan jalan
bertanya dan berdialog, membedakan, membersihkan, dengan jalan bertanya dan
berdialog, membedakan, membersihkan, menyisihkan dan menolak, akhirnya
ditemukan hakikat.
Kedua metode intiutif, yang dikembangkan oleh Plotinos dan Bergson, dengan jalan intropeksi, sehingga tercapai suatu penerangan atau pencerahan pikiran. Bergson lebih khusus memberikan jalan pembauran antara kesadaran dan proses perubahan agar tercapai pemahaman laangsung mengenai kenyataan. Ketiga metode Skolastik, yang dikembanagkan oleh Aristoteles, Thomas Aquinas, dan termasuk aliran filsafat abad pertengahan yang bersifat sitesis deduktif. Keempat, metodde filsafat Rene Descartes dan pengikutnya yang dikenal metode yang bertolak dari analisis menenai hal-hal kompleks kemudian dicapai intiusi akan hakikat yang sederhana dan lebih terang.
Silahkan mahasiswa membaca lagi buku-buku filsafat yang menerangkan
banyak tentang metode filsafat ilmu lainya.
Penulis : Imam Ghozali
Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85
Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga
08 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   96
Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   158
Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   344
Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   387
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3578
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2985
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884