Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Hakikat Filsafat Ilmu[Pertemuan Kedua]



Jumat , 10 Februari 2023



Telah dibaca :  516

Hakikat filsafat ilmu

Sebelum membahas pada pengertian filsafat ilmu, terlebih dahulu saya akan membahas pengertian filsafat. Pythagoras mengartikan filsafat sebagai pecinta kebijaksanaan [lover of wisdom]. Plato mengartikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang hakiki lewat dialektika[istilah yang digunakan untuk menggambarkan metode argument filosofis yang melibatkan semacam proses yang bertentangan antara pihak yang berlawanan].  Plato mengartikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang hakiki lewat dialektika. Aristoteles mendefinisikan filsafat sebagai pengetahuan tentang kebenaran. Deskraters mendefinisikan filsafat sebagai kumpulan ilmu pengetahuan tentang Tuhan, Alam dan Manusia. Al-Farabi mengartikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan tentang alam wujud dan hakikat alam yang sebenar-nya. Immanuel kant mendefinisikan filsafat sebagai ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan.

Menurut Anthony Presus kata falsafah atau filsafat merupakan kata serapan dari bahasa arab, yang juga diambil dari bahasa yunani “philosophia”. Menurut bahasa, kata ini merupakan kata majemuk dan berasal dari kata-kata philia= persahabatan atau cinta dan shopia=kebijaksanaan. Sehingga arti lughowinya atau semantic adalah seorang pencinta kebijaksanaan atau ilmu. Istilah lain yang juga sering digunakan dan dianggap mengandung makna yang sama, yaitu kata philare atau philo yang berarti cinta; dalam arti yang luas yaitu ingin dan oleh karena itu berusaha untuk mencapai yang diinginkan. Orang yang cinta kepada ilmu pengetahuan disebut philosopher, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai failasuf. Pencinta pengetahuan ialah orang yang menjadikan pengetahuan sebagai tujuan hidupnya, atau perkataan lain mengabdikan dirinya kepada pengetahuan.

Dalam bahasa Inggris digunakan istilah philosophy yang juga berarti filsafat yang lazim diterjemahkan sebagai cinta kearifan. Akar kata ini yaitu kata philos dan Sophos. Philos maknanya gemar atau cinta, dan Sophos artinya bijaksana atau arif[wies]. Menurut pengeertiannya yang semula dari zaman yunani kuno, filsafat berarti cinta kerarifan. Namun cakupan pengertian shopia ternyata luas sekali, Sophia tidak hanya berarti kearifan, tetapi meliputi kebenaran, pengetahuan yang luas, kebijaksanaan intelektual, pertimbangan sehat, keluasan pikiran, kelapangan dalam memahami sesuatu, berpikir bebas, secara mendalam, dan sungguh-sungguh. Orang yang berfilsafat ialah orang yang berfikir, orang yang berfikir belum tentu dia berfilsafat. Inti filsafat yaitu memberdayakan kekuatan berpikir dalam melahirkan suatu keputusan yang bijak berupa kebenaran tentang suatu hal.

Filsafat Ilmu

Filafat ilmu adalah telaah kefilsafatan yang ingin menjawab pertanyaan mengenai hakikat ilmu, baik ditinjau dari sudut ontologis, epistemologis, maupun aksiologis yang dilakukan melalui proses dialikta secara mendalam [radik] yang sistematis dan bersifat spekulatif [berfiki yang tidak membutuhkan data dan fakt yang benar]. Rosenberg mengaakan dalam filsafat ilmu dibagi dalam dua pertanyaan utama. Pertama, pertanyaan tentang ilmu : fisika, biologi, sosial, budaya. Kedua, pertanyaan tentang mengapa ilmu tidak dapat menjawab pertanyaan yang pertama, yakni tentang ilmu itu sendiri. Dari uraian ini ada dua buah konsep filsafat ilmu yang senantiasa dipertanyakan, yaitu tentang apa dan bagaimana. Apa itu ilmu dan bagaimana ilmu itu disusun dan dikembangkan.

Ahmad Saebani menamai filsafat ilmu yaitu ilmu yang mengkaji seluk-beluk dan tatacara memperoleh suatu pengetahuan, sumber pengetahuan, metode dan pendekatan yang digunakan untuk mendapatkan pengetahuan logis dan rasional.

Cakupan Filsafat Ilmu

The Liang Gie mengemukakan cukupan filsafat ilmu dari para filsuf dunia sebagai berikut: pertama, Peter Angeles, yang menut filsafat ilmu mempunyai empat bidang konsentrasi utama: a. telaah mengenai berbagai konsep, pro-anggapan, dan metode ilmu, berikut analisis, perluasan, dan penyusunannya untuk memperoleh pengetahuan yang lebih ajeg dan cermat;b. telaah dan pembenaran mengenai proses penalaran dalam ilmu berikut struktur perlambangannya; c. telaah mengenai keterkaitan antara berbagai ilmu;d. telaah mengenai akidah pengetahuan ilmiah baagi hal-hal yang berkaitan dengan penyerapan dan pemahaman manusia terhadap realitas, entitas, teoritis, sumber, dan keabsahan pengetahuan, serta sifat dasar kemanusiaan.

Kedua menurut Ernest Hegel, filsafat ilmu mencakup tiga bidang luas; a. pola logis yang ditunjukkan oleh penjelasan dalam ilmu. b. pembuktian konsep filsafat. c. pembuktian keabsahan kesimpulan ilmiah.

Ketiga menurut Israel Scheffier, filsafat ilmu mencakup ada tiga bidang; a.peran ilmu dalam masyarakat, yang menelaah bubungan antara faktor-faktor kemasyarakaat dan ide-ide ilmiah. b. dunia sebagaimana digambarkan oleh ilmu, berusaha melukiskan asal mula dan struktur akan semesta menurut teori yang terbaik dan penemuan dalam kosmologi. c. landasan ilmu, menyelidiki metode ilmu, bentuk logis, cara penyimpulan dan konsep dasar ilmu.

Objek filsafat ilmu

Filsafat ilmu mempunyai dua objek; a.objek material yaitu sesuatu yang dijadikan sasaran penyelidikan, seperti tubuh manusia, yaitu objek material ilmu kedokteran. Kedua objek formalnya yaitu metode untuk memahami objek material itu, seperti pendekatan induktif dan diduktif.

Muhammad Adib mengemukakan filsafat ilmu yang disebut objek material yaitu apa yang dipelajaari dan dikupas sebagai bahan atau materi pembicaraan. Objek material yaitu obejk yang dijadikan sasaran menyeleidiki oleh suatu ilmu, atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Objek material filsafat ilmu yaitu pengetahuan itu sendiri, yakni pengetahuan ilmiah “scientific knowledge” pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum. Adapun objek formal filsafat ilmu yaitu sudut pandang darimana sang subjek menelaan objek materialnya.

Metode filsafat ilmu

Ada beberapa metode filsafat ilmu, yaitu: pertama, metode kritis, yang dikembangkan oleh Socrates dan Plato. Metode ini bersifat analisis terhadap istilah dan pendapat. Metode ini juga dikenal merupakan metode hermeneutika, yang menjelaskan keyakinan dan memperhatikan pertentangan, dengan jalan bertanya dan berdialog, membedakan, membersihkan, dengan jalan bertanya dan berdialog, membedakan, membersihkan, menyisihkan dan menolak, akhirnya ditemukan hakikat.

Kedua metode intiutif, yang dikembangkan oleh Plotinos dan Bergson, dengan jalan intropeksi, sehingga tercapai suatu penerangan atau pencerahan pikiran. Bergson lebih khusus memberikan jalan pembauran antara kesadaran dan proses perubahan agar tercapai pemahaman laangsung mengenai kenyataan. Ketiga metode Skolastik, yang dikembanagkan oleh Aristoteles, Thomas Aquinas, dan termasuk aliran filsafat abad pertengahan yang bersifat sitesis deduktif. Keempat, metodde filsafat Rene Descartes dan pengikutnya yang dikenal metode yang bertolak dari analisis menenai hal-hal kompleks kemudian dicapai intiusi akan hakikat yang sederhana dan lebih terang.

Silahkan mahasiswa membaca lagi buku-buku filsafat yang menerangkan banyak tentang metode filsafat ilmu lainya.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Pencatatan Perkawinan
12 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   85

Beragam Perspektif Sosiologi Keluarga
08 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   96

Qawaidul Fiqhiyah-bagian Kedua
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   158

Pembaharuan dalam Islam
02 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   344

Modern dan Modernisme
27 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   387

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13568


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4566


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2884