
Pagi Hari Jum’at saya memenuhi undangan Pemda
Kepulauan Meranti. Jam 07.10 menit sudah berangkat ke lokasi bersama Kyai
Mardio Hasan dan Kyai Muhammad Shodik. Hari ini adalah hari jadi Kabupaten
Kepulauan Meranti ke-17 (Jum’at, 19 Desember 2025).
Saat berada di panggung, sebelah kanan ada Pak
Roni dari KPU dan Pak Sudandri yang sekarang mendapat amanah menjadi Sekretaris
Daerah-Sekda. Sebelah kiri ada dewan: Pak Jani dan Pak Sampul. Sebelah nya
lagi, ada K.H. Surasman,M.Pd.I -Kepala Kementrian Haji dan Umrah-dan Ka
Kemenag; Drs. H. Sulman. Sedang deret kursi belakang para staf ahli dan kepala
dinas serta para tokoh masyarakat dan agama.
Saya melihat langit. Mendung rata di
seluruh Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal yang sama kemungkinan di beberapa
kabupaten di Provinsi Riau. Hari-hari selalu hujan. Terang sebentar terus hujan
lagi. Sampai-sampai istri ku marah-marah sendiri karena cucian baju numpuk dan
jemuran tidak kering-kering.
“Pak kyai, bacakan doa supaya jangan hujan”
kata Roni Komisioner KPU yang duduk pas di sebelah kiri. Saya tersenyum. saya
melihat langit. Mulai ada tetesan air. Sekda disamping kiri ku mulai gelisah. Ia
kordinasi dengan pembawa acara untuk segela memulai prosesi pelaksanaan pagi
ini. saya berdoa semoga, prosesi dari awal hingga akhir acara hari jadi Kepulauan
Meranti aman. Tidak hujan. Setelah selesai, bolehlah hujan.
Selesai upacara, saya pun pulang ditemani
oleh Kyai Mardio Hasan. Ada undangan rapat di DPRD pun tidak bisa hadir. Ada
acara lain lagi. Saya harus bergegas pulang. Selang 10 menit-an, hujan pun
turun membasaih bumi.
Kabupaten Kepulauan Meranti sudah berusia
17 tahun. Usia remaja menuju dewasa. Bagi anak-anak remaja, pada usia tersebut
sering dirayakan besar-besaran. Ada semacam kata sakral dan menjadi daya tarik
di dunia kaum remaja yaitu perayaan seventeen. Meskipun mereka juga tidak tahu
apa keistimewaan, tapi pada ulang tahun tersebut selalu saja dirayakan berbeda
dengan tahun selumnya atau sesudahnya.
Untuk ukuran kabupaten memang belum
benar-benar masuk pada usia kematangan. Ada berbagai sektor yang harus terus
diperbaiki. Sangat komplek. Bukan hanya persoalan tata kelola pemerintahan,
keterbatasan APBD, keterbatasan Sumber Daya Alam-SDA-, dan Juga Keterbatasan
Sumber Daya Manusia-SDM. Semua itu membuat-siapapun kepala daerah-harus
benar-benar mempunyai kecerdasan, keahlian dan keberanian lebih untuk melakukan
perubahan step by step dalam upaya mencapai suatu tujuan visi dan misi
pemda termuda di Provinsi Riau.
Benar, usia memang tidak selalu berbanding
lurus dengan kondisi kabupaten nya. Ada usia Pemda yang sudah puluhan tahun-atau
bahkan ratusan- tapi perubahan belum terlihat secara signifikan. Ada juga Pemda
yang masih belia usianya, sudah terlihat mempunyai kematangan dalam mendesain
visi-misi dan meletakan pondasi kebijakan-kebijakan pemerintahan daerahnya. Semua
ini selalu saja ada beberapa faktor yang melatarbelakanginya.
Kabupaten kepulauan meranti terdiri dari
pulau-pulau yang dibatasi oleh selat. Ada persoalan transportasi yang tinggi. Tanah
di kabupaten kepulauan meranti sebagian besar tanah gambut. Lumayan sulit
dijadikan sebagai lahan pertanian. Selain itu, tanah gambut mudah sekali erosi
dan terbawa ke laut. Beberapa daerah-daerah yang berada di pesisir-bibir selat-
sangat mudah sekali abrasi. Setiap hari daratan terus berkurang oleh terjangan gelombang
air laut yang sangat kuat dan saat musim hujan tiba.
Melihat secara sepintas kondisi geografis
tersebut di atas, saya bisa membayangkan bahwa membangun daerah kepulauan
seperti Kabupaten Kepulauan Meranti tidak lah muda. Pembangunan infrastruktur
seperti jalan dan bangunan tidak sama seperti di daerah-daerah tanah liat
seperti di daerah-daerah daratan. Biaya pembangunan bisa jadi dua kali lipat. Jika
di daerah daratan, pembangunan cukup dengan pondasi cakar ayam, di
daerah tanah gambut harus menggunakan penyangga kayu crocok dari kayu bakai
sepanjang kurang lebih 3 meter. Artinya ada separo biaya pembangunan gedung yang
ditanam untuk pondasi bangunan. Jika di daerah daratan cukup Rp. 100.000.000
untuk membuat rumah, maka di daerah tanah gambut harus menghabiskan kurang
lebih Rp.170.000.000. Jadi Rp. 70.000.000
dihabiskan untuk tapak bangunan yang berisi kayu-kayu yang ditanam di tanah
tadi.
Walhasil kehidupan di daerah kepulauan
sangat tinggi. Hal yang sama kebutuhan hidup. Bisa jadi separo dari kebutuhan
hidup di daerah daratan. Jika sarapan di daerah kepulauan minimal Rp.20.000
plus dengan satu gelas air kopi atau air teh, maka di daerah daratan masih bisa
Rp. 10.000.
Besarnya biaya hidup tidak sebanding dengan
penghasilan masyarakat. Tanah pekarangan tidak bisa maksimal sebagai penopang
kehidupan. ketika para petani menanam hasil perkebunan, musuh-musuhnya pun
datang seperti monyet-monyet hutan atau babi hutan. Yang aman dari
gangguan adalah tananam karet. Tapi harga sangat rendah. Yang aman juga pohon
kelapa, juga sama harganya masih rendah. Ada tanaman sagu, tapi hanya milik
orang-orang yang mempunyai tanah luas dan modal besar.
Kondisi yang demikian bukan berarti tidak
ada harapan menjadi sebuah kabupaten yang bisa lebih baik dari
kabupaten-kabupaten lainnya. Ada peluang besar sebenarnya. Jika berkaca kepada
negara di sebelah Kabupaten Kepulauan Meranti, ada negara Singapura. Mungkin hanya
sebesar Kecamatan Rangsang. Sumber Daya Alam nya juga minus. Tidak ada sumber
minyak tanah. Tapi persoalan minyak tanah, negara-negara berkiblat kepada nya. Pariwisata
terbatas, tapi bisa terkenal di dunia. Pendek kata,dulu Singapura adalah daerah
yang serba terbatas Sumber Daya Alam nya.
Iya Singapura terbatas SDA-nya. Ia
menyadari hal tersebut. Ia pun menyadari bahwa Singapura harus maju dan
bermartabat. Maka solusi yang dilakukan yaitu memperbaiki secara cepat Sumber
Daya Manusia. Memperbaiki SDM ini bukan sebatas pada persoalan jenjang
pendidikan, tapi juga memperbaiki tentang pentingnya kepatuhan terhadap
nilai-nilai moral dan regulasi yang diterapkan di negara tersebut secara tegas
dan tidak pandang bulu. Hasilnya Singapura telah berhasil menjadi negara maju.
Kabupaten Kepulauan Meranti mungkin tidak
harus seperti Singapura. Tapi tidak salah jika mengambil sedikit pelajaran dari
negara tersebut. Ambil yang baik, dan tinggalkan yang buruk. Segala keterbatasan
yang ada sebenarnya jalan kita untuk semakin mencintai kabupaten ini dengan
terus berkarya dan berbuat untuk kemajuan dan kemaslahatan masyarakat meranti.
Saya sebagai bagian dari masyarakat sangat
percaya bahwa pembangunan akan terus berjalan dan terus juga membutuhkan
dukungan dan masukan dari masyarakat agar bisa berjalan dengan semakin baik ke
depan. Adanya sinergitas pemda dan masyarakat menjadi modal besar mencapai
suatu tujuan.
Sebagai penutup saya mengucapkan selamat
hari jadi ke-17, semoga Kabupaten Kepulauan Meranti semakin unggul, agamis dan Sejahtera
untuk seluruh lapisan masyarakat.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3561
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871