Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Hidup Tidak Seindah Luna Maya



Senin , 12 Mei 2025



Telah dibaca :  467

Kerja algoritma di dunia per-tik-tok-an sungguh luarbiasa. beberapa hari ini, isinya berita Luna Maya dan Maxime Bouttier. Jika sebelumnya heboh “Walid Nak Dewi”, kini Luna Maya menjadi trending topic. Jika walid dapat gadis cantik, luna maya dapat brondong cakep. Memang benar, rezeki, jodoh, umur dan kematian rahasia Allah.

Di era algoritma, dunia seperti ayam potong. Proses kehidupan menjadi tidak normal. Hanya gara-gara tik-tok, bayi baru lahir bisa menghasilkan duit jutaan atau ratusan juta. Hanya beberapa detik, tik-tok mendapatkan FYP, banyak penayangan, like, komentar, lalu viral dan dapat dolar. Karena seperti ayam potong, maka kita melihat banyak orang jatuh-bangun pada dunia per-tik-tok-an, youtuber,IG ataupun FB pro.

Kenapa? Karena para konten kreator harus membuat sedemikian kreatif dan harus bisa membaca keinginan mayoritas masyarakat dunia maya. Kita bisa menyaksikan sekarang ini, apa yang viral saat sekarang ini, itu cermin dari suara hati dari manusia di muka bumi ini. Lalu, manusia ramai-ramai terjun ke dunia maya. Membuat karya. Tentang karya, tidak usah di tanya. Sebab dunia maya adalah dunia yang tidak membutuhkan kualitas. Yang penting menarik. Yang nonton bisa tertawa ngakak sampai terkencing-kencing, atau menangis-nangis sampai lupa makan. Jika anda punya karya seperti ini, siap-siap anda menjadi jutawan.

Dunia kreator juga tidak sebatas urusan dunia. Ceramah agama yang berisi tentang nasehat sangat sulit dibuat viral. Tapi di tangan para kretor menjadi menarik. Video di potong, digabung-gabung, dan disebarkan. Viral. Tapi gaduh. Antar muslim berkelahi. Saling caci-maki. Suami-istri berkelahi. Mertua-menantu tidak akur. Yang benar jadi lucu, yang salah jadi panutan.

Bagi kreator semua kegaduhan menjadi asik. Sebab kreator seperti itu madzhabnya materalisme. Apapun yang bisa diolah dan dapat duit, maka akan dilakukan. Tidak peduli harus melanggar syariat, mengangkangi moral, dan menerjang regulasi UU ITE. Toh kenyataannya, orang yang membuat UU ITE pun bingung.

Penulis memang tidak mempunyai hak untuk melarang ini-itu dan sebagainya. Toh itu hak setiap manusia. Dunia ini memang tempat bersandiwara. Kita mempunyai hak untuk membuat drama kehidupan sesuai dengan keinginan kita masing-masing.

Firman Allah telah menjelaskan semua itu. Dunia ini permainan. Dan sifat permainan ada senang dan bosan. Kini, dunia barat juga sudah mulai bosen dengan bermain-main di dunia tik-tok dan sejenisnya. Mereka yang dulu kranjingan tentang teknologi sedikit-demi sedikit ini kembali seperti masa dulu. Anak-anak belajar dengan buku, menulis dengan pensil dan sekolah dengan jalan kaki.

Walhasil, Luna Maya yang viral di dunia maya akan hilang juga di dunia nyata. Ia telah mencatat ketenaran pada acara pernikahannya. Mereka telah menciptakan kebahagiaan yang sangat singkat. Maka akan datang suatu masa kehidupan, berupa hujan, badai dan gemuruhnya halilintar di jagat raya. Itu masa-masa yang sangat menakutkan. Dan itu hukum alam yang bisa saja terjadi pada setiap manusia. Entah sholeh, entah salah.

Semua pun seperti itu. Ada masa Dimana kesenangan akan berganti dengan kesedihan. Hidup memang berpasang-pasang seperti itu. Kita siap menerima kebahagiaan, kita juga siap menerima hadirnya penderitaan. Kita siap hari ini bisa tersenyum di dunia, kita juga siap menutup senyum menuju alam berikutnya.

Silahkan kita berkarya apa saja, tapi ingat bahwa kita adalah manusia milik Sang Pencipta. Kita boleh menciptakan diri menjadi mashurun fi al-ardi, tapi Allah SWT menginginkan mashurun fi-as-samai. Boleh terkenal di dunia, tapi jangan sampai kita tidak terkenal di dunia langit. Semoga kita mempunyai karya yang diridhai oleh Allah SWT.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872