
Kerja algoritma di dunia per-tik-tok-an
sungguh luarbiasa. beberapa hari ini, isinya berita Luna Maya dan Maxime
Bouttier. Jika sebelumnya heboh “Walid Nak Dewi”, kini Luna Maya menjadi trending
topic. Jika walid dapat gadis cantik, luna maya dapat brondong cakep. Memang
benar, rezeki, jodoh, umur dan kematian rahasia Allah.
Di era algoritma, dunia seperti ayam
potong. Proses kehidupan menjadi tidak normal. Hanya gara-gara tik-tok, bayi
baru lahir bisa menghasilkan duit jutaan atau ratusan juta. Hanya beberapa
detik, tik-tok mendapatkan FYP, banyak penayangan, like, komentar, lalu viral
dan dapat dolar. Karena seperti ayam potong, maka kita melihat banyak orang
jatuh-bangun pada dunia per-tik-tok-an, youtuber,IG ataupun FB pro.
Kenapa? Karena para konten kreator harus
membuat sedemikian kreatif dan harus bisa membaca keinginan mayoritas masyarakat
dunia maya. Kita bisa menyaksikan sekarang ini, apa yang viral saat sekarang
ini, itu cermin dari suara hati dari manusia di muka bumi ini. Lalu, manusia
ramai-ramai terjun ke dunia maya. Membuat karya. Tentang karya, tidak usah di
tanya. Sebab dunia maya adalah dunia yang tidak membutuhkan kualitas. Yang
penting menarik. Yang nonton bisa tertawa ngakak sampai
terkencing-kencing, atau menangis-nangis sampai lupa makan. Jika anda punya
karya seperti ini, siap-siap anda menjadi jutawan.
Dunia kreator juga tidak sebatas urusan
dunia. Ceramah agama yang berisi tentang nasehat sangat sulit dibuat viral. Tapi
di tangan para kretor menjadi menarik. Video di potong, digabung-gabung, dan
disebarkan. Viral. Tapi gaduh. Antar muslim berkelahi. Saling caci-maki. Suami-istri
berkelahi. Mertua-menantu tidak akur. Yang benar jadi lucu, yang salah jadi panutan.
Bagi kreator semua kegaduhan menjadi asik. Sebab
kreator seperti itu madzhabnya materalisme. Apapun yang bisa diolah dan dapat
duit, maka akan dilakukan. Tidak peduli harus melanggar syariat, mengangkangi
moral, dan menerjang regulasi UU ITE. Toh kenyataannya, orang yang membuat UU
ITE pun bingung.
Penulis memang tidak mempunyai hak untuk
melarang ini-itu dan sebagainya. Toh itu hak setiap manusia. Dunia ini memang
tempat bersandiwara. Kita mempunyai hak untuk membuat drama kehidupan sesuai
dengan keinginan kita masing-masing.
Firman Allah telah menjelaskan semua itu. Dunia
ini permainan. Dan sifat permainan ada senang dan bosan. Kini, dunia barat juga
sudah mulai bosen dengan bermain-main di dunia tik-tok dan sejenisnya. Mereka yang
dulu kranjingan tentang teknologi sedikit-demi sedikit ini kembali seperti masa
dulu. Anak-anak belajar dengan buku, menulis dengan pensil dan sekolah dengan
jalan kaki.
Walhasil, Luna Maya yang viral di dunia
maya akan hilang juga di dunia nyata. Ia telah mencatat ketenaran pada acara
pernikahannya. Mereka telah menciptakan kebahagiaan yang sangat singkat. Maka akan
datang suatu masa kehidupan, berupa hujan, badai dan gemuruhnya halilintar di
jagat raya. Itu masa-masa yang sangat menakutkan. Dan itu hukum alam yang bisa
saja terjadi pada setiap manusia. Entah sholeh, entah salah.
Semua pun seperti itu. Ada masa Dimana kesenangan
akan berganti dengan kesedihan. Hidup memang berpasang-pasang seperti itu. Kita
siap menerima kebahagiaan, kita juga siap menerima hadirnya penderitaan. Kita siap
hari ini bisa tersenyum di dunia, kita juga siap menutup senyum menuju alam
berikutnya.
Silahkan kita berkarya apa saja, tapi ingat
bahwa kita adalah manusia milik Sang Pencipta. Kita boleh menciptakan diri
menjadi mashurun fi al-ardi, tapi Allah SWT menginginkan mashurun fi-as-samai.
Boleh terkenal di dunia, tapi jangan sampai kita tidak terkenal di dunia
langit. Semoga kita mempunyai karya yang diridhai oleh Allah SWT.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   128
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   175
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   128
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   151
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   129
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2941
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872