Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

HP dan Kemanusiaan yang Terlupakan



Selasa , 14 November 2023



Telah dibaca :  371

Saat rapat Dewan Hakim KTIQ di Hotel Rafana, Prof Alidin Koto mengatakan bahwa HP saat ini telah menjauhkan sesuatu yang dekat dan mendekatkan sesuatu yang jauh. Ruangan rapat yang diidentikan suasana penuh dengan kehangatan dan keceriaan, terkadang terasa sepi. Keramaian dalam kesunyian rasa. Semangat sosialisme terasa individualisme. Tidak ada ada dialog dan kehangatan dari sebuah perkumpulan. Suasana menjadi asing. Kering. Laksana Rel Kereta Api, dekat tapi tidak pernah bertemu. Mereka tertawa bukan dengan orang yang berada didekatnya, mereka menangis bukan dengan orang yang disampingnya, tapi dia sedang mengekspresikan segala hal dengan orang yang nun jauh disana. Itu sebabnya, Sujiwo Tejo seorang budayawan pernah marah. Katanya; “Salah satu orang yang tidak mempunyai akhlak adalah saat teman nya sedang bicara, dia sibuk main HP”.

HP telah melahirkan masyarakat Dunia Maya. Kita diikat oleh rasa kemanusiaan yang mendalam. Era ini adalah era kemanusiaan global. Kita bisa melihat penderitaan nun-jauh disana, tapi tidak bisa melihat penderitaan di sekitarnya. Penulis melihat Gedung-Gedung menjulang tinggi, berdekatan dengan Rumah orang-orang Kaum Pinggiran. Sangat kontras. Rumah Elit bertingkat, sedang Rumah orang tidak berduit berdinding Kardus, lantai Tanah, kadang tidak beratap. Ironisnya, Pemilik Rumah Elit bisa jadi jarang  menyambangi tetangganya akibat sibuk bekerja. Padahal tetangganya hidup dalam keterbatasan; makan dan minum di bawah standar, tidur beralas Koran. Ironisnya, mereka satu RT, RW dan punya KTP dengan alamat jalan yang sama. Mata celong dan kurang gizi tetangganya tiap hari duduk di Pinggir Jalan menatap Mobil-Mobil Mewah melintas di depan Rumah nya.

Bukan hanya kaum elit, bahkan setengah elit dan kelompok yang merasa elit mulai ada perasaan kemanusiaan mulai bergeser keada isu-isu Nasional dan Internasional. Mereka sangat sedih ketika melihat Video tentang kelaparan di Somalia,Suriah dan orang tua kehilangan anak-anak nya di Palestina. Mereka kadang marah dan menggembrak Meja Rapat ketika ada yang kurang peduli terhadap nasib mereka. Padahal realita kehidupan, kadang di dekat Rumah sendiri banyak orang-orang yang tergolong miskin ekstrem, menjadi OGDJ[Orang Dengan Gangguan Jiwa] dan membutuhkan uluran tangan.

Kini HP atas nama Android atau Iphone telah melahirkan rasa simpati global. Jika ada satu orang WNI yang sedang dihukum cambuk di Arab Saudi karena melakukan suatu kesalahan terhadap majikannya, pemerintah dan rakyat mulai dari Sabang samai Merauke mengumulkan bantuan untuk menebus agar terlepas dari hukuman. HP telah menyatukan manusia yang tidak saling kenal tapi punya rasa kemanusiaan yang sangat mendalam. HP juga telah ikut meruntuhkan kemanusiaan lokal secara pelan-pelan dimana orang-orang disekitarnya saling mengenal. Kita mengenal mereka tidak bisa sekolah, tidak bisa kuliah, tidak bisa membayar SPP dan tidak bisa membeli sandang pangan dan menjadi pengangguran. Tapi kita begitu berat melakukan gerakan peduli menolong mereka agar bisa makan, sekolah, bayar SPP, bisa kuliah dan mendapatkan pekerjaan. Bahkan kadang, mereka hanya mendapatkan balasan tatapan sinis acuh tak acuh dari saudara kita sendiri satu tetangga, satu RT dan  satu Desa.

Kita bersyukur memunyai alat komunikasi yang canggih. Melalui alat tersebut, kita bisa mengumpulkan jutaan bahkan milyaran untuk membantu saudara-saudara kita yang berada di luar negeri walaupun berbeda negara, bangsa, agama, etnis dan budaya. Kitab merasa bagian dari mereka. jika mereka sakit, kita merasa sakit. Tapi kita terkadang tidak merasa sakit dengan saudara kita di dekat rumah yang kelaparan dan kehilangan pekerjaan.

Harapan penulis artikel ini, semoga juga melalui kecanggihan HP sebagai alat komunikasi yang kita pegang setiap hari, tidak mematikan kemanusiaan dan persaudaraan di Ruang Rapat, di Rumah Tangga, RT, RW dan tempat-tempat publik lainnya. Jika kita bisa membantu bangsa lain atas dasar kemanusiaan, bisakan kita membantu tetangga sendiri yang tiap hari bertemu, bertatap muka walaupun status sosial yang berbeda. Bagaimana pun peran tetangga kita yang terlihat kurang berkualitas dalam pikiran kita, mereka kadang tampil terdepan membantu persoalan-persoalan tertentu seperti saat kita sakit, terkena musibah atau meninggal dunia. Tetangga kita yang akan membantu dengan cepat, meskipun bisa jadi kita terlalu sibuk membantu orang lain di luar sana dan melupakan rasa kemanusiaan terhadap saudara di sekitar Rumah kita. Ajakan ini juga bagian dari realisasi anjuran Kanjeng Nabi Muhammad s.a.w, bahwa ketika kita masak sayur, diperbanyak kuah dan isinya dan bagikan kepada tetangga-tetangga dekatnya.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   811

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876