Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

306 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Idul Fitri dan Lebaran



Jumat , 04 April 2025



Telah dibaca :  782

Pada tulisan yang lalu membahas Idul Fitri dan Identitas Budaya. Pada episode ini, saya akan menulis dengan judul “Idul Fitri Dan Lebaran”. Arti Idul Fitri kemaren sudah saya bahas. Yang perlu dipahami kata lebaran kiranya perlu juga dibahas. Kata “lebaran” tidak sama dengan kata “lebar” yang arti nya luas. Pelebaran jalan berarti memperluas jalan. Sedangkan maksud kata “lebaran” yang berkaitan dengan Idul Fitri yaitu kata “lebar” dengan pengucapan huruf “e” seperti mengucapkan pada kata “teman” dan “empat”. Tulisan sama, tapi pengucapa huruf “e”  nya berbeda, maka berbeda juga artinya.

Kata lebaran berasal dari kata “lebar” yang dalam Bahasa jawa mempunyai arti sudah selesai. Kata benda nya “lebaran” artinya selesai. Idul Fitri sering disebut sebagai hari lebaran karena telah selesai puasa Ramadhan satu bulan penuh. Sebagai tanda, bahwa puasa telah selesai maka ada penyambutan secara syariah seperti sholat Idul Fitri dan tradisi-tradisi masyarakat muslim yang mengandung nilai-nilai Islami seperti silaturahim ke rumah saudara-saudaranya dan ke rumah tetangganya.

Dasar-dasar silaturahim tentu saja mengacu kepada hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:

عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Artinya:

“Dari Ibnu Syihab dia bekata: telah mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa ingin dilapangkan pintu rezekinya dan diperpanjang umurnya hendaknya ia menyambung tali silaturahim”

Hadist Nabi SAW:

عَنْ أَبِي بَكَرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ عُقُوبَتَهُ فِي الدُّنْيَا، مَعَ مَا يُدَّخَرُ لِصَاحِبِهِ فِي الْآخِرَةِ، مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ

Artinya:

Dari Abu Bakrah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Tiada suatu perbuatan dosa pun yang lebih layak untuk disegerakan oleh Allah hukumannya di dunia selain dari azab yang disediakan untuk pelakunya kelak di akhirat selain dari zina dan memutuskan hubungan kekeluargaan.

Hadist nabi saw:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya:

"Barang siapa beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia mempererat hubungan kekeluargaannya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia mengucapkan yang baik ataupun berdiam diri saja."

Dari ketiga hadist tersebut tradisi lebaran yang telah berjalan berates-ratus tahun di bumi Indonesia mengandung filosofis kehidupan sosial yang sangat Islami: pertama, silaturahim telah mengapus dosa dan memperpanjang umur; kedua, silaturahim membuka rezeki; ketiga, menghormati tamu ciri dari orang-orang yang beriman kepada Allah; keempat, berbicara kebaikan saat melaksanakan lebaran merupakan akhlak umat Islam yang sangat agung.

Hadist-hadist tersebut memang tidak mengkhususkan pada Hari Raya Idul Fitri. Kapan pun boleh melakukan silaturahim. Karena tidak dikhususkan itulah, semua hadist tersebut bisa dilaksanakan pada bulan Idul Firti: silaturahim, menjamu tamu, sekalugus saling memaafkan. Tidak ada moment yang bisa mempertemukan jutaan manusia selain Idul Fitri. Pada hari raya tersebut, semua orang muslim bersama-sama saling memaafkan dan memulyakan sesama saudara nya baik dekat maupun jauh.

Hari raya lebaran dalam tradisi Jawa seperti digambarkan proses metamorphosis dari kepompong menjadi kupu-kupu. Puasa sebagai wujud tirakat tidak keluar dari ritual dan terpenjara akal pikiran, nafsu dan hal-hal yang negatif. Tubuhnya yang bersisik dan mengeluarkan bisa beracun dibiarkan luntur oleh proses olah spiritual selama satu bulan. Saat hari terakhir, ulat tersebut secara pelan-pelan keluar dari kepompong dan berubah menjadi kupu-kupu.

Jadi lebaran simbol dari proses metamorphosis kehidupan olah batin selama bulan Ramadhan dan menghasilkan periaku batin dan dhohir yang semakin baik dan enak dipandang oleh manusia.

Namun filosofis lebaran yang indah tersebut sering gagal bagi sebagian umat Islam. mereka mengartikan makna lebaran sebagai wujud “benar-benar lebar” atau benar-benar habis-habisan. Itu sebabnya, lebaran sering disebut juga “riyaya”, berasal dari kata riya atau memamerkan diri. Pamer baju baru, kendaraan baru, rumah baru, dan semua serba baru. Wajar, jika perilaku riyaya tadi benar-benar telah menghabiskan isi kantong nya alias lebaran atau benar-benar habis.

Tradisi lebaran sangat baik. Jika ada yang kurang baik pada bagian-bagian tertentu maka secara pelan-pelan diperbaiki. Allah dan Rasul nya menyukai keindahan termask keindahan baju, rumah dan kendaraan. Namun ada yang sangat dicintai oleh-Nya yaitu keindahan takwa. Sebab ia merupakan baju terindah bagi seorang muslim.

 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Sulastri, M.Pd.I

Mautaap pak kiyai secerah mentari pagi menghiasi sudut pojok beranda tamu meraih secercah cahaya mentari mulai meninggi di sela-sela jemari yg menjatuhkan silat & salah pertanda Fitri kembali

Admin

sama-sama ustadzah, mohon maaf lahir dan batin

Avatar

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1022

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   614

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   786

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   762

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   887

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046


Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355