
Pada tulisan yang lalu membahas Idul Fitri dan
Identitas Budaya. Pada episode ini, saya akan menulis dengan judul “Idul Fitri
Dan Lebaran”. Arti Idul Fitri kemaren sudah saya bahas. Yang perlu dipahami
kata lebaran kiranya perlu juga dibahas. Kata “lebaran” tidak sama dengan
kata “lebar” yang arti nya luas. Pelebaran jalan berarti memperluas
jalan. Sedangkan maksud kata “lebaran” yang berkaitan dengan Idul Fitri yaitu
kata “lebar” dengan pengucapan huruf “e” seperti mengucapkan pada kata “teman”
dan “empat”. Tulisan sama, tapi pengucapa huruf “e” nya berbeda, maka berbeda juga artinya.
Kata lebaran berasal dari kata “lebar”
yang dalam Bahasa jawa mempunyai arti sudah selesai. Kata benda nya “lebaran”
artinya selesai. Idul Fitri sering disebut sebagai hari lebaran karena telah selesai
puasa Ramadhan satu bulan penuh. Sebagai tanda, bahwa puasa telah selesai maka
ada penyambutan secara syariah seperti sholat Idul Fitri dan tradisi-tradisi masyarakat
muslim yang mengandung nilai-nilai Islami seperti silaturahim ke rumah
saudara-saudaranya dan ke rumah tetangganya.
Dasar-dasar silaturahim tentu saja mengacu
kepada hadist Nabi Muhammad SAW sebagai berikut:
عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ
اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ
فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya:
“Dari Ibnu Syihab dia bekata: telah
mengabarkan kepadaku Anas bin Malik bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa
ingin dilapangkan pintu rezekinya dan diperpanjang umurnya hendaknya ia
menyambung tali silaturahim”
Hadist Nabi SAW:
عَنْ أَبِي بَكَرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: "مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ عُقُوبَتَهُ فِي
الدُّنْيَا، مَعَ مَا يُدَّخَرُ لِصَاحِبِهِ فِي الْآخِرَةِ، مِنَ الْبَغْيِ
وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ
Artinya:
Dari Abu Bakrah r.a. yang mengatakan bahwa
Rasulullah Saw. pernah bersabda: Tiada suatu perbuatan dosa pun yang lebih
layak untuk disegerakan oleh Allah hukumannya di dunia selain dari azab yang
disediakan untuk pelakunya kelak di akhirat selain dari zina dan memutuskan
hubungan kekeluargaan.
Hadist nabi saw:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ
ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ
رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ
خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya:
"Barang siapa beriman kepada Allah SWT
dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Barang siapa beriman
kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia mempererat hubungan
kekeluargaannya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka
hendaklah ia mengucapkan yang baik ataupun berdiam diri saja."
Dari ketiga hadist tersebut tradisi lebaran
yang telah berjalan berates-ratus tahun di bumi Indonesia mengandung filosofis
kehidupan sosial yang sangat Islami: pertama, silaturahim telah mengapus dosa
dan memperpanjang umur; kedua, silaturahim membuka rezeki; ketiga, menghormati
tamu ciri dari orang-orang yang beriman kepada Allah; keempat, berbicara
kebaikan saat melaksanakan lebaran merupakan akhlak umat Islam yang sangat
agung.
Hadist-hadist tersebut memang tidak
mengkhususkan pada Hari Raya Idul Fitri. Kapan pun boleh melakukan silaturahim.
Karena tidak dikhususkan itulah, semua hadist tersebut bisa dilaksanakan pada
bulan Idul Firti: silaturahim, menjamu tamu, sekalugus saling memaafkan. Tidak ada
moment yang bisa mempertemukan jutaan manusia selain Idul Fitri. Pada hari raya
tersebut, semua orang muslim bersama-sama saling memaafkan dan memulyakan sesama
saudara nya baik dekat maupun jauh.
Hari raya lebaran dalam tradisi Jawa
seperti digambarkan proses metamorphosis dari kepompong menjadi kupu-kupu.
Puasa sebagai wujud tirakat tidak keluar dari ritual dan terpenjara akal
pikiran, nafsu dan hal-hal yang negatif. Tubuhnya yang bersisik dan
mengeluarkan bisa beracun dibiarkan luntur oleh proses olah spiritual selama satu
bulan. Saat hari terakhir, ulat tersebut secara pelan-pelan keluar dari kepompong
dan berubah menjadi kupu-kupu.
Jadi lebaran simbol dari proses metamorphosis
kehidupan olah batin selama bulan Ramadhan dan menghasilkan periaku batin dan
dhohir yang semakin baik dan enak dipandang oleh manusia.
Namun filosofis lebaran yang indah tersebut
sering gagal bagi sebagian umat Islam. mereka mengartikan makna lebaran sebagai
wujud “benar-benar lebar” atau benar-benar habis-habisan. Itu sebabnya,
lebaran sering disebut juga “riyaya”, berasal dari kata riya atau
memamerkan diri. Pamer baju baru, kendaraan baru, rumah baru, dan semua serba
baru. Wajar, jika perilaku riyaya tadi benar-benar telah menghabiskan
isi kantong nya alias lebaran atau benar-benar habis.
Tradisi lebaran sangat baik. Jika ada yang
kurang baik pada bagian-bagian tertentu maka secara pelan-pelan diperbaiki. Allah
dan Rasul nya menyukai keindahan termask keindahan baju, rumah dan kendaraan. Namun
ada yang sangat dicintai oleh-Nya yaitu keindahan takwa. Sebab ia merupakan
baju terindah bagi seorang muslim.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Sulastri, M.Pd.I
Mautaap pak kiyai secerah mentari pagi menghiasi sudut pojok beranda tamu meraih secercah cahaya mentari mulai meninggi di sela-sela jemari yg menjatuhkan silat & salah pertanda Fitri kembali
Admin
sama-sama ustadzah, mohon maaf lahir dan batin
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1022
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   614
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   786
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   762
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   887
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3115
Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355