Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Iri Dengki Kaum Yahudi



Sabtu , 31 Januari 2026



Telah dibaca :  242

Kaum yahudi mengetahui kebenaran firman Allah yang disampaikan para Nabi dan utusan-Nya. Sikap iri dan dengki yang sangat tinggi pada diri mereka menyebabkan tidak kuat menerima realita tentang kelebihan-kelebihan selainnya. Mereka tidak menerima kelebihan yang diberikan kepada Nabi Muhammad sebagai Nabi dan utusan-Nya. Mereka ingin status kenabian dan kerasulan hanya pada kaum mereka dan keturunan nya. Mereka berharap nabi dan rasul hanya berasal dari jalur Nabi Ishak. Namun Allah menghendaki keturunan Nabi terakhir dari jalur Nabi Ismail. Persoalan ini benar-benar menjadi pemicu yang sangat serius bagi kaum yahudi sebagaimana yang telah dijelaskan pada ayat 90 sebagai berikut:

بِئْسَمَا اشْتَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْ اَنْ يَّكْفُرُوْا بِمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ بَغْيًا اَنْ يُّنَزِّلَ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖۚ فَبَاۤءُوْ بِغَضَبٍ عَلٰى غَضَبٍۗ وَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ ۝٩٠

Artinya:

Buruk sekali (perbuatan) mereka menjual dirinya dengan mengingkari apa yang diturunkan Allah karena dengki bahwa Allah menurunkan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, mereka menanggung kemurkaan demi kemurkaan. Kepada orang-orang kafir (ditimpakan) azab yang menghinakan.

Sifat iri dan dengki sering menutup kebenaran akal dan hati. Sifat ini mampu memutuskan silaturahim dengan sesama saudara satu kandung atau teman dekat yang sudah dibangun sejak lama.

kita masih ingat alasan Qabil membunuh saudara kandungnya, Habil. Salah satu unsur pemicunya karena ia iri terhadap Habil yang mendapatkan jodoh lebih cantik ketimbang pasangannya. Tumbuh lah dengki. Dari sini muncul tragedi pertumpahan darah pertama di bumi. Bukan orang lain, tapi pertumpahan darah karena dengki terhadap saudara kandung nya sendiri.

Kita masih ingat betapa sifat iri dan dengki Yahuda dan saudara-saudaranya terhadap kelebihan kepribadian Yusuf. Dari segi fisiknya, Yusuf sangat sempurna. Dari segi akalnya, Yusuf sangat cerdas melampaui saudara-saudaranya. Dari segi keahlian atau skill, Yusuf mempunyai kemampuan dalam bidang matematika dan perdagangan. Dari segi akhlak al-karimah, Yusuf mendapatkan pujian baik dari keluarganya sendiri maupun dari tetangga-tetangga nya. Dari segi spiritual, Yusuf mempunyai kemampuan menerawang kejadian masa depan. Pendek kata, Allah benar-benar memberi karunia kepada Yusuf sebagai sebagai pribadi yang sangat agung.

Sifat iri dan dengki sebenarnya bukan hanya terjadi pada kaum Yahudi. Sebab iri dan dengki Adalah Sebagian watak yang menempel pada manusia. Hampir setiap manusia selalu saja mempunyai potensi punya sifat seperti itu. Hanya kadar nya yang berbeda-beda.

Nabi Muhammad telah perpesan sangat indah: “ Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnay dengki itu memakan kebaikan seperti memakan kayu bakar”

Nasehat Nabi Muhammad merupakan bukti bahwa sifat iri dan dengki berpotensi menyerang manusia tanpa mengenal status sosial baik atas nama status tinggi pada wilayah keagamaan, pendidikan, ekonomi, tokoh, maupun juga pada persoalan politik.

Iri dalam bahasa Inggris “envy” yaitu suatu perasaan tidak senang atau sakit hati akibat melihat kenikmatan yang dimiliki orang lain.

Dalam ilmu psikologi ada beberapa macam iri sebagai berikut: pertama, kelompok yang merasa iri dan diirikan oleh orang lain. Kelompok yang merasa dirinya lebih sempurna dari orang lain. Kedua, kelompok yang merasa iri dan merasa tidak diirikan oleh orang lain. Kelompok kedua ini merupakan kelompok inferior sehingga tidak ada yang bisa dibanggakan pada dirinya. Hal ini karena tidak ada kelebihan sama sekali yang bisa disumbangsihkan kepada orang lain. Ketiga, kelompok orang yang tidak merasa iri tapi merasa diirikan oleh orang lain. Kelompok ini sudah selesai dengan dirinya sendiri. Keempat, kelompok orang yang tidak merasa iri dan tidak merasa orang lain iri padanya. Kelompok ini merupakan kelompok orang yang sudah menerima kenyataan hidup apa adanya.

Ayat tersebut di atas tentang gambaran sifat iri dan dengki kaum yahudi terhadap Nabi Muhammad sudah sangat tinggi. Mereka menyadari bahwa posisi kenabian dan kerasulan sangat mempengaruhi status sosial dan efek positif yang ditimbulkan darinya baik berupa pangkat maupun kekayaan. Mereka menyadari bahwa kaum yahudi mendapatkan derajat tinggi disebabkan mereka lahir dari seorang ayah yang berkedudukan sebagai nabi dan rasul. Mereka sangat menikmati privelige tersebut.

Jadi sejak dulu, wilayah otoritas keagamaan mempunyai andil besar sebagai jalan seseorang mencapai puncak karir kemuliaan di tengah-tengah masyarakat. Konflik antara Abu Lahab dan Abu Jahal dengan Nabi Muhammad juga pada wilayah otoritas keagamaan. Ketika ada agama baru yang dibawa oleh Muhammad, mereka berdua mengalami ketakutan luarbiasa akan kehilangan otoritas nya. Jika hilang, maka secara otomatis simpati masyarakat akan berkurang kepada nya.

Sekarang ini, zaman semakin modern ternyata tidak serta merta sifat iri dan dengki hilang dari diri manusia. Justru semakin modern, semakin sedikit Sumber Daya Alam-SDA-dan semakin pesat perkembangan Sumber Daya Manusia-SDM-, persaingan semakin tajam. Maka sifat-sifat tersebut justru punya potensi tumbuh semakin subur.

Dalam kontek yang lebih luas dalam sekala geopolitik internasional. Iri dan dengki juga menjadi pemicu ketegangan antar negara maju, berkembang dan miskin. Semakin modern suatu negara, semakin besar membutuhkan SDA. Sedangkan mereka mulai kehabisan. Maka mereka pun melirik ke negara-negara yang mempunyai SDA masih melimpah. Berbagai strategi untuk menguasai dilakukan, baik melalui diplomasi maupun non-diplomasi seperti perang atau penaklukan pola imperialisme. Tidak peduli terhadap hukum yang dibuat. Karena memang iri dan dengki dalam sejarah selalu saja mengabaikan aturan-aturan yang dibuat oleh Tuhan apalagi hanya dibuat oleh manusia.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   80

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871