Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Janji Tuhan Dikabulkan Melalui Siswa Ma’arif



Minggu , 26 Januari 2025



Telah dibaca :  640

Pada tanggal 25 Desember 2025 saya mendapat kiriman WA dari teman sekolah saat masih di SLTA tahun 1993-an, Dr. Ernawati MA. Teman sekolah di Madrasah Aliyah [MA] Mualimin Sirau Kemranjen Banyumas [informasinya kini, telah berubah menjadi MA Ma’arif No 1 Kemranjen]. Saya ingat betul, Mba Erna sangat cerdas dan cantik. Ia hampir selalu rangking satu. Sedangkan saya selalu menjadi khatamul Jawara. Jika ada 25 siswa, Mba Erna pasti nomor 1, saya sebagai penutup para juara. Nomor 25. Itu sebabnya, dulu saya tidak berani dekat-dekat dengan nya. Ma’lum waktu itu banyak yang naksir dia. Selain cerdas dan cantik, putri kyai yang mempunyai pesantren dan sekaligus yang mempunyai sekolah MA Mu’alimin.

Tanggal 25 Desember 2024 saya sedang di Tanjung Balai Karimun. Di perjalanan naik Grab bersama istri. Dia menelpon ku. Saya ngobrol via telpon. Istriku tidak curiga. Selain karena saya sudah mendapat “lisensi” lulus ujian sebagai suami setia, saya juga [mungkin lhoo] termasuk kategori laki-laki yang berada di “bawah garis kegantengan”. Jadi tidak mungkin aneh-aneh.

Kami nelpon cukup lama. Ngobrol ngalor-ngidul. Obrolan mengingatkan kami kisah [tanpa kasih] saat masih sekolah di MA Mu’alimin. Lucu-lucu. Apalagi saat hari senin. Saya pasti tidak mau berada dibaris paling depan saat upacara bendera merah-putih. Bukan karena takut. Tapi ada alasan sangat prinsipil: “celana bagian pantat berlubang”. Itu sebabnya baju tidak dimasukan celana. Saya milih dibarisan bagian belakang sendiri. Ma’lum, saat saya masih di Aliyah beli baju setahun sekali, yaitu saat puasa Ramadhan menjelang Idul Fitri. Kadang beli baju merah-putih, kadang pramuka. Waktu Idul Fitri, pakai baju kadang merah-putih. Kadang juga seragam pramuka. Jadi suasana Idul Fitri seperti Jambore Nasional.

Walhasil, Dr. Erna meminta izin untuk menulis biografi ayah ku. Uniknya, ia baru tahu kalau saya anak dari mbah mun [ sebagian dari santri-santri bapak menyebut dengan lengkap nama K.H.R. Munajat]. Berarti baru 31 tahun ia mengerti orang tua ku. Waktu yang sangat lama dan unik. Pertemanan sejak SLTA, saya mampu menyimpan identitas ku. Sebab sejak kecil saya tinggal di Rumah Pak De, Asy’ari.

Ia ingin menulis biogarfi ayah ku dan rencana akan dijadikan lomba karya tulis Tingkat SMA,MA,dan SMK Se-Kabupaten Banyumas. Tadi saya membuka WA sekitar jam 15.40 tanggal 25 Desember 2025, ia mengirim pesan bahwa lomba penulisan biografi ayah ku mendapat juara pertama dan akan dilanjutkan pada tingkat provinsi Jawa Tengah. Jika menang lagi, akan dilanjutkan tingkat nasional.

Saya tahu bahwa sejak dulu sekolah swasta ini memang selalu melahirkan orang-orang hebat. Ada teman ku yang sering muncul jadi penceramah di TV swasta seperti TPI,RCTI, dan lain-lain. ada PNS, pengusaha, penulis, dan lain-lain. Saya tahu bahwa sekolah ini sering mendapat lomba tulis menulis tingkat kabupaten dan provinsi, bahkan nasional. Saya mungkin yang gagal menjadi penulis. Ini gara-gara puber ku terlambat. Umur 32 tahun baru ingin menulis, merangkai kata tanpa makna dan arah tujuan yang jelas.

Kenapa saya menulis tanggal 25 Desember 2024?, tanggal saat Mba Erna mengirim berita tentang juara pertama tulisan biografi ayah ku?.

Ini sangat penting untuk merenungi bagian dari rahasia Tuhan yang ditanpakan kepada ku. Pada bulan September 2024,  saya blusukan dan silaturahim ke berbagai tokoh agama, para kyai dan ustadz di Selatpanjang dan sekitarnya. Tujuan hanya satu: ingin menulis biografi para ulama dan kyai atau ustadz yang telah berjasa menebarkan agama Islam di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebagian besar sepakat atas ide ku. Mereka sepakat bahwa menulis biografi para ulama adalah bagian dari amal jariyah kebaikan yang bisa ditularkan kepada generasi penerus. Mereka juga percaya, bahwa biografi para ulama sebagai jalan meneruskan sanad tradisi keilmuan islam dan tradisi amal sholeh yang menjadi wasilah para keturunan, santri-santrinya, dan masyarakat mengenal kebaikannya, meniru nya dan mengirim doa atau kirim fatehah kepada mereka. Namun mereka juga sama-sama mengakui kelemahan, bahwa mereka tidak mempunyai waktu dan kemampuan untuk mengumpulkan data untuk mewujudkan cita-cita ku. Mereka sibuk dengan aktivitas masing-masing.

Saya mengalah. Beberapa teman dekatku saya ajak untuk sama-sama mengumpulkan data. Ada Mas Chanifudin Dosen STAIN Bengkalis, Mas Syukron Dosen STAI Nurul Hidayah, Mas Arif Ketua STKIP Meranti dan Mas Taufik, Guru MAN 2 Kabupaten Kepulauan Meranti. Mereka menyiapkan data mentah. Saya yang mencoba memasak dan meramu dengan bumbu ala kadarnya. Setelah selesai masak dan jadi buku, saya kirim ke penerbit.

Pada tanggal 9 Desember 2025 saya mendapatkan Mas Awi [penerbit buku] mengirim cover profil ulama. Pada tanggal 29 Desember ISBN sudah jadi. Namun buku belum dikirim, sebab masih menunggu ISBN buku ku yang berjudul “Pantulan Syariat Islam di Era Post Truth” dan buku kedua “Tarikat dan Tirakat Gus Dur”. Pada tanggal 25 Januari 2025, Dr. Ernawati mengirim kabar bahwa lomba penulisan biografi almarhum ayah ku juara satu tingkat kabupaten banyumas. Ia berhasil mengalahkan puluhan sekolah Tingkat SMA, MA dan SMK tingkat kabupaten. Anda tahu, kabupaten ini sudah sejak dulu gudang para pelajar yang dugdeng dan banyak perguruan tinggi negeri dan swasta di sini.

Apakah ini bagian dari janji Tuhan bahwa kebaikan akan dibalas kebaikan, begitu juga sebaliknya?. Saya merasa seperti itu. Saat saya ingin menulis biografi para ulama atau guru-guru ngaji di Kabupaten Kepuluan Meranti sebenarnya bagian dari kegelisahan jiwa. Jangan sampai mereka tidak mengenal tokoh ulama di kampungnya, tidak mengenal guru ngaji dan tidak mengenal nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh mereka. Saya selalu menyakini, bahwa kabupaten kepulauan meranti mendapatkan keberkahan sebenarnya bagian jasa para ulama, waliyullah dan guru-guru ngaji. Ilmu dan tirakat mereka bagian dari penjaga keseimbangan alam semesta. Jika tidak ada mereka, dunia sangat panas sekali dipenuhi maksiat dan kerusakan tanpa batas.

Uniknya pada saat saya sedang memikirkan para ulama di Meranti, ada nun jauh di sana ada sahabat ku Dr. Ernawati yang memikirkan kebaikan orang tua ku dan mengabadikan dalam tulisan biografi yang diperkenalkan kepada generasi-generasi muda. Uniknya, ketika ia menelpon ku visi dan misinya sama, tujuan penulisan biografi sangat mirip, yaitu memperkenalkan tokoh-tokoh ulama lokal ke pentas yang lebih mulia di masyarakat tingkat kabupaten dan lebih jauh lagi ke tingkat nasional. Pemikiran dan cita-cita yang unik ini terjadi saat saya sedang memikirkan orang lain, dan orang lain memikirkan orang tua ku. Saat buku biografi yang kami tulis selesai, tidak lama kemudian Dr. Ernawati juga mengirim hasil lomba nya, dan juara pertama.

Saya jadi ingat ucapan bapak ku kepada ibuku pada saat ada tamu dan memotong ayam kampung di belakang rumah. Bapak mengatakan kepada ibu ku: “Bu, Imam kirim Daging Ayam ke Riau”. Ibu ku tersenyum dan berkata kepada bapak ku: “Riau tempat ikan laut dan daging pak”. Bapak menjawab: “Maksudku,bukan ngirim sungguhan, tetapi sayur ayam kampung nya dibagi ke tetangga-tetangga, nanti Allah akan memberi rezeki kepada anak mu, imam yang di Riau”.

Penulis jadi teringat firman Allah Q.S. Al-Isra ([ 17 ]: 7) : “Jika berbuat baik berarti kamu telah berbuat baik untuk dirimu sendiri. jika berbuat jahat, itu kembali kepada dirimu sendiri”.

Setelah membaca ayat tersebut, saya menyakini bahwa Tuhan senantiasa melihat seluruh amal yang kita lakukan dan akan mendapatkan balasan pada waktu yang tepat menurut-Nya.

Sebagai penutup tulisan ini, saya mengucapkan selamat kepada MA Maarif No 1 Kemranjen atas prestasinya. Semoga semakin maju, jaya dan terus melahirkan generasi yang berkualitas, berilmu, beriman, berakhlak karimah dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.

Selatpanjang, 26 Januari 2025



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

???? Notification: You got a transfer NoZG69. GET

n7jw7b

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872