
Pada tanggal 25 Desember 2025 saya mendapat
kiriman WA dari teman sekolah saat masih di SLTA tahun 1993-an, Dr. Ernawati
MA. Teman sekolah di Madrasah Aliyah [MA] Mualimin Sirau Kemranjen Banyumas [informasinya
kini, telah berubah menjadi MA Ma’arif No 1 Kemranjen]. Saya ingat betul, Mba
Erna sangat cerdas dan cantik. Ia hampir selalu rangking satu. Sedangkan saya
selalu menjadi khatamul Jawara. Jika ada 25 siswa, Mba Erna pasti nomor 1, saya
sebagai penutup para juara. Nomor 25. Itu sebabnya, dulu saya tidak berani
dekat-dekat dengan nya. Ma’lum waktu itu banyak yang naksir dia. Selain cerdas
dan cantik, putri kyai yang mempunyai pesantren dan sekaligus yang mempunyai
sekolah MA Mu’alimin.
Tanggal 25 Desember 2024 saya sedang di Tanjung
Balai Karimun. Di perjalanan naik Grab bersama istri. Dia menelpon ku. Saya
ngobrol via telpon. Istriku tidak curiga. Selain karena saya sudah mendapat “lisensi”
lulus ujian sebagai suami setia, saya juga [mungkin lhoo] termasuk kategori
laki-laki yang berada di “bawah garis kegantengan”. Jadi tidak mungkin
aneh-aneh.
Kami nelpon cukup lama. Ngobrol ngalor-ngidul.
Obrolan mengingatkan kami kisah [tanpa kasih] saat masih sekolah di MA
Mu’alimin. Lucu-lucu. Apalagi saat hari senin. Saya pasti tidak mau berada dibaris
paling depan saat upacara bendera merah-putih. Bukan karena takut. Tapi ada
alasan sangat prinsipil: “celana bagian pantat berlubang”. Itu sebabnya baju
tidak dimasukan celana. Saya milih dibarisan bagian belakang sendiri. Ma’lum,
saat saya masih di Aliyah beli baju setahun sekali, yaitu saat puasa Ramadhan menjelang
Idul Fitri. Kadang beli baju merah-putih, kadang pramuka. Waktu Idul Fitri,
pakai baju kadang merah-putih. Kadang juga seragam pramuka. Jadi suasana Idul
Fitri seperti Jambore Nasional.
Walhasil, Dr. Erna meminta izin untuk
menulis biografi ayah ku. Uniknya, ia baru tahu kalau saya anak dari mbah mun [
sebagian dari santri-santri bapak menyebut dengan lengkap nama K.H.R. Munajat].
Berarti baru 31 tahun ia mengerti orang tua ku. Waktu yang sangat lama dan
unik. Pertemanan sejak SLTA, saya mampu menyimpan identitas ku. Sebab sejak
kecil saya tinggal di Rumah Pak De, Asy’ari.
Ia ingin menulis biogarfi ayah ku dan
rencana akan dijadikan lomba karya tulis Tingkat SMA,MA,dan SMK Se-Kabupaten
Banyumas. Tadi saya membuka WA sekitar jam 15.40 tanggal 25 Desember 2025, ia
mengirim pesan bahwa lomba penulisan biografi ayah ku mendapat juara pertama
dan akan dilanjutkan pada tingkat provinsi Jawa Tengah. Jika menang lagi, akan
dilanjutkan tingkat nasional.
Saya tahu bahwa sejak dulu sekolah swasta
ini memang selalu melahirkan orang-orang hebat. Ada teman ku yang sering muncul
jadi penceramah di TV swasta seperti TPI,RCTI, dan lain-lain. ada PNS, pengusaha,
penulis, dan lain-lain. Saya tahu bahwa sekolah ini sering mendapat lomba tulis
menulis tingkat kabupaten dan provinsi, bahkan nasional. Saya mungkin yang
gagal menjadi penulis. Ini gara-gara puber ku terlambat. Umur 32 tahun
baru ingin menulis, merangkai kata tanpa makna dan arah tujuan yang jelas.
Kenapa saya menulis tanggal 25 Desember
2024?, tanggal saat Mba Erna mengirim berita tentang juara pertama tulisan
biografi ayah ku?.
Ini sangat penting untuk merenungi bagian
dari rahasia Tuhan yang ditanpakan kepada ku. Pada bulan September 2024, saya blusukan dan silaturahim ke berbagai
tokoh agama, para kyai dan ustadz di Selatpanjang dan sekitarnya. Tujuan hanya
satu: ingin menulis biografi para ulama dan kyai atau ustadz yang telah berjasa
menebarkan agama Islam di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebagian besar sepakat
atas ide ku. Mereka sepakat bahwa menulis biografi para ulama adalah bagian
dari amal jariyah kebaikan yang bisa ditularkan kepada generasi penerus. Mereka
juga percaya, bahwa biografi para ulama sebagai jalan meneruskan sanad tradisi
keilmuan islam dan tradisi amal sholeh yang menjadi wasilah para keturunan,
santri-santrinya, dan masyarakat mengenal kebaikannya, meniru nya dan mengirim
doa atau kirim fatehah kepada mereka. Namun mereka juga sama-sama mengakui
kelemahan, bahwa mereka tidak mempunyai waktu dan kemampuan untuk mengumpulkan
data untuk mewujudkan cita-cita ku. Mereka sibuk dengan aktivitas
masing-masing.
Saya mengalah. Beberapa teman dekatku saya
ajak untuk sama-sama mengumpulkan data. Ada Mas Chanifudin Dosen STAIN
Bengkalis, Mas Syukron Dosen STAI Nurul Hidayah, Mas Arif Ketua STKIP Meranti
dan Mas Taufik, Guru MAN 2 Kabupaten Kepulauan Meranti. Mereka menyiapkan data
mentah. Saya yang mencoba memasak dan meramu dengan bumbu ala kadarnya. Setelah
selesai masak dan jadi buku, saya kirim ke penerbit.
Pada tanggal 9 Desember 2025 saya
mendapatkan Mas Awi [penerbit buku] mengirim cover profil ulama. Pada tanggal
29 Desember ISBN sudah jadi. Namun buku belum dikirim, sebab masih menunggu ISBN
buku ku yang berjudul “Pantulan Syariat Islam di Era Post Truth” dan
buku kedua “Tarikat dan Tirakat Gus Dur”. Pada tanggal 25 Januari 2025, Dr.
Ernawati mengirim kabar bahwa lomba penulisan biografi almarhum ayah ku juara
satu tingkat kabupaten banyumas. Ia berhasil mengalahkan puluhan sekolah
Tingkat SMA, MA dan SMK tingkat kabupaten. Anda tahu, kabupaten ini sudah sejak
dulu gudang para pelajar yang dugdeng dan banyak perguruan tinggi negeri dan
swasta di sini.
Apakah ini bagian dari janji Tuhan bahwa
kebaikan akan dibalas kebaikan, begitu juga sebaliknya?. Saya merasa seperti
itu. Saat saya ingin menulis biografi para ulama atau guru-guru ngaji di Kabupaten
Kepuluan Meranti sebenarnya bagian dari kegelisahan jiwa. Jangan sampai mereka
tidak mengenal tokoh ulama di kampungnya, tidak mengenal guru ngaji dan tidak
mengenal nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh mereka. Saya selalu
menyakini, bahwa kabupaten kepulauan meranti mendapatkan keberkahan sebenarnya
bagian jasa para ulama, waliyullah dan guru-guru ngaji. Ilmu dan tirakat mereka
bagian dari penjaga keseimbangan alam semesta. Jika tidak ada mereka, dunia
sangat panas sekali dipenuhi maksiat dan kerusakan tanpa batas.
Uniknya pada saat saya sedang memikirkan
para ulama di Meranti, ada nun jauh di sana ada sahabat ku Dr. Ernawati yang
memikirkan kebaikan orang tua ku dan mengabadikan dalam tulisan biografi yang
diperkenalkan kepada generasi-generasi muda. Uniknya, ketika ia menelpon ku
visi dan misinya sama, tujuan penulisan biografi sangat mirip, yaitu
memperkenalkan tokoh-tokoh ulama lokal ke pentas yang lebih mulia di masyarakat
tingkat kabupaten dan lebih jauh lagi ke tingkat nasional. Pemikiran dan
cita-cita yang unik ini terjadi saat saya sedang memikirkan orang lain, dan
orang lain memikirkan orang tua ku. Saat buku biografi yang kami tulis selesai,
tidak lama kemudian Dr. Ernawati juga mengirim hasil lomba nya, dan juara
pertama.
Saya jadi ingat ucapan bapak ku kepada
ibuku pada saat ada tamu dan memotong ayam kampung di belakang rumah. Bapak
mengatakan kepada ibu ku: “Bu, Imam kirim Daging Ayam ke Riau”. Ibu ku
tersenyum dan berkata kepada bapak ku: “Riau tempat ikan laut dan daging
pak”. Bapak menjawab: “Maksudku,bukan ngirim sungguhan, tetapi sayur
ayam kampung nya dibagi ke tetangga-tetangga, nanti Allah akan memberi rezeki
kepada anak mu, imam yang di Riau”.
Penulis jadi teringat firman Allah Q.S.
Al-Isra ([ 17 ]: 7) : “Jika berbuat baik berarti kamu telah berbuat baik
untuk dirimu sendiri. jika berbuat jahat, itu kembali kepada dirimu sendiri”.
Setelah membaca ayat tersebut, saya
menyakini bahwa Tuhan senantiasa melihat seluruh amal yang kita lakukan dan
akan mendapatkan balasan pada waktu yang tepat menurut-Nya.
Sebagai penutup tulisan ini, saya
mengucapkan selamat kepada MA Maarif No 1 Kemranjen atas prestasinya. Semoga
semakin maju, jaya dan terus melahirkan generasi yang berkualitas, berilmu,
beriman, berakhlak karimah dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa.
Selatpanjang, 26 Januari 2025
Penulis : Imam Ghozali
???? Notification: You got a transfer NoZG69. GET
n7jw7b
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1061
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   629
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   810
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   788
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   916
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2941
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872