Avatar

Reno Firdaus, S.T,M.Si

Penulis Kolom

1 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kearifan Lokal Pengendali Kenakalan Remaja



Jumat , 17 Februari 2023



Telah dibaca :  330

Siapa yang tidak pernah mengalami masa Remaja? Penulis juga mengalami masa Remaja, begitu juga sebagian Pembaca sudah mengalami masa Remaja. Masa Remaja menurut para ahli adalah masa dimana seseorang yang memiliki rentang usia 10 sampai 19 tahun. Pada masa inilah mereka mulai beradaptasi dengan lingkungan luar secara bebas, sehingga terkadang berdampak pada perilaku yang menyimpang dari norma agama atau norma-norma lainnya.  Kita bisa lihat berbagai kasus yang dialami para remaja saat ini mulai dari seks bebas, pembunuhan, narkoba dan lainnya. Perilaku kenakalan remaja ini perlu disiasati terutama penyebab yang membuat sebagian remaja menyimpang dari norma yang ada.

Perilaku kenakalan Remaja tidak bisa terlepas dari lingkungan sosial mereka berintraksi sehari hari. Lingkungan sosial mereka pertama adalah keluarga dan yang kedua adalah lingkungan sosial masyarakat atau wilayah tempat tinggal. Kedua lingkungan sosial sangat mempengaruhi terbentuknya perilaku remaja tersebut. Lingkungan sosial keluarga merupakan hal yang pertama dalam membentuk kepribadian seoarang anak. Hal ini senada dengan Q.S. At Tahrim [6] yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. Dari ayat tersebut menjelasakan bahwa keluarga mempunyai peran penting dalam proses pendidikan perilaku anak remaja. Keluarga menjadi cerminan untuk terbentuknya karakter anak remaja, seperti ungkapan pepatah “Buah Jatuh Tidak Jauh dari Pohonnya”. Pepatah ini bisa dimaknai sebagi bentuk ungkapan bahwa perilaku yang sudah terbentuk di lingkungan sosial keluarga akan menjadi budaya anak remaja tersebut.

Faktor kedua terbentuknya perilaku Remaja seperti disampaikan diatas adalah lingkungan sosial masyarakat atau wilayah tempat tinggal mereka. Wilayah tempat tempat tinggal menjadi faktor yang besar mempengaruhi perilaku remaja. Sosial budaya yang terbentuk dimasyarakat menjadi pola hidup, sikap dan gaya hidup dimasyarakat sehingga akan mempengaruhi pola intraksi remaja dimasyarakat. Pola intraksi sosial yang terbangun pada kalangan remaja sudah tentu akan mempengaruhi perilaku keseharian mereka.

Berbagai perilaku remaja yang menyimpang tentu harus dikendalikan, karena remaja adalah sebagai generasi penerus yang akan menjadi tolak ukur bagi kemajuan sebuah negara. Remaja saat ini minim pendidikan yang bersumber dari sebuah kearifan lokal yang ada. Kearifan lokal yang dimiliki masyarakat Indonesia sangat beragam, seperti halnya kearifan lokal yang dimiliki masyarakat melayu selalu mengajarkan dan mensosialisasikan kepada anak cucu melalui tutur kata dan perilaku sehari baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat dan organinsasi. Budaya Melayu merupakan sebuah budaya yang sangat menjunjung tinggi nilai kesopansantunan, yang menjadi salah satu asas jati diri kemelayuan yang terpuji. Di dalam pergaulan sehari-hari sopan santun menjadi salah satu tolak ukur untuk menilai seseorang. Pentingnya kesopansantunan didalam kehidupan masyarakat akan berdampak pada perilaku yang berbudi pekerti terpuji, berakhlak mulia dengan landasan iman dan takwa.

Masayarkat Melayu diwariskan oleh tunjuk ajar yang sangat sarat dengan nilai-nilai luhur agama, budaya dan norma-norma sosial. Tunjuk ajar Melayu memiliki pengertian yaitu segala jenis petuah, petunjuk, nasihat, amanah, pengajaran dan contoh teladan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia dalam arti luas. Oleh karena itu kearifan lokal memegang peranan sangat penting dalam membentuk perilaku seseorang terutama bagi remaja yang memiliki emosi masih labil dan mudah mengikuti perkembangan yang membuat mereka terjerumus pada perilaku menyimpang. 



Penulis : Reno Firdaus, S.T,M.Si


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ucapan Berkualitas
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   112

Santri Nonton Wayang Kulit
23 November 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   208

Isra Mi’raj dan Revolusi Budaya
27 Januari 2025   Oleh : Imam Ghozali   821

Madzhab Sepak Bola
16 Oktober 2024   Oleh : Imam Ghozali   542

Makna Pancasila Menurut Banser di Daerah 3T
02 Oktober 2023   Oleh : Imam Ghozali   522

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046


Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355