Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

847 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Makna Pancasila Menurut Banser di Daerah 3T



Senin , 02 Oktober 2023



Telah dibaca :  522

Ingin mengetahui seperti apa kegiatan Banser di daerah 3T (bukan 3 trilyun, 3T singkatan dari daerah tertinggal, terdepan dan terluar) seperti Kabupaten Kepulauan Meranti. Jarak ke negeri tetangga sangat dekat, terutama Malaysia dan Singapura. Jika ke Malaysia membutuhkan waktu sekitar dua jam tiga puluh menit. Jadi, jarak nya lebih dekat ketimbang ke pergi ke kota provinsi di Pekanbaru yang membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam.

Di tahun politik, Banser di Kepulauan Meranti bersikap netral. Di grup-grup WA dilarang share gambar promosi bacapres, dilarang share tulisan yang mendukung dan menjelekan salah satu bacapres. Jika ada, maka langsung “disemprit”. Hebatnya, yang kena semprit pun langsung meminta maaf. Jadi di grup Banser masih steril, tidak ada yang tegang urat leher, marah-marah, mencaci-maki dan sejenisnya.

Hal yang sama di grup-grup banom lainya seperti ISNU dan PMII. Steril. Ma’lum lah, di grup-grup ini ada beberapa calon anggota dewan yang lintas partai politik. Jadi, untuk menjaga perasaan dan memperkuat persatuan. Semua yang berbau politik praktis di larang bersliweran di Grup WA. Jika ada yang bandel, dengan segala hormat di keluarkan dari grup. Sebab grup dibuat untuk silaturahim, bukan promosi bacapres.


Malah kadang di grup induknya yaitu grup warga NU, ada yang nongol berita tentang politik. Isinya, ada yang memuji dan mencaci. Tapi kadang-kadang saja nongolnya. Mungkin yang nge-share lagi “nglindur” dan tidak sadar.setelah dibangunkan, baru sadar dan meminta maaf. Tapi ada juga yang memang dengan kesadaran diri “promosi” capres. Mungkin kecintaan kepada bacapres sudah mendarah daging dan sudah di luar “nurul”, sehingga terasa “gatel” kalau tidak nge-share hal-hal yang berkaitan dengan jago yang diidam-idamkan. Apakah ini yang dimaksud dengan cinta buta?

Terlepas dari human error, grup WA yang berafiliasi dengan NU di daerah 3T relatif aman, kondusif. Walaupun para anggota grup banyak yang terjangkit penyakit “Kanker” (kantong kering). Untung nya, mereka punya obat mujarab. caranya, kumpul bareng ngopi satu gelas bergilir, makan-makan, baca sholawat, ngrokok merk “tingwe”(nglinting dewe). Ini cara ampuh untuk menghilangkan kanker dan cara strategis menghilangkan kepala “cenut-cenut” karena di bentak-bentak istrinya.

Namun jika berbicara tentang kesetiaan terhadap Pancasila, mereka siap di garda terdepan. Sumpah mereka sangat jelas tercermin dalam lagu “Yalal Wathan”, merupakan lagu berbahasa Arab yang mempunyai arti spirit cinta tanah air dan jihad membela bangsa dan negara nya.

Banser 3T tentu memahami dinamika politik nasional. Itu sebabnya, semakin memahami semakin melebur diri dalam keheningan. Lebih baik manunggaling dengan masyarakat, gotong-royong dan melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti melaksanakan maulid nabi, pengajian kitab kuning, gotong-royong membersihkan parit atau mushola dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.


Banser 3T tidak pernah membahas hutang negara. Bagi mereka terlalu jauh berfikir “hutang-piutang”. Sebab mereka juga sudah hutang satu bungkus rokok Gudang Garam merah dan beras 10 Kg di warung tetangga. Apa yang ada di depannya, itu yang dikerjakan. Ma’lum, banser 3T berfikir sederhana, “the right man on the right place”, wes ono bagian dewek-dewek, sopo sing utang, piye oleh nglunasi dan sejenisnya. Sudah ada ahlinya. Mereka punya prinsip sederhana, “Selamatkan lah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka”.  Ditambah lagi, “Sebaik-baik manusia yaitu memberi kemanfaatan bagi orang lain”.

Kenikmatan Banser yaitu bisa dekat dengan para ulama dan bisa menghabiskan waktu untuk tetap menjaga NKRI dan Pancasila. Persoalan politik yang katanya ulama ini, dukung bacapres ini, ulama itu mendukung bacapres itu, bagi banser sudah tidak perlu dipikir terlalu “jero”. Cukup jagongan, nglinting tembakau, ngopi dan wiridan. Ketika sudah selesai istirahat, langsung “singsing lengan baju”, kerja. Apapun yang penting halal. Tidak perlu malu. Sebab kebutuhan hidup yang nanggung dirinya sendiri, bukan orang lain.

Tentang persoalan politik, dan siapa presiden dan wakil presidenya, Banser sudah menyakini keduanya sudah ditulis oleh Allah SWT. Ketika mereka disuruh memilih, maka memilih calon terbaik menurut mereka. dan siapapun yang terpilih, pasti tetap taat kepada para pemimpin. Konsep nya sederhana, “Taatlah kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri”.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ucapan Berkualitas
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   112

Santri Nonton Wayang Kulit
23 November 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   208

Isra Mi’raj dan Revolusi Budaya
27 Januari 2025   Oleh : Imam Ghozali   821

Madzhab Sepak Bola
16 Oktober 2024   Oleh : Imam Ghozali   542

Kearifan Lokal Pengendali Kenakalan Remaja
17 Februari 2023   Oleh : Reno Firdaus, S.T,M.Si   331

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046


Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355