
Ingin mengetahui seperti apa kegiatan Banser di daerah 3T (bukan 3 trilyun, 3T singkatan dari daerah tertinggal,
terdepan dan terluar) seperti Kabupaten Kepulauan Meranti. Jarak ke negeri
tetangga sangat dekat, terutama Malaysia dan Singapura. Jika ke Malaysia membutuhkan
waktu sekitar dua jam tiga puluh menit. Jadi, jarak nya lebih dekat ketimbang
ke pergi ke kota provinsi di Pekanbaru yang membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam.
Di tahun politik, Banser di Kepulauan
Meranti bersikap netral. Di grup-grup WA dilarang share gambar promosi
bacapres, dilarang share tulisan yang mendukung dan menjelekan salah satu
bacapres. Jika ada, maka langsung “disemprit”. Hebatnya, yang kena
semprit pun langsung meminta maaf. Jadi di grup Banser masih steril, tidak ada
yang tegang urat leher, marah-marah, mencaci-maki dan sejenisnya.
Hal yang sama di grup-grup banom lainya seperti ISNU dan PMII. Steril. Ma’lum lah, di grup-grup ini ada beberapa calon anggota dewan yang lintas partai politik. Jadi, untuk menjaga perasaan dan memperkuat persatuan. Semua yang berbau politik praktis di larang bersliweran di Grup WA. Jika ada yang bandel, dengan segala hormat di keluarkan dari grup. Sebab grup dibuat untuk silaturahim, bukan promosi bacapres.

Malah kadang di grup induknya yaitu grup
warga NU, ada yang nongol berita tentang politik. Isinya, ada yang memuji dan
mencaci. Tapi kadang-kadang saja nongolnya. Mungkin yang nge-share lagi “nglindur”
dan tidak sadar.setelah dibangunkan, baru sadar dan meminta maaf. Tapi ada juga
yang memang dengan kesadaran diri “promosi” capres. Mungkin kecintaan kepada
bacapres sudah mendarah daging dan sudah di luar “nurul”, sehingga
terasa “gatel” kalau tidak nge-share hal-hal yang berkaitan dengan jago
yang diidam-idamkan. Apakah ini yang dimaksud dengan cinta buta?
Terlepas dari human error, grup WA yang
berafiliasi dengan NU di daerah 3T relatif aman, kondusif. Walaupun para
anggota grup banyak yang terjangkit penyakit “Kanker” (kantong kering). Untung nya,
mereka punya obat mujarab. caranya, kumpul bareng ngopi satu gelas bergilir,
makan-makan, baca sholawat, ngrokok merk “tingwe”(nglinting dewe). Ini cara
ampuh untuk menghilangkan kanker dan cara strategis menghilangkan kepala “cenut-cenut”
karena di bentak-bentak istrinya.
Namun jika berbicara tentang kesetiaan terhadap
Pancasila, mereka siap di garda terdepan. Sumpah mereka sangat jelas tercermin
dalam lagu “Yalal Wathan”, merupakan lagu berbahasa Arab yang mempunyai
arti spirit cinta tanah air dan jihad membela bangsa dan negara nya.
Banser 3T tentu memahami dinamika politik nasional. Itu sebabnya, semakin memahami semakin melebur diri dalam keheningan. Lebih baik manunggaling dengan masyarakat, gotong-royong dan melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti melaksanakan maulid nabi, pengajian kitab kuning, gotong-royong membersihkan parit atau mushola dan kegiatan-kegiatan positif lainnya.

Banser 3T tidak pernah membahas hutang
negara. Bagi mereka terlalu jauh berfikir “hutang-piutang”. Sebab mereka juga
sudah hutang satu bungkus rokok Gudang Garam merah dan beras 10 Kg di warung
tetangga. Apa yang ada di depannya, itu yang dikerjakan. Ma’lum, banser 3T
berfikir sederhana, “the right man on the right place”, wes ono bagian
dewek-dewek, sopo sing utang, piye oleh nglunasi dan sejenisnya. Sudah ada
ahlinya. Mereka punya prinsip sederhana, “Selamatkan lah dirimu dan keluargamu
dari Api Neraka”. Ditambah lagi, “Sebaik-baik
manusia yaitu memberi kemanfaatan bagi orang lain”.
Kenikmatan Banser yaitu bisa dekat dengan
para ulama dan bisa menghabiskan waktu untuk tetap menjaga NKRI dan Pancasila. Persoalan
politik yang katanya ulama ini, dukung bacapres ini, ulama itu mendukung
bacapres itu, bagi banser sudah tidak perlu dipikir terlalu “jero”. Cukup
jagongan, nglinting tembakau, ngopi dan wiridan. Ketika sudah selesai
istirahat, langsung “singsing lengan baju”, kerja. Apapun yang penting halal. Tidak
perlu malu. Sebab kebutuhan hidup yang nanggung dirinya sendiri, bukan orang
lain.
Tentang persoalan politik, dan siapa presiden
dan wakil presidenya, Banser sudah menyakini keduanya sudah ditulis oleh Allah SWT.
Ketika mereka disuruh memilih, maka memilih calon terbaik menurut mereka. dan
siapapun yang terpilih, pasti tetap taat kepada para pemimpin. Konsep nya
sederhana, “Taatlah kepada Allah, Rasul dan Ulil Amri”.
Penulis : Imam Ghozali
Ucapan Berkualitas
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   112
Santri Nonton Wayang Kulit
23 November 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   208
Isra Mi’raj dan Revolusi Budaya
27 Januari 2025   Oleh : Imam Ghozali   821
Madzhab Sepak Bola
16 Oktober 2024   Oleh : Imam Ghozali   542
Kearifan Lokal Pengendali Kenakalan Remaja
17 Februari 2023   Oleh : Reno Firdaus, S.T,M.Si   331
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3115
Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355